WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Ads:

Terpercaya Jadi Ketum Demokrat

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Terpercaya Jadi Ketum Demokrat
Sudi Silalahi | Ensikonesia.com | hotsan

Menteri Sekretaris Negara Letjen TNI (Purn) Sudi Silalahi diperkirakan akan menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Sudi dianggap sebagai pilihan paling tepat untuk mengatasi kemelut yang melanda Demokrat pasca pengunduran diri Anas Urbaningrum akibat tersangkut dugaan korupsi.

Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sudi Silalahi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sudi Silalahi

QR Code Halaman Biografi Sudi Silalahi
Bio Lain
Click to view full article
Urip Santoso
Click to view full article
Sudharmono
Click to view full article
Lesan Limanardja
Click to view full article
Trisno Sumardjo
Click to view full article
Soerjono
Click to view full article
Amy Atmanto
Click to view full article
Fridolin Ukur
BERITA TERBARU

Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
tengah menimbang-nimbang siapa orang yang paling tepat, kredibel dan terpercaya memimpin Demokrat agar segera keluar dari berbagai persoalan yang mengakibatkan rendahnya elektabilitas partai yang didirikannya itu belakangan ini. Sumber TokohIndonesia.com mengatakan kemungkinan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
akan memilih orang yang paling diandalkan dan dipercayainya yakni Mensesneg Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Sudi Silalahi
.

Dengan memilih Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Sudi Silalahi
, Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
yakin dan percaya kemelut Demokrat akan segera dapat diatasi dan siap membenahi Demokrat untuk kembali memenangkan Pemilu 2014. Disebut, SBY selaku Ketua Majelis Tinggi PD akan menyerahkan sepenuhnya pembenahan PD kepada Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Sudi Silalahi
tanpa ada keraguan atas kemampuan, integritas, dedikasi dan loyalitasnya. Dengan demikian Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
akan bisa lebih berkonsentrasi memimpin roda pemerintahan dalam mengurusi kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Memang, chemistry Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) dengan Sudi Silalahi bagai pinang dibelah dua. Kendati berbeda latar belakang suku (budaya), Jawa dan Batak, keduanya memiliki kecocokan bathin, sanubari, pola pikir dan visi (chemistry). Saking cocoknya, tak heran bila kemungkinan keduanya saling merasakan yang satu ada dalam dirinya: SBY ada dalam diri Sudi dan Sudi ada dalam diri SBY. Maka tak mustahil jika Sudi Silalahi akan dipercaya SBY menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Kesimpulan ini, bisa dipandang berdasarkan analisa atas ‘pengakuan’ dan ‘jejak rekam’ kedua tokoh yang saling percaya dan bersinergi tersebut. Chemistry kedua jenderal ini telah terbangun sejak 1971, saat di Akademi Militer, Magelang. Ketika itu, pertemuan pertama mereka, SBY sebagai Sersan Taruna (yunior) dan Sudi sebagai Sersan Mayor Dua Taruna (senior, satu tingkat di atas).

Memang, chemistry Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) dengan Sudi Silalahi bagai pinang dibelah dua. Kendati berbeda latar belakang suku (budaya), Jawa dan Batak, keduanya memiliki kecocokan bathin, sanubari, pola pikir dan visi (chemistry). Saking cocoknya, tak heran bila kemungkinan keduanya saling merasakan yang satu ada dalam dirinya: SBY ada dalam diri Sudi dan Sudi ada dalam diri SBY. Maka tak mustahil jika Sudi Silalahi akan dipercaya SBY menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Dalam tradisi di Akademi Militer dengan disiplin keras, para taruna senior bisa (berhak) menghukum yunior, sehingga taruna senior amat ditakuti para taruna yunior. Umumnya para senior satu tingkat di atas kepada yuniornya lebih menonjolkan otoritas, bisa menghukum yunior, bahkan terkadang dengan tindakan fisik yang berlebihan, sampai yunior minta ampun.

Namun, sesuai pengakuan Presiden SBY: “di mata saya, Sermadatar Sudi Silalahi sedikit berbeda.” Saat itu, SBY mengaku pernah bertemu Sudi, tapi yang dia dapatkan bukan hukuman atau tindakan disiplin seperti yang sering dilakukan para senior lainnya, melainkan nasehat dan pemberian motivasi agar berhasil dalam menempuh pendidikan di Akademi Militer tersebut.
Ketika itu, Sudi aktif sebagai pembina taruna beragama Islam, yang sering diistilahkan Pokdojid, singkatan dari Kelompok Komando Masjid, yang mengurusi pembinaan rohani, ceramah-ceramah agama dan sebagainya. Selain itu, mereka juga bergabung dalam satu kesatuan yaitu Kompi Drumband Canka Lokananta, drum bandnya Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
. Sudi sebagai pelatih (senior).

Kendati belum diekspresikan kala itu, Sudi Silalahi dalam wawancara dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com beberapa waktu lalu, mengaku melihat SBY sebagai seorang yang cerdas, mempunyai kepribadian lebih dari yang lain. Hal itu juga dibuktikan, waktu di Akademi Militer, SBY mendapatkan tiga bintang. Yakni Bintang Kartika Tambunpusaka (berkepribadian terbaik); Bintang Kartika Adi Tanggap (atas intelektualnya); dan Bintang Kartika Dira Trengginas (ketangkasan fisik). “Saya melihat dia ini taruna yang baik, calon perwira yang bagus. Dalam pikiran saya begitu,” pengakuan Sudi.

Jadi, di luar pengetahuan masing-masing, keduanya telah memiliki penilaian positif tersendiri dan bahkan telah merasakan adanya kecocokan di antara mereka. “Baru belakangan saya tahu dari pengantar buku yang diberikan kepada saya, ternyata waktu di Akademi Militer, beliau (SBY) juga melihat saya sosok yang beda dengan yang lain,” papar Sudi Silalahi.

Namun, kala itu penilaian dan kecocokan itu belum terekspresikan sedemikian rupa. Baru setelah keduanya ketemu lagi di beberapa medan pengabdian, muncul dan semakin terasa adanya kesamaan visi dan panggilan tugas. Kemudian singkat cerita, mereka sama-sama bertugas sebagai instruktur, guru militer di Bandung. Sudi sebagai Komandan Secaba regular. SBY sebagai komandan pelatih bintara infanteri.

Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Sekretaris Negara Letnan Jenderal TNI (Purn) Sudi Silalahi mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
, dan Bantu Hotsan di Kantor Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Sekretaris Negara, Gedung Utama Sekretariat Negara, beberapa waktu lalu. Beliau didampingi Staf Khusus Mensesneg Mayjen TNI (Purn) Kohirin SS, MSc dan dua staf Humas.

Berikut petikan wawancara terserebut tentang bagaimana Sudi Silalahi sebagai orang terdekat Presiden SBY:

Bagaimana kisah kedekatan Pak SBY dan Pak Sudi Silalahi yang saling mengagumi sejak semasih di AMN sampai akhirnya tampil bersama-sama mengurusi negara di pusat kekuasaan. Pak Sudi sejak di Menkopolkam, dari pengamatan kami sangat dekat dengan Pak SBY sampai beliau menjadi Presiden. Dan kami mengapresiasi Pak Sudi sebagai orang ketiga di Repbulik. Bagaimana komentarnya?

Iya, tentunya tidak, biasa-biasa saja. Hanya sejak dulu memang kita sudah banyak kecocokan mulai dari bagaimana kita mereformasi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) ketika itu. Saya membantu beliau (Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono menjabat Kepala Staf Teritorial - Kaster ABRI, 1998-1999), sebagai Asospol (Asisten Sosial Politik). Sebagai Asospol banyak kesamaan pandangan kita tentang perlunya reformasi di internal ABRI ketika itu. Yang kemudian dilanjutkan di KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Koordinator Politik dan Keamanan (Polkam), saya sebagai Sekmen Menkopolkam, lebih fokus.

Itu yang ditanyakan tadi bahwa di Polkam itu juga kita banyak melakukan hal-hal yang cukup konstruktif, konkrit hasilnya. Internal di Polkam, bagaimana kami membenahinya menjadi Kementerian Koordinator yang efektif. Beliau sebagai menteri membantu tugas-tugas presiden. Utamanya, kalau di internal di kementerian itu sendiri bagaimana manajemen Kementerian Koordinator Polkam itu dan bagaimana kita mewujudkan administrasi, keuangan dan semua yang sangat penting. Kita juga membereskan masalah internal, bagaimana kita mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan sebagainya di Kementerian Koordinator Polkam.

Dan kedua, ke luar, bagaimana kita mencari solusi, untuk persoalan Ambon dan Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
ketika itu. Niat kita, bagaimana masalah Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
dan Ambon kita selesaikan secara damai dan bermartabat. Dan saya mendampingi beliau ke luar masuk Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
dengan usaha-usaha yang konkrit mengajak semua eksponen bangsa ini untuk ikut serta. Bagaimana dengan komponen-komponen GAM yang ada di hutan dan sebagainya untuk mencari solusi secara damai. Dan ternyata dengan komunikasi-komunikasi kita waktu itu, ketika di Polkam itu tidak maksimal karena memang masih banyak pandangan-pandangan yang berbeda. Banyak yang mengatakan bahwa di Aceh itu, tidak ada istilah damai, separatis harus ditumpas. Tapi karena kita, tidak ingin melihat prajurit kita setiap hari gugur, begitu juga dari GAM keluarga-keluarganya ditinggalkan. Juga masyarakat jatuh korban setiap hari.

Akhirnya betul-betul sama-sama mempunyai keinginan yang kuat menyelesaikan Aceh secara damai. Singkatnya, dengan berbagai upaya draft yang kita masukkan, kita menyelesaikan Aceh itu dengan bermartabat. Jadi, menurut saya, itu upaya atau kerja keras kita di Polkam untuk menyelesaikan Aceh.

Begitu juga Ambon, Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
, ketika itu sudah hampir dua tahun bakar-bakaran, juga tidak selesai. Kita berupaya keras. Ternyata mengajak duduk bersama, menentukan pejabat-pejabat yang tepat di sana untuk menyelesaikan Ambon, itu akhirnya selesai juga dengan baik.

Kemudian Pak SBY jadi presiden, Pak Sudi selalu menjadi orang terdekat. Sebenarnya yang mengantarkan Pak SBY itu menjadi Presiden, bukan Partai Demokrat, tapi lingkarannya Pak Sudi yang mengatur strateginya. Yang tampak di depan memang Partai Demokrat. Tetapi untuk mencapai strategi itu Pak Sudi dan kawan-kawan?

Sebetulnya tidak sepenuhnya betul, ya kita sama-samalah. Tapi begini, intinya ketika itu, saya sebagai TNI aktif, tidak mungkin saya terjun langsung untuk mendukung beliau jadi presiden, dalam arti berpolitik praktis. Tapi perlu juga saya ingin luruskan, bahwa beliau itu sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi presiden. Sama sekali tidak ada, hanya ketika itu, ya, mungkin telah ada sedikit, permainan-permainan politiklah atau mungkin yang mengesek-gesek kepada presiden ketika itu yang menyatakan Pak SBY ini mau running untuk presiden dan sebagainya. Sebetulnya tidak ada. Sama sekali tidak ada.

Pak Sudi itu ‘kan begitu dekat dengan beliau (Pak SBY). Ketika mau jadi Mentamben pun, sudah membicarakannya berdua. Berarti kedekatannya itu sangat luar biasa. Jadi apa sih kelebihannya Pak SBY?

Sebetulnya panjang ya. Sebetulnya mulai bagaimana kedekatan itu terbangun. Itu mulai dari Akademi Militer. Waktu itu, saya lebih senior dari beliau. Saya lebih senior satu tahun, ketika saya tingkat tiga Sersan Mayor Taruna, beliau adalah tingkat dua Sersan Taruna. Kebetulan kami bergabung dalam satu kesatuan yaitu Kompi Drumband Canka Lokananta, drum bandnya Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
. Saya sebagai pelatih, katakanlah seperti itu.

Saya melihat, dia ini seorang yang cerdas, mempunyai kepribadian lebih dari yang lain-lainnya. Dan itu juga dibuktikan, waktu beliau di Akademi Militer, mendapatkan bintang kepribadian terbaik. Dia dapat tiga bintang di Akademi Militer, yaitu Bintang Kartika Tambunpusaka, itu artinya yang mempunyai kepribadian yang bagus. Jadi contohlah, yang bagus. Kemudian ada Bintang Kartika Adi Tanggap, itu intelektualnya. Ada Kartika Dira Trengginas, yaitu ketangkasan fisiknya. Dia mempunyai bintang kepribadian yang menonjol. Saya melihat dia ini taruna yang baik, calon perwira yang bagus. Dalam pikiran saya begitu.

Di luar pengetahuan saya dan baru saya ketahui, dia juga mempunyai penilaian kepada saya. Baru belakangan saya tahu dari pengantar buku yang diberikan kepada saya, ternyata waktu di akademi militer, beliau juga melihat saya sosok yang beda dengan yang lain. Tapi bukan dalam arti hebat saya, tapi umumnya dulu waktu di akademi, kebetulan saya waktu di akademik itu, saya masuk istilahnya ada Pokdojid (Kelompok Komando Masjid) yang mengurusi pembinaan rohani, ceramah-ceramah agama dan sebagainya.

Nah ketika itu, saya sebagai senior, umumnya senior satu tingkat di atas, kepada yuniornya itu lebih menonjolkan otoritas. Jadi bagaimana dia menghukum yuniornya sampai ampun-ampunlah, kira-kira begitu ya. Bahkan dengan tindakan fisik yang berlebihanlah. Beliau melihat saya adalah senior yang selalu memberikan motivasi, persuasi, dan memberikan dorongan-dorongan agar lebih sukses dalam akademik. Jadi itu rupanya, jadi saya juga menilai beliau dari berbagai aspek, tapi tanpa saya ekspresikan.

Begitu juga rupanya beliau juga mempunyai penilaian terhadap saya, tanpa diekspresikan. Baru setelah kita ketemu di medan pengabdian ini, muncul kesamaan panggilan tugas ini. Jadi itulah kira-kira. Kemudian singkat cerita, kita sama-sama di Bandung sebagai instruktur, guru militer. Saya komandan Secaba regular. Beliau waktu itu sebagai komandan pelatih bintara infanteri. Ketemu di sana, jadi banyak persamaan-persamaan itu. Singkat lagi, bertemu lagi di Cilangkap. Sempat beliau menjadi Asospol ABRI ketika itu, saya sempat menjadi Wasospol walaupun tidak terlalu lama. Kemudian saya menjadi Kasdam Jaya, beliau naik jadi Kasospol (Kaster). Kemudian waktu beliau jadi Kasospol, saya ditarik beliau untuk jadi wakilnya, jadi Asospol di Cilangkap.

Sebelum ditarik di Asospol, saya sebagai Kasdam Jaya, dulu pernah dua kali diminta beliau untuk mewakili beliau memberikan ceramah. Pertama, ceramah reformasi TNI/ABRI di Universitas Indonesia (UI) di Depok. Permintaan itu mendadak, dimana saya harus memberikan ceramah jam 10, saya diberitahu jam 8. Harusnya beliau yang memberikan ceramah. Tapi karena mendadak, beliau ada tugas dari penglima ABRI ketika itu, saya diminta tolong mewakili memberikan ceramah reformasi ABRI di UI tersebut. Ketika itu, saya sebetulnya wah mendadak sekali ya, karena waktunya sangat singkat. Tapi singkat cerita saya penuhilah, waktu itu bagaimana penolakan dari mahasiswa melihat ABRI itu dan sebagainya. Saya disambut dengan demo dan sebagainya.

Kemudian setelah saya memberikan ceramah, saya menyampaikan bagaimana konsep reformasi ABRI dan apa-apa saja yang sudah dilakukan ABRI. Beberapa hal-hal yang signifikan yang telah berubah setelah reformasi itu. Ketika itu saya menantang mahasiswa: Sekarang rekan-rekan mahasiswa, setelah reformasi itu, apa yang berubah yang kalian lakukan? Kalau ABRI sudah jelas, yang tadinya menduduki jabatan-jabatan sipil, kita sudah lepaskan. Tidak boleh lagi, kalau mau menjabat jabatan bupati, walikota, gubernur harus pensiun.

Kemudian kita tidak lagi melakukan, peran-peran kekaryaan, misalnya menduduki jabatan di perusahaan-perusahaan dan sebagainya, kita stop. Kita bubarkan Sospol, kekaryaan, jelas yang kita lakukan, kita tidak berpolitik praktis lagi. Kita tidak mau ikut-ikut parpol lagi, netralitas dalam pemilihan umum, nyata-nyata kita sampaikan kepada mereka (mahasiswa). Akhirnya, sambutan mahasiswa itu berbalik yang tadinya antipati menjadi simpati. Itulah, ketika saya laporkan kepada beliau (SBY), beliau mengapresiasi.

Yang kedua, ketika diminta beliau, mendadak juga mewakili beliau sebagai Kasospol untuk memberikan ceramah di HMI, padahal waktu itu saya masih berpangkat Brigjen dengan jabatan Kasdam Jaya. Waktu itu penolakan HMI begitu juga. Tapi setelah saya memberikan ceramah, akhirnya juga cair, berbalik dari penolakan menjadi dukungan yang sangat baik. Dan ketika saya laporkan kepada beliau, terkesan sekali. Sehingga ketika itu saya langsung diminta untuk menjadi Asospol. Ceritanya begitu.

Bagaimana agenda politiknya?

Oh, kita tidak akan bermain-main dengan politik. Kita betul-betul taat hukum, taat azas. Ini profesional.

Kemudian mengenai Partai Demokrat?

Jangan tanya partai. Tapi mungkin sebagai back mind, boleh….

Tapi kita melihat Pak Sudi akan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat?

Oh tidak. Saya anggota saja tidak, bagaimana jadi ketua.

Kan Pak Sudi 'suhunya' Partai Demokrat?

Anggota saja tidak!

(Selengkapnya baca Majalah Berita Indonesia Edisi 87, Maret 2013).

Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 01 Mar 2013  -  Pembaharuan terakhir 09 Mar 2013

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada.co.id
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: