Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Data & Sponsorship Intermezzo Komentar
    Tokoh dalam Sorotan
    Berita

    Pembaku dan Perawat Bahasa Indonesia

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pembaku dan Perawat Bahasa Indonesia
    Anton M Moeliono | TokohIndonesia.com | balaibahasabandung.web.id
    Pakar Bahasa Indonesia dan Guru Besar UI
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Guru Besar Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia yang juga salah satu pendiri Yayasan Atma Jaya ini merupakan bidan utama kelahiran Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tahun 1972, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988), dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988).

    QR Code Halaman Biografi Anton M Moeliono
    • biografi tokoh indonesia anton m moeliono
    • anton mulyono bahasa kristen
    • biografi anton mulyono
    • language by Kridalaksana in Daraini 2009
    • ton moeliono
    • riwayat hidup anton moeliono
    • biografi anton moeliono
    • riwayat hidup a. m moeliono
    • biografi anton m moeliono
    • biografi tokoh anton moeliono
    • buku moeliono tahun 1981
    • anton moeliono biografi
    • biodata anton moeliono
    • buku yang pernah ditulis anton m moeliono
    • biografi perawat indonesia

    Putra ketiga dari pasangan RM Moeliono Prawirohardjo dan Maria A. Igno ini sesungguhnya tidak pernah bermaksud mendalami bahasa Indonesia. Saat itu dia secara kebetulan membaca iklan beasiswa ikatan dinas masuk ke Fakultas Sastra (FS) Universitas Indonesia (UI) untuk menjadi pegawai bidang bahasa. Setelah meraih gelar sarjana bahasa di tahun 1958, dia mengajar sebagai dosen sekaligus menjadi tenaga tidak tetap di Lembaga Bahasa dan Kebudayaan. Selama tiga tahun, terhitung sejak 1960, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perkamusan merangkap Ketua Jurusan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    sastra Indonesia
    UI. Dari sanalah kepakaran dia sebagai ahli bahasa mulai berkembang.

    Untuk memperdalam ilmu bahasanya, Anton melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Pada 1965, ia meraih gelar Master of Arts in General Linguistics dari Cornell University, Amerika Serikat. Di tahun 1970, dia mulai berkenalan dengan kelompok lingusitik Amerika yang mengajarinya perencanaan bahasa. Sejak perkenalan itu, dia mulai mengembangkan wawasan bagaimana semestinya bahasa Indonesia diperlakukan.

    Pada tahun 1971, ia bertolak ke Belanda untuk melanjutkan kuliah pasca sarjananya di Rijksuniversiteit Leiden. Sepulangnya ke Tanah Air, ia mulai dipercaya menduduki berbagai posisi penting khususnya di lembaga-lembaga bahasa. Khusus di bidang perkamusan dan peristilahan, dia banyak berguru pada WJS Poerwadarminta, yang kebetulan sedang menyusun kamus. "Sehingga saya kemudian mengembangkan minat dan perhatian pada peristilahan,' tuturnya.

    Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 21 Februari 1929 ini kemudian menjadi sosok penting di balik lahirnya EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) pada tahun 1972. Di tahun itu pula, pada saat perayaan HUT Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
    Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
    Kemerdekaan RI
    yang ke-27, EYD untuk pertama kalinya diresmikan dan diberlakukan di seluruh pelosok Tanah Air. Kemudian di tahun 1981, ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Sastra, Bidang Linguistik di Universitas Indonesia.

    Bagi Anton, bahasa Indonesia akan lestari jika terus digunakan secara baik dan benar. Maka, ketika ada sebagian kalangan mengadopsi bahasa asing mentah-mentah ke dalam bahasa Indonesia, Anton akan cenderung memberi rekomendasi untuk menggunakan kata-kata bahasa Indonesia bukan bahasa asing. Kendati demikian, bukan berarti ia tidak menyukai kata-kata asing.

    Setahun berselang, Anton diangkat menjadi Guru Besar Bahasa Indonesia dan Lingustik Fakultas Sastra UI. Kala itu Anton yang biasa disapa mahasiswanya dengan panggilan Pak Ton ini juga mengajar mata kuliah Sintaksis, Semantik, yang merupakan bagian dari Ilmu Lingustik. Dalam memberikan kuliah, Anton dikenal sebagai dosen yang sangat cermat, rapi, tegas, dan tidak suka pada mahasiswa yang tidak menyimak. Ia sudah menyiapkan segala pertanyaan kepada anak didiknya sebelum kuliah dimulai.

    Senyum juga hanya sesekali terlihat di wajah seriusnya, selebihnya matanya akan mengamati ekspresi para mahasiswa yang duduk mendengarkan kuliahnya. Jabatan Guru Besar Bahasa Indonesia memang pantas disandangnya, selain tutur katanya yang meluncur dengan apik, tertata rapi, pemilihan kosakata dalam setiap rangkaian kalimat yang dilontarkannya pun amat kaya. Dari segi penampilan pun, siapa pun yang melihatnya akan merasa segan, kemeja lengan pendek, kadang-kadang dipadupadankan dengan dasi serta sepatu kulit kian membuatnya terlihat berwibawa.

    Di samping itu, perawakan tubuhnya yang gempal, kacamatanya yang sering dinaikturunkan tak jarang membuat suasana hati mahasiswanya tak karuan. Antara menaruh hormat pada kepandaiannya, seram karena sikap tegasnya, dan sedikit terkesan galak karena kedisiplinannya. Namun kelak mereka akan merasa amat berterimakasih karena bisa mendapatkan ilmu langsung dari sang ahli. Selain mengajar di kampus, Anton juga tampil membawakan Siaran Pembinaan Bahasa Indonesia di layar TVRI pada tahun 1973-1977. Tak kurang 200 siaran pernah dia selenggarakan. Sementara antara tahun 1968-1971, dia mengasuh rubrik Santun Bahasa di harian Kompas, Jakarta sebagai ajang komunikasi timbal balik bagi pembaca suratkabar yang ingin menanyakan ejaan, tata bahasa, istilah, dan saran mengatasinya.

    Berkat kepandaiannya pula, suami dari Cecilia Soeparni Josowidagdo ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa pada tahun 1984. Kontribusinya selama 5 tahun berkiprah di lembaga itu dapat dinikmati generasi penerus hingga detik ini. Di bawah kepemimpinannya, muncullah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada tahun 1988.

    Selain di UI, Anton juga dikenal sebagai tokoh yang cukup berpengaruh di Universitas Katolik Atma Jaya. Ia merupakan anggota perintis sekaligus pendiri Yayasan Atma Jaya sekitar tahun 1960-an. Di kampus itu antara lain dia pernah menjadi Ketua Badan Harian Yayasan Atmajaya, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Dia juga pernah terpilih menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik serta diangkat sebagai profesor tidak tetap pada Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris, Program Pendidikan Pascasarjana. Baru tahun 2000 dia menjadi Guru Besar Tetap FKIP Atma Jaya merangkap sebagai Ketua Program Studi Linguistik Terapan. Setahun kemudian, ia dianugerahi Warga Adipurna Atma Jaya.

    Universitas Katolik Atma Jaya pernah turut memeriahkan ulang tahun Anton M Moeliono yang ke-75. Kampus di pusat kota Jakarta itu antara lain mengadakan seminar internasional sehari mengenai bahasa. Kepada Anton diserahkan buku kenangan. Buku itu adalah festchrift kelima kepada pembaku dan perawat bahasa Indonesia yang telah membimbing 23 promovendi ilmu bahasa dalam 20 tahun terakhir, seperti Harimurti Kridalaksana, Hasan Alwi, dan Dendy Sugono.

    Sebelumnya, saat ulang tahunnya yang ke-65, Anton sudah menerima dua buku kenangan: Bahasawan Cendekia dan Mengiring Rekan Sejati dari UI dan Atmajaya. Dua lagi terbit lima tahun kemudian untuk hari lahir ke-70 yaitu Telaah Bahasa dan Sastra kado Pusat Bahasa, dan Kajian Serba Linguistik hadiah bersama Atmajaya dan BPK Gunung Mulia.

    Penggemar musik klasik Barat dan gamelan ini dianggap pantas menerima hadiah. Gagasan dia mengubah pola pengajaran Jurusan Indonesia Fakultas Sastra UI dari yang bersemangat orientalistik menjadi studi Indonesia, telah melahirkan beberapa nama penting di dunia bahasa seperti MS Hutagalung, Gorys Keraf, dan Lukman Ali. Kerja sama Leiden dengan Pusat Bahasa selama lima tahun ia memimpin lembaga itu berhasil mengucurkan Rp 4 miliar. Hasilnya 44 doktor dan 24 magister ilmu bahasa, 86 terbitan mencakup disertasi dengan yudisium sangat memuaskan.

    Di tahun 1995, Universitas Melbourne Australia menganugerahkan gelar doktor honoris causa Ilmu Sastra kapada pakar bahasa yang telah menghasilkan beberapa karya buku yang sampai saat ini masih digunakan sebagai acuan ini. Antara lain, buku Santun Bahasa (1984), Masalah Bahasa yang Dapat Anda Atasi Sendiri (1988), dan Kembara Bahasa: Kumpulan Karangan Tersebar (1989). Selain itu, Lihat Daftar Aktivis
    Lihat Daftar Aktivis
    Aktivis
    berbagai organisasi terutama bidang kebahasaan ini adalah penyunting beberapa buku mengenai ejaan, pembentukan istilah, dan penyunting penyelia Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi I (1988).

    Sebagai seorang pakar yang sudah kenyang pengalaman, Anton menegakkan trilogi bahasa Indonesia. Yakni, aku cinta bahasa Indonesia, aku bangga pada bahasa Indonesia, dan aku setia pada bahasa Indonesia. Trilogi itu sudah dia jalankan untuk pribadi dia sendiri. Kendati berdarah Jawa dan lahir serta besar di Bandung sehingga bahasa Jawa dan Sunda fasih dia kuasai dengan baik, namun logat dan dialek kedua bahasa itu tidak sedikitpun pernah terlontar dalam setiap tutur katanya.

    Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik periode 1984-1990 ini sering berujar, "Saya ingin bangsa Indonesia menjadi bangga dengan bahasa mereka dan memastikan bahasa Indonesia digunakan adalah cara paling efektif dalam menjaganya".

    Bagi Anton, bahasa Indonesia akan lestari jika terus digunakan secara baik dan benar. Maka, ketika ada sebagian kalangan mengadopsi bahasa asing mentah-mentah ke dalam bahasa Indonesia, Anton akan cenderung memberi rekomendasi untuk menggunakan kata-kata bahasa Indonesia bukan bahasa asing. Kendati demikian, bukan berarti ia tidak menyukai kata-kata asing. "Saya tidak menolak tuk meminjam. Jika konsep tidak diganti, saya akan senang untuk mengimpor," ujar pria yang memperkenalkan kata sophisticated dengan kata "canggih" yang lalu banyak digunakan penutur untuk menjelaskan kerumitan teknologi.

    Karena keteguhan sikapnya itulah, ia ingin bahasa Indonesia benar-benar lahir dari bangsa sendiri tanpa meniru-niru bahasa asing. Hal itu benar-benar ia buktikan dengan menciptakan kata-kata bahasa Indonesia baru, misalnya rekayasa, bandar udara (bandara), pantau, canggih, pasar (swalayan), dan masih banyak lagi. Karena kekayaan perbendaharaan kata yang dimilikinya itu, tak heran jika di kemudian hari, ia mendapat julukan 'Sang Kamus Berjalan".

    Lelaki yang pernah menjadi profesor tamu di Goethe Universitt Frankfurt dan Katholieke Universiteit Brabant Tilburg ini juga kerap dihinggapi rasa kecewa jika mendengar gaya berbahasa berbagai kalangan dewasa ini. Mulai dari para pembawa acara media elektronik yang kerap berceloteh dengan mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Tak terkecuali para pejabat tinggi yang dalam berpidato tidak memperhatikan gramatika kalimat yang baik dan benar bahkan amburadul. Bahasa Indonesia gado-gado yang kerap ditemui di ruang publik seperti itu dipandangnya sebagai suatu hal yang amat memalukan. "Mana Bahasa Nasional kita? Seharusnya mereka sebagai bangsa Indonesia bangga dengan bahasa nasionalnya!" demikian ucap Anton menggambarkan kekecewaannya seperti dikutip dari situs berita kompas.com.

    Ia juga berpandangan, sebuah bahasa berpeluang menjadi bahasa internasional bukan karena banyaknya penutur melainkan karena kecendekiaan dan kemahiran para penutur itu berbahasa. Bahasa Inggris, kata dia, menjadi bahasa internasional utama karena penuturnya cendekia dan mahir berbahasa sehingga menjadi pelopor ilmu pengetahuan.

    Pakar yang dikenal kritis dan pedas dalam melontarkan pendapatnya ini menghembuskan nafasnya yang terakhir pada Senin, 25 Juli 2011, pukul 23.27 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan karena menderita penyakit komplikasi. Rabu, 27 Juli 2011, setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Kartanegara No. 51, Jakarta, diadakan misa requiem di Gereja Maria Perawan Ratu, Blok Q, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tepat pukul 10.00 WIB, jenazah pakar bahasa Indonesia ini dikremasi. muli, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Nov 2011  -  Pembaharuan terakhir 22 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan hati ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika mampu membalas dan bersikap adil ketika kuat." ~ Anonim

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us

    Domain for sale: