WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

'Body Guard' Terpilihnya SBY

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

'Body Guard' Terpilihnya SBY
e-ti | rpr-kb

Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden tidak terlepas dari beberapa rekan dekatnya, termasuk, Mayjen TNI (pur) Djali Jusuf. Pria paro baya yang berambut sedikit botak ini memang, selama kampanye hampir tidak pernah lepas dari presiden terpilih SBY. Dalam setiap kesempatan, pria yang selalu mengenakan setelan gelap tersebut selalu mendampingi SBY tampil di hadapan publik, sering berperan layaknya seorang body guard.

Mantan Pangdam I/Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Djali Jusuf

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Djali Jusuf

QR Code Halaman Biografi Djali Jusuf
Bio Lain
Click to view full article
Muhammad Nazar
Click to view full article
Zulkifli Nurdin
Click to view full article
Elly Risman Musa
Click to view full article
Eky Talaut
Click to view full article
Ali Said
Click to view full article
Benny Likumahuwa
Click to view full article
Nurdin Tampubolon

Bahkan, tidak jarang pria itu berlaku sebagai pagar betis yang menjaga SBY dari kerumunan warga. Sosok pria yang selalu berperan sebagai body guard SBY tersebut tidak lain adalah Mayjen TNI (pur) Djali Jusuf.

Sepintas, masyarakat tentu tidak pernah membayangkan bahwa sang body guard SBY tersebut adalah purnawirawan perwira tinggi TNI-AD. Bahkan, sebelum pensiun dari jajaran TNI, Djali sempat menduduki jabatan penting, yakni Pangdam I/Iskandar Muda di Provinsi Nanggroe Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
Darussalam (NAD).

Djali yang juga merupakan putra asli Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
tersebut menyerahkan jabatannya kepada penggantinya, Mayjen TNI Endang Suwarya, sekitar pertengahan 2003. Selanjutnya, dia berdinas di Mabes TNI hingga masa purnabaktinya.

Setelah berdinas di bidang militer, Djali memulai usaha baru di bidang konstruksi. Namun, belum lagi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
yang baru dirintisnya tersebut sampai pada tataran mapan, dia harus kembali meninggalkannya. Sebab, dirinya harus mengawal SBY yang sedang berkampanye. "Tidak ada masalah pada Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
saya. Sudah ada orang yang menjalankannya," ujar Djali sambil mengisap dalam-dalam rokok kreteknya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya tidak ada yang mengharuskan dirinya mengawal SBY dalam masa kampanye lalu. Hanya, sebagai seorang rekan dekat, dirinya merasa berkewajiban membantu SBY. "Hubungan kami ini tidak lagi sebagai capres dengan konstituen. Namun, kami sudah selayaknya seorang saudara," tegas alumnus Akmil angkatan 1972 itu.

Soal perannya selama kampanye yang lebih mirip body guard SBY tersebut, Djali menjelaskan bahwa hal itu bukan suatu masalah. Meski merupakan kakak tingkat SBY, dirinya tidak pernah merasa risi melakukan pengamanan pribadi terhadap diri SBY.

Menurut dia, SBY merupakan suatu aset bangsa Indonesia yang pantas dilindungi. Buktinya, tegas dia, SBY tampil sebagai presiden pertama pilihan rakyat Indonesia. "Saya kira, tampilnya SBY sebagai presiden sangat tepat. Lihat saja, sebagai politikus, dia selalu berbicara secara santun dan tidak pernah membalas fitnah terhadap dirinya," ungkapnya.

Soal pengalaman selama mengawal SBY, Djali mengungkapkan bahwa dirinya terkesan pada sikap mantan Kaster ABRI yang tidak pernah mengeluh. "Tidak semua acara kunjungan ke daerah selalu lancar. Sering dalam kunjungan ke daerah, sarana transportasi selalu berubah. Tidak jarang kita jalan jauh dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, Pak SBY tidak pernah mengeluh," ujarnya.

Demikian juga dengan kesediaan SBY untuk selalu menerima tamu di sela-sela kunjungannya ke daerah. Padahal, kata Djali, saat itu kondisi SBY sedang capek. "Itulah Pak SBY, dia tidak pernah menganggap rendah orang lain," jelas pensiunan bintang dua TNI itu.

Soal maraknya bursa calon Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
setelah kemenangan SBY, Djali mengaku tidak terlalu memedulikannya. Menurut Djali, dirinya sama sekali tidak memiliki pamrih atau keinginan untuk mendapatkan kedudukan dalam pemerintahan SBY mendatang. "Ini hubungan persaudaraan," tukasnya.

Menurut Djali, dirinya sudah merasa senang karena telah mengantar SBY untuk menapaki karpet merah ke Istana Merdeka. "Bagaimanapun, saya pantas bangga karena hal itu," jelasnya.

Mengenai peran Djali setelah SBY menduduki kursi RI-1, kakak tingkat SBY di Akmil tersebut mengaku belum tahu. "Saya tidak tahu apakah akan ikut Pak SBY ke istana atau tidak. Yah, kalau Pak SBY memerlukan saya, tentu saya akan datang," terangnya. Namun, bila ternyata SBY tidak mengajak ke istana, dia akan kembali menekuni Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
konstruksinya yang dirintis sejak akhir 2003 lalu itu.

Djali juga menceritakan bahwa sebenarnya dirinya telah lama mengenal SBY. Namun, hubungan keduanya baru dekat saat Djali bertugas sebagai Pangdam di NAD sekitar 2002-2003. "Saat itu kami berdua sering terlibat dalam berbagai diskusi. Sebab, saya saat itu adalah Pangdam Iskandar Muda, sedangkan Pak SBY adalah Menko Polkam," terangnya.

Tak jelas, apakah karena pengaruh Djali sehingga masalah Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
(dan Papua) termasuk dalam lima prioritas pertama yang digarap pemerintahan SBY-Kalla.

Hubungan keduanya kian bertambah dekat ketika Djali tidak lagi menjabat Pangdam. Menurut Djali, dirinya kerap ngobrol dan bertemu secara pribadi dengan SBY. Bahkan, kedua lulusan Akmil tersebut juga sering saling curhat. "Ya, kami ini jadi seperti saudara-lah," katanya.

Hal yang biasa dijadikan topik pembicaraan keduanya adalah masalah keluarga. Ini memang sangat dimengerti. Sebab, sebagai anak tunggal, selama ini agak sulit bagi SBY untuk membicarakan masalah keluarga. Selain mengobrol, keduanya sering terlihat akrab saat bermain golf. tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Okt 2004  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada.co.id
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: