WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Jenderal dan Tokoh Olahraga

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Jenderal dan Tokoh Olahraga
Andi Mattalatta | TokohIndonesia.com | sp

Mayjen (Purn) H Andi Mattalatta, seorang tokoh pejuang kemerdekaan asal tanah Bugis yang juga tokoh olahraga meninggal dunia sekitar pukul 01.10 Wita Sabtu 16 Oktober 2004 di rumahnya, Jalan Dr Ratulangi 12 Makassar. Pak Mat -- panggilan akrabnya -- kelahiran Barru, 1 September 1920 meninggal dalam usia 84 tahun.

Panglima pertama KKDMSST
Lihat Curriculum Vitae (CV) Andi Mattalatta

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Andi Mattalatta

QR Code Halaman Biografi Andi Mattalatta
Bio Lain
Click to view full article
Titi Qadarsih
Click to view full article
Sarah Sechan
Click to view full article
Nurul Karimah
Click to view full article
Sutiyoso
Click to view full article
Hendropriyono
Click to view full article
Haryono Suyono
Click to view full article
Yoga Soegomo
BERITA TERBARU

Ayah dari artis kondang Andi Meriam Mattalatta dan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
Dr Muhammad Andi Mattalatta ini adalah panglima pertama Komando Daerah Militer Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
dan Tenggara (KDMSST), dilantik 1 Juni 1957 oleh Kasad Mayjen TNI AH Nasution. Sebelum meninggal dunia, Andi Mattalatta telah membukukan kisah perjuangannya yang ditulis sendiri setebal 644 halaman. Kisah itu itu diberi berjudul : Meniti Siri dan Harga Diri.

Dalam tulisan itu, Mattalatta tidak hanya menapaktilasi perjuangannya di pentas militer yang diawali sebagai Tokubetsu Teisintai di masa pendudukan Jepang tahun 1944. Namun penyandang berbagai anugerah bintang dan satya lencana perjuangan itu juga mengurai berbagai pengalamannya membangun dunia olahraga di Indonesia, khususnya di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
.

Sebelum mengawali karier militer, bangsawan Bugis-Makassar kelahiran Barru 1 September 1920 itu, mendalami bidang atlet. Ia memiliki prestasi olahraga renang, loncat indah, tinju, bahkan hampir semua jenis olahraga ditekuninya.

Andi Mattalatta dijuluki maniak olahraga, ia serba bisa sehingga atas kehebatannya di masa kolonial Belanda, menjadikan ia satu-satunya pribumi yang direstui bergabung menjadi anggota Sport Stait Spieren (SSS) yang didirikan untuk anak-anak Belanda di masa itu.

Stadion Mattoanging
Tahun 1952 Andi Mattalatta memprakarsai pembangunan Stadion Mattoanging Makassar yang dilengkapi gedung olahraga, kolam renang, serta fasilitas olahraga lainnya di Makassar. Dia juga menjadi tokoh penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) IV tahun 1957 di Kota Makassar.

Di bidang olahraga, Mattalatta sudah menunjukkan kehebatannya sejak 1932, menyisihkan atlet-atlet keturunan Belanda dalam renang gaya dada memperebutkan piala Ratu Wilhelmina der Nederlanden van Oranje Nassau di Makassar. Diusia 15 tahun Mattalatta menjadi petinju yang mengawali prestasi di kelas bulu (55kg) dengan meng-KO petinju Batavia, Kid Usman, kelas ringan (60 kg). Ia juga menjadi pelatih dibeberapa klub atlet karena kemahirannya.

Pantai LumpuE, Kota Pare-Pare (163 km arah Utara Makassar), memiliki kesan sejarah yang tak terlupakan oleh Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta. Dari pantai indah berpasir putih yang terletak sekitar 122 km dari Kota Makassar itu, ia mulai merintis cikal bakal keberadaan olahraga ski air di Indonesia.

Keinginan Andi Mattalatta untuk mempelajari olahraga itu bangkit karena terobsesi film Easy to Love yang ditontonnya saat bertugas di Semarang. "Saya kagum pada tokoh film Easy to Love itu, berulang kali saya tonton dan itu film kesukaan saya," katanya dalam wawancara khusus dengan Pembaruan beberapa waktu lalu.

Ketiadaan fasilitas olahraga tersebut tidak mematahkan keinginannya, berbekal gambar speedboat yang diperoleh dari majalah Mechanic Illustrated Andi Mattalatta membawanya kepada Jo Thong Siang, seorang pembuat sekoci di Kota Makassar. Ia lalu memesan untuk dibuatkan dua buah sekoci type Runabout serta memesan motor tempel 35 PK melalui NV Jacohson van den Berg.

Dua minggu kemudian, alat-alat itu telah rampung. Namun, karena sulitnya mendapatkan papan ski, terpaksa ia membuat sendiri menggunakan papan sepanjang 1,70 m, lebar 0,20, pada ujungnya dilengkungkan. Ia juga membuat sepatu ski hanya dengan memakai sepatu kets yang diikat, sedangkan tali penariknya ski hanya menggunakan tali ijuk tanpa alat pegangan.

Tumpas RMS
Ketika bertugas sebagai Komandan Batalyon di Pare-Pare, Mayor Andi Mattalatta mengharuskan semua anak buahnya untuk pandai berenang. Masalahnya, kata Andi Mattalatta, dia punya pengalaman pahit saat memimpin Ge-rakan Operasi Militer (GOM) di Pulau Haruku, Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
Selatan ketika menumpas gerombolan Republik Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
Selatan (RMS).

Prajurit yang tergabung dalam Batalyon 705 Mattalatta yang diberangkatkan 18 Desember 1950 banyak yang gugur bukan karena tertembak musuh, melainkan tenggelam ketika terjadi pendaratan pantai."Soal kepandaian berenang sangat prinsip bagi seorang prajurit, dan itu harus dikuasai," kata Andi Mattalatta.

Karena belum mengenal alat pelampung (lifevest), maka setiap yang berminat untuk belajar, harus terlebih dahulu pandai berenang. Itulah yang membuat Andi Mattalatta, puas sebab pasukannya yang berminat dengan olahraga yang ramai ditonton masyarakat itu, dengan sendirinya harus menguasai renang sehingga tidak perlu lagi repot melatih prajurit berenang.

Ketika menjadi Komandan Komando Pangkalan Militer Makassar tahun 1953, olahraga ski air berkembang pesat di Makassar dan menarik perhatian masyarakat luas. Andi Mattalatta sering mengundang para perwira untuk memperoleh rekreasi segar agar membebaskan mereka dari kejenuhan tugas. Tak ketinggalan bangsa asing yang berdomisili di Makassar ikut belajar main ski air menyusuri pantai Makassar, Pulau Lae-Lae, Pulau Samalona dan Pulau Meroux yang sekarang bernama Pulau Kayangan.

Tahun 1954, ayah kandung artis Andi Meriam Mattalatta ini mendirikan Persatuan Olahraga Perahu Motor dan Ski Air (POPSA) di Makassar dan membangun rumah klub di depan Fort Rotterdam, tepi pantai Kota Makassar. Hingga kini tempat itu masih menjadi pusat kegiatan olahraga air.

Semua putra-putri Andi Mattalatta mahir bermain ski air mewarisi kemampuan alam yang dimiliki Andi Mattalatta. Mereka adalah dr Hj Andi Hermien Mattalatta, H Andi Muh Ilhamsyah Mattalatta, Ir H Andi Radlia Mattalatta,MBA, dr Andi Farida Mattalatta, SPA, Hj Andi Meriam Mattalatta dan Ir Hj Andi Sorayantina Mattalatta. Dua diantaranya merupakan atlet ski air yang cukup tangguh yaitu Andi Ilhamsyah, pernah mendapat gelar"seniman slalom" pada Kejurnas Ski 1972, sedangkan Andi Sorayantina, putri bungsu Andi Mattalatta memiliki prestasi terbaik di PON X di Jakarta, 1981. Pembaruan/ M Kiblat Said. TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 16 Oct 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Penyanyi Melankolis Berwajah Sendu Nasionalis Sentimentil Rindu Salatiga

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Belajar matematika bersama para Tales Runner di Tales World akan menjadi petualangan yang sangat seru! Ayo kita ikuti!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: