WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Senandung Nostalgia Connie Francis

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Senandung Nostalgia Connie Francis
Tokohindonesia.com | Diah Iskandar | repro

Diah Iskandar, yang dijuluki Connie Francis Indonesia, belakangan ini kembali muncul dalam acara-acara nostalgia di layar kaca. Ia antara lain menyanyi untuk acara musik Legend dan Country di TVRI, musik Latin di Metro TV, dan Tembang Kenangan di Indosiar.

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Diah Iskandar

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Diah Iskandar

QR Code Halaman Biografi Diah Iskandar
Bio Lain
Click to view full article
Arbi Sanit
Click to view full article
Djamaluddin Malik
Click to view full article
Omar Abdalla Siregar
Click to view full article
Tifatul Sembiring
Click to view full article
Tika Bisono
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Adi Sasono

Setelah suaminya Parulian Sidabutar meninggal tahun 2001, kebetulan ada tawaran, lalu ia berpikir, kenapa enggak kembali menyanyi. Diah yang sudah menunaikan ibadah haji tahun 1992, dan tiap tahun pergi umrah ini bahkan sudah mendapat tawaran untuk membuat acara musik seperti Chandra Kirana. Namun, ia belum menemukan format yang pas.

Sebab ia merasa tidak mungkin membuat acara persis kayak Chandra Kirana dulu. Itu sudah ketinggalan zaman. Makanya, ia harus berpikir mencari kreasi baru, sambil mengumpulkan musisi-musisinya.

Kini, selain sesekali menyanyi di layar kaca, Diah juga punya kesibukan yang menyita sebagian besar waktunya. Ia mengelola dan mengajar di CK Fitness Center di bilangan Grogol, Jakarta Barat. CK singkatan dari Chandra Kirana. Selain itu, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
bertahi lalat di pipi ini pun mengajar senam privat di beberapa tempat. Makanya, tiga hari dalam seminggu, ia sudah pergi dari rumah pada pukul 07.30.

Sejak dulu memang ia tak bisa meninggalkan senam. Sebenarnya CK Fitness Center sudah ada sejak tahun 1987-1988. Semula berlokasi di Kartika Plaza, Jalan Jenderal Panglima Besar TKR/TNI
Panglima Besar TKR/TNI
Sudirman
, lalu pindah ke kawasan Blok M, baru ke Grogol. Bedanya, kalau dulu ia lebih banyak memantau saja, sekarang ini terjun langsung.

Diah memulai karirnya sejak tahun 1962. Awalnya, suatu hari pada tahun itu, saat ia masih gadis kelas tiga SMP, Diah tampil bernyanyi di hadapan para tamu di sebuah pesta ulang tahun. Diiringi band Arulan, Diah antara lain mendendangkan lagu Burung Kakaktua. Lalu, para hadirin pun tertegun. Begitu ia selesai bernyanyi, mereka pun berteriak, "Hai itu Connie Francis, Connie Francis!" Namun, Diah hanya terbengong-bengong. Ia justru merasa ingin menangis, dan ingin cepat-cepat berada di balik panggung. Tapi, hadirin justeru memintanya kembali bernyanyi.

Ia sedih karena waktu itu yang terdengar di telinganya, orang-orang berteriak fals, fals. "Jadi, saya ingin cepat-cepat pergi. Saya tidak tahu kalau mereka berteriak Connie Francis karena pernah dengar nama itu pun tidak," kenang Diah, putri dari komponis kondang Iskandar itu.
Ia baru tahu kalau hadirin ternyata menyukai suaranya, pada esok harinya. Setelah beberapa Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
dan musisi, seperti Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
dan Musisi
Musisi
Ireng Maulana
, datang ke rumah. "Mereka memberi selamat kepada Bapak. Katanya, selamat, karena suara saya mirip Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Connie Francis," kata Diah mengenang peristiwa pertama kali menyanyi di hadapan hadirin. Diah tampil pada acara tersebut karena diajak salah seorang pamannya, pemain band Arulan. Bahkan, ayahnya pun tak tahu-menahu soal penampilan anak sulung dari sembilan bersaudara tersebut.

"Ketika orang-orang bilang suara saya milik Connie Francis, Bapak juga bengong saja. Dia tidak tahu siapa itu Connie Francis karena minat Bapak pada musik Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
, bukan pop. Dia tahunya Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
seperti Ella Fitzgerald atau Sarah Vaughan," cetus ibu dua anak, Ira Ristianti (27) dan Hilman (26), ini.

Sejak itulah, setiap kali Diah Iskandar muncul, para pendengarnya selalu mengasosiasikannya dengan penyanyi Connie Francis. Hal yang sama dengan Bob Tutupoli yang dijuluki Harry Belafonte, dan Kris Biantoro dipadankan dengan Mario Lanza.

Begitulah romantika musik pop era tahun 1960-an ketika orang suka memadankan biduan lokal dengan penyanyi Barat. Maka, Diah pun kerap muncul membawakan lagu-lagunya Connie Francis, seperti Stupid Cupid dan Where the Boys Are.

Sejak saat itu pula, ritme hidup Diah berubah. Kalau biasanya ia hanya pergi ke sekolah, kini ada "tugas" baru menantinya. Ia harus pergi ke beberapa tempat untuk bernyanyi, sesuai dengan permintaan penggemar.

"Biar harus pergi ke berbagai kota, tetapi sekolah saya tetap jalan. Makanya, jadi hal biasa kalau malamnya saya bernyanyi di Malang, dan esok pagi-pagi sekali naik helikopter kembali ke Jakarta untuk ikut ulangan di sekolah," kata Diah yang gemar senam sejak berusia 18 tahun itu.

Untuk melatih keterampilannya di bidang musik, Diah diharuskan belajar piano dan olah vokal. Salah satu guru olah vokalnya adalah Catharina Leimena. Berbekal suara seraknya, selain naik panggung, Diah pun sibuk masuk dapur rekaman. Tahun 1963 ia sudah merekam album pertama.

"Saya tak ingat lagi berapa jumlah album rekaman saya. Mungkin, sampai sekitar 50 album," ujar Diah, penyanyi yang muncul setelah angkatan Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
, Elly Kasim, dan Lilies Suryani.

Beberapa lagu Diah Iskandar yang cukup dikenal adalah Bila Kulupa, Bung Dimana, Potret Kasih, Surat Terakhir, Dihati Kekasih, dan Senja Mendatang. Diah tak cuma menyanyikan lagu ciptaan orang lain, tetapi ia pun menciptakan lagu dibantu ayahnya. Beberapa lagu ciptaan Diah Iskandar antara lain Pantun Lama dan Kebebasan Memilih.

Diah mulai menghilang dari dunia tarik suara ketika menikah pada usia 25 tahun dengan Parulian Sidabutar, tahun 1972. Memang, suaminya tak melarang Diah bernyanyi, tetapi ia sendiri yang merasa harus tahu diri. Posisi suaminya di Departemen Pekerjaan Umum membuat Diah tak enak untuk tampil, selain merasa tidak punya cukup waktu.

"Pada masa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, kalau suami kita pegawai negeri, otomatis istrinya kan harus aktif di Dharma Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
. Sebagai istri pegawai negeri, saya juga aktif di Dharma Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
, enggak sempat lagi menyanyi," ucapnya. Meski sibuk di organisasi isteri pegawai negeri itu, tetapi Diah tetap menyempatkan diri mengikuti latihan senam, aerobik, maupun body language.

Ia juga sempat membuka sanggar senam ketika suaminya ditempatkan di Surabaya, dan mengelola salon ketika bermukim di Bandung.
"Begini-begini, saya kan pernah belajar kecantikan di Madame Iki. Spesialisasi saya mengurus jerawat yang membandel," ujar Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
berberat badan 42 kilogram dengan tinggi 1,50 meter itu.

Dunia panggung kembali menarik Diah ketika ayahnya meninggal. Diah teringat keprihatinan ayahnya melihat semakin kurangnya minat orang muda untuk belajar musik klasik, Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
, atau ber-main untuk orkestra. Kata Diah, "Saya seperti mendapat inspirasi untuk membuat sesuatu yang mengingatkan orang pada orkestra, pada pemain-pemain musik yang serius."

Ketika itu Diah bermukim di Bandung, dan mulailah ia berusaha mengumpulkan orang-orang muda yang suka orkestra, di antaranya Pendiri Elfas Singer, Komponis
Pendiri Elfas Singer, Komponis
Elfa Secioria
dan Komposer, musisi
Komposer, musisi
Purwacaraka
. Diah pun menawarkan program musik Chandra Kirana ke TVRI, namun ditolak. Diah mencoba lagi dengan mengemas Chandra Kirana dengan teknik Chromaky, teknik visual yang termasuk canggih pada tahun 1980-an.

Kali ini, para petinggi TVRI berdecak, namun tetap menolak. Alasannya, acara musik itu terlalu mewah untuk pemirsa televisi Indonesia yang umumnya berkemampuan ekonomi rendah. Konsep Chandra Kirana pun terkatung-katung sampai sekitar dua tahun.

"Saya tidak putus asa. Saya menemui Menpen, waktu itu Ali Moertopo, dan akhirnya gol," cerita Diah tentang acara Chandra Kirana yang muncul di layar kaca sejak tahun 1980-an sampai 1992.

Pada setiap tayangan Chandra Kirana, Diah muncul sebagai produser, pembawa acara, sekaligus penyanyi pembukanya. Acara yang sempat menjadi favorit pemirsa itu, tak lagi diproduksi seiring dengan kesibukan Diah sebagai istri pejabat pemerintah. Sejarah pun berulang, nama Diah Iskandar kembali hilang dari dunia tarik suara.

Namun kini, Diah yang tak perlu lagi bersibuk diri di Dharma Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
, kembali bersenandung. Maka, dengarlah senandungnya dalam lagu Kebebasan Memilih:... Asmara tiada mengenal/ si miskin atau si kaya/ itu sudah hukum alam/ tak mungkin ditentang. Ingat juga lagu kondang Diah, Potret Kekasih: Potretmu kasih kau kirimkan/ padaku dari rantau sana/ kata yang mesra tulisan tangan/ untuk dinda tercinta.... e-ti | sumber: Kompas

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 26 Aug 2002  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Ibu Dangdut Indonesia Penemu Cara Mudah Deteksi Db

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: