WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ahli Forensik Legendaris Indonesia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ahli Forensik Legendaris Indonesia
Mun’im Idries | Antara

Ia merupakan salah satu dari sedikit saja ahli bedah forensik yang dimiliki Indonesia. Pendapat profesionalnya sering digunakan pada kasus-kasus kriminal serius yang rumit. Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini berani membuka hal-hal yang tergolong sensitif seperti kelainan seks teroris Noordin M. Top dan penyebab kematian aktivis buruh Marsinah dan Munir. Ia menghembuskan nafas yang terakhir pada 27 September 2013 di usia 66 tahun.

Dokter spesialis forensik
Lihat Curriculum Vitae (CV) Munim Idries

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Munim Idries

QR Code Halaman Biografi Munim Idries
Bio Lain
Click to view full article
Joedarso Djojosoebroto
Click to view full article
Victor Silaen
Click to view full article
Valerine J.L. Kriekhoff
Click to view full article
Mahtum Mastoem
Click to view full article
Irwan Hidayat
Click to view full article
Akbar Tandjung
Click to view full article
Hendrawan

Dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 25 Mei 1947. Anak keenam dari 11 bersaudara ini awalnya tidak berniat menjadi seorang dokter. Setamat SMA, ia ingin melanjutkan studi di jurusan kimia sebuah institut teknik ternama. Namun sayang, niatnya itu terhambat oleh kondisi finansial keluarga yang tidak memungkinkannya kuliah di luar kota. Ia akhirnya mengambil pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus tahun 1971. Saat menimba ilmu kedokteran, Mun’im tertarik pada dunia forensik karena menurutnya ilmu tersebut dinamis dan banyak tantangan. Untuk menunjang minatnya pada forensik, Mun’im melanjutkan pendidikan spesialis bidang forensik dan lulus tahun 1979 dari kampus yang sama.

Dokter yang identik dengan jaket kulit hitam ini kemudian berkecimpung di Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Terakhir ia tercatat sebagai Lektor di IKF FKUI, ketua tim pemeriksa di TKP (Lembaga Kriminologi UI/IKF FKUI-PMJ dan ketua BPA (Badan Pembelaan Anggota).

Keputusannya untuk menggeluti dunia forensik akhirnya melambungkan namanya. Keahliannya sering digunakan oleh pihak keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an termasuk menjadikannya sebagai dosen/penanggung jawab Ilmu Kedokteran Forensik pada Perguruan Tinggi Ilmu KeKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an (PTIK) sejak angkatan 37. Itulah sebabnya, Kepala Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo mengaku cukup mengenal Mun'im dan mengatakan bahwa Mun'im termasuk orang yang loyal terhadap pekerjaan. Mun'im bukan hanya seorang dokter ahli forensik tetapi sudah melahirkan beberapa ahli forensik di Indonesia. Menurut Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK UI RSCM dokter Yuli Budiningsih, setidaknya ada tiga profesor dan belasan staf yang sudah dikader Mun'im.

Dalam bukunya, X Files: Mengungkap Fakta Kematian Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
Sampai Munir
, Mun’im menyatakan bahwa Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
dibiarkan meninggal secara pelan-pelan. Pribadi Soekarno yang sangat aktif dan dinamis menjadi "rusak" oleh depresi karena ia terpenjara di Istana Bogor.

Nama Mun'im mengemuka karena terlibat dalam penyelidikan atas kematian tokoh atau figur penting dan kejahatan-kejahatan besar di negeri ini. Mulai dari Soekarno, kasus pembunuhan artis terkemuka era 1980-an, Ditje Budimulyono, kasus penembakan misterius yang marak di tahun 1980-an, kasus perkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998, kasus Semanggi dan Trisakti, kasus Ketua KPK, 2007
Ketua KPK, 2007
Antasari Azhar
, kasus Tommy Winata, kasus Marsinah, dan sebagainya.

Kasus terakhir yang sempat ia "sentuh" sebelum meninggal adalah kasus pembunuhan Franciesca Yofie di Bandung, Jawa Barat. Adik kandung Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, SpKJ ini bahkan diundang ke acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, pada Selasa 27 Agustus 2013. Pada acara itu, Mu’nim menyatakan ada kejanggalan dalam autopsi jenazah Franciesca sebab visum Franciesca dibuat oleh dokter umum, bukan ahli forensik. Itulah sebabnya, Mun’im mengkritik rekannya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan menyatakan bahwa hasil visum di RS Hasan Sadikin tidak memenuhi standar pemeriksaan forensik. Pernyataan Mun’im yang kritis ini bukanlah yang pertama. Apalagi Mun’im selama ini dikenal sebagai dokter forensik yang suka bicara blak-blakan dan berani membuka hal-hal yang tergolong sensitif. Dia tidak takut mengatakan kebenaran dan tidak mau menyimpangkan kebenaran sesuai pesanan pihak tertentu.

Misalnya, dalam bukunya, X Files: Mengungkap Fakta Kematian Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
Sampai Munir
, Mun’im menyatakan bahwa Bung Karno dibiarkan meninggal secara pelan-pelan. Pribadi Soekarno yang sangat aktif dan dinamis akhirnya "rusak" oleh depresi karena ia terpenjara di Istana Bogor.

Mun’im juga pernah mengatakan bahwa tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad gembong teroris Noordin M Top, pentolan teroris Jemaah Islamiyah. Kelainan itu adalah bentuk corong di dubur pria yang mempunyai sejumlah istri itu. Menurut Mun’im, bentuk corong itu merupakan tanda-tanda Noordin sering disodomi.

Sementara pada kasus Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
buruh Marsinah, Mun’im menyanggah penyebab kematian Marsinah karena kemaluannya ditusuk oleh balok. Menurutnya, barang bukti yang dipakai untuk menusuk kemaluan korban ternyata lebih besar dari ukuran luka yang terdapat dalam tubuh korban. Demkian juga karena kerusakan yang begitu hebat atas kemaluan korban hingga tulang kemaluan korban patah berkeping-keping maka Mun’im menyimpulkan bahwa luka di kemaluan korban bukan karena benda melainkan akibat luka tembak.

Sedangkan pada kasus Munir, mantan anggota Tim Pencari Fakta Munir ini juga meyanggah laporan yang menyatakan bahwa kematian Munir akibat keracunan arsenik yang dimasukkan dalam jus yang diminumnya di dalam pesawat. Munim berpendapat bahwa arsenik tersebut dimasukkan dalam kopi atau teh yang diminum Munir di Coffe Bean saat pesawat transit di Singapura. Alasannya, "Menurut saya, hal itu sangat tidak mungkin. Sebab arsenik itu mudah larut di air panas (hangat) bukan air dingin. Tetapi tim yang berangkat membuat skenario sendiri bahwa arsenik itu dimasukkan ke minuman jus. Itu kan dingin, arsenik akan mengendap, kelihatan. Jadi kalau ingin larut harus di air panas atau hangat. Itu yang dipakai" (X Files: Mengungkap Fakta Kematian Bung Karno Sampai Munir halaman 87).

Pada kasus pembunuhan Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Mun’im juga bicara blak-blakan. Mun’im mengatakan bahwa kondisi mayat Nasrudin sudah dimanipulasi saat tiba di Rumah Sakit Mendirikan Indische Partij (1912)
Mendirikan Indische Partij (1912)
Cipto Mangunkusumo
. Mun’im juga mengatakan, saat itu ada permintaan dari penyidik untuk menghilangkan salah satu bagian dalam hasil visum, yakni soal data-data seperti diameter peluru. "Sejak saya menjadi dokter ahli forensik dari tahun 1979, baru kali ini saya diminta menghilangkan data," ujarnya. Terkait kasus ini, Ketua KPK, 2007
Ketua KPK, 2007
Antasari Azhar
akhirnya divonis bersalah oleh Majelis Kasasi dan dihukum 18 tahun penjara. Sampai saat ini Antasari tidak menerima putusan tersebut. Mun'im kemudian membantu Antasari untuk mencari bukti baru sebelum mengajukan Peninjauan Kembali dalam kasus yang menjeratnya.

Sebagai pakar forensik, Mun’im terbilang produktif dalam menulis artikel dan buku. Dalam bukunya, Mun'im bisa mengolah kata sehingga rumitnya ilmu forensik bisa dimengerti oleh orang awam. Sedikitnya 30 buku sudah ia tulis, salah satunya "Indonesia X-Files, Mengungkap Fakta dari Kematian Bung Karno Sampai Kematian Munir" yang terbit Juni 2013.

Dr. Mun’im Idries menghembuskan nafasnya yang terakhir Jumat dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, 27 September 2013 pada usia ke-66 tahun. Ia meninggalkan satu istri, enam anak, sembilan cucu dan satu orang cicit. Sebelum meninggal akibat penyakit komplikasi (kanker pankreas, jantung koroner dan diabetes), ia sempat dirawat beberapa minggu di RSCM yang selama ini juga menjadi tempatnya bertugas.

Menurut Elita Mirnawati (44), anak ketiga Mun’im dari istri pertamanya Kiswati, Mun’im memiliki riwayat penyakit diabetes sejak 15 tahun yang lalu dan penyakit jantung sejak 3 tahun yang lalu. Sejak itu, Mun’im sudah sering keluar masuk rumah sakit. Almarhum Mun’im disalatkan di Masjid Ar-Rahma Menteng Pulo, Jakarta Pusat, dan dimakamkan di Taman Pemakanan Umum Menteng Pulo, Jakarta. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 27 Sep 2013  -  Pembaharuan terakhir 07 Oct 2013
Sang Nelayan Penjaring Raja Jawa Nasionalis Sejati

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Cara santai memahami SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Buku ini memberikan panduan praktis pajak dan mudah. paling mudah. dapat dipahami awam (bahkan pelajar dan mahasiswa). dan bentuknya KOMIK.

Note: Berhubung stok lama, bagian pinggir buku menguning.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: