Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Awali Kebebasan Pers

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Awali Kebebasan Pers
    Yunus Yosfiah | Ensikonesia.com | reuters
    Menpen Kabinet Reformasi
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Letjen (Purn) Muhammad Yunus Yosfiah, pejuang integrasi Timor Timur kelahiran Rappang, Sulawesi Selatan, 7 Agustus 1944, saat menjabat Menteri Penerangan Kabinet Reformasi (1998-1999) mengawali kebebasan pers di Indonesia dengan mempermudah pengurusan SIUPP  (Surat Izin Pernerbitan Pers) untuk memenuhi tuntutan Reformasi 1998. Satu tahun kemudian dalam UU Pokok Pers No.40/1999, SIUPP pun ditiadakan.

    QR Code Halaman Biografi Yunus Yosfiah
    • biografi tokoh indonesia yunus yosfiah
    • biografi yunus yosfiah
    • Hj. Antonia Ricardo yunus yosfiah photo
    • anak-anak yunus yosfiah
    • muhammad yunus yosfiah
    • eric akbar ricardo yunus
    • yunus yosfiah
    • yunus yosfiah tim susi
    • ormas pemukul relawan jokowi

    Mantan Kepala Staf Sospol ABRI (1997) dan Ketua Fraksi ABRI di MPR (1997-1998) tersebut dipercaya Presiden Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
    Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
    BJ Habibie
    menjabat Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Penerangan menggantikan Dr. Alwi Dahlan. Kemudian dalam pemerintahan Presiden Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Abdurrahman Wahid
    (1999-2001), bukan hanya SIUPP yang ditiadakan tetapi Departemen Penerangan pun ditiadakan. Kebebasan pers pun mencapai puncaknya, bahkan tak jarang yang kebablasan.

    Lalu, sejak pemerintahan Presiden Megawati (2001-2004), Departemen Penerangan pun bermetamorfosis menjadi KeLihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    an Negara Komunikasi dan Informatika, dengan tidak lagi berfungsi melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pers sebagaimana Deppen sebelumnya. Inilah salah satu hasil reformasi yang berhasil, jauh meninggalkan reformasi di bidang hukum.

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Penerangan adalah jabatan puncak sepanjang karir Yunus Yosfiah. Setelah itu, dia masih terpilih menjadi Anggota DPR Fraksi Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    PPP
    dan duduk di Komisi XI DPR (2004-2009). Saat itu, dia menjabat Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    Partai Persatuan Pembangunan
    (2003-2008) mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Ketujuh (2001-2004)
    Wakil Presiden Republik Indonesia Ketujuh (2001-2004)
    Hamzah Haz
    sebagai Ketua Umum. Setahun sebelumnya, pada peringatan puncak HUT Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    PPP
    ke-29, di Surabaya, 5 Januari 2002, dia secara resmi bergabung ke Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
    PPP
    bersama 30 tokoh, di antaranya beberapa jenderal purnawirawan, Letjen (Purn) Andi Ghalib dan Mayjen (Purn) Amir Syarifudin.

    Masa kecil hingga remaja, Yunus diisi dengan mengecap pendidikan di kampung halamannya, Rappang, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
    Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
    Sulawesi Selatan
    , mulai dari SD (1956), SMP (1959) dan SMA bagian B (1962). Kemudian, dia masuk Akademi Militer Nasional di Magelang (1965). Setelah itu, dia memilih infanteri dan komando pasukan khusus melalui seleksi dan latihan yang amat ketat.

    Kemudian, dia menapaki berbagai pendidikan dan latihan militer, di antaranya Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Fort Leavenworth, AS (1979-1980), Pendidikan komando di Royal College of Defense Studies, London (1989) dan Psychological Warfare, Psychology of Operation, di Fort Bragg, AS.

    Yunus mengawali karir militernya sebagai Komandan Peleton Grup 2 Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD)/Kopassandha. Kemudian menjadi Komandan Kompi Grup 2, Komandan Kompi Grup 4 dan Komandan Batalion Infanteri (Yonif) 744 Timor Timur. Naik lagi menjabat Wakil Komandan Grup 3 Kopassandha.

    Lalu, dia menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Komando ABRI XVI dengan pangkat Kolonel. Dalam level pangkat yang sama, dia kemudian menjabat Komandan Korem 164 Wiradharma, Dili, Timor Timur. Pangkatnya naik menjadi Brigjen (bintang satu) setelah dia diangkat menjabat Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Peningkatan Pembangunan dan Pendidikan Akademi Militer, lalu menjabat Kepala Staf Kodam VI/Tanjungpura, Kalimantan Timur (1990-1993).

    Tim Susi di bawah pimpinan Kapten Inf Yunus Yusfiah tiba lebih awal di Kupang (19 April 1975), mereka semua berpakaian preman. Tim Susi masuk ke Maliana di Concelho Bobonaro sampai ke Atsabe. Tim Susi berhasil merebut bukit Balibo yang berjarak sekitar 10-15 kilometer dari Motaain, NTT) wilayah Indonesia. Bukit Balibo tersebut sangat strategis, sebab dari puncak bukit itu terlihat wilayah Atambua Indonesia, juga lautan biru yang membentang luas di antara dua wilayah Timor Timur dan Timor Barat (NTT). Bukit itu akhirnya dikuasai Blue Jeans Soldiers. Dalam baku tembak di Balibo, 16 Oktober 1975, antara Blue Jeans Soldiers dengan Fretilin itu dikabarkan lima orang Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    Australia tewas.

    Karir militernya makin naik dengan menjabat Komandan Pusat Senjata Infanteri (1993-1994) dengan menyandang pangkat Mayjen (bintang tiga). Lalu menjabat Panglima Kodam II/Sriwijaya, Palembang (1994-1995) dan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1995-1997). Pangkatnya naik menjadi Letjen (bintang tiga) saat menjabat Kepala Staf Sospol ABRI (1997), suatu jabatan yang amat strategis pada masa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Orde Baru
    saat berlakunya dwifungsi ABRI. Dalam jabatan Kasospol ABRI tersebut dia pun merangkap jabatan sebagai Ketua Fraksi ABRI di MPR (1997-1998). Pada awal reformasi, dia mencapai jabatan puncak sebagai Menteri Penerangan.

    Timor Timur

    Yunus Yosfiah memiliki peran yang tidak ringan dalam proses integrasi Timor Portugal (Timor Timur) ke dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika berpangkat Mayor dia ditugasi memimpin 100 anggota pasukan khusus untuk diterjunkan ke Timor Timur. Namun, pasukan yang sudah dipersiapkan tersebut batal diberangkatkan.

    Namun, dalam beberapa hari kemudian akibat situasi di Timor Portugis sudah semakin tidak menentu, Yunus Yosfiah dipanggil dan ditugaskan dalam operasi Flamboyan ke Timtim. Operasi Flamboyan melibatkan sejumlah perwira yang mempu­nyai latar belakang combat intelligence, berbasiskan Pasukan Khusus Sandi Yudha pilihan yang semula beranggotakan 100 personil yang telah dipersiapkan di bawah pimpinan Mayor Infanteri Yunus Yosfiah. Namun anggota pasukan kemudian ditambah menjadi 150 orang yang terdiri dari tiga tim yang diberi sandi nama Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    yakni Tim Susi, Tuti dan Umi. Masing-masing tim beranggotakan 50 personel.

    Tim Susi dipimpin (komandan) Mayor Infanteri Yunus Yosfiah dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sunarto; Tim Tuti dipimpin Mayor Infanteri Tarub dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
    Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
    Agus Salim
    Lubis; dan Tim Umi dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
    Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
    Sutiyoso
    . Ketiga komandan adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1965, sedangkan ketiga wakil komandan adalah lulusan Akmil 1968.

    Operasi Flamboyan (intelijen tempur terbatas) ke Timor Timur itu merupakan operasi pasukan sandiyudha dimana posisi mereka sebagai sukarelawan yang beroperasi secara rahasia, tidak dapat mengharap­kan dukungan resmi dari pemerintah. Mereka tidak dapat mengandalkan dukungan perbekalan dan amunisi dari garis belakang secara terus menerus. Sehingga kedudukan dan keberadaan mereka amat rawan, berisiko sangat tinggi.

    Itulah sebabnya, maka para pasukan sukarelawan yang terpilih melaksanakan tugas tersebut melalui seleksi ketat yang membutuh­kan kualifikasi tinggi. Penugasan operasi tersebut bertaruh nyawa dan siap dengan segala risiko, termasuk tidak kembali lagi dalam keadaan hidup.

    Tiga tim, yaitu Tim Susi, Tim Tuti dan Tim Umi sebagai pasukan pemukul Operasi Flamboyan semua diterjunkan dengan penyamaran berambut gondrong, berpakaian sipil, kemeja ketat dan celana jeans, sehingga belakangan disebut sebagai the blue jeans soldiers. Pusat komando ketiga tim berada di Motaain. Ketiga tim disebar menyusup ke berbagai wilayah di Timor Timur (Timor Portugis) dengan berbagai samaran nama maupun profesi, ada sebagai pedagang, di antaranya pedagang kuda (karena penduduk Timor sebagian peternak kuda Sumbawa), pekerja listrik (khusus pulket di Komoro), pelajar-mahasiswa, dan sebagainya.

    Tim Susi di bawah pimpinan Kapten Inf Yunus Yusfiah tiba lebih awal di Kupang (19 April 1975), mereka semua berpakaian preman. Tim Susi masuk ke Maliana di Concelho Bobonaro sampai ke Atsabe. Tim Susi berhasil merebut bukit Balibo yang berjarak sekitar 10-15 kilometer dari Motaain, NTT) wilayah Indonesia. Bukit Balibo tersebut sangat strategis, sebab dari puncak bukit itu terlihat wilayah Atambua Indonesia, juga lautan biru yang membentang luas di antara dua wilayah Timor Timur dan Timor Barat (NTT). Bukit itu akhirnya dikuasai Blue Jeans Soldiers. Dalam baku tembak di Balibo, 16 Oktober 1975, antara Blue Jeans Soldiers dengan Fretilin itu dikabarkan lima orang Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    Australia tewas. Konon, kelima Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    itu berkeinginan meliput pertempuran sengit di Bukit Balibo tersebut.

    Kemudian, Yunus mendapat tuduhan berat dari pihak Australia, karena dianggap bertanggung jawab atas kematian lima wartawan Australia, peritiwa yang dikenal dengan 'Balibo Five', tersebut. Ada saja pihak-pihak luar negeri yang memberi kesaksian yang memberatkannya. Namun, dia membantah semua tuduhan itu. "Semua kesaksian-kesaksian itu bohong," kata Yunus. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
    Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
    Ch. Robin Simanullang
    | Bio TokohIndonesia.com

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 27 Jul 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Okt 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan Monumen Buddha (candi) terbesar di dunia dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Bogor 24/01/03: Dr. Th. Sumartana yang dikenal sebagai cendekiawan Kristiani dan Dosen Universitas Satya Wacana Salatiga, meninggal dunia secara mendadak saat santai baca koran di

    Click to view full article

    Jenderal TNI AD Sumitro saat menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974), sebuah jabatan yang sangat berkuasa pada era itu, didaulat para Lihat Daftar Aktivis
    Lihat Daftar Aktivis
    Aktivis
    mahasiswa untuk berkenan menjadi

    Click to view full article

    Sarwono Kusumaatmadja potret seorang pribadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
    Lihat Daftar Tokoh Politisi
    politisi
    bersahaja, bersih dan cerdas. Lulusan Teknik Sipil ITB kelahiran Jakarta, 24 Juli 1943 ini adalah mantan Ketua Umum Dewan

    Click to view full article

    Hakim Konstitusi Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015. Pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat, 18 Oktober 1960, itu menggantikan


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us