WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dari Golkar ke PAN Lalu Hanura

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dari Golkar ke PAN Lalu Hanura
e-ti | inilah.com

Mantan Menteri Keuangan Orde Baru ini menjadi salah satu tokoh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sebelumnya, dia kader Golkar yang masuk ke Partai Amanat Nasional (PAN. Namun, akhirnya secara resmi ia mengundurkan diri dari PAN, 9 Agustus 2005. Tampaknya dia sangat kecewa atas kiprah partai itu dalam menyikapi berbagai hal yang berkembang dalam tahun-tahun terakhir ini.

Menteri Keuangan Indonesia (1998-1998)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Fuad Bawazier

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Fuad Bawazier

QR Code Halaman Biografi Fuad Bawazier
Bio Lain
Click to view full article
Teddy Sumarno
Click to view full article
Bubi Chen
Click to view full article
Erry Riyana Hardjapamekas
Click to view full article
Sandhy Sondoro
Click to view full article
Kestity Pringgoharjono
Click to view full article
Supriyanto
Click to view full article
Abdul Malik Fadjar
BERITA TERBARU

Apalagi pada Kongres PAN 7-10 April 2005, dia yang sempat diunggulkan menjadi Ketua Umum PAN, ternyata kalah oleh Soetrisno Bachir atas dukungan Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
.

Dukungan berpihak (restu) dari Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
itu pula, salah satu penyebab kekecewaannya. Dia kecewa karena pada era reformasi ini, masih kental restu-restuan di partai. Dia yakin jika pemilihan ketua umum dilakukan secara fair dan demokratis, dia akan memenangkan pemilihan itu.

Dia salah seorang kandidat yang tergolong gencar menggalang dukungan dengan mengunjungi pengurus-pengurus wilayah dan daerah. Pengalamannya di birokrasi semasa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
menjadi kekuatan tersendiri baginya.

Bagi sebagian orang, sebutan orang Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
mungkin dianggap sebuah momok yang merugikan bahkan menakutkan. Namun, selama lebih lima tahun reformasi bergulir, mantan pejabat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
yang satu ini, selalu tampil percaya diri berkiprah dalam barisan orang-orang yang menyebut diri tokoh reformis sejati.

Kiprahnya di Partai Amanat Nasional justru sangat diperhitungkan, apalagi dengan pengalaman dan kekayaannya sebagai pejabat pada masa orde baru. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 22 Agustus 1949, yang mengawali karir sebagai asisten dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, ini menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Jenderal Pajak Departemen Keuangan sebelum mencapai puncak karir sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Keuangan terakhir rezim orde baru (1998).

Setelah bergulirnya reformasi, doktor ekonomi lulusan University of Maryland, Amerika Serikat, ini bergabung dengan tokoh reformasi Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
di Partai Amanat Nasional. Ketika itu, banyak orang menduga, Fuad memang sengaja masuk dalam kubu Amien Rais yang kala itu sangat keras menghujat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
dan rezim orde baru.

Fuad dengan sangat brilian mampu berperan sedemikian baik di PAN. Pengalaman di birokrasi dan pengalaman berorganisasi yang dimiliki didayagunakannya dengan sangat intensif. Sejak sekolah, memang dia sudah gemar aktif di organisasi. Mulai dari Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sampai menjadi ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) dan organisasi profesi Ikatan Akuntan Indonesian (IAI) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Bahkan di bidang organisasi sosial dan pendidikan, juga dia berkiprah dengan serius, seperti di YPI Al-Azhar Jakarta dan Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, di sini dia menjadi ketua periode 2002-2007. Juga dalam organisasi pergaulan antatbangsa dia berkiprah sebagai Ketua Persahabatan Indonesia-Malaysia (Prima).

Maka, dengan mengandalkan pengalaman di berbagai bidang itu pantas dia mengejar jabatn Ketua Umum PAN. "Saya pikir, dengan semua pengalaman organisasi dan birokrasi yang saya alami, wajar jika saya sekarang mengincar posisi Ketua Umum PAN," kata Fuad kepada para Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
.

Fuad tampak percaya diri dalam pencalonannya kendati dia menghadapi negative campaign dengan tudingan sebagai orang orde baru. Dia tidak terlalu merisaukan sebutan orang orde baru itu. Dia terus maju menggalang dukungan ke beberapa wilayah (Dewan Pengurus Wilayah) dan daerah (Dewan Pengurus Daerah), dengan menyampaikan visi-misinya jika terpilih menjadi ketua umum PAN.

Dalam beberapa kesempatan dia melontarkan otokritik pada PAN. Pada Pemilu 1999, delapan bulan setelah berdirinya, PAN mampu meraih 7,4 juta suara. Namun, pada 2004, setelah lima tahun bekerja keras, suara PAN malah turun. Menurut Fuad, Ini pasti ada yang tak beres. Dia melihat, walau bukan persoalan besar, masalah-masalah kecil yang menumpuk telah menjadikan PAN seperti orang sakit kronis.

Menurutnya, selama lima tahun terakhir, PAN hanya memeras habis Amien. Sehingga Jelas tidak akan kuat. Sebab, ketokohan tidak akan mampu menopang organisasi yang demikian besar. Ketokohan, ada batas usia dan kemampuan. Makanya, dia menawarkan, harus membangun sistem yang kuat. Sebab, sstem akan jauh lebih kokoh dan langgeng dibandingkan dengan ketokohan. Kalau tokoh, 5-10 tahun pasti tumbang.

Maka dia pun sangat mengapresiasi inisiatif Amien Rais yang menyatakan tidak bersedia lagi dicalonkan. Menurutnya, rupanya Pak Amien sadar betul, kalau satu periode lagi memimpin, pasti akan mendorong lahirnya feodalisme dan kultus individu. tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Aug 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Seniman Kebanggaan Riau Penerus Seni Ukir Wehea

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini dirancang khusus sebagai panduan perjalanan praktis bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Singapura.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: