WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Obsesi Melestarikan Budaya

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Obsesi Melestarikan Budaya
Subrata | TokohIndonesia.com

Dia bukan hanya seorang eksekutif dan birokrat, tetapi juga seniman. Maka di dalam setiap langkahnya, dia tidak melupakan pendekatan budaya. Selama ini, orang barangkali melihatnya hanya dari jabatan formalnya. Padahal di balik itu, alumni Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Sosial Politik, UGM, Yogyakarta, ini adalah seorang seniman dan penimba ilmu yang tidak kenal lelah yang selalu berusaha memperjuangkan kelestarian seni budaya bangsa.

Dirjen RTF (1983-1987) dan Dirjen PPG (1990-1997)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Subrata

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Subrata

QR Code Halaman Biografi Subrata
Bio Lain
Click to view full article
Kristina
Click to view full article
Wardana
Click to view full article
Basrief Arief
Click to view full article
M Jusuf
Click to view full article
Butet Manurung
Click to view full article
Herry Zudinato
Click to view full article
Alexander Hendrato S
BERITA TERBARU

Ketika masih kelas 3 SD, ia sudah masuk dalam satu perkumpulan sandiwara yang namanya 'Purwowidodo'. Dia menjadi seorang penari dan pemain yang terkecil di sana. Sandiwara itu sendiri merupakan sandiwara keliling dari desa ke desa sampai ke kecamatan lain. Hingga duduk di bangku SMP, ia masih tetap aktif di sana. Bahkan ketika masih SMP kelas 3, ia sudah mendirikan satu kelompok sandiwara yang diberi nama 'Putra Harapan'.

Si penari kecil itu tidak pernah belajar pada seseorang yang profesional. Tapi mutlak hanya karena pengaruh kesultanan sebagai pusat kreatifitas seni tari dan gamelan yang banyak terdapat di Cirebon seperti Kesultanan Kesepuhan, Kesultanan Kanoman maupun Sultan Kacirebonan. Dan berhubung di daerah-daerah juga keluarga kesultanan-kesultanan tersebut ada maka sebagai anak desa dia biasa menonton walaupun hanya dari luar pagar saja. Justru dari sanalah awal ketertarikan dan pengetahuan pria yang punya bakat alam ini menari.

Dari kehidupan di Yogya ketika kuliah di UGM, ia punya kesan-kesan yang cukup berharga dikenang dengan almarhum Affandy. Pada jaman itu, pelukis kondang ini sudah hebat, sudah mempunyai mobil Impala yang kala itu masih sangat jarang dimiliki orang. Walau kos-kosannya di Bintaran Wetan tapi dia sering ke padepokan pelukis maestro tersebut. Di sana dia banyak belajar mengenai alur kehidupan seorang seniman. Apabila Sang Maestro ceramah ke sanggar-sanggar, dia ikut bantu-bantu jaga petromak.

"Saya masih ingat kalau beliau ada tamu, tidak seperti orang-orang biasanya menyediakan kue dan segala macam di meja. Tapi saya disuruh menyiapkan tali, kemudian menggantungkan pisang yang sudah matang yang masih tandanan persis di tengah meja setinggi kepala. Jadi tamu dipersilahkannya makan pisang tersebut dengan mengambil sendiri seperti memetik dari pohonnya sambil ngobrol-ngobrol," katanya mengenang kebersamaannya dengan Sang Maestro.

Kadang dalam kegiatannya sebagai penari, ia harus manggung di kecamatan lain, sehingga harus diantar oleh ayahnya dengan naik sepeda. Dengan berboncengan, ibunya di belakang, dia di depan dan ayahnya sendiri yang nguntel, mereka berangkat. Walaupun biasanya dia harus menari sampai jam 3 pagi namun besok paginya dia tetap sekolah.

Sejak terlibat sebagai penari, menjadi pengamen, bertemu dengan tokoh seniman sekelas Affandy membuat keinginan dan cita-citanya melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari budaya nasional, tumbuh dan terus berkembang sampai sekarang.

Untuk mewujudkan keinginannya, bersama teman-temannya antara lain: Pak Ismael Saleh mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kehakiman RI, Pak Suparno mantan Dirut Garuda, Iman Taufik dari Kadin, Subadja Prawata Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
serta beberapa orang yang lainnya, dibentuklah satu yayasan yang bernama 'Yayasan Budaya Sunyaragi'. Di yayasan itulah ia bersama teman-temannya membina seniman/seniwati yang jumlahnya 1133 orang terdiri dari seniman tari, seniman kerajinan tangan (handicraft), maupun seniman lukis.

Sunyaragi itu sendiri merupakan nama dari Goa Sunyaragi yang berluas kurang lebih 17,8 ha peninggalan sejarah Walisongo yaitu Sunan Gunung Jati. Sunyaragi ini terletak di salah satu sudut kota Cirebon. Desa Mayung, desa tempat kelahiran Subrata sendiri kurang lebih 14 km dari goa Sunyaragi ini.

Telah banyak yang dihasilkan seniman-seniwati yang tergabung dalam yayasan itu, satu dari hasil seni para seniman itu terpampang indah di ruang kerja Subrata di Perum Percetakan Negara Jalan Percetakan Negara No. 21, sebuah lukisan kaca yang menggambarkan kapal-kapal di suatu pelabuhan.

Untuk melestarikan budaya itu, seperti seni tari dan lainnya maka ketika ia melihat di Yogya terdapat 'Open Stage' – Panggung tebuka Prambanan dengan latar belakang keindahan candi Prambanan, hal itu memotivasinya membuat panggung terbuka dengan Goa Sunyaragi sebagai latar belakang yang merupakan petilasan bersejarah di Cirebon. Panggung terbuka yang akhirnya menjadi kolosal tersebut merekrut anak-anak desa sekitar Cirebon yaitu para pelajar, mahasiswa dan pemuda di sana. Sehingga begitu ada pertunjukan, 350 orang seniman langsung dilibatkannya.

Seperti Pagelaran Budaya yang diselenggarakan di samping Goa Sunyaragi pada tahun 2001 lalu. Pagelaran yang sangat memukau ini mengundang tokoh-tokoh seperti Bagong Kusudiardjo, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan tokoh budaya dan seniman lainnya yang didokumentasikan dalam bentuk video berdurasi 90 menit.

Banyak orang akan menyangka bahwa pagelaran itu merupakan karya orang-orang profesional. Formasi-formasi barisan para penari ketika memasuki dan meninggalkan panggung sangat serasi ditambah dengan gerakan formasi itu sendiri ketika membawakan tarian dengan melibatkan puluhan penari sekali manggung, begitu juga dengan pemilihan warna-warni dan gerakannya yang padu, menakjubkan.

Ketika membawakan tari topeng, maka tari topeng yang sudah biasa kita lihat, menjadi tampil berbeda dengan lenggak-lenggok 50 penari topeng sekaligus dengan tetap pada formasi yang tertata apik. Keindahan dan keserasian tarian-tariannya membuat orang tidak akan menyangka bahwa sebenarnya para penari-penari muda itu adalah anak-anak remaja dan pemuda dari sekitar Cirebon sendiri dan dengan waktu latihan yang sangat singkat, hanya sekitar tiga setengah bulan. Anak-anak dari desa itu memang bakatnya luar biasa.

Melihat Bali yang seluruh masyarakatnya boleh dikatakan tidak ada yang terlepas dari bakat-bakat seniman, baik sebagai pematung, seniman tari dan sebagainya membuat Subrata juga berpikir untuk menjadikan hal yang sama di Cirebon. Dengan adanya yayasan tersebut, hal itu sudah hampir terlihat sekarang dimana sepanjang daerah Pantura dari Indramayu sampai Cirebon sudah banyak tumbuh sanggar-sanggar seni.

Dengan niat melestarikan seni budaya nasional, dia juga mengajak agar setiap orang melakukan hal yang sama di daerahnya masing-masing. "Satu asumsi, bangsa ini bisa dibangun hanya dengan melalui pendekatan-pendekatan sosial budaya. Kalau hal itu tidak bisa dilakukan maka akan ada ketimpangan," katanya mendukung anjurannya.

Sebagai orang yang berasal dari desa dan mencintai seni, Subrata ikut membina ratusan seniman pinggiran. Mereka terdiri dari pelukis, pengrajin dan lain sebagainya. Satu di antara karya mereka terpampang di ruang kerja Subrata. Lukisan kaca yang menggambarkan kapal-kapal di sebuah pelabuhan. Atur Lorielcide-Marjuka

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 18 Jun 2010  -  Pembaharuan terakhir 02 Jul 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: