WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ketua MK yang Tak Lagi Tergiur Harta

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ketua MK yang Tak Lagi Tergiur Harta
Arief Hidayat | Ensikonesia.com | Dokpri

Prof. Dr. Arief Hidayat SH., MS, terpilih secara aklamasi (12 Januari 2015) menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2017 menggantikan Hamdan Zoelva yang sudah berakhir masa jabatannya. Sebelumnya dia menjabat Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (2013-2016).

Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2015-2017
Lihat Curriculum Vitae (CV) Arief Hidayat

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Arief Hidayat

QR Code Halaman Biografi Arief Hidayat
Bio Lain
Click to view full article
Urip Santoso
Click to view full article
Bung Hatta
Click to view full article
Soeparno
Click to view full article
Husni Kamil
Click to view full article
Siswono Yudo Husodo
Click to view full article
Rahayu Surtiati Hidayat
Click to view full article
Mohammad Maruf

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
(Undip), Semarang, Prof. Dr. Arief Hidayat, SH, MS resmi menjabat hakim konstitusi setelah dilantik Presiden di Istana Negara, Senin, 1 April 2013. Kemudian Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Achmad Sodiki, menyematkan toga hakim konstitusi kepadanya dalam acara Pisah Sambut dengan Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
yang digantikannya.

Arief Hidayat, pria kelahiran Semarang, 3 Februari 1956, mengaku tidak pernah bermimpi menjadi hakim konstitusi, apalagi diambil sumpahnya di Istana Negara. Secara berkelakar dia mengaku sampai tidak bisa tidur karena akan disumpah di Istana. Sebab dulu dia mengaku hanya bercita-cita menjadi guru besar karena itu jabatan tertinggi dosen. "Kalau jabatan struktural itu semua sudah saya lakukan, sehingga sebetulnya saya sudah tidak punya harapan untuk menjabat apa-apa karena saya sudah paripurna," kata Arief dalam sambutannya dalam acara pisah sambut di Gedung MK tersebut.

Arief mengisahkan, lima tahun lalu mantan Ketua MK, Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2002-2008)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2002-2008)
Jimly Asshiddiqie
, pernah mendorongnya untuk maju sebagai hakim konstitusi. Namun, karena saat itu dia masih memegang jabatan sebagai dekan maka dorongan itu tak bisa dipenuhinya. Kemudian, setelah selesai menjabat dekan, dia pun memberanikan diri mendaftar sebagai hakim MK melalui jalur DPR.

Saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR, Arief mengusung makalah bertajuk 'Prinsip Ultra Petita dalam Putusan MK terkait Pengujian UU terhadap UUD 1945'. Dia dinilai konsisten dengan paparan yang telah disampaikan dalam proses fit and proper test tersebut. Sehingga dia terpilih menjadi hakim konstitusi, dengan mendapat dukungan 42 suara dari 48 anggota Komisi III DPR, mengalahkan dua pesaingnya yakni Sugianto (5 suara) dan Djafar Al Bram (1 suara).

Arief menegaskan keinginannya menjadi hakim MK bukan untuk mencari harta. Sebab dia mengaku sudah punya harta yang banyak warisan dari mertuanya, sehingga tidak ada faktor internal dan eksternal yang dapat melunturkan independesinya sebagai seorang hakim. Bahkan sejak menjadi dosen, dia tidak pernah berpikir untuk mencari uang melainkan ingin mengabdikan ilmu hukum yang didapatnya selama kuliah.

Arief menjabat hakim konstitusi periode 2013-2018, menggantikan Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
yang tidak bersedia mencalonkan diri untuk masa bakti kedua sebagai hakim konstitusi. Arief merendah merasa sangat terhormat terpilih menjadi hakim MK menggantikan Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
. Sebab di mata Arief, Mahfud merupakan sosok hakim yang luar biasa. Dia juga menilai MK sebagai lembaga yang berintegritas, mempunyai independensi dan bergengsi di Indonesia.

Dia pun bertekad mengemban jabatan hakim MK dengan berjalan di jalan yang lurus, mandiri, dan menjadi hakim yang tak bisa disetir. Sebab tujuannya menjadi hakim konstitusi lebih didasari keinginan untuk mengabdi di lembaga pengawal konstitusi Indonesia tersebut. Maka dia pun meminta semua pihak untuk mengawasi kinerjanya agar tidak melenceng selama bekerja.

Arief menegaskan keinginannya menjadi hakim MK bukan untuk mencari harta. Sebab dia mengaku sudah punya harta yang banyak warisan dari mertuanya, sehingga tidak ada faktor internal dan eksternal yang dapat melunturkan independesinya sebagai seorang hakim. Bahkan sejak menjadi dosen, dia tidak pernah berpikir untuk mencari uang melainkan ingin mengabdikan ilmu hukum yang didapatnya selama kuliah.

"Ibu mertua saya, warisannya banyak sekali. Saya itu jadi dosen tidak kesulitan apapun, sehingga saya waktu sekolah S2, S3, dan bekerja tidak pernah mencari uang banyak-banyak karena ibu sudah memberi saya warisan yang luar biasa," ujarnya sambil tertawa.

Dia pun memohon dukungan dan bimbingan dari delapan hakim konstitusi lainnya karena ia belum pernah sekalipun menjabat sebagai seorang hakim. "Saya harus banyak belajar dari bapak ibu hakim karena saya orang baru. Saya belum pernah jadi hakim di tingkat apapun, jadi saya nanti mohon bimbingan dan arahannya untuk belajar menjadi hakim yang bisa menjaga reputasi MK," ujarnya rendah hati. Penulis: Tian Son Lang | Bio TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 02 Apr 2013  -  Pembaharuan terakhir 22 Mar 2016
Dari Guru Wartawan Hingga Menteri Ketua Dewan Komisioner Ojk Pertama

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini bicara bagaimana membuat tulisan cerpen dengan cara yang mudah dan cepat dapat dilakukan, menarik dan ada pola yang jelas.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: