WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ibu Teladan Indonesia 2003

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ibu Teladan Indonesia 2003
e-ti| pr

Dr Hj Dewi Lailatul Badriah MSc Mkes, berhasil meraih Ibu Teladan Indonesia 2003 dengan mengungguli empat finalis lainnya yang sebelumnya disaring dari 14 semifinalis dan 103 peserta dari seluruh Indonesia. Dewi, seorang ibu berprestasi, ini ingin membuat klinik bersalin dan pusat kesehatan masyarakat yang memberi pelayanan gratis bagi orang-orang yang tidak tidak mampu.

Pembantu Rektor di Universitas Bung Karno
Lihat Curriculum Vitae (CV) Dewi Lailatul Badriah

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Dewi Lailatul Badriah

QR Code Halaman Biografi Dewi Lailatul Badriah
Bio Lain
Click to view full article
Teddy Sumarno
Click to view full article
Jay Subiyakto
Click to view full article
Marcella Zalianty
Click to view full article
Lidya Kandou
Click to view full article
Michael Bambang Hartono
Click to view full article
Eka Tjipta Widjaya
Click to view full article
Wiendu Nuryanti

Dosen di beberapa perguruan tinggi ini terbilang produktif untuk melahirkan banyak karya ilmiah dan buku, yang menjadi bahan kajian di berbagai seminar nasional. Tulisan-tulisannya juga banyak mengisi surat kabar nasional.

Dalam pencalonan Pemilihan Ibu Teladan Indonesia (PITI) 2003, yang diselenggarakan Rona Communication bekerjasama dengan KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an PP, didukung oleh Minyak Goreng Sania, dalam rangka Peringatan hari Ibu (PHI) 75, ini Dewi paling banyak mendapat dukungan promotor. Tak kurang dari 3 LSM, 1 organisasi massa, 1 perguruan tinggi, serta banyak tokoh pendidik dan masyarakat Tasikmalaya melampirkan dukungan pada berkas pencalonannya.

Dewi mengakui, sejak beberapa tahun lalu, banyak pihak memintanya mengikuti ajang pemilihan sejenis. "Namun, pada saat itu Allah belum menggerakkan hati saya," tutur Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
asal Tasikmalaya itu. Kemudian, kali ini ia tergugah untuk bersedia disertakan dalam PITI 2003. Alasannya, terinspirasi dari karya dua tokoh yang dikaguminya, yaitu Ibu Teresa dan Mahatma Gandhi. Menurutnya, kedua tokoh tersebut dengan tulus melayani orang lain yang menderita.

Ibu Teladan Indonesia 2003 ini mengatakan berkarya melalui kedamaian akan lebih berhasil daripada melalui kekerasan. Ia mengaku, pernyataan itu. "Suatu negara akan maju kalau para ibunya mampu menjadi soko guru bagi penciptaan dan pelestarian generasi muda yang tangguh, mandiri dan profesional baik di bidang agama, ilmu pengetahuan maupun keterampilan.

Banyaknya dukungan kepada dosen Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, ini dinilai berbagai pihak sangat wajar. Maklum saja, pada usia 35 tahun, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
kelahiran Cirebon tahun 1965 ini menjadi wisudawan terbaik untuk program doktor pada Ilmu Kedokteran Bidang Kajian Utama Kedokteran Olahraga pada Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Surabaya. Selain menjabat Pembantu Dekan di Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), ia juga menjabat Pembantu Rektor di Universitas Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
(Jakarta), Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan Tasikmalaya, Konsultan Kesehatan Tasikmalaya dan Konsultan Pengembangan Pendidikan Tinggi.

Ia juga aktif dalam beberapa aktivitas sosial. Dewi aktif memberikan penyuluhan dan melakukan diskusi dari soal seks dan reproduksi, narkoba, sampai kenakalan remaja. Soal keLihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
an juga tak luput dari perhatiannya. Ia aktif sebagai mitra di Asosiasi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Tasikmalaya (ASPER), Pusat Pelatihan & Informasi Perempuan RAHIMA, serta Korps HMI-wati (Kohati) Tasikmalaya, dan aktif memberikan konseling, penyuluhan dan advokasi kepada kaum perempuan.

Pembekalan dan penyuluhan kepada perempuan itu dimaksukan agar mereka dalam kodratnya sebagai perempuan tetap dapat mengembangkan potensi di berbagai hal. Dewi prihatin atas kondisi sebagian perempuan Indonesia yang masih menganggap karena kodratnya mereka menjadi pasrah. Dengan penghargaan sebagai Ibu Teladan, ia bertekad lebih meningkatkan kemampuan untuk memperbaiki pola pikir perempuan Indonesia yang salah seperti itu.

Ia sendiri memang membuktikan pernyataannya dalam kehidupannya sehari-hari. Berbagai aktivitasnya itu tak mengubah peran kodratinya sebagai istri dan ibu. Ia juga mencurahkan segala perhatian dan kemampuannya untuk membina keluarga dan anaknya. Ia seorang isteri yang santun dan menghargai suami. Juga selalu membimbing anaknya secara langsung, termasuk mengajarkan baca al-Quran. Terbukti, kedua anaknya Imam Subhki (13) dan Sofia Kusumadewi (11) selalu menduduki ranking atas dan sering mewakili sekolahnya dalam berbagai kesempatan.

Ibu Dewi adalah sosok pejabat, intelektual, ilmuwan, Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
sosial, serta istri dan ibu bagi keluarganya. Sehingga pantaslah jika Dewan Juri Pemilihan Ibu Teladan Indonesia 2003, Rabu malam (10/10/2003) di Jakarta, menetapkannya sebagai Ibu Teladan Indonesia 2003, menyisihkan 4 finalis lainnya yang juga memiliki prestasi dan aktivitas yang sangat berguna bagi lingkungan.

Sebagai Ibu Teladan Indonesia 2003, Dewi memperoleh tropi Ibu Teladan, uang Rp 20 juta, gratis minyak goreng Sania selama 1 tahun dan memperoleh kehormatan hadir dalam peringatan Hari Ibu Nasional di Istana Negara. Sebelum dinobatkan sebagai Ibu teladan 2003, Dewi juga telah banyak menerima penghargaan dari berbagai instansi.

Ke depan, paling tidak ada dua obsesi Dewi, yakni ingin membuat klinik bersalin yang ditujukan melayani para perempuan yang tidak mampu dan membangun pusat kesehatan masyarakat yang memberi pelayanan gratis bagi orang-orang yang tidak mampu.

PITI 2003
Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Retno Wigati Ningrum, yang juga Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama Rona Communication, mengtakan Pemilihan Ibu Teladan Indonesia (PITI) 2003 ini dimaksudkan untuk memunculkan sosok ibu yang dapat dijadikan ikon sosok ibu yang ideal sehingga menjadi penggerak perempuan Indonesia untuk memperbaiki diri. "Even ini diharapkan menjadi sarana advokasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah maupun pemerhati masalah perempuan untuk mencapai idealisasi kaum ibu," katanya.

PITI terbuka untuk umum baik perorangan, kelompok, organisasi, ataupun instansi pemerintah. Proses penyaringan calon dilaksanakan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengajukan figur yang dianggap layak. Penyaringan dimulai 20 Oktober 2003, dengan memilih 14 semifinalis dari 103 peserta. Lalu dilakukan verifikasi informasi dan data peserta, lalu disaring lagi menjadi 5 finalis. Kelima finalis ini diundang ke Jakarta mengikuti karantina dan malam grandfinal.

Masa karantina dilakukan 8 - 10 Desember 2003, grandfinal 10 Desember 2003 malam, dan disiarkan langsung melalui stasiun tv Indosiar. Seluruh biaya finalis, baik transport dari daerah ke Jakarta pulang pergi maupun akomodasi selama di Jakarta ditanggung penuh oleh Panitia PITI.

Dewan juri terdiri dari Inne Soekaryo (Ketua Umum Kowani), Dr Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
Martha Tilaar
(pakar kecantikan), Pia Alisyahbana (tokoh perempuan), Donna Sita (Pemred Tabloid Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
Indonesia), Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
(artis), Eduard Depari (pakar komunikasi), dan Yahya Wiyanto (Sania). TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 12 Dec 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Mendidik Anak Bersama Suzan Guru Besar Politik Pendiri Pdkb

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: