WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Biografi (1 dari 6)

Jalan Hidup Kehendak Allah

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Jalan Hidup Kehendak Allah
Agus Suhartono | Ensikonesia.com | Puspen TNI

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, SE percaya bahwa jalan hidupnya ditentukan oleh kehendak Allah dan garis sejarah. Dia sangat percaya kalau seseorang tidak diamanahkan dan digariskan menjadi panglima, dia tidak akan menjadi panglima. Namun, dia juga yakin bahwa jalan hidup yang ditentukan kehendak Allah bukanlah hal yang instan melainkan melalui proses sejarah mulai dari lahir, pengasuhan sejak kecil, hingga jejak rekamnya dalam menempuh perjalanan hidup itu sendiri.

Panglima TNI (2010-2013)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Agus Suhartono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Agus Suhartono

QR Code Halaman Biografi Agus Suhartono
Bio Lain
Click to view full article
Anton Apriyantono
Click to view full article
Paul Tahalele
Click to view full article
Gunadi Sugiharso
Click to view full article
Bambang Sudibyo
Click to view full article
Mario Teguh
Click to view full article
Agusman Effendi
Click to view full article
Indroyono Soesilo

Putera seorang pensiunan pegawai pegadaian (bardon) yang dilahirkan di Blitar, 25 Agustus 1955, ini diasuh dan dididik dalam lingkungan kedispilinan dan tanggung jawab tinggi. Namun, bukan disiplin mati, melainkan disiplin yang dikaitkan dengan konteks tanggung jawab tinggi. Hal ini telah berproses sejak masa kecil hingga membentuk jati diri, karakter dan integritas dirinya. Berdisiplin dan bertanggung jawab telah menjadi karakter suami dari Tetty Sugiarti dan ayah dari dua anak tersebut.

Laksamana TNI Panglima TNI (2010-2013)
Panglima TNI (2010-2013)
Agus Suhartono
dilantik menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia, Selasa 28 September 2010. Pelantikan ini berdasarkan Keppres No.51 TNI 2010. Agus menggantikan Jenderal TNI-AD Djoko Santoso, yang memasuki masa pensiun. Agus, sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). Pada saat yang sama, Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
juga melantik Laksamana Madya Soeparno menjadi KSAL menggantikan Agus. Soeparno sebelumnya menjabat Wakil KSAL.

Perihal pengangkatannya jadi Panglima TNI, dia mengaku sebelumnya hampir tidak pernah bercita-cita jadi panglima. Tetapi, kemudian setelah dia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pada tanggal 9 November 2009, dia tahu ada peluang karena rotasi berikutnya giliran Angkatan Laut jadi Panglima TNI (garis sejarah). Kalau tidak menjadi KSAL tidak ada peluang. Karena panglima itu hanya diangkat dari kepala staf atau yang pernah menjadi kepala staf angkatan. Peluangnya menjadi panglima terbuka, karena rotasi berikutnya memang dari Angkatan Laut.

Sehingga meskipun dia dari sejak dulu tidak pernah bercita-cita, tetapi sejak menjabat KSAL, dia melihat peluangnya terbuka menjadi Panglima TNI. Dia yakin bahwa semuanya itu karena kehendak Tuhan. Mengapa pas rotasinya ke Angkatan Laut, Tuhan yang mengatur. “Jadi, kita tidak bisa mengatur. Bukan kita yang mengatur, Tuhan yang mengatur,” katanya dalam wawancara dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
, Bantu Hotsan dan Christian Natamado (fotografer). Wawancara berlangsung di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu 11 April 2012.[1]

Dalam setiap penugasan, dia selalu ikhlas, nothing to lose. Sama sekali dia tidak mementingkan diri, tidak ada kepentingan diri, vested interest. Dia pun selalu merasa tidak perlu ikut campur tentang bagaimana penilaian atas dirinya. Dia berprinsip, pada dasarnya, jangan sampai menilai diri sendiri. Biar saja orang yang menilai. Tugasnya adalah bekerja dengan baik. Kalau mereka (atasan, senior, junior atau orang lain) menganggap layak, silahkan digunakan untuk kepentingan organisasi (TNI), bangsa dan negara.

Walaupun dia menggarisbawahi bahwa semua itu tidak datang secara instan, begitu saja jatuh dari langit. Sebab, sebenarnya seorang perwira itu sudah mulai dimonitor sejak mereka lulus. Sejak lulus selalu dimonitor kemampuan, karakter, kepemimpinannya dan sebagainya. Yang memonitor bukan hanya atasan atau pimpinan, tetapi juga lingkungan (masyarakat), para senior dan junior.

Maka, sesuai pengalamannya, dia berpesan bahwa seorang perwira yang paling sering diberi tugas, seharusnya merasa berbahagia karena diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuan dengan melaksanakan tugas sebagai prajurit pengawal dan benteng negara, serta sebagai patriot dan kesatria bangsa. Maka di mana pun dia bertugas, dia selalu memegang teguh komitmen sebagai prajurit, patriot dan kesatria itu, dengan mengkonkritkannya melalui kerja keras melebihi panggilan tugasnya.

Dalam kaitan itu, setiap kali dia diberi penugasan, sama sekali dia tidak pernah merasa keberatan, atau menghindar. Sebab, dia sangat menyadari jika keberatan atau menghidari penugasan, itu berarti dia membuang peluang untuk membuktikan kemampuan.

Memang, Panglima TNI (2010-2013)
Panglima TNI (2010-2013)
Agus Suhartono
sejak lulus dari Akademi Angkatan Laut (Angkatan ke-24, Kecabangan Pelaut, 1978), sering menerima berbagai penugasan. Dalam setiap menerima penugasan tersebut dia selalu berupaya melaksanakan tugas yang terbaik sesuai dengan kemampuan melalui kerja keras melebihi panggilan tugasnya, guna memberikan yang terbaik bagi organisasi (TNI), rakyat, bangsa dan negara.

Dalam setiap penugasan tersebut, dia selalu ikhlas, nothing to lose. Sama sekali dia tidak mementingkan diri, tidak ada kepentingan diri, vested interest. Dia pun selalu merasa tidak perlu ikut campur tentang bagaimana penilaian atas dirinya. Dia berprinsip, pada dasarnya, jangan sampai menilai diri sendiri. Biar saja orang yang menilai. Tugasnya adalah bekerja dengan baik. Kalau mereka (atasan, senior, junior atau orang lain) menganggap layak, silahkan digunakan untuk kepentingan organisasi (TNI), bangsa dan negara.

Maka soal kenaikan pangkat atau jabatan, sama sekali dia tidak pernah membicarakan, apalagi harus pergi mengurus ke sana ke mari. Tapi, dia selalu bersyukur setiap kali diberi kesempatan memperoleh kenaikan pangkat dan menduduki jabatan-jabatan yang memang bisa dia optimalkan sebagai sarana untuk mengabdikan diri sesuai kemampuan. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com |

Footnote:
1 Petikan wawancara TokohIndonesia.com dengan Panglima TNI Laksamana Panglima TNI (2010-2013)
Panglima TNI (2010-2013)
Agus Suhartono
di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu 11 April 2012 tersebut, diterbitkan dalam delapan judul, yakni: (1) Saat Pelaut Jadi Panglima TNI; (2) Lima Pesan Kepala Negara; (3) TNI Mampu dan Tak Pernah Gentar; (4) Begini Postur Alutsista TNI Ideal ; (5) Politik TNI Adalah Politik Negara; (6) Evaluasi TNI tentang Kondisi Bangsa; (7) Visi & Tujuh Syarat Pemimpin Nasional; (8) Pengaruh Orangtua, Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
dan Isteri. Panglima TNI Agus Suhartono didamping Kapuspen TNI Laksda Iskandar Sitompul dan Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl. Minulyo Suprapto. Sebelum wawancara, Kasubdisgiatblik Dispenum Puspen TNI Letkol Arh Hari Mulyanto, didampingi staf Puspenum TNI Mayor TNI Herbert Sembiring, memberi penjelasan dan masukan kepada TokohIndonesia.com untuk dapat mengefektifkan keterbatasan waktu yang tersedia. Namun, akhirnya wawancara berlangsung dua kali lebih lama dari waktu yang dijadwalkan. Di samping itu, sebagaian pertamyaan sudah dijawab secara tertulis.

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 05 Jun 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Oct 2012
Lolos Dari Pusaran Tudingan Bahagia Dengan Asuransi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Novel tentang kisah detektif yang berusaha mengungkap kematian sembilan orang klien pengacara yang mengidap gangguan obsesif-kompulsif dan sangat terobsesi dengan kerapian. Kisah cinta sang detektif dengan sekretaris pengacara itu menjadi romantika yang menghias novel ini.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: