WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kepala Staf TNI-AU (1977-1983)

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kepala Staf TNI-AU (1977-1983)
Ashadi Tjahjadi | TokohIndonesia.com | tni-au

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (1977-1983) Marsekal (Purn) Ashadi Tjahjadi meninggal dunia dalam usia 80 tahun, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa 18 Maret 2008. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Barat kelahiran Gombong, Jawa Tengah, 5 Mei 1928, itu meninggal setelah terkena serangan stroke.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (1977-1983)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ashadi Tjahjadi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ashadi Tjahjadi

QR Code Halaman Biografi Ashadi Tjahjadi
Bio Lain
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Paramitha Rusady
Click to view full article
Selo Soemardjan
Click to view full article
Nelly Adam Malik
Click to view full article
Iis Dahlia
Click to view full article
Ida Bagus Tilem
Click to view full article
Sjachroedin ZP

Selasa 18/3 sekitar pukul 11.00 terkena serangan stroke. Kemudian sempat dirawat di RSCM setelah menjalani pemeriksaan intensif. Namun, sekitar pukul 16.50, Ashadi terkena serangan stroke yang kedua dan tidak tertolong.

Jenazahnya disemayamkan di kediamannya, Jalan Taman Kimia Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Dimakamkan Rabu 19 Maret 2008 pukul 10.00 di Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kalibata. Upacara pemakaman akan dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal Subandrio. Dia meninggalkan seorang istri, Dumilah Tjahjadi, tiga anak, dan enam cucu.

Setelah menjabat KSAU (1977-1983), Ashadi dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jerman Barat (1983-1986). Hingga akhir hidupnya, Ashadi, masih aktif dalam berbagai kegiatan dengan sesama purnawirawan TNI AU. Dia juga aktif di gerakan Barisan Nasional (Barnas).

Ashadi selama karirnya juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis. Menjabat Komandan Lanud Hussein Sastranegara (1964), Dirjen Perhubungan Udara (1966), dan Pangkowilu V Jakarta (1970). Sampai menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (1977-1983). Saat menjadi KSAU, Ashadi berjasa mengadakan sejumlah pesawat, baik angkut maupun tempur, untuk memperkuat persenjataan TNI AU.

Kemudian menjabat Dubes Indonesia untuk Jerman Barat (1983-1986), dan menjadi penasihat Menneg Ristek/Ketua BPPT (1986). Selain itu, Ashadi juga pernah menjadi penasihat pabrik mesin pesawat buatan Inggris, Rolls Royce, dan juga tercantum sebagai anggota South East Asia Rolls Royce Advisory Group.

Saat menjabat KASAU, mantan test pilot lulusan India Test Pilot Course (1959) ini berhasil mempersembahkan banyak pesawat bagi korps TNI-AU. Padahal, saat itu Indonesia tengah mengalami masa-masa sulit.

Menurut catatan Angkasa No.5 Februari 2002 Tahun XII, Ashadi berhasil mendatangkan puluhan Hercules dari versi C-130H/HS/130MP, 15 F-5E Tiger II, 20 jet latih Hawk Mk-53, sejumlah jet L-29, satu skadron pengintai Boeing B737-2x9, lebih dari 32 A-4 Skyhawk, 40 pesawat latih AS-202 Bravo, 14 unit heli AS-330 Puma, dan beberapa radar EWS/GCI Thomson.

Namun menurut Ashadi, kurang tepat jika disebut dia mendatangkan pesawat-pesawat itu di tengah masa sulit. Keberhasilan itu sebenarnya datang pada paruh kedua dari masa jabatannya. Pada paruh pertama, atau tiga tahun pertama, ia benar-benar menjalani masa sulit. Material dan peralatan amat minim, duit pun nggak punya. AURI tak bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Pada paruh kedua itu, tutur Ashadi, setidaknya ada dua "kebetulan" yang saya manfaatkan. Pertama, pada 1978-79 harga minyak tiba-tiba melambung dari 6 dollar/barrel ke 30 dollar/barrel. "Di mata saya Indonesia tiba-tiba kaya," ujarnya.

Kedua, beberapa saat menjadi KSAU, dia tiba-tiba bisa dekat kembali dengan seorang jenderal yang pernah dekat dengannya. Yakni Jenderal M. Jusuf, pejabat baru Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perindustrian. Semasa Ashadi masih penerbang Skadron 3 untuk P-51 Mustang, mereka pernah saling mendukung dalam Operasi Penumpasan Gerombolan Kahar Muzakar di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
. Kala itu, M Jusuf menjabat pangdam di wilayah itu.

Dia patut disebut sebagai perwira yang menjunjung tinggi angkatannya. Pensiun pada 1983 bukan berarti ikatan batinnya juga pupus. Selama karir, Ashadi dianugerahi hampir 40 tanda kehormatan. ti/bantu hotsan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 19 Mar 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Dari Dunia Maritim Ke Dirjen Bapak Pembangunan Indonesia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Genghis Khan adalah salah satu pejuang yang namanya kesohor di penjuru dunia, meski mengalami masa kecil yang berat akibat kematian tragis kepala suku yang juga adalah ayahnya.

Note: Bacaan ringan tapi bermakna.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: