WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Tatkala Didaulat Jadi Presiden

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Tatkala Didaulat Jadi Presiden
Sumitro | Ensikonesia.com | Dokpri

Jenderal TNI AD Sumitro saat menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974), sebuah jabatan yang sangat berkuasa pada era itu, didaulat para aktivis mahasiswa untuk berkenan menjadi Presiden RI menggantikan Jenderal Soeharto. Akibatnya, Sumitro yang akrab dengan mahasiswa 'terpaksa' mengundurkan diri.

Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sumitro

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sumitro

QR Code Halaman Biografi Sumitro
Bio Lain
Click to view full article
Puti Guntur Soekarno
Click to view full article
Biyan Wanaatmadja
Click to view full article
Kamanto Sunarto
Click to view full article
Paku Buwono (PB) XII
Click to view full article
Ratna Sarumpaet
Click to view full article
Kuntowijoyo
Click to view full article
Zaini Azhar Maulani
BERITA TERBARU

Kala itu terjadi unjuk rasa mahasiswa menentang berbagai kebijakan pemerintah, antara lain tentang produk-produk Jepang yang menguasai pasar domestik. Unjuk rasa itu ditentang penguasa dan berujung pada terjadinya kerusuhan. Sehingga pemerintah menyebutnya sebagai Peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari 1974).

Dalam situasi demonstrasi yang memanas tersebut, Jenderal Sumitro menemui mahasiswa. Ia berpidato di hadapan mehasiswa untuk menenangkan situasi. Mahasiswa menyambutnya dengan hangat dan bahkan mendaulatnya untuk berkenan menjadi presiden menggantikan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
.

Situasi ini membuat posisi Sumitro menjadi sulit dan harus disingkirkan dari jabatan yang amat berpengaruh saat itu. Sumitro tampaknya sangat menyadari situasi itu, ia pun mengundurkan diri dari jabatan Pangkopkamtib.[1]

Kemudian, Sumitro kelahiran 13 Januari 2007, berada di luar lingkaran kekuasaan. Dia pun tetap bersuara nyaring untuk mencerahkan kehidupan bangsa yang lebih baik hingga akhir hayatnya. Dia meninggal di Jakarta, 10 Mei 1998.

Situasi itu membuat posisi Sumitro menjadi sulit dan harus disingkirkan dari jabatan yang amat berpengaruh saat itu. Sumitro tampaknya sangat menyadari situasi itu, ia pun mengundurkan diri dari jabatan Pangkopkamtib.

Soemitro, putera seorang kasir di PG Gending, yang juga Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
PNI. Kasih sayang ibunya, ibu rumah tangga, membekas dalam kalbunya. Dia mengecap pendidikan di pondok pesantren. Tapi, saat usia 16 tahun, ia mendapat firasat akan menjadi tentara (mayor). Ia pun meyakini firasat itu.

Maka ketika ada permintaan menjadi prajurit pembantu PETA, ia segera melamar. Dia diterima bersama beberapa orang rekannya. Mereka diberangkatkan ke Bogor. Selama pendidikan, ia terkenal sebagai perwira yang paling nakal dan sering melanggar peraturan.

Ketika agresi Belanda II, ia telah dipercaya menjabat wakil Komandan Sub-Wehkreise di Malang. Dia mendapat perintah dari Panglima Komando Jawa, Kolonel Nasution untuk melakukan perang wingate, sebuah strategi yang dilakukan Jenderal Wingate asal Burma, mirip dengan strategi gerilya. Ia sukses menjalankan tugas itu.

Kemudian dia diangkat menjadi Komandan Batalyon I di Malang. Saat itu ia ditantang Mayjen Bambang Sugeng untuk membersihkan segitiga Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan. Enam bulan kemudian dia berhasil membersihkan para laskar liar, dan diperhadapkan dengan Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
, yang saat itu berada di Sidoarjo. [2] Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

Referensi:
- [1] Pusat Data Tokoh Indonesia
- [2] PDAT

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 23 Apr 2013  -  Pembaharuan terakhir 01 May 2013
Mantan Menteri Olahraga Dan Menpen Doktor Geologi Pertama

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Cara santai memahami SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Buku ini memberikan panduan praktis pajak dan mudah. paling mudah. dapat dipahami awam (bahkan pelajar dan mahasiswa). dan bentuknya KOMIK.

Note: Berhubung stok lama, bagian pinggir buku menguning.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: