-
BIO
-
BIOGRAFI
-
- Pemimpin Umum LKBN Antara pada 1985
- Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan selama delapan tahun pada tahun 1990
- Staf Ketua Bappenas
- Staf ahli Panitia Angket DPR
- Staf ahli Menteri Sekretaris Negara
- Komisaris utama PT Boma Bisma Indra.
- Dosen dan pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Bakir Hasan (72), mantan Pemimpin Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara tahun 1985, tutup usia, Minggu, 28 September 2009 sekitar pukul 19.15 WIB di kediamannya di Perumahan Dosen Universitas Indonesia, Daksinapati Timur No 13, Jakarta Timur. Ekonom kelahiran Pekalongan, 27 Juli 1936, itu meningal akibat serangan jantung.
Sebelum meninggal, ia mengalami gejala sesak nafas dan batuk-batuk. Menurut anak sulungnya, Nur Aida Hidayati, Bakir Hasan memang telah lama mengidap penyakit jantung, yaitu sejak tahun 1991. Bahkan telah menjalani operasi `bypass` dan telah dipasang ring (untuk katup jantung) hingga tiga kali.
Bakir sebelumnya menjalani operasi untuk pemasangan ring di RS Medistra Rabu (25/9) dan pulang pada Jumat (27/9/2008). Sebelumnya juga pernah melakukan operasi "bypass" di Australia dan menjalani "medical check-up" di Singapura.
Dimakamkan pada Senin 29/9/2008i setelah shalat dzuhur di TPU Utan Kayu (TPU Kemiri), Pasar Sore, Rawamangun. Putra penguasa batik dari pekalongan, Jawa Tengah, ini meninggalkan isteri Winarsih dan tiga orang anak, yaitu Nur Aida Hidayati (40), Nur Adi Hidayat (34), dan Rahmadi Hidayat (24).
Peraih gelar MBA di Universitas Wisconsin, Amerika Serikat (1972) itu sebelum menjadi Pemimpin Umum Antara, Bakir menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan selama delapan tahun pada tahun 1990-an. Saat itu ia telah menjalani operasi bypass di Australia.
Bakir Hasan juga pernah menjabat sebagai staf Ketua Bappenas, staf ahli Panitia Angket DPR, staf ahli Menteri Sekretaris Negara, dan komisaris utama PT Boma Bisma Indra. Juga menjadi dosen dan pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sejumlah pejabat seperti Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta dan Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, datang melayat jenazah Bakir Hasan.
Ia seorang yang hidup bersahaja. Salah satu contoh kebersahajaannya adalah kerap menyantap makanan dari tukang penjual makanan di pinggir jalan meski dirinya telah menjadi seorang pejabat yang berkedudukan tinggi. Ia mengagumi kesederhanaan hidup Wakil Presiden RI pertama, Muhammad Hatta. Kekaguman itu mendorong Bakir Hasan untuk terjun dan menekuni dunia perekonomian, khususnya di bidang pemasaran. TI/TSL

Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia:

















Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.