WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pendapat Beda, Jadi Jaksa Agung

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pendapat Beda, Jadi Jaksa Agung
Abdul Rahman Saleh | TokohIndonesia.com | reuter

Namanya populer tatkala sebagai hakim agung menyampaikan dissenting opinion (pendapat berbeda) dalam kasus korupsi Bulog II dengan terdakwa Akbar Tandjung cs. Entah karena itu, pria tinggi kurus kelahiran Pekalongan, 1 April 1941, ini tiba-tiba ia dipercaya SBY-JK menjabat Jaksa Agung KIB. Namun, ia digantikan Hendarman Supandji dalam resuffle kabinet 7 Mei 2007.

Mantan Hakim, Mantan Jaksa
Lihat Curriculum Vitae (CV) Abdul Rahman Saleh

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Abdul Rahman Saleh

QR Code Halaman Biografi Abdul Rahman Saleh
Bio Lain
Click to view full article
Rusli Zainal
Click to view full article
Stephen Tong
Click to view full article
Matori Abdul Djalil
Click to view full article
Adnan Buyung Nasution
Click to view full article
Rio Febrian
Click to view full article
Arief Budi Witarto
Click to view full article
Deding Ishak

Pada awal tugas, ia berjanji memprioritaskan perkara-perkara korupsi besar pada 100 hari pertama. Rupanya Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
menilainya kurang berhasil.

Tak disangka Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
memilih Abdul Rahman Saleh menjadi Jaksa Agung. Rahman menggeser nama-nama beken, seperti Marsilam Simandjuntak dan Todung Mulya Lubis, yang diberitakan secara luas akan menjadi pilihan presiden.

Nama Rahman merebak di media massa hanya ketika sebagai hakim agung menyampaikan dissenting opinion (pendapat berbeda) dalam pemeriksaan kasasi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Akbar Tandjung
(12/2-2004), ketika itu ketua DPR, berkenaan dengan skandal korupsi Bulog II. Setelah itu namanya tenggelam sampai dipanggil SBY ke Cikeas, Bogor, untuk duduk di dalam Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu
.

Pria kelahiran Pekalongan 61 tahun lalu itu, lulusan Fakultas Hukum UGM, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Rahman juga lulusan sekolah notariat FH-UI, Jakarta. Rahman meninggalkan karir 16 tahun sebagai Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
harian Nusantara (1968-1984) untuk terjun di bidang hukum. Dia pernah menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta (1981-1984), kini menjabat Sekretaris Dewan Penyantun Yayasan LBH Indonesia. Rahman pernah jadi notaris dan pengacara. Sebelum terpilih sebagai hakim agung, Rahman menjadi anggota KPU, mewakili Partai Bulan Bintang.

Selaku petinggi hukum yang sangat diharapkan memberantas tindak pidana korupsi, Rahman harus membersihkan dirinya sendiri dan lingkungannya. Sebelum melangkah keluar, Rahman merasa perlu membenah aparat kejaksaan. Dia sendiri hanya memiliki tabungan Rp 700 juta lebih, sebuah sedan tua dan mobil Kijang keluaran tahun 1997. Rahman bersama keluarganya menetap di Jalan Arus, Cawang, Jakarta Timur.

Yang akan dijadikan bidikan utama kasus-kasus korupsi berskala besar. Ada juga kemungkinan mengancam para koruptor kakap dengan tuntutan hukuman mati. Tentu Rahman tidak main-main untuk hal yang satu ini, sebagaimana dia telah menerima pesan dari presiden untuk bekerja keras dan konsisten menggenggam hukum di tangannya. Dia menerima dukungan penuh dari sang presiden, siapa pun yang bakal menjadi tersangka. Secara pribadi, dia dan keluarganya dikawal oleh delapan petugas keamanan kejaksaan.

Di pundaknya terbeban tugas berat. Dia selalu dibayangi pesan presiden bahwa dunia penegakan hukum di Indonesia saat ini sangat suram. Rahman sependapat dengan presiden dalam soal korupsi, harus ada tindakan tegas dan konsistensi.

"Aturannya sudah ada, hanya selama ini belum dijalankan secara benar. Selama ini hanya terpidana Narkoba yang dikenakan hukuman mati. Itu pun tersendat-sendat," katanya.

Namun Rahman tidak ingin gegabah di dalam menangani kasus korupsi, karena berkaitan dengan banyak hal. Mesti dilihat kasus per kasus. Soalnya, pemberantasan korupsi tidak hanya berada di tangan kejaksaan, tetapi juga keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an. Semua ada aturan mainnya, yang paling pokok tegakkan hukum secara profesional tanpa pandang bulu.

Kisah ke Cikeas
Dia dipanggil SBY ke Cikeas, mengenakan kemeja Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik kusut, membawa sebuah map biru dan buku kerja. Mereka berdialog tentang masalah penegakan hukum. Rahman tiba di kediaman SBY sekitar pukul 14.35. Dia diantar putranya mengendarai sedan Mitsubishi tua warna biru berpelat B 1019 QG.

SBY menghendaki keberanian dan ketegasan Rahman di dalam penegakan hukum. Dan sang presiden akan memberikan dukungan penuh. Ancaman bagi para koruptor tidak tanggung-tanggung, hukuman mati.

Hanya hakim agung Rahman yang memberikan pendapat berbeda, bersebrangan dengan empat hakim agung lainnya, ketika perkara Akbar masuk ke meja sidang kasasi. Keempat hakim itu menyatakan Akbar tidak bersalah, hanya Rahman yang menyatakan sebaliknya.
Sikap Rahman mendapat simpati luas dari publik yang kecewa atas keputusan Mahkamah Agung (12/2-2004) yang membebaskan Akbar.

Rahman merintis karirnya sebagai pengacara, membela kliennya yang terlibat dalam kasus-kasus politik dan HAM. Sekretaris Dewan Penyantun YLBHI ini memang dikenal sebagai Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
dan pernah menduduki kursi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
LBH Jakarta. Sosok yang bersahaja ini pernah jadi Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Harian Nusantara. Setelah pemerintahan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
jatuh, Arman bergabung ke Partai Bulan Bintang. Namun, jabatannya di partai dilepas ketika dia diangkat sebagai hakim agung tahun 2000.

Prioritas Rahman melakukan pembenahan internal di Kejagung. Di antaranya, menangani jaksa-jaksa nakal. Namun mesti dilihat kasus per kasus, tidak pukul rata. Sebab, dalam penanganan korupsi, ada banyak hal. Masalahnya tidak cuma oleh kejaksaan tapi juga ada di keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an dan masyarakat. Kata Rahman, kalau ada jaksa atau Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
yang nakal harus dibersihkan. Langkah nyata yang paling gampang, tegakkan hukum. Semua ada aturan mainannya.

Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Kejagung

Kehidupan Rahman, akrab disapa Arman, penuh warna. Sebelum diangkat sebagai Jaksa Agung, ia pernah jadi wartawan, bintang film, Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
LSM, notaris dan hakim agung. Selaku wartawan hukum, ia pernah ngepos (ditugaskan) di Kejagung. Berbagai profesi ini menempanya menjadi sosok yang hidup bersahaja tanpa sekat-sekat status sosial. Rahman berusaha tampil apa adanya.

Selama ngepos di Kejagung, Arman sosok wartawan yang kritis. Ia menulis serinci mungkin setiap penyimpangan di dalam penanganan perkara. Daya kritisnya sempat menarik perhatian Masdulhaq Simatupang, Kepala Humas Kejagung. Masdulhaq menawarinya menjadi pegawai kejaksaan yang ditempatkan di biro humas.

Masdulhaq juga pernah menawarkan posisi jaksa pada Arman yang sudah menyandang gelar sarjana hukum. Tidak perlu waktu lama, Masdulhaq mennyediakan posisi itu keesokan harinya. Namun Arman menolak. Arman meraih penghargaan Palang Merah Internasional (1984) untuk advis-advis hukum.

Arman pernah belajar hukum di Jerman. Ia memperoleh beasiswa untuk studi advokasi hukum di sebuah universitas di Jerman. Sepulang dari Jerman, ia meninggalkan dunia jurnalistik. Arman berbelok menjadi praktisi hukum. Kesibukannya di dunia advokasi hukum mengantarnya menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
LBH Jakarta (1973-1984).

Ia pernah jadi pembela kasus subversi Sawito Kartowibowo, subversi Imran (pembajakan Woyla), dan Asep Suryaman (tokoh PKI).

Arman juga pernah menjadi bintang film dalam film layar lebar, Kabut Sutra Ungu (1980), dan Walisongo (1982). Di film Kabut Sutra Ungu, Arman bermain bersama aktris Jenny Rachman. Sedangkan di film Walisongo, Arman bermain bersama Seniman, Pendiri PT. Kinarya GSP
Seniman, Pendiri PT. Kinarya GSP
Guruh Soekarnoputra
, Deddy Soetomo, serta George Rudy.

Lepas dari LBH Jakarta, Arman mendirikan Kantor Pengacara Abdul Rahman Saleh -Tuty Hutagalung & Associates (1984-1994). Saat itulah ia melanjutkan studi ke sekolah notaris FH UI, lulus tahun 1990. Arman meraih gekar pasca sarjana FH UI (1995).

Arman beralih jadi notaris dan PPAT tahun 1995. Namun ia mengaku penghasilannya dari kantor pengacara dan notaris hanya pas-pasan. e-ti | tsl-sh

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 May 2007  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Dosen Dan Pengamat Politik Penegak Hukum Dan Kerukunan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso berhasil membujuk dan menjinakkan Nurdin Ismail alias Din Minimi dan kelompok bersenjatanya turun gunung. Sutiyoso berani mengambil risiko terjun langsung masuk hutan untuk menjemput Din Minimi di belantara markas basis persembunyiannya tanpa pengawalan memadai.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: