Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar
    Biografi (3 dari 6)

    Pimpin Lima Kapal Perang

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    Setelah lulus dari AAL, Letda TNI AL Agus Suhartono ditugaskan di berbagai kapal di Armada Timur. Sebagian besar waktunya, sejak berpangkat Letda sampai Kolonel berada di kapal. Diawali sebagai Perwira Divisi Komunikasi KRI Yos Sudarso, kemudian Padiv Kom KRI Sam Ratulangi dan Kadiv SBA KRI Slamet Riyadi.

    QR Code Halaman Biografi Agus Suhartono
    • biografi tokoh indonesia agus suhartono
    • bintang tong-ii (unification
    • kapal perang ina

    Setelah itu, dia ditugaskan sebagai komandan di lima Kapal Perang Republik Indonesia (disingkat KRI). Dimulai sebagai Komandan KRI Kakap, Komandan KRI Sultan Thaha Syaifuddin, Komandan KRI Hasan Basri, Komandan KRI Sam Ratulangi, dan Komandan KRI Ki Hadjar Dewantara. Kemudian menjadi Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim.

    Hidup lebih lama di laut dalam rangka tugas, membuatnya benar-benar seorang pelaut pejuang. Jauh di laut meninggalkan isteri, anak dan saudara. Berhari-hari dan berbulan-bulan ada di laut, tak terkecuali pada hari libur dan hari raya. Namun, dia tidak pernah mengeluh, merasa keberatan, apalagi berusaha menolak penugasan.

    Bahkan pengalaman hidup lebih lama di laut tersebut justru dirasakannya memberikan banyak pelajaran menarik bagi kehidupannya. Pelajaran menarik dan berharga dari hidup di laut tersebut, antara lain: Pertama, menikmati betapa besar kekuasaan Tuhan, khususnya di lautan;

    Kedua, jangan sekali-kali mencoba melawan arah. Tetapi harus menyiasati, mengikuti kondisi dan situasi alam agar bisa mencapai tujuan. Bermakna bahwa dalam kehidupan ini kita selalu berhadapan dengan suatu masalah, tetapi bagaimana kita berupaya berlayar di atas masalah tersebut untuk mencapai tujuan. Seperti tantangan alam lautan, tidak boleh dihindari, tapi jangan dilawan untuk mencari solusi yang paling baik. Hal itu mendidiknya supaya lebih matang lagi.

    Ketiga, di kapal juga mendidik bagaimana bersosialiasi dengan pimpinan, dengan sesama (satu) pangkat, dan anak buah. Karena semuanya itu menjadi kehidupan yang harus disinergikan sedemikian rupa, sehingga menjadi satu kesatuan yang sangat baik. Artinya setiap orang memiliki peran tugas, kehidupan masing-masing, dan setiap orang punya masalah masing-masing. Namun demikian semuanya itu kalau tetap bisa disinergikan, tugas pokok itu akan bisa dicapai.

    ".... bahwa dalam kehidupan ini kita selalu berhadapan dengan suatu masalah, tetapi bagaimana kita berupaya berlayar di atas masalah tersebut untuk mencapai tujuan. Seperti tantangan alam lautan, tidak boleh dihindari, tapi jangan dilawan untuk mencari solusi yang paling baik. Hal itu mendidiknya supaya lebih matang lagi."

    Selain itu, Agus Suhartono juga memetik beberapa pengalaman yang amat berkesan baginya selama bertugas di laut. Satu di antaranya adalah pengalaman bagaimana membawa prajurit di kapal itu untuk melaksanakan tugas walaupun pada saat lebaran, Idul Fitri, misalnya. Hal itu bukan main tantangannya. Bukan hal yang mudah untuk mengendalikan sejumlah prajurit yang harus mengahadapi situasi yang sedemikian. Di sisi lain, dia sendiri pun harus mengendalikan diri sendiri. Sebab, secara pribadi dia sendiri juga punya masalah keluarga. Hal mana dia harus mengatasi supaya keluarga bisa menerima apa adanya. Di sisi lain, anak buah pun harus diberikan pemahaman bahwa tugas harus dilakukan, sehingga harus membebaskan beban dari kondisi itu.

    Lalu, dia pun membuat suatu kegiatan, agar anak buahnya (pasukannya) bisa menerima kondisi yang ada tanpa terlalu larut terhadap kondisi sentimentil di rumahnya masing-masing. Seperti, ketika lebaran dia bersama satu kapal pasukannya berada di lautan Makassar. Dia pun mencari kegiatan dengan menghubungi teman-teman agar berkenan menyediakan sembako untuk disumbangkan penduduk di pulau-pulau terpencil atau di sekitar.

    Ternyata, sambutan teman-temannya cukup positif. Sembako itu dikumpulkan, dan dinaikkan ke kapal, lalu diantar ke pulau-pulau kecil sekitar Pulau Makassar dan pulau yang lain. Hal itu memberikan pemahaman tersendiri bagi prajurit, bahwa sebenarnya tidak hanya mereka yang mengalami jauh dari keluarga saat Idul Fitri, para penduduk di pulau terpencil itu juga mengalami bahkan lebih dari pada mereka (prajurit). Hal itu bisa membangkitkan semangat pasukannya.

    Pengalaman lain yang amat berkesan baginya adalah pada saat ditugaskan membawa kapal dari Jerman ke Indonesia. Sebuah pelaayaran yang harus menempuh suatu perjalanan cukup berat karena harus melintasi samudera yang kebetulan cuacanya kurang bagus. Namun, seberat apapun tantangannya, sebagai seorang komandan dia harus kuat dan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga kapal tersebut selamat.

    Pengalaman itu tidak mungkin pernah dia lupakan. Karena dalam kondisi laut ketika itu hanya sebagian kecil yang bisa bertahan di kapal. Sebagian pasukannya harus mengalami mabuk dan sebagainya. Tetapi, sebagai komandan, dia berusaha mengatasi bagaimana agar mereka tetap bisa ikut bertahan. Dia pun memberikan semangat agar mereka bisa melaksanakan tugas.

    Dalam setiap penugasan, Agus selalu berupaya mengabdikan diri secara masimal. Sepanjang karirnya dia telah melaksanakan beberapa penugasan dengan baik, di antaranya: Operasi Duta Samudera II dalam rangka Muhibahn ke Australia, Selandia Baru, Fiji dan Papua Niugini (1978-1979); Operasi Halilintar dalam rangka Penanggulangan Pengungsi Vietnam di Perairan Natuna (1980); Operasi Penyeberangan KRI Slamet Riyadi dari Belanda ke Indonesia (1986); Operasi Aru Jaya dalam rangka Penegakan Hukum di Laut Arafura (1991); Operasi “Bedes†dalam rangka Mencegah Kapal Lusitania Expresso milik Portugis memasuki wilayah Timor Timur (1995); Operasi Penyeberangan KRI Hasan Basri dari Jerman ke Indonesia (1995); Latihan Armada Jaya (1998 dan 2002); Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya (1998); Western Pacific Naval Symposium di Jepang (1999); Western Pacific Naval Symposium di Papua Niugini (2001); Komandan Gugus Tugas Operasi Muhibah ke Perth, Australia (2004); Komandan Gugus-Tugas Pengadaan Kapal Perang tipe Korvet kelas SIGMA (2005 dan 2006); dan Kepala Staf Komando Tugas Gabungan (Kastaf Kogasgab) pada Latihan Operasi Gabungan TNI (2008).

    Selain itu, Agus telah bertugas melakukan kunjungan resmi ke sejumlah besar negara sahabat, baik di Kawasan Asia, Australia, Eropa maupun Amerika-Serikat. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
    Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
    Ch. Robin Simanullang
    | Bio TokohIndonesia.com

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 11 Jun 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Okt 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda." ~ Andrew Carnegie

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Bogor 24/01/03: Dr. Th. Sumartana yang dikenal sebagai cendekiawan Kristiani dan Dosen Universitas Satya Wacana Salatiga, meninggal dunia secara mendadak saat santai baca koran di

    Click to view full article

    Jenderal TNI AD Sumitro saat menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974), sebuah jabatan yang sangat berkuasa pada era itu, didaulat para Lihat Daftar Aktivis
    Lihat Daftar Aktivis
    Aktivis
    mahasiswa untuk berkenan menjadi

    Click to view full article

    Sarwono Kusumaatmadja potret seorang pribadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
    Lihat Daftar Tokoh Politisi
    politisi
    bersahaja, bersih dan cerdas. Lulusan Teknik Sipil ITB kelahiran Jakarta, 24 Juli 1943 ini adalah mantan Ketua Umum Dewan

    Click to view full article

    Hakim Konstitusi Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015. Pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat, 18 Oktober 1960, itu menggantikan


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us