WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Seorang Politikus Tulen

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Seorang Politikus Tulen
Budi Hardjonoi | Tokohindonesia.com | tempo.co.id

Budi Hardjono, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) meninggal dunia Rabu 3 September 2003 pukul 11.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, dalam usia 64 tahun. Politikus kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1939 yang masih aktif di dunia kepartaian ini tutup usia karena stroke yang dideritanya sejak 19 Agustus 2003.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Budi Hardjono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Budi Hardjono

QR Code Halaman Biografi Budi Hardjono
Bio Lain
Click to view full article
Harry Darsono
Click to view full article
Andrinof A. Chaniago
Click to view full article
Era Soekamto
Click to view full article
Mochtar Kusumaatmadja
Click to view full article
Hetty Antje Geru
Click to view full article
Ari Wibowo
Click to view full article
Yayah BM Lumintaintang

Jenazahnya dimakamkan di Blora, Jawa Tengah, hari ini Kamis 4 September 2003, sesuai dengan permintaan almarhum. Ia meninggalkan seorang istri, Wido Retno (55), dan dua anak, yakni Amelia Diatri (26) dan Ari Tuanggoro (24) serta satu menantu, H Andredan belum mempunyai cucu, karena baru sekitar satu tahun lalu mantu. Jenazah masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Hang Lekir X Nomor 9, Jakarta Selatan.

Menurut Wido Retno, sejak beberapa waktu terakhir Budi Hardjono menderita penyakit vertigo (penyumbatan pembuluh darah ke otak) dan stroke. Dia dirawat di RSPP sejak 19 Agustus 2003 dan kondisi kesehatannya terus menurun. "Bapak sempat masuk ICU (Unit Gawat Darurat), namun kondisinya terus melemah. Dan, akhirnya hari ini, Rabu (3/9) tepatnya pukul 11.00 WIB bapak mengembuskan napas terakhir," jelas Wido Retno sebagaimana dikutip Media Indonesia dan Kompas.

Almarhum yang di awal kelahiran Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menjadi Kepala Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI memang seorang politikus tulen. Menjelang mengembuskan napas terakhirnya pun, kata Widoretno, almarhum selalu memikirkan partainya, apalagi menjelang proses penggabungan PDI dengan PNM (Partai Nasionalis Marhaen). Budi Hardjono ingin mengantarkan teman-temannya yang tergabung dalam PNM agar bisa ikut Pemilu 2004.

"Saya sudah mau istirahat. Tetapi, saya ingin mengantarkan teman-teman agar bisa ikut pemilu," kata Widoretno mengutip pernyataan suaminya.

Widoretno mengatakan bahwa suaminya sangat baik, sabar, dan suka membantu orang yang sedang kesusahan. Akhir-akhir ini bapak merasa senang, karena sebagian besar karyawan sekretariat PDI diangkat menjadi pegawai di PNM.

Putra mantan lurah di Pacitan, Jawa Timur, itu menjelang saat masa kritisnya, semakin sayang kepada keluarga --khususnya terhadap istrinya. "Bapak makin sayang sama saya. Bila mau tidur selalu memeluk saya dengan kencang. Saking kencangnya, hampir-hampir saya enggak bisa bernapas," kata Widoretno mengenang kesan terakhir suaminya.

Sementara itu, Amelia mengatakan bahwa ayahnya terlalu baik, tidak pernah marah, dan sangat sayang kepada keluarga. Bapak menginginkan anak-anaknya sekolah yang tinggi. "Saat bapak koma, aku sedang sidang tesis S-2 di Universitas Pancasila Jurusan Manajemen Keuangan."

Bapak, kata Amelia, menginginkan saya meraih gelar doktor. "Kalau bisa jadi doktor, nanti bapak cariin biayanya. Tetapi, bapak keburu meninggal," kata Amelia sambil meneteskan air matanya. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 04 Sep 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Negarawan Bermental Platinum Senior Adviser Unsfir

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Saya Indonesia Saya Pancasila

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Serial komik sains tentang coelacanth ikan purba.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: