WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Makna Jihad Sering Dipersempit

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Makna Jihad Sering Dipersempit
Didin Hafiduddin | TI | Rpr

Mantan Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor KH Didin Hafiduddin mengatakan pengertian jihad sering disalahartikan orang secara sempit dengan arti peperangan secara fisik. Padahal, jihad memiliki makna yang sangat luas, yakni sebuah kesungguhan untuk melaksanakan ajaran Islam guna memperbaiki keadaan.

Guru Besar IPB dan Ketua Umum BAZNAS
Lihat Curriculum Vitae (CV) Didin Hafiduddin

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Didin Hafiduddin

QR Code Halaman Biografi Didin Hafiduddin
Bio Lain
Click to view full article
Mahmud Ghaznawie
Click to view full article
Pong Tiku
Click to view full article
Ria Enes
Click to view full article
Bambang Kesowo
Click to view full article
Nyonya Meneer
Click to view full article
Tuti Soenardi
Click to view full article
Paul Budi Kleden
BERITA TERBARU

Didin mengemukakan hal itu ketika tampil sebagai ahli dalam sidang perkara Abu Bakar Ba'asyir di Gedung Badan Meteorologi dan Geofisika, Kemayoran, Jakarta, Selasa 29/7/03. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim M Saleh, itu Didin menegaskan, pengertian jihad sangat luas. Namun, ia mengakui ada usaha dari pihak tertentu untuk menyempitkan pengertian jihad dalam arti peperangan secara fisik.

Menurut dosen IPB ini, jihad adalah sebuah kesungguhan memperbaiki keadaan, misalnya dalam bidang pendidikan, ekonomi alternatif, bidang hukum, dan lain-lain. Ketika ditanya penasihat hukum apakah dalam jihad ada musuh tetap yang harus dihadapi, misalnya orang-orang yang tidak se-agama dengan Islam, Didin justru menegaskan bahwa dalam Al Quran dinyatakan tidak ada larangan untuk berbuat baik dengan orang yang berbeda agama.

***

Dr. K.H. Didin Hafiduddin, M.Sc. dalam salah satu acara seminar dengan tema "Aspek Hukum dalam Pengembangan Potensi Zakat bagi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" mengatakan: Dana zakat yang terkumpul boleh dipergunakan untuk membangun rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan, asalkan pasien rumah sakit atau pelayanan kesehatan itu adalah para mustahik.

Artinya, para pasien yang tergolong sebagai mustahik tersebut tidak dipungut bayaran apa pun oleh pengelola rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan.

Begitu pula membangun sarana pendidikan dengan uang hasil pengumpulan zakat, itu dibolehkan asalkan siswa yang sekolah di tempat tersebut adalah para mustahik. Pihak pengelola sekolah hasil uang zakat dilarang memungut uang bayaran kepada para siswa yang mustahik tersebut. (PKPU Online)

Ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, takterkecuali masalah makan. Oleh karena itu bagi kaum muslimin, makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan ruhani, iman dan ibadah juga dengan identitas diri, bahkan dengan perilaku, demikian ujar K.H Didin Hafiduddin, MS dalam Seminar Pameran Produk Halal Indonesia, Al Ghifari'96, di Bogor.

Dana Zakat Boleh untuk Membangun RS
BANDUNG, (PR).-
Dana zakat yang terkumpul boleh dipergunakan untuk membangun rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan, asalkan pasien rumah sakit atau pelayanan kesehatan itu adalah para mustahik. Artinya, para pasien yang tergolong sebagai mustahik tersebut tidak dipungut bayaran apa pun oleh pengelola rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan.

Begitu pula membangun sarana pendidikan dengan uang hasil pengumpulan zakat, itu dibolehkan asalkan siswa yang sekolah di tempat tersebut adalah para mustahik. Pihak pengelola sekolah hasil uang zakat dilarang memungut uang bayaran kepada para siswa yang mustahik tersebut.

Demikian dikemukakan Dr. K.H. Didin Hafiduddin, M.Sc. dalam acara semiloka nasional "Aspek Hukum dalam Pengembangan Potensi Zakat bagi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" di Hotel Panghegar Bandung, Sabtu (5/4). Dalam acara yang diadakan oleh Forum Silaturahmi Masyarakat Peduli Zakat itu, tampil pula sebagai pembicara utama yakni Prof. Dr. H. Man Suparman Sastrawidjaja, S.H., S.U., serta pembicara pendamping Agus Kusnadi, S.H., M.H., Dr. Mohammad Najib, M.Ag., Dr. H.A. Suryadi, Ir. Sugiarti, M.T., dan Drs. H. Endang Rahmat.

Mereka menyampaikan materi tentang "Aspek Hukum dalam Pengembangan Potensi Zakat bagi Kesejahteraan Masyarakat", "Perlindungan Hukum bagi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat", "Zakat dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat", "Pola Pengelolaan Zakat dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Umat", "Pendayagunaan Zana ZIS bagi Kesejahteraan Masyarakat dalam Pelayanan Kesehatan", "Bantuan APBD untuk Lembaga-lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Peluang Penyimpangannya", serta "Bantuan Pemerintah dalam Mendukung Pendayagunaan Dana Zakat:Kasus Aliran APBD Jabar Pos 2.14 dan 2.15".

Menurut Didin Hafiduddin, sebenarnya potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari umat Islam itu sangat besar. Hanya, persoalannya ialah lemahnya kemampuan manajerial dan rendahnya jiwa amanah pengelolaannya. Dalam hal ini, pola pengelolaan ZIS di Indonesia tergolong masih kurang profesional terutama berkaitan dengan manajemen penerimaan ZIS dan manajemen pendistriusiannya.

Apabila ZIS benar-benar dikelola secara profesional dan dijiwai amanah yang optimal, tentunya umat Islam akan merasa percaya sehingga tidak ada lagi fenomena sejumlah orang Islam yang menyerahkan langsung ZIS-nya kepada para mustahik. Bahkan, pengelolaan ZIS seperti itu akan melenyapkan kemiskinan yang terdapat di tengah masyarakat sehingga akhirnya kesejahteraan secara keseluruhan terwujud secara baik.

"Yang terjadi sekarang ini, antara lain orang Islam keliru mempersepsi soal zakat. Zakat fitrah diserahkan langsung kepada mustahiknya. Pada zaman Nabi dan para sahabat tidak ada hal seperti itu. Karena yang afdal diserahkan langsung itu adalah infak atau sedekah, kalau zakat ya dititipkan kepada amil atau lembaga penerima dan pendistribusi zakat," tutur Didin Hafiduddin.

Dalam pandangan Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ini, semua pihak yang terkait dengan urusan pengelolaan ZIS sudah sepatutnya saling bekerjasama sehingga pengelolaan ZIS dapat lebih berhasil, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Dicontohkan, di daerah Ciputat Jakarta Selatan, ada lembaga Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) yang melayani para mustahik secara gratis. Begitu pula di Padang, ada sebuah sekolah yang didirikan oleh lembaga pengelola dan pendistribusi ZIS yakni "Dompet Duafa". Melalui upaya kerja sama, akhirnya LKC dan sekolah gratis itu bisa beroperasi secara baik. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 30 Jul 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Perjuangkan Piagam Jakarta Menggugat Kesewenangan Lewat Teater

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: