Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Data & Sponsorship Intermezzo Komentar
    Tokoh dalam Sorotan
    Berita

    Pakar Remote Sensing yang Low Profile

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pakar Remote Sensing yang Low Profile
    Indroyono Soesilo | TI | itsf.or.id
    Pakar kelautan dan penginderaan jauh, Sesmenko Kesra RI
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Meski sempat ditawari kerja di luar negeri dengan gaji besar, putra mantan Menparpostel dan Menkopolkam Soesilo Soedarman di era Soeharto ini lebih memilih menjadi pegawai di BPPT dengan gaji yang pas-pasan. Sebelum diangkat menjadi Sesmenko Kesra RI, pakar kelautan dan penginderaan jauh (remote sensing) ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) - DKP dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam.

    QR Code Halaman Biografi Indroyono Soesilo
    • biografi tokoh indonesia indroyono soesilo
    • international seaweed seminar oleh indroyono soesilo
    • arti nama indroyono
    • prof. dr. indroyono soesilo
    • prof dr ir indroyono susilo
    • loker lapan kedeputian penginderaan jauh pusat teknologi dan data pusat pemanfaatan jakarta timur
    • biografi tokoh teater di indonesia
    • indroyono soesilo biodata
    • universitas dengan remote sensing terbaik di jerman
    • riwayat pendidikan pakar hukum pidana
    • pakar hukum indonesia di sydney
    • biografi penemu remot
    • Tb. Ari Dirgantara, Lulusan ITB alumni 2002
    • bapak indroyono sekjen fisheries
    • armand maulana
    • bank indonesia berskala internasional yang berperan di tingkat regional
    • alumni itb di perusahaan sekuritas
    • maruli gultom
    • nining indroyono soesilo
    • riwayat hidup dwisuryo indroyono soesilo
    • Duta Besar Herman Prayitno Curriculum Vitae

    Pada tahun 1997, kebakaran hutan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Efek dari bencana nasional tersebut adalah rusaknya lingkungan, terganggunya kesehatan masyarakat dan banjir protes dari negara tetangga. Dalam keadaan itu, seorang pakar remote sensing (penginderaan jauh) bernama Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc tampil memimpin tim untuk menjinakkan api yang mengamuk di hutan Sumatera.

    Tindakan yang dilakukan saat itu adalah melokalisir titik-titik api agar tidak meluas. Dengan bantuan sistem penginderaan jauh (remote sensing), suatu teknik pengamatan obyek di muka bumi tanpa kontak langsung dengan obyek, tim bergerak memadamkan api secara bertahap.

    Kepakaran Indroyono di bidang penginderaan jauh (remote sensing) sudah dipupuk sejak Indroyono masih duduk di bangku SLTA di Maryland, USA. Pada satu kesempatan, ia menyaksikan slide kegiatan eksplorasi tambang tembaga di Tembagapura, Irian Jaya (Papua). Teknologi canggih yang dilihatnya itu digunakan untuk menggali kekayaan alam Indonesia.

    Sejak itu, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 Maret 1955 ini bertekad untuk menerapkan teknologi tersebut agar dapat memantau semua kekayaan alam Indonesia lewat satelit. Itulah sebabnya, ia memilih bidang remote sensing saat mengambil gelar master di Universitas Michigan, USA.

    Setelah lulus dengan gelar M.Sc pada tahun 1981, alumni ITB 1979 jurusan Teknik Geologi ini tidak langsung pulang ke Tanah Air melainkan terus memperkuat ilmu ke jenjang S3 di Universitas Iowa, USA. Ia mengambil bidang Geologic Remote Sensing atas biaya Perusahaan Minyak Nasional (Permina) Foundation hingga tahun 1987. Pengalaman kerja di laboratorium dan menjadi Chief Assistant Prof. Richard Hoppin selama menempuh studi di Iowa University makin memotivasinya untuk segera menerapkan ilmunya di Tanah Air.

    Setelah pulang ke Tanah Air, suami dari pakar ekonomi UMKM Dr Ir Nining Sri Astuti MA ini mulai meniti karirnya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Indroyono sebenarnya sempat ditawari kerja dengan gaji US$ 30.000 per tahun di AS. Namun, ia lebih memilih menjadi pegawai negeri di lingkungan BPPT dengan gaji yang sangat pas-pasan. Menurut dia, gaji kecil bukan masalah, yang penting hasil-hasil karyanya bisa berguna bagi bangsa Indonesia.

    Perlahan tapi pasti, putra mantan Menparpostel dan Menkopolkam Soesilo Soedarman di era Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Soeharto
    ini mulai merintis pengembangan program remote sensing di lingkungan BPPT dan membangun industri jasa penginderaan jauh di Indonesia. Ia pernah menjadi anggota tim pembangunan stasiun bumi satelit remote sensing di Pare-Pare, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
    Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
    Sulawesi Selatan
    dan ikut mendukung pembangunan 120 pusat pengolahan data satelit remote sensing di Indonesia (1987-1992).

    Setelah lulus dengan gelar M.Sc dari Universitas Michigan, USA pada tahun 1981, alumni ITB 1979 jurusan Teknik Geologi ini terus memperkuat ilmu ke jenjang S3 dengan mengambil bidang Geologic Remote Sensing di Universitas Iowa, USA

    Peluang untuk membangun teknologi remote sensing di Indonesia semakin terbuka lebar tatkala ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) Matra Dirgantara BPPT dari tahun 1995-1997. Ia diberi tugas pokok mengembangkan aplikasi teknologi remote sensing dan GIS BPPT. Karirnya pun terus menanjak dengan menduduki jabatan Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam BPPT dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam.

    Pada tahun 1999, Indroyono kemudian berkiprah di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dengan menjadi Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut. Jabatan terakhirnya di DKP adalah Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) yang diemban dari tahun 2001-2008.

    Setelah itu, ia diangkat menjadi Sekretaris Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Republik Indonesia pada 20 Juni 2008, menggantikan Prof Dr A Qodri Azizy MA yang meninggal dunia pada 19 Maret 2008. Sebagai Sesmenko Kesra, Indroyono bertanggung jawab untuk memastikan koordinasi yang sehat dan efektif antara 17 KeLihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    an dan Badan yang mengelola masalah-masalah yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, pendidikan, kemiskinan, perumahan, makanan, gizi, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    , anak, dan lingkungan.

    Pada tahun 2011, Indroyono dipercaya pemerintah untuk mengikuti pemilihan Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Jenderal FAO (Food and Argiculture Organization) periode 2012-2015 yang berlangsung di Roma pada 25 Juni-2 Juli 2011. Indroyono maju mewakili Indonesia dan negara Asean bersaing dengan 4 kandidat lain yang berasal dari Austria, Brasil, Iran dan Irak.

    Ia dianggap layak mewakili Asean karena memiliki setumpuk pengalaman dan prestasi di tingkat regional dan internasional. Ia pernah menjadi wakil ketua dalam APEC Senior Official Meeting yang membahas isu-isu kelautan di tahun 2005. Ia termasuk inisiator dalam pembentukan Rencana Aksi Daerah Mengenai Pemancingan yang Bertanggung Jawab, melibatkan 10 negara di kawasan Asean serta Australia (2007) ; pernah memimpin pengelolaan konservasi sumber daya kelautan dari APEC Working Group pada 2006-2008 ; dan menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam konferensi-konferensi baik di tingkat regional maupun internasional.

    Ayah tiga anak ini pernah terlibat secara aktif dalam mengawasi satu Proyek Studi Pemberantasan Praktek IUU Fishing di Laut Arafura pada 2008 ; menjadi delegasi Indonesia dalam Inisiatif UNEP-PBB Karbon Biru Dana FAO ; Sekretaris di Eksekutif World Ocean Conference 2009 yang menghasilkan Deklarasi Kelautan Manado ; dan sebagai penggerak utama dalam pembentukan Coral Triangle Initiative pada 2007.

    Sebagai peneliti, Indroyono sudah menulis tak kurang dari 50 karya tulis ilmiah yang dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Kerja keras itu mencapai puncaknya tatkala pria yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan TNI ini dikukuhkan sebagai Ahli Peneliti Utama bidang remote sensing di BPPT. Sebuah jabatan yang cukup prestisius di kalangan para peneliti.

    Sederet penghargaan dari pemerintah juga sudah ia terima antara lain, penghargaan Sarwono Prawirohardjo VIII dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di tahun 2009 ; Satya Lencana Dwija Sistha RI tahun 2003 ; Penulis Inovasi Teknologi Terbaik dari Menristek tahun 2005 ; Satya Lencana Karya Satya dan Bintang Utama RI tahun 1999 ; Satya Lencana Pembangunan RI tahun 1995 dan Adhicipta Rekayasa 1993 dari Persatuan Insinyur Indonesia.

    Di samping itu, Indroyono juga aktif dalam sejumlah organisasi internasional, antara lain anggota Geological Society of America ; American Society for Photo-grammetry and Remote Sensing ; American Geophysical Union dan lain-lain. Pendiri sekaligus ketua umum pertama Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) ini sudah melakukan lebih dari 58 kali kunjungan luar negeri untuk menjalin kerja sama iptek dengan negara-negara mitra. Di tingkat nasional, ia juga menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseanolgi Indonesia (ISOI) periode 2008-2011.

    Di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat pemerintah, Indroyono juga mendedikasikan dirinya sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, seperti ITB, ITS dan TRISAKTI termasuk menjadi staf pengajar luar biasa di lingkungan SESKOAD TNI-AD Bandung dalam kurun waktu 1988-1995. Perhatian Indroyono terhadap laut pun cukup besar ditandai dengan keikutsertaannya dalam beberapa ekspedisi kelautan baik berskala nasional maupun internasional. Tercatat di antaranya ekspedisi Shinkai 6500 di Palung Jawa, Samudera Hindia, Ekspedisi Baruna Jaya dan Ekspedisi Antartika. Dalam Ekspedisi Antartika, Indro ikut berperan di belakang layar dalam mengantar tim peneliti Indonesia menancapkan merah putih di jantung benua terdingin di dunia itu dalam rangka HUT Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
    Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
    Kemerdekaan RI
    ke-51 dan Sumpah Pemuda 1996. Bio TokohIndonesia.com | cid, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Sep 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Okt 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us

    Domain for sale: