WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Maspion Berawal dari Lampu Teplok

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Maspion Berawal dari Lampu Teplok
Alim Markus | TICOM | maspion

Maspion, Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Alim Markus, Presiden Direktur Grup Maspion, ini bangga dengan berbagai produknya yang disebutnya merupakan produk bangsa sendiri (nasional). Maspion yang berawal dari industri rumah tangga lampu teplok yang sederhana, itu dirintis Sang Ayah, Alim Husin, pada tahun 1961, telah menjadi perusahaan konglomerasi dengan puluhan anak perusahaan dan berbagai jenis produk serta menampung 30.000-an karyawan.

Presiden Direktur Grup Maspion
Lihat Curriculum Vitae (CV) Alim Markus

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Alim Markus

QR Code Halaman Biografi Alim Markus
Bio Lain
Click to view full article
Muhaimin Iskandar
Click to view full article
Fadel Muhammad
Click to view full article
Basuki Rahmat
Click to view full article
Supriyanto
Click to view full article
Sutaryo
Click to view full article
Martha Tilaar
Click to view full article
Sylvia W Sumarlin

Sebagian besar ibu rumahtangga pasti pernah bersentuhan dengan produk Maspion. Apakah itu panci teflon, termos plastik, kulkas, kompor gas, pompa air, kipas angin, kulkas, AC, tempat tidur, aluminium foil, lampu neon, pompa air dan segala macam. Beragam produk mulai yang sederhana hingga yang rumit pengoperasiannya, beredar luas di seluruh Indonesia hingga ekspor ke mancanegara, membuat nama Maspion begitu familiar dan mudah dikenal.

Namun pasti sedikit ibu rumahtangga yang paham bahwa Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
Maspion berawal dari kisah lampu teplok yang sederhana. Sesedikit itu pula yang mengetahui bahwa sebelum Alim Markus, Presiden Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Grup Maspion, adalah ayahnya sendiri Alim Husin yang memulai usaha lampu teplok ini berbahan baku aluminium dan logam di Jawa Timur pada tahun 1961 lalu.

Kini, pengakuan pasar terhadap nama Maspion pembuktiannya bukan cuma sebatas produk-produknya digunakan secara luas di Indonesia dan mancanegara. Melainkan, ini yang terutama, Maspion telah dipercaya berbagai prinsipal asing untuk mendirikan usaha patungan secara equal. Seperti dengan Grup Samsung dari Korea, Grup Marubeni dari Jepang, maupun dengan Dupont dan Ishizuka dari Jepang. Grup Maspion biasanya mengambil porsi kepemilikan saham hingga 50 persen di semua anak perusahaannya.

Nama-nama anak perusahaan itu, misalnya PT Samsung Maspion Indonesia, PT Altap Prima Industrial Estate, PT Alumindo Industrial Estate, PT Trisula Pack Indah, PT Indofibre Mattress, PT TFC Maspion Indonesia, dan PT Alaska Maspion Indonesia. Maspion kini bukan lagi jago kandang dari desa Gubeng, Surabaya, Jawa Timur melainkan sudah mulai diperhitungkan sebagai pemain Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
tingkat global yang menghidupi 30.000 lebih karyawan.

Alim Husin, pendiri Maspion, memulai produksi lampu teplok tahun 1961 dengan mendirikan usaha kecil UD Logam Jawa. Dibantu oleh istrinya Angkasa Rachmawati dan delapan orang karyawan, Alim Husin ketika itu sanggup memproduksi 300 lusin lampu teplok perhari. Di sini, walau masih kecil Alim Markus kelahiran Surabaya 24 September 1951 sudah mulai aktif melibatkan diri membantu ayahnya. Dan ketika duduk di bangku SMP di tahun 1966 dia memilih berhenti sekolah untuk terjun langsung memproduksi lampu teplok.

Sukses dengan lampu teplok, usaha kemudian dikembangkan memproduksi lampu badai untuk para nelayan. Di kemudian hari dimulai pula produksi perabot rumah tangga lain dengan bahan plastik seperti ember, baskom, loyang, dan sebagainya. Pada tahun 1972 usaha keluarga Alim Husin semakin maju dan berkembang sehingga dirancanglah nama dan logo baru, ketemu Maspion yang menurut Alim Markus merupakan singkatan dari Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional.

Nama dan logo baru ditetapkan pula sebagai nama badan usaha baru yang dibentuk, PT Maspion. Dan sebagai putra tertua adalah Alim Markus muda yang ditunjuk langsung sebagai presiden Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
, sedangkan Alim Husin sebagai Chairman. Saudara kandung lainnya Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa masing-masing didudukan sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
pengelola. Dalam perjalanan selanjutnya, pada diri Alim Markus terbukti pengalaman yang pernah dilakukannya dahulu semasih muda sebagai pekerja keras yang mendapat perintah langsung dari ayah, semisal membersihkan lantai, staf administrasi, staf keuangan, bahkan penjualan dan lain-lain, menjadi sangat berguna ketika harus melakukan pengambilan keputusan sebagai pemimpin tertinggi perusahaan.

Alim Markus yang menikahi Sriyanti dan kini dikaruniai tujuh orang anak dua laki-laki dan lima Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
menyebutkan, ada lima bidang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
yang kini aktif digeluti Maspion. Pertama produk konsumen yang sangat akrab dengan ibu rumahtangga, antara lain memproduksi panci teflon, termos plastik, kulkas, kompor gas, pompa air, kipas angin, dan lain-lain. Badan usaha yang terlibat di sini PT Maspion, PT Trisula Pack Indah, PT Royal Chemical, PT Maspion Flatware, dan PT Indofibre Mattres Indonesia. Kedua konstruksi material dan industri yang melibatkan tujuh anak perusahaan, PT Maspion, PT Maspion Kencana, PT Indal Steel Pipe, PT Alumindo Light Metal Industry, PT Aneka Kabel Cipta Guna, PT Indal Aluminium Industry, dan PT Indalex.

Ketiga properti, membangun maupun mengelola aset properti seperti Maspion Mall, Wisma Maspion, Wisma Moneter, Pondok Maspion, CIMAC, PT Bintang Osowilangun, PT Maspion Industrial Estate, PT Alumindo Industrial Estate, dan PT Altap Prima Industrial Estate. Satu aset tersebut yang kini sangat dibanggakan Alim Markus adalah Kawasan Industri Maspion seluas 300 hektar, 100 hektar diantaranya untuk digunakan sendiri oleh Grup Maspion. Letaknya hanya 10 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Alim Markus masih menyimpan gagasannya tentang kawasan semacam ini.

Di kawasan ini, Alim Markus bermimpi bisa didirikan sebuah lokasi export processing zone. Di dalamnya secara terpadu terdapat institusi perizinan, perbankan, perpajakan, sistem tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pasar, dan semua pengambilan keputusan ada di situ tanpa birokrasi panjang dan berbelit. Hal positif yang bisa dirasakan adalah meningkatnya daya saing produk ekspor di pasar global serta mengurangi jumlah pengangguran. "Kalau RRC bisa memberikan tawaran-tawaran yang menarik bagi investor asing, kenapa kita tidak? Kita tidak boleh kalah bersaing," demikian alasan Alim Markus, usai melihat gencarnya RRC menawarkan investasi dengan memberikan kemudahan, memotong jalur birokrasi, bahkan berani menghukum birokrat yang korupsi hingga hukuman mati.

Bidang bisnis keempat, pendirian gedung perkantoran dan bisnis Plaza Maspion setinggi 18 lantai di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Dan kelima bisnis jasa keuangan dengan bendera usaha Bank Maspion, Maspion Securities, dan Maspion Money Changer.

Yang menonjol pada diri Alim Markus adalah kecintaanya yang luar biasa kepada produk lokal. Dan ia tetap konsisten di situ walau badai krisis yang menerjang menggodanya untuk mengalihkan usaha ke tempat lain, RRC misalnya. Upah minimum regional (UMR) di Jawa Timur yang naik 38 persen pun masih belum membuatnya bergeming. "Saya akan terus mengendalikan bisnis ini di sini," tegas Markus.

Sebagai perusahaan yang telah berhasil mengakumulasi kemampuan modal, manajemen, sumberdaya manusia, dan jaringan pemasaran adalah tidak sulit bagi Alim Markus mengimpor produk-produk luar lalu melabelinya dengan nama Maspion. Tapi, menurut Alim Markus yang pernah diajak Megawati dalam rombongan kunjungan bisnis kepresidenan ke RRC, hal itu tidak akan memberi nilai tambah dan tidak ada rasa bangga di situ. "Saya harus menekan gaya hidup yang import minded, kita harus bangga dengan produk kita sendiri."

Dengan arif dia lalu mencoba membandingkan peta bisnis di RRC dan Indonesia yang membuatnya prihatin. Disebutkannya, misalnya, dari segi material cost, component cost, dan labour cost Indonesia kalah dengan RRC sehingga menggodanya pindahkan industrinya ke RRC. Namun itu tadi, Alim Markus masih lebih mengutamakan kepentingan nasional dan kecintaan produk lokal daripada perhitungan cost yang lebih murah. "Saya tetap concern dengan karyawan. Kalau pemerintah RRC meminta saya menanamkan investasi 10 juta dolar AS di sana, saya pun mengusulkan agar Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
mereka menanam juga 10 juta dolar AS di sini," tegas Alim Markus.

Kebesaran Maspion harus dipertahankan. Caranya adalah memelihara Motivator dan Guru Etos
Motivator dan Guru Etos
etos kerja
di lingkungan perusahaan. Alim Markus menyebutkan ada lima hal yang menjadi etika kerja dan selalu dijunjung tinggi seluruh karyawan Maspion. Pertama, kerja keras dan kesetiaan karyawan kepada perusahaan yang ditunjang dengan kemampuan sehingga bisa menghasilkan banyak hal yang positif bagi perusahaan. Kedua, memimpin pasar dengan memberikan keuntungan yang kompetitif kepada semua konsumen, sesuatu yang memang sangat dibutuhkan oleh konsumen. Ketiga, kesatuan dan rasa kebersamaan agar perusahaan semakin kuat dan kokoh. Keempat, pertumbuhan yang berkesinambungan, serta kelima memperhatikan kepuasan konsumen. ti/tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 27 Jan 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Bank Sampah Gemah Ripah Tiga Langkah Tni Ad

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Bagaimana Darwis Triadi, membaca Indonesia dalam rentang waktu tahun 1980-an hingga kini? Jawabannya ada pada buku ini.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: