Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH seorang pengabdi kesehatan masyarakat. Peraih Ramon Magsaysay bersama suaminya Benedictus Mboi (Gubernur NTT periode 1978-1988), ini setelah beberapa kali dinominasi akhirnya menjabat Menteri Kesehatan 2012-2014 menggantikan Endang Sedyaningsih yang meninggal akibat kanker paru.
- biografi tokoh indonesia nafsiah mboi
- professor pengabdi masyarakat
- biografi tokoh masyarakat di indonesia
- kurikulum vitae nafsiah mboi
- curriculum vitae dr. nafsiah mboi, sp.a.,mph
- tokoh kesehatan indonesia
- tokoh kesehatan masyarakat di indonesia
- tokoh kesehatan masyarakat
- tokoh masyarakat di indonesia
- biografi tokoh kesehatan
- artikel tokoh masyarakat
- toko toko masyarakat
- tokoh indonesia di bidang kesehatan
- biografi tokoh klesehatan
- biodata tokoh masyarakat
- biografi tokoh masyarakat
Sungguh suatu anugerah bagi Nafsiah Mboi yang di usianya yang tidak muda lagi, 72 tahun mendapatkan kepercayaan menjadi orang nomor satu di KeMenterian Kesehatan. Sebuah pengabdian yang memerlukan komitmen besar untuk memajukan kesehatan masyarakat. Sebagai seorang Aktivis dan pengabdi kesehatan masyarakat, namanya sejak masa Orde Baru memang sudah santer terdengar untuk menduduki posisi tersebut.
Berkat perhatian dan kepeduliannya terhadap permasalahan kesehatan masyarakat dan anak-anak yang tiada henti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayainya sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Endang Sedyaningsih yang meninggal akibat kanker paru pada 2 Mei 2012.
"Posisi Menteri kesehatan saya percayakan kepada dr. Nafsiah Mboi, DSpA, MPH. Saya melihat kemampuan, pengalaman dan pengabdian beliau di waktu lalu yang berkomitmen kerja nyata untuk memajukan kesehatan masyarakat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyebutkan nama Nafsiah di Istana Bogor, Rabu (13/6/2012).
Kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat sudah dimilikinya sejak lama saat berstatus sebagai mahasiswa. Ia pernah menjadi sukarelawan dan pekerja masyarakat. Nama lulusan sarjana yang memiliki spesialisasi dokter anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1971, ini pun menjadi tidak asing lagi.
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ia menjadi salah satu dokter sukarelawan Dwikora. Hingga terpilih menjadi menteri kesehatan pun ia masih aktif sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional dan Aktivis Keluarga Berencana. Ia juga salah satu pendiri Komisi Nasional Perlindungan anak Indonesia, anggota Komnas HAM, dan Wakil Ketua Komnas perempuan.
Kegigihannya dalam memperhatikan kesehatan masyarakat dan anak kemudian diapresiasi lewat penghargaan Ramon Magsaysay Foundation Award for Government Service dari Ramon Magsaysay Foundation, sebuah penghargaan bergengsi dari pemerintah Filipina pada tahun 1986.
Kegigihannya dalam memperhatikan kesehatan masyarakat dan anak kemudian diapresiasi lewat penghargaan Ramon Magsaysay Foundation Award for Government Service dari Ramon Magsaysay Foundation, sebuah penghargaan bergengsi dari pemerintah Filipina pada tahun 1986.
Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH lahir di Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940. Ia merupakan anak pertama dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Andi Walinono seorang hakim dan Rahmatiah Sonda Daeng Badji. Nafsiah menikah dengan Benedictus Mboi, kakak kelas Nafsiah saat masih kuliah di Kedokteran UI. Setelah menikah pada tahun 1964, mereka bersama-sama bergabung sebagai dokter sukarelawan Dwikora. Ben pernah menjabat sebagai gubernur Provinsi NTT periode 1978-1988 dan menjadi anggota DPA. Ben juga pernah bertugas bersama LB Moerdani dalam operasi Trikora di Papua Barat tahun 1962.
Saudara dari Dr Erna Witoelar (Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah Indonesia), ini mengawali karirnya sebagai PNS di departemen kesehatan sejak tahun 1964-1999. Selama 35 tahun berkiprah di departemen kesehatan, berbagai jabatan pernah ia emban diantaranya menjadi Kepala Rumah Sakit Umum, Ende, Flores tahun 1964-1968, Kepala Seksi Perijinan pada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi NTT, Kupang tahun 1979-1980, Kepala Bidang Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Masyarakat (BPPKM) pada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi NTT, Kupang tahun 1980-1985.
Untuk mendukung kiprahnya dalam dunia kesehatan, Nafsiah memperdalam ilmu kesehatan di berbagai negara. Untuk kesehatan anak, Nafsiah menempuhnya di Amsterdam, Belanda. Sedangkan ilmu kesehatan masyarakat, ia mengambilnya di Royal Tropical Institute, Antwerpen, Belgia. Di Royal Tropical Institute inilah, ia berhasil meraih gelar master of public health (MPH) pada tahun 1990-1991. Nafsiah juga mengambil pendidikan untuk mendalami HIV/AIDS di Harvard University, Amerika Serikat.
Tidak hanya menjadi praktisi kesehatan, Nafsiah juga pernah duduk di Senayan sebagai anggota MPR/DPR 1992-1997. Sedangkan pengalamannya dalam organisasi internasional adalah menjabat sebagai Ketua Komite PBB untuk Hak-hak Anak, satu-satunya orang Asia yang pernah mendapat posisi tersebut pada tahun 1997-1999. Kemudian sebagai Direktur Department of Gender and Women's Health pada World Health Organization Pusat di Geneva, Swiss yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa antara tahun 1999-2002.
Ia juga pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komnas perempuan, Konsultan Family Health International/Aksi Stop AIDS 2005-2006 dan menjabat sebagai Sekretaris KPA Nasional sejak tahun 2006. Sebagai Sekretaris KPA, ia telah berkeliling Indonesia mensosialiasikan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat.
Nafsiah, ibu dari tiga anak ini telah mempublikasikan puluhan karya yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Ia juga telah mendapatkan berbagai penghargaan diantaranya Satya Lencana Bhakti Sosial dari Presiden Republik Indonesia tahun 1989, Fellow of the Australia-Indonesia Institute tahun 1993, penghargaan dari Asia HRD Congress tahun 2008 dan penghargaan Soetomo Tjokronogoro yang diberikan oleh PB-IDI pada tahun 2009. Bio TokohIndonesia.com | san, red
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |


Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 





























Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.