WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Wakil Ketua MPR 2004-2009

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Wakil Ketua MPR 2004-2009
AM Fatwa | TokohIndonesia.com| fc

Wakil Ketua MPR periode 2004-2009 yang bernama lengkap Andi Mapetahang Fatwa ini lahir di Bone, Sulawesi Selatan/12 Februari 1939. Salah seorang deklarator Partai Amanat Nasional dan Mantan Wakil Ketua DPR RI Periode 1999-2004, ini pada Pemilu 2009 menjadi calon DPD dari DKI Jakarta. Ia seorang tokoh pejuang muslim.

Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
Lihat Curriculum Vitae (CV) AM Fatwa

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) AM Fatwa

QR Code Halaman Biografi AM Fatwa
Bio Lain
Click to view full article
Jusuf Sutanto
Click to view full article
Sandhy Sondoro
Click to view full article
Otto Soemarwoto
Click to view full article
Eddy OS Hiariej
Click to view full article
Hamid Awaludin
Click to view full article
Putu Sulastra
Click to view full article
Tumpak Hs Simanullang

Tokoh muslim ini beberapa kali menjadi tahanan politik sejak Orde Lama dan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, terakhir hukuman penjara 18 tahun (dijalani secara fisik 9 tahun, selanjutnya tahanan luar, yang kemudian amnesti/rehabilitasi dari Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Habibie
, 1998). Ia menjalani hidup di bui secara fisik sebagai tahanan politik kurang lebih 12 tahun.

Dia adalah alumni Sarjana Muda (BA), IAIN Jakarta, 1963, Sarjana Muda (BA) Publisistik, Universitas Ibnu Khaldun, Jakarta, 1964 dan S1 Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas 17 Agustus (Untag), Surabaya/Jakarta 1970.

Memulai karir sebagai Imam Tentara, Wakil Kepala Dinas Rohani Islam KKO-AL (Marinir) Komando Wilayah Timur di Surabaya, 1967-1970. Kemudian Kepala Sub Direktorat Pembinaan Masyarakat Direktorat Politik Pemda DKI Jakarta/Staf Khusus untuk masalah-masalah agama dan politik Gubernur Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Ali Sadikin
, 1970-1979. Lalu menjabat Staf Khusus Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Agama Tarmizi Taher, 1996-1998.

Setelah ikut mendeklarasikan PAN dan menjabat Wakil Ketua, dia pun terpilih menjadi anggota DPR dan tmenjadi Wakil Ketua DPR RI Periode 1999-2004 . Pemilu 2004, ia juga terpilih sebagai anggota DPR dari PAN dan menjadi Wakil Ketua MPR RI Periode 2004-2009.

Darah Militer dan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi

Dalam diri Andi Mappetahang Fatwa, yang akrab dipanggil Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
AM Fatwa
, mengalir dua denyut darah yang sulit untuk dipisahkan, yakni militer dan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
. Sebelum terkenal karena menjadi tokoh politik dan perlawanan terhadap rezim Orde Lama dan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
sehingga mendekam dalam penjara sekitar 12 tahun, Fatwa adalah seorang militer.

"Karena itu jiwa `Jalesveva Jayamahe` (semboyan angkatan laut yang artinya justru di laut kita jaya, red) masih melekat dalam diri saya sampai sekarang," kata Wakil Ketua MPR itu pada acara sosialisasi putusan MPR RI tentang perubahan UUD 1945 kepada taruna Akademi TNI dan Akpol di kampus AAL, Surabaya, Minggu, sebagaimana dirilis situs Dephan (dephan.go.id).

Fatwa masuk ke angkatan laut lewat jalur ikatan dinas Korps PT. PAL di Surabaya antara tahun 1960-1963, namun kemudian mengundurkan diri. Tahun 1966, jiwa militernya kembali terpanggil dengan masuk KKO (Korps Komando), sekarang dikenal sebagai Marinir, lewat pendidikan Sekolah Dasar Perwira KKO-AL. Semboyannya pun ganti menjadi `Jalesu Bumiyamca Jayamahe` (semboyan Marinir yang artinya justru di laut dan darat kita jaya).

Namun, keinginan kuat dirinya untuk menjadi perwira militer akhirnya kalah oleh bakat politiknya. "Tuhan menentukan lain karena bakat Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
agak sulit dihilangkan, sementara Trisila (hirarki ketat) di TNI AL tidak bisa kompromi. Akhirnya saya harus memilih, dengan segala risiko, termasuk dipenjara," ujar Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
AM Fatwa
.

Tapi,katanya, kalau saya terus berkarier di militer, paling tinggi hanya melati tiga dan untuk menjadi pejabat negara tidak mudah kalau masih di militer.

Gemar Berorganisasi
Suami dari Nunung Nurdjanah dan ayah dari lima orang anak (M.Averus, Dian ISlamiati, Ikrar Fatahillah, Diah Sakinah dan Rijalulhaq), ini mempunyai pengalaman yang cukup banyak dalam berorganisasi. Mulai organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), sejak 1957, dari tingkat Cabang, dan Pengurus Besar, Kini Dewan Penasehat Perhimpunan Keluarga Besar PII.

Kemudian aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sejak 1960, dari Komisariat, Cabang, dan Pengurus Besar. Kini Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

Di Muhammadiya, ia sudah aktif sejak 1959, mulai dari Ranting, Cabang, dan Pimpinan Pusat. Kini Wakil Ketua Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat.

Juga aktif di Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
(Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
ICMI
), sejak 1993, mulai dari Penasihat Orsat, Orwil, hingga kini sebagai Dewan Pakar Pengurus.

Kemudian terlibat dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat di Sumbawa, 1958-1959, selanjutnya aktif di Front Nasional Pusat, 1963-1964. Juga di Badan Kerjasama Pemuda Militer (BKSPM) di Sumbawa dan Pusat, 1958-1961; Badan Kerjasama Ulama Militer (BKS-UM) Jakarta Raya; Front Pemuda Pusat, 1961-1962.

Selain itu, juga aktif sebagai Ketua Senat Corps Pelajar Calon Perwira ALRI (Corps PT PAL), se-Indonesia, 1962-1963; Sekretaris Perserikatan Organisasi-Organisasi Pemuda Islam seluruh Indonesia (PORPISI), Organisasi Konfederasi Tingkat Pusat, 1963-1964.

Ia juga ikut sebagai salah satu penandatangan deklarasi berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
), 20 Oktober 1964.

Ia kemudian menjabat Sekretaris Umum Badan Amal Muslimin, Organisasi konfederasi Ormas-ormas Islam tingkat pusat, 1976-1977. Badan Amal Muslimin adalah mediator dan fasilitator berdirinya Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).

Pernah menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, juga anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat 1975-1979. Kemudian menjadi salah seorang tokoh penandatangan Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Petisi 50
, 1980. Sekretaris Kelompok Kerja Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Petisi 50
, 1980-1996.

Lalu sebagai Dewan Penasihat Alumni IAIN/UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sekjen MTQ Nasional V/1972 di Jakarta, kemudian menjadi Ketua Umum Provinsi DKI 1973-1979, selanjutnya mempersiapkan konsep pelembagaan MTQ Nasional hingga terbit SK Bersama Menag dan Mendagri tentang pembentukan LPTQ Nasional.

Menjabat Ketua Umum Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI 1976-1979; Ketua II Korps Muballigh Indonesia, pimpinan Sjafruddin Prawiranegara, 1983-1984; Ketua Korps Muballigh Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
DKI, 1977-1999.

Juga aktif sebagai Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
(KKSS) Pusat; Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Pusat.

Ia pun mendirikan dan memimpin beberapa Yayasan Pendidikan dan Sosial, antara lain Yayasan Putra Fatahillah dan Yayasan Pondok Karya Pembangunan sebagai proyek monumental dari Pemda DKI.

Publikasi
Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
AM Fatwa
telah mempublikasikan beberapa karya tulis, antara lain: Dulu Demi Revolusi, Kini Demi Pembangunan (Eksepsi di Pengadilan), YLBHI, Jakarta, Cetakan I, 1985; Demi Sebuah Rezim, Demokrasi dan Keyakinan Beragama Diadili, Gramedia, Jakarta, 2000; Saya Menghayati dan Mengamalkan Pancasila Justru Saya Seorang Muslim, Skripsi Pembebasan, Bina Ilmu, Surabaya, 1994.

Juga, Islam dan Negara, Bina Ilmu, Surabaya, 1995; Menggugat dari Balik Penjara, Surat-surat Politik AM Fatwa, Prima Netcom Inaya, Bandung, 1999; Dari Mimbar ke Penjara, Mizan, Bandung, 1999; Satu Islam Multipartai, Mizan, Bandung, 2000; Demokrasi Teistis, Gramedia, Jakarta, 2001; Otonomi Daerah dan Demokratisasi Bangsa, Yasrif Waatampone, Jakarta, 2003.

PAN Mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa, Intrans, Jakarta, 2003; Kampanye Partai Politik di Kampus, Gramedia, Jakarta, 2003; Dari Cipinang ke Senayan, Catatan Gerakan Reformasi dan Aktivitas Legislatif hingga ST MPR 2002, Intrans, Jakarta, 2003; Catatan dari Senayan, Memori Akhir Tugas di Legislatif 1999-2004, Intrans, Jakarta, 2004; Melanjutkan Reformasi Membangun Demokrasi, Jejak Langkah Parlemen Indonesia periode 1999-2004, Rajawali Pers, Jakarta, 2004.

Problem Kemiskinan, Zakat sebagai Solusi Alternatif (AM. Fatwa, Djamal Doa, Arief Mufti), Belantika Mizan, Jakarta, 2004.
PAN Menyongsong Era Baru Keharusan Reorientasi, Republika, Jakarta 2005; dan Pengadilan Ham Ad Hoc Tanjung Priok; Pengungkapan Kebenaran untuk Rekonsiliasi Nasional, Dharmapena, Jakarta 2004.

Pengalaman Luar Negeri
AM Fatwa mempunyai pengalaman luar negeri. Antara lain, Official Qori Indonesia ke MTQ Internasional di Kuala Lumpur, 1972. Melawat ke Afrika Selatan, 1996, dengan mengunjungi kota Cape Town dan Pretoria. Melawat ke Australia, 1997, dengan mengunjungi lembaga pendidikan Islam di Canberra, Sidney, dan Melbourne. Melawat ke Inggris, 1998, untuk menghadiri seminar Islam bersama Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Agama RI di London.

Kemudian dalam kesempatan berobat di Rumah Sakit Militer Nan Fang Guang Zhou menjadi tamu kehormatan Pameran Industri dan Perdagangan Cina dan Asia Pasifik, diteruskan dengan kunjungan kehormatan kepada Parlemen Cina dan Partai Komunis Cina, April 2000.

Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Polandia, September 2000, memenuhi undangan Ketua Parlemen Polandia. Delegasi kemudian melanjutkan lawatan ke Perancis, Tahta Suci Roma (Italia), dan Amsterdam.

Mewakili PAN meninjau Kongres UMNO di Kuala Lumpur. Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Republik Cuba, Februari 2001. Sebelumnya Delegasi melakukan Kunjungan Kehormatan kepada Ketua Parlemen Jepang di Tokyo. Dari Cuba Delegasi melakukan pertemuan dengan Majelis Syuro Kerajaan Arab Saudi.

Melakukan upaya diplomasi dengan menemui Presiden Arroyo dan beberapa pejabat tinggi Filipina untuk membebaskan tiga WNI (Agus Dwikarna, Tamsil Linrung, dan A. Jamal Balfas) yang ditahan Pemerintah Filipina, April 2002.

Wakil Ketua Delegasi dalam Sidang Umum AIPO (Asean Inter Parlementary Organization) ke-23 di Hanoi (Vietnam), September 2002. Ketua Delegasi APPF (Asia Pasific Parlementary Forum) ke-11 di Malaysia, Januari 2003. Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Republik Rakyat Cina, April 2003, dilanjutkan dengan lawatan ke Korea Selatan.

Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Malaysia, dilanjutkan dengan Kunjungan Kehormatan kepada Ketua Parlemen Singapura, Februari 2004. Ketua Delegasi Kunjungan Muhibah DPR-RI ke Sudan. Sebelumnya meninjau kota Abu Dhabi dan mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia, 2-5 Agustus 2004. Sebagai pemimpin para pejabat RI dalam pertemuan dengan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Tenaga Kerja Arab Saudi di Arab Saudi, 8 Agustus 2004. Wakil Ketua Delegasi AIPO di Pnom Phen, Kamboja, 12-17 September 2004.

Penghargaan
Atas berbagai aktivitas dan pengabdiannya, AM Fatwa telah menerima beberapa penghargaan, antara lain: Menerima "Award sebagai Pegawai Negeri dan Politisi Berpendirian" dari KNPI, 1999; "Profil Top Indonesia 2002" dari Pusat Profil dan Biografi Indonesia, Mei 2002; "Top Executive Award 2002" dari Yayasan Prestasi Indonesia, 10 Mei 2002.

"Citra Manajemen Award 2002" dari Media Executive Penunjang Karier dan Profesi, Juni 2002; "Man of the Year 2002" dari Yayasan Penghargaan Indonesia, September 2002; "Well Performed Men and Women of ther Year 2003 Award" dari Indonesia Lestari Foundation, September 2003.

Juga menerima Penganugerahan Gelar Marga "Ginting" di Brastagi, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
, 1 Maret 1999; Dianugerhi Gelar Marga "Harahap" dengan panggilan "Mangaraja Ompu Sarudak Hatorangan" dan sebutan untuk istri "Namora Ikutan Boru Regar", di Padang Sidempuan, 24 Agustus 2001; Menerima Piagam Adat dari Sai Batin Raja Adat Keratuan Paksi Pak Skala Brak (Kerajaan tertua di Lampung) dengan gelar "Tumenggung Alip Jaya", 7 September 2003.

Menerima Lencana Kehormatan Radyolaaksono dari Pakubuwono XII dan pemberian nama "Notohadinagoro", 19 Juli 2003, dan diwisuda sebagai Kanjeng Pangeran di Kraton Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
Hadiningrat, 28 September 2003; Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyusun Pledoi Terpanjang di Pengadilan (Setebal 1118 pada tahun 1984) dan sebagai anggota parlemen yang paling banyak menulis buku, 2004.

Terakhir, 14 Agustus 2008, AM Fatwa dianugerahi Bintang Mahaputra, bersama mantan Panglima TNI Marsekal Purn Menko Polkam (2009-sekarang)
Menko Polkam (2009-sekarang)
Djoko Suyanto
dan mantan Menag Prof KH Tolchah Hasan. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 12 Feb 2009  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Diakui Dunia Internasional Hakim Konstitusi Termuda

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: