WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bertarung dalam Revolusi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bertarung dalam Revolusi
e-ti | qbh

Mantan Pangkostrad Achmad Kemal Idris digambarkan sebagai seorang prajurit (pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI AD) yang bertarung dalam revolusi. Mantan Pangkowilhan dan Dubes RI untuk Yugoslavia merangkap Yunani. Ia, itu juga dijuluki 'Jenderal Sampah' karena setelah pensiun mengelola usaha penanggulangan sampah.

Mantan Pangkostrad, Dubes Untuk Yugoslavia
Lihat Curriculum Vitae (CV) Kemal Idris

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Kemal Idris

QR Code Halaman Biografi Kemal Idris
Bio Lain
Click to view full article
Candra Darusman
Click to view full article
Gita Wirjawan
Click to view full article
Emha Ainun Najib
Click to view full article
Setya Novanto
Click to view full article
Christine Hakim
Click to view full article
Franciscus Welirang
Click to view full article
Miriam Budiardjo

Judul Bertarung dalam Revolusi merupakan judul buku memoar Kemal Idris yang ditulis H Wartawan Budayawan
Wartawan Budayawan
Rosihan Anwar
bersama Ramadhan K.H., Ray Rizal, dan Din Madjid dan diterbitkan Pustaka Sinar Harapan, 1996. Buku itu dipersembahkan sebagai syukur atas HUT ke-50 perkawinannya dengan sang istri, Herwinur Bandiani Jaksa Agung (1990-1998)
Jaksa Agung (1990-1998)
Singgih
Kemal, yang jatuh pada 13 Juli 1996.

Buku itu mengurai jalan hidupdan perjuangannya sejak revolusi hingga kini. Kemal dikenal sebagai salah satu di antara tiga serangkai motor Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
bersama H.R. Dharsono dan Sarwo Edhie Wibowo. Keduanya sudah almarhum.

"Sedari kecil, saya dididik oleh ibu saya, Siti Maimunah, dan ayah saya, Muhammad Idris, untuk bersikap jujur dan pantang berputus asa. Dengan prinsip seperti itulah, saya menulis buku ini. Agar segalanya tampil lebih lugas dan transparan," katanya kepada Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
di kantornya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Di waktu Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
sibuk dengan urusan politik dan mengabaikan ekonomi, Kemal mengarahkan meriam ke Istana Negara. Kemal pula bersama Zulkifli Lubis dan Simbolon-- yang pernah terang-terangan bersikap anti-Nasution.

Selain itu, Kemal dikenal suka memberikan pernyataan-pernyataan keras, tanpa tedheng aling-aling. Dalam memoar setebal 300 halaman ini, sosok Kemal yang blak-blakan tampak lebih transparan. "Saya ingin bicara jujur, terbuka, dan apa adanya. Itu pun sudah dipotong sana sini oleh sahabat saya Wartawan Budayawan
Wartawan Budayawan
Rosihan Anwar
," katanya, tertawa.

Tokoh pers nasional Wartawan Budayawan
Wartawan Budayawan
Rosihan Anwar
bersama Ramadhan K.H., Ray Rizal, dan Din Madjid dipercaya Kemal menjadi penyusun buku bersampul hijau terbitan Pustaka Sinar Harapan itu. Saat acara diskusi di kantornya, mantan Dubes Australia Sabam Siagian bertindak selaku moderatornya.

Yang paling menarik adalah kesaksian Kemal pada buku tersebut mengenai Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Selama ini tonggak sejarah berdirinya Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
itu selalu saja menjadi isu kontroversial. Kemal adalah salah satu saksi mata sejarah yang menyatakan dengan tegas bahwa surat itu benar-benar ada. Sebab, dia sendiri sempat membaca surat itu.

Dalam memoarnya pada hal 187-188, dia menulis lengkap kejadian bersejarah pada 11 Maret 1966 itu : ".... Pada pukul 23.00 malam ketiga Jenderal (Basuki Rachmat, M. Yusuf, dan Amir Machmud, Red) itu kembali ke Kostrad dengan membawa surat dari Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
, yang isinya melimpahkan kekuasaan kepada Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
. Saya sempat membaca surat itu, yang memberikan kekuasaan kepada Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
untuk bertindak mengamankan situasi. Setelah tugas dilaksanakan, kekuasaan dikembalikan kepada Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
sebagai Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
. Surat itu dikenal dengan nama Supersemar (Surat Perintah 11 Maret)....".

SILIWANGI
Kemal yang dilahirkan pada 10 Februari 1923 adalah tentara yang dibesarkan oleh satuan militer Jawa Barat, Siliwangi. Dia pulalah yang mengajak mantan opsir Belanda H.J.C. Princen untuk bergabung ke pihak pejuang Indonesia. "Hingga kini, saya dan Princen masih bersahabat, sering saling memberikan kabar berita," akunya terus terang.

Walaupun Kemal pernah menjadi diplomat dan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
, tak dapat disangkal titik berat perjalanan hidupnya di bidang militer. Kariernya bermula dari pemuda Seinendan pada zaman Jepang dan berakhir sebagai jenderal TNI Angkatan Darat. Rosihan Anwar, salah satu penyusun buku itu, menyatakan bahwa memoar itu diceritakan secara polos, sederhana, tidak ditambah-tambah atau dilebih-lebihkan, segala-galanya menurut apa adanya.

Sepanjang karier militernya, posisinya yang paling penting adalah ketika pada 1967 dipercaya menjadi Pangkostrad. Di situlah dia berperan besar dalam mendukung gerakan mahasiswa yang menentang Orde Lama. Kemal juga sering diminta untuk berbicara di depan pertemuan mahasiswa.

"Barangkali karena sikap saya yang keras dan tak kenal kompromi, akhirnya saya tak disukai oleh sesama pendukung Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
. Ada yang memasukkan laporan yang nggak bener kepada Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
. Dan, akhirnya saya harus rela untuk meninggalkan jabatan militer saya," ujarnya.

Karier terakhir Kemal di militer adalah panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) dengan pangkat letnan jenderal. Sebelumnya, dia menjabat panglima Komando Antardaerah untuk Kawasan Indonesia Timur. Ia cukup populer di kalangan masyarakat di sana. Dan, tampaknya, kepopuleran Kemal itu mencemaskan beberapa pejabat.

Pada September 1972, dia ditunjuk menjadi duta besar di Yugoslavia merangkap Yunani. Kemal adalah Dubes pertama di negara tersebut pada era Orde Baru. Pulang bertugas, keadaan sudah berubah dan dia tak lagi terpakai di pemerintahan. Tetapi, Kemal bukannya diam. Karena prihatin melihat kota Jakarta dipenuhi sampah, ia mendirikan PT Sarana Organtama Resik (SOR), yang mempekerjakan 700 karyawan dalam bidang kebersihan kota. "Saya berutang budi pada masyarakat Jakarta yang terlibat dalam perang kemerdekaan," ujar Kemal dengan pandangan menerawang.

Aktivitas Kemal dalam upaya kebersihan kota menimbulkan berbagai interpretasi. "Jenderal kok ngurusi sampah", begitu celetukan mereka yang keheranan menyaksikan pilihan Kemal. Karena itulah, dia digelari Jenderal Sampah, suatu julukan berkelakar yang diterimanya dengan lapang dada.

Hebatnya, dia mendirikan usahanya dengan melangkah mulai dari bawah. Tanpa fasilitas sama sekali sebagai seorang pensiunan jenderal. Dialah mungkin satu-satunya jenderal yang pernah merasakan pahitnya berurusan dengan belantara birokrasi. Dan, menolak untuk duduk secara cuma-cuma dalam jabatan BUMN maupun ketika dicalonkan sebagai calon anggota MPR/DPR.

Di kalangan perhotelan dan pariwisata, nama Kemal Idris dikenal luas. Ia pernah memimpin PT Griyawisata Hotel Corporation yang bergerak dalam bidang perhotelan. Meski begitu, dia menolak menjadi ketua PHRI meski Munas PHRI menunjuknya secara bulat. "Saya tak berbakat," katanya singkat. Ucapan yang sama terlontar ketika dia menolak tawaran duduk menjadi komisaris BUMN dan anggota MPR/DPR. (Jawa Pos, 14 Jul 1996)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Feb 2009  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Artis Selaksa Penghargaan Pengusaha Dan Politisi Negarawan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Belajar matematika bersama para Tales Runner di Tales World akan menjadi petualangan yang sangat seru! Ayo kita ikuti!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: