WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Perwira Penerobos Tabu Militer

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Perwira Penerobos Tabu Militer
Agus Wirahadikusumah | TokohIndonesia.com | rpr

Ketika menjabat Pangdam VII/Wirabuana, ia melontarkan pemikirannya mengenai pembinaan teritorial (binter). Dalam rangka paradigma baru TNI ia menggagas pemekaran Kodam dan komando teritorial. Bahkan, menurutnya, di Pulau Jawa tak perlu lagi ada Kodam kecuali di luar Jawa yang jangkauan Pemdanya terbatas. Gagasan kontroversial AWK, begitu ia sering dipanggil, ini menjadi perdebatan dalam tubuh TNI bahkan dalam jagad politik nasional.

Panglima Kostrad, 2000
Lihat Curriculum Vitae (CV) Agus Wirahadikusumah

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Agus Wirahadikusumah

QR Code Halaman Biografi Agus Wirahadikusumah
Bio Lain
Click to view full article
Aris Rahman & Humaira
Click to view full article
AE Manihuruk
Click to view full article
Mangapul Sagala
Click to view full article
Suryadharma Ali
Click to view full article
Hanung Bramantyo
Click to view full article
Abdullah Harahap
Click to view full article
Gusti Muhammad Hatta

Pria kelahiran Bandung, 17 Oktober 1951, ini menerobos tembok tradisi (tabu) TNI, melontarkan pemikiran tentang internal TNI ke area publik. Lagi pula, ia dinilai melampaui hirarki dan kapasitasnya. Beberapa perwira tinggi TNI menyayangkan mengapa pemikiran seperti itu dilontarkan ke publik yang justru kian memperlemah posisi tawar TNI.

Ia juga melontarkan pendapat bahwa loyalitas prajurit TNI bukan kepada jenderalnya melainkan kepada institusi TNI, bangsa dan negara. Suatu pernyataan yang dirasakan seakan ditujukan kepada Pangskotrad Letjen TNI Djdja Suparman yang menyebut prajurit akan marah karena banyak jenderal yang 'diobok-obok' KPP HAM Timor Timur.

Namun beberapa Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
sipil malah angkat jempol atas keberanian putra Sunda ini menerobos tabu TNI itu. Gagasan ini disambut. Presiden KH Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Abdurrahman Wahid
pun segera meminta kepada Mabes TNI Cilangkap agar AWK ditarik ke Jakarta. Ia pun diangkat sebagai Pangkostrad menggantikan Djaja Suparman, terhitung sejak 1 April 2000.

Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
menyebutnya sebagai sosok militer berkualitas Jakarta, dan terlalu sayang untuk disia-siakan. Saat menjabat Pangkostrad itu pula, ia melontarkan dugaan kuat adanya korupsi di sebuah yayasan yang didirikan kesatuan yang dipimpinnya itu. Sekali lagi, lontarannya itu itu mengundang reaksi negatif dari kalangan perwira tinggi militer lainnya.

Reaksi negatif dari sobat militer itu tak membuatnya berhenti bersuara. Tampak ia semakin tegar menerobos tradisi TNI yang kaku sebagai tentara tempur, yang dingin, apolitis dan selalu patuh kepada atasan. Tampaknya ia lebih memilih menjadi tentara pemikir. Walau sebagian menyebutnya ingin menempatkan diri sebagai tentara reformis untuk memenuhi ambisinya.

Suatu ketika, ia pun berkomentar soal kemungkinan pencopotan Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
selaku Menko Polkam oleh Presiden. Suatu komentar yang membuat beberapa perwira tinggi makin jengkel. Kedekatannya deng Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
telah memunculkan tudingan kepadanya bahwa ia bergelayut di pundak Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
untuk meraih posisi yang lebih tinggi. Ia pun dituding sering berkolaborasi dengan Bondan Gunawan selaku Pjs Sekretaris Negara dalam mengatur mutasi dalam tubuh TNI. Ia pun dituding sebagai motor pertemuan politis yang membuahkan "Dokumen Bulak Rantai".

'Dokumen' itu, yang sebenarnya lebih merupakan notulen diskusi, berisi rencana mutasi di jajaran perwira tinggi TNI yang diduga dilahirkan lima sekawan, yakni: Pjs. Sekretris Negara Bondan Gunawan, KSAD Jenderal Tyasno Sudarto, Pangkostrad Jenderal TNI Agus Wirahadikusumah, Aster KSAD Mayjen TNI Saudi Kadi dan Kasdam Jaya Brigjen Romulo Sihombing.

Bulakrantai adalah kompleks perumahan perwira tinggi TNI AD, yang terletak di Kramatjati, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di tempat inilah Pangkostrad Letjen Agus Wirahadikusumah dan Aster KSAD Mayjen TNI Saudi Kadi bertempat tinggal.

Konon, sejak AWK diangkat menjadi Pangkosrad, kerap terjadi keramain di kompleks itu, khususnya di sekiatr rumah AWK dan Suadi Kadi. Rupanya, di kediaman AWK dan Saurip Kadi itu, secara bergantian sering digunakan untuk diskusi. Pertemuan pertama tanggal 16 April 2000, antara pukul 19.30 - 23.30 WIB. Diskusi-diskusi di antara lain melahirkan 'dokumen' Bulakratai, yang kemudian membuat geger elit AD. Selain itu, mereka juga pernah satu kali melakukan kegiatan yang sama di Hotel Novotel Bogor, yang kemudian melahirkan 'dokumen' Novotel.

Namun, AWK dan rekan-rekannya membantah adanya pertemuan dan adanya dokumen Bulak Rantai itu. Dan, entah merasa sedang di atas angin, AWK pun tak sungkan dengan lantang menghadapi lawan-lawannya politiknya. "Rakyat akan tahu siapa yang berjiwa setan dan siapa berjiwa malaikat!" ujar AWK suatu ketika menanggapi orang-orang yang tidak sepaham dengannya.

Sampai akhirnya ia diganti dari jabatan Pangkostrad dengan menariknya ke Mabes TNI tanpa 'meja'. Kemudian namanya pun sempat disebut-sebut akan menjabat Kasad menggantikan Jenderal Tyasno. Namun dikabarkan 120 perwira tinggi TNI AD menolaknya. Akhirnya, Gus Dur tak mau mengambil risiko terlalu besar, dan mengangkat Letjen Panglima TNI RI (2002)
Panglima TNI RI (2002)
Endriartono Sutarto
menjabat Kasad.

Dalam posisi sebagai perwira tinggi yang ditarik ke Mabes TNI, beberapa waktu kemudian, jenderal reformis itu pun meninggal dunia, secara mendadak, Kamis pagi 30 Agustus 2001. Pagi itu sekitar pukul 05.30, ia masih membangunkan istrinya untuk salat dan melakukan olah raga. Setelah itu istrinya masuk ke kamar mandi lalu tidak lama kemudian keluar dan menemukan suaminya dalam keadaan tertidur, tapi setelah dicoba dibangunkan Agus tidak memberikan reaksi apa-apa. Kemudian istrinya berinisiatif membawa ke Rumah sakit Pusat Pertamina untuk diberi pertolongan, namun dalam perjalanan sekitar pukul pukul 5:45 dan 6:19 WIB ia meninggal dunia. Sebelumnya, tidak adanya tanda-tanda ia menderita sakit. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak masing-masing bernama Fifi dan Yunan.

Sejak kecil, Mantan Danrem 163/Wirasatya, Denpasar Bali, ini diangkat-anak oleh Umar Wirahadikusumah, mantan Wapres RI 1983-1988. Putra Maryun dan Siti Rokaat ini dididik dalam suasana disiplin dan kemauan belajar yang kuat.

Lulusan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
tahun 1973 ini meraih pendidikan S2 bidang Magister Manajemen dari Universitas Harvard, AS. Ia tergolong seorang perwira berpikiran maju, sederet Agus Widjojo (mantan Kaster TNI/1970) dan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
(mantan Kaster TNI) yang juga teman se-lifting-nya di Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
.

Ia telah menerima beberapa bintang tanda jasa, antara lain Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun, Satya Lencana Dwija Sista, Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun, Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun, dan Satya Lencana Kebudayaan. TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 01 May 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Legenda Bulutangkis Indonesia Bangun Aceh Dengan Identitasnya

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: