WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Politisi Jenderal yang Kalem

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Politisi Jenderal yang Kalem
Wahono | Ensikonesia.com | dok

Wahono, seorang jenderal (Letjen TNI Purnawirawan) dan politisi yang kalem, bersahaja, disiplin dan teguh pada prinsip. Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, 25 Maret 1925 itu menjabat Ketua DPR/MPR (1992-1997) setelah menjabat Ketua Umum DPP Golkar (1988-1993). Sebelumnya dia menjabat Gubernur Jawa Timur periode 1983-1988. Dia pejabat yang kurang suka upacara dengan sambutan berlebihan.

Ketua DPR/MPR (1992-1997)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Wahono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Wahono

QR Code Halaman Biografi Wahono
Bio Lain
Click to view full article
Harifin Tumpa
Click to view full article
Antarina SF Amir
Click to view full article
Moeldoko
Click to view full article
Audy
Click to view full article
Ong Pik Hwa
Click to view full article
Cipto Mangunkusumo
Click to view full article
Soekreta Soeranta
BERITA TERBARU

Politisi jenderal yang dicintai rakyat Jatim tersebut pernah menolak rumah dinas Gubernur Jawa Timur (Wisma Grahadi). Putra dari R. Soerodidjojo ini menamatkan pendidikan MULO di Kediri, 1941. Kemudian, dia mengawali karir militer pada zaman pendudukan Jepang, dimana dia masuk Peta dan memperoleh pendidikan militer Kanbu Kyoiku di Bogor, 1943. Lalu, pada 1945 bergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang merupakan cikal bakal TNI.

Dia pun mengasah diri dengan melanjutkan pendidikan SMA sore di Bandung, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung dan Sarjana muda Sospol Universitas Jayabaya (1976). Wahono adalah angkatan pertama Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1962. Ia juga banyak bertugas dalam berbagai operasi militer.

Wahono menjadi salah satu kepercayaan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
(Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
Ke-2) saat menjabat Panglima Kostrad. Wahono menjabat sebagai Asisten II Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat). Setelah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
menjabat Presiden, Wahono menggantikannya sebagai Penjabat Pangkostrad (1969–1970). Kemudian, dia menjabat Pangdam VIII/Brawijaya (1970–1972), lalu kembali ke Kostrad sebagai Panglima Kostrad (1972–1973), Pangkostranas (1973–1974), dan Deputi Kasad (1974–1977). Di tengah kesibukannya sebagai Deputi Kasad, dia masih menyempatkan kuliah di Universitas Jayabaya, hingga meraih gelar sarjana muda Sospol tahun 1976.

Tampaknya dia sudah mempersiapkan diri untuk terjun kejabatan politik (sipil) yang pada masa itu diistilahkan jabatan kekaryaan (dwifungsi ABRI). Pertama kali meninggalkan jabatan militer, dia diangkat (dikaryakan) menjabat Dubes RI di Burma dan Nepal (1977–1981). Setelah itu menjabat Dirjen Bea Cukai (1981–1983). Kemudian dia terpilih (pemilihan DPRD) menjabat Gubernur Jawa Timur (1983–1988).

Sebagai Gubernur Jawa Timur, yang bertugas sejak tanggal 26 Agustus 1983 sampai 26 Agustus 1988, dia cukup berhasil melaksanakan banyak program pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur. Setidaknya ada 11 masalah pokok dalam pembangunan yang mendapat perhatian di antaranya masalah kependudukan, ketenagakerjaan, swasembada pangan, prasarana pembangunan, kesehatan masyarakat maupun pendidikan, meningkatkan tarat hidup, kecerdasan, serta kesejahteraan masyarakat. (http://www.arsipjatim.go.id)

Pada tahun 1984, Jawa Timur mendapat penghargaan Prayojanakarya Pata Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
. Dia mengakhiri jabatan sebagai Gubernur Jawa Timur dengan prestasi cukup gemilang. Setelah itu, dia masuk dunia politik secara paripurna dengan menjabat Ketua Umum DPP Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
(1988-1993). Posisi puncak elit Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
tersebut mengantarnya menduduki jabatan puncak politik sebagai Ketua DPR/MPR (1992-1997).

Pembangunan bidang pertanian juga dilakukan dengan program intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi juga rehabilitasi. Di bidang keLihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
an, melalui program P2W -KSS (Peningkatan Peranan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
menuju Keluarga Sehat Sejahtera) melalui PKK dan organisasi keLihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
an. Sehingga pada tahun 1984, Jawa Timur mendapat penghargaan Prayojanakarya Pata Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
. Dia mengakhiri jabatan sebagai Gubernur Jawa Timur dengan prestasi cukup gemilang.

Setelah itu, dia masuk dunia politik secara paripurna dengan menjabat Ketua Umum DPP Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
(1988-1993). Posisi Ketua Umum Golkar tersebut mengantarnya menduduki jabatan puncak politik sebagai Ketua DPR/MPR (1992-1997). Dia menggantikan Kharis Suhud dan digantikan oleh Menteri Penerangan (1983-1997) dan Ketua DPR/MPR (1997-1998)
Menteri Penerangan (1983-1997) dan Ketua DPR/MPR (1997-1998)
Harmoko
, yang juga melanjutkan kepemimpinan (Ketua Umum) DPP Golkar.

Selain itu, Wahono juga aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional. Antara lain, dia pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Catur Indonesia (Percasi) pada 1982.

Atas berbagai tugas pengabdiannya, Wahono telah dianugerahi berbagai penghargaan, di antaranya sembilan bintang jasa dan 11 Satya Lencana. Bahkan, pemerintah Korea Selatan juga menganugerahkan penghargaan Order of National Security Merit Gugseon Medal, tahun 1977 kepadanya.

Wahono meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada 8 November 2004 pukul 16.05 WIB akibat sakit tenggorokan dan paru-paru. Dia meninggalkan seorang istri, Mintarsih Syahbandar yang dinikahinya pada 1951, dan dikaruniai enam anak, empat laki-laki dan dua Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
dan cucu delapan orang.

Setelah jenazahnya disemayamkan di rumah duka Jalan Iskandarsyah II No 85 A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemudian dimakamkan di Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kalibata, Jakarta, Selasa siang pukul 14.00 WIB, dalam upacara kebesaran militer. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 29 May 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Oct 2012
Komposer Dan Pencipta Lagu Perkenalkan Jazz Yang Membumi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Lewat buku ini, pembaca bisa lebih mengerti perihal silsilah yang berada di dalam kitab Kejadian.

Catatan Tuhor.com: Peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa petinggi Kristen terkemuka dan pimpinan gereja-gereja yang ikut merekomendasikan buku ini. Penulisnya, Pdt. Abraham Park mengaku sudah membaca Alkitab sebanyak 1800 kali.

 

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: