gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Cemerlang Tapi Dicurigai

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Cemerlang Tapi Dicurigai
Omar Dhani | TokohIndonesia.com | rpr-tempo
Pekerjaan Utama:
Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965
Lihat CV
Nama:
Omar Dhani
Lahir:
Solo, 23 Januari 1924
Meninggal:
Jakarta, 24 Juli 2009
Agama:
Islam
Pangkat Terakhir:
Marsekal TNI AU
Jabatan Terakhir:
Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965
Isteri:
Sri Wuryanti
Anak:
Lima orang
Pendidikan:
  • Hollandsch Inlandsche School (HIS) Kristen, Klaten, Jawa Tengah, 1937.
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Kristen, Solo, 1940.
  • Algemeene Middlebare School (AMS) B , Yogyakarta, 1942.
  • Sekolah Menengah Teknologi (SMT), 1946.
  • TALOA Academy of Aeronautics, Bakersfiels, California, 1952.
  • RAF Staff College, Andover, Inggris, 1957
Karir:
  • Sinder Perkebunan Kebon Arum, Klaten (1942-1944)
  • RRI/Voice of Indonesia, Tawangmangu (1946)
  • Penyiar bahasa Inggris di Kementerian Penerangan dan RRI Jakarta, 1946-1947.
  • TNI AU, sejak November 1950
  • Kopilot pesawat Dakota di Cililitan, Jakarta, 1952
  • Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965.
Alamat Keluarga:
Jl. Cipaku II/18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Marsekal (Purn) Omar Dhani, meniti karir militer dengan cemerlang hingga mencapai puncak sebagai Panglima Angkatan Udara (1962-1965). Namun, dalam kasus pemberontakan G30S/PKI, ia dicurigai, diadili  dan divonis hukuman mati Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub)(Desember 1966). Walaupun kemudian, bersama Soebandrio, ia mendapat grasi dari Presiden pada 2 Juni 1995 dan dapat menghirup udara bebas pada 15 Agustus 1995.

I N D E K S
Hapus highlights

Tag: TNI, angkatan, udara, kepala, staf, AU

Setelah hidup bebas bersama keluarga selama 14 tahun, suami dari Sri Wuryanti ini meninggal dunia Jumat 24 Juli 2009 pukul 14.05 WIB, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara dr Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Menurut keterangan putra sulungnya, Feri Omar Nursaparyan, Omar meninggal setelah mendapat perawatan akibat usia tua dan komplikasi penyakit yang sudah lama diderita.

Jenazah ayah lima anak ini, disemayamkan di rumah duka di Komplek Pejaten Indah D-12, Jalan H Samali, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah itu, Jumat malam (24/7/2009) disemayamkan di Skuadron 17 Halim Perdanakusuma Anumerta Laksamana Muda TNI AU Halim Perdanakusuma untuk memberi kesempatan kepada pihak TNI AU melakukan penghormatan terakhir.

Kemudian Sabtu siang 25 Juli 2009, dimakamkan secara sipil di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta.

Menurut putranya, Dian Sri Indrapuri, ayahnya mengamanatkan agar dirinya dimakamkan dalam satu liang lahat yang sama dengan tempat istri pertamanya dimakamkan, Sri Wuryanti, di TPU Jeruk Purut, Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama FB Soelistyo, pemakaman Omar Dani dilakukan tanpa upacara kemiliteran, disebabkan persyaratan administratif.

"Tidak secara militer, tata cara seperti masyarakat sipil. Persayaratan administrasi tidak memperbolehkan untuk itu," ujar Marsekal Pertama FB Soelistyo di di Jakarta (25/7). Omar Dani pernah diberhentikan dari dinas kemiliterannya. Selain itu, seluruh tanda jasa almarhum juga pernah dicabut. Ini karena Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani pernah tertuduh terlibat Gerakan 30 September (G 30 S/PKI) hingga 29 tahun hidupnya habis di penjara.

Pendidikan
Putra mantan Bupati Boyolali ini mengecap pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Kristen, Klaten, Jawa Tengah tahun 1937. Kemudian melanjut ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Kristen, Solo, 1940. Lalu tahun 1942, melanjut lagi ke Algemeene Middlebare School (AMS) B sampai kelas II di Yogyakarta.

Bahkan tahun 1946, ia masih belajar di Sekolah Menengah Teknologi (SMT). Kemudian TALOA Academy of Aeronautics, Bakersfiels, California, 1952 dan RAF Staff College, Andover, Inggris, 1957.

Karir
Suami dari Sri Wuryanti ini sebelum berkarir di militer (AURI sejak November 1950), pernah meniti karir sebagai Sinder Perkebunan Kebon Arum, Klaten (1942-1944), penyiar RRI/Voice of Indonesia, Tawangmangu (1946) dan penyiar bahasa Inggris di Kementerian Penerangan dan RRI Jakarta tahun 1946-1947.

Pada tahun 1952, Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani pernah bertugas sebagai kopilot pesawat Dakota di Cililitan, Jakarta, setelah menyelesaikan pendidikannya di Academy of Aeronautics, TALOA, California, AS, selama setahun. Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani pernah ambil bagian secara aktif dalam operasi udara menumpas pemberontakan di wilayah Timur Indonesia.

Karir militernya (TNI Angkatan Udara) terbilang cemerlang. Sebagaimana ditulis oleh sejarawan Asvi Warman Adam (Sejarah: Omar Dani dan AURI, Kompas, Jumat, 26 Juni 2009), hanya dalam waktu 9,5 tahun, Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani yang saat itu belum genap berusia 38 tahun telah mencapai posisi puncak di Angkatan Udara, setelah Presiden Soekarno Proklamator, Presiden RI Pertama (1945-1966) Soekarno melantiknya menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara pada 19 Januari 1962. Tampaknya, Presiden Soekarno Proklamator, Presiden RI Pertama (1945-1966) Soekarno memandangnya sebagai seorang perwira tinggi yang penuh dedikasi. Walaupun mungkin, di mata lawan politiknya, Omar dianggap sebagai sosok yang sangat lihai mencari muka.

Sebagai contoh, Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani menyambut dengan antusias tatkala Presiden Soekarno Proklamator, Presiden RI Pertama (1945-1966) Soekarno mengisyaratkan pembentukan "Angkatan Kelima", yaitu buruh dan petani yang dipersenjatai, Sementara, pihak Angkatan Darat tampak jelas tak setuju.

Omar pun menyetujui Marxisme diajarkan di sekolah-sekolah dan Kursus Angkatan Udara. Ia bahkan tak keberatan apabila penasihat dari unsur Nasakom ditempatkan mendampingi pimpinan Angkatan Udara.

Kedekatan dengan Bung Karno, membuat mantan Panglima Komando Siaga pada masa Dwikora ini makin ke 'kiri'. Kelak, keberpihakannya semakin jelas. Omar membiarkan "sukarelawan" yang kemudian menyokong G30S/PKI dilatih di sekitar Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdana Kusumah oleh oknum perwira-perwira progresif kalangan TNI-AU. (Jajang Jamaludin, Omar Dhani: Figur yang Disegani Sekaligus Dicurigai, www.tempo.co.id/harian/ profil/prof-omardhani.html).

Akhirnya, perjalanan sejarah bangsa bergerak ke arah yang tidak menguntungkan bagi Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani menyusul pertarungan politik yang terjadi pada masa itu. Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani yang sangat loyal kepada Soekarno Proklamator, Presiden RI Pertama (1945-1966) Soekarno dituding terlibat bersama AURI dalam Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. Nama Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani sulit dilepaskan dari gerakan yang membawa malapetaka itu. Ia salah satu dari dua tokoh nasional yang menyambut Bung Karno di Halim, 1 Oktober 1965 pagi. Tokoh lainnya adalah DN Aidit, Ketua CC PKI.

Selain itu, pada saat gerakan penculikan para jenderal tanggal 30 September 1965 meletus, Omar Dhani Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, 19 Januari 1962-1965 Omar Dhani menulis perintah harian Men/Pangau setelah mendengar siaran berita RRI pukul 07.00 tentang G30S. Perintah harian itulah, yang kemudian menjadi persoalan besar sehingga ia diadili Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) dan divonis hukuman mati (Desember 1966).

Namun, vonis hukuman mati itu tidak segera dieksekusi. Tapi ia ditahan (penjara) selama 29 tahun sejak 25 Desember 1966, dan dibebaskan pada tanggal 16 Agustus 1995, setelah bersama Soebandrio, ia mendapat grasi dari Presiden pada 2 Juni 1995. e-ti | tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 25 Jul 2009  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Intermezzo
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Muhammad Nazar dibesarkan dalam keluarga agamais yang mementingkan pendidikan.  Kegemarannya membaca dan berorganisasi membuat dia tampil sebagai sosok yang cerdas, kritis dan

Click to view full article

Pasangan Muhammad Nazar Wagub NAD (2006-2012) dan Pendiri Partai SIRA Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah yang mendapat nomor urut 4 dalam pilkada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (9 April 2012), siap bersaing dengan pasangan lain. Mereka

Click to view full article

Muhammad Nazar ingin mengawal perdamaian di Aceh dengan pembangunan bersemangat kearifan agama dan budaya yang dibingkai dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan

Click to view full article

Muhammad Nazar termasuk dalam jajaran pemimpin yang ikut mengukir sejarah berakhirnya konflik berkepanjangan di Aceh. Keteguhannya dalam memperjuangkan penegakan HAM dan


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh