gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Dihargai Dunia Dipenjara Negeri Sendiri

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dihargai Dunia Dipenjara Negeri Sendiri
Pramoedya Ananta Toer | TokohIndonesia.com - Ist
Pekerjaan Utama:
Pujangga Tetralogi Bumi Manusia
Lihat CV
Nama:
Pramoedya Ananta Toer
Lahir:
Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925
Meninggal:
Jakarta, 30 April 2006
Isteri:
Maemunah Thamrin
Pendidikan:
  • SD Institut Boedi Oetomo (IBO), Blora
  • Radio Vakschool 3 selama 6 bulan, Surabaya
  • Kelas Stenografi, Chuo Sangi-In, satu tahun, Jakarta
  • Kelas dan Seminar Perekonomian dan Sosiologi oleh Drs. Mohammad Hatta, Maruto Nitimihardjo
  • Taman Dewasa: Sekolah ini ditutup oleh Jepang, 1942-1943
  • Sekolah Tinggi Islam: Kelas Filosofi dan Sosiologi, Jakarta
Pekerjaan:
  • Juru ketik di Kantor Berita Domei, Jakarta, 1942-1944
  • Instruktur kelas stenografi di Domei
  • Editor Japanese-Chinese War Chronicle di Domei
  • Reporter dan Editor untuk Majalah Sadar, Jakarta, 1947
  • Editor di Departemen Literatur Modern Balai Pustaka, Jakarta, 1951-1952
  • Editor rubrik budaya di Surat Kabar Lentera, Bintang Timur, Jakarta, 1962-1965
  • Fakultas Sastra Universitas Res Publica (sekarang Trisakti), Jakarta, 1962-1965
  • Akademi Jurnalistik Dr. Abdul Rivai, 1964-1965
Prestasi dan Penghargaan:
  • 1951: First prize from Balai Pustaka for Perburuan (The Fugitive)
  • 1953: Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional for Cerita dari Blora (Tales from Blora)
  • 1964: Yamin Foundation Award for Cerita dari Jakarta (Tales form Jakarta) - declined by writer
  • 1978: Adopted member of the Netherland Center - During Buru exile
  • 1982: Honorary Life Member of the International P.E.N. Australia Center, Australia
  • 1982: Honorary member of the P.E.N. Center, Sweden
  • 1987: Honorary member of the P.E.N. American Center, USA
  • 1988: Freedom to Write Award from P.E.N. America
  • 1989: Deutschsweizeriches P.E.N member, Zentrum, Switzerland
  • 1989: The Fund for Free Expression Award, New York, USA
  • 1992: International P.E.N English Center Award, Great Britain
  • 1995: Stichting Wertheim Award, Netherland
  • 1995: Ramon Magsaysay Award, Philliphine
  • 1995: Nobel Prize for Literature nomination (Pramoedya has been nominated constantly since 1981.)
  • 1999: Honorary Doctoral Degree from University of Michigan, Ann Arbor
  • 2000: Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres Republic of France.
  • 2000: Fukuoka Asian Culture Grand Prize, Fukuoka, Japan.
Buku:
    Fiksi:
  • Krandji-Bekasi Djatuh, 1947
  • Perburuan, 1950
  • Keluarga Gerilya, 1950
  • Subuh, 1950
  • Pertjikan Revolusi, 1950
  • Mereka Jang Dilumpuhkan (Bag 1 dan 2), 1951
  • Bukan Pasar Malam, 1951
  • Di Tepi Kali Bekasi, 1951
  • Dia Yang Menyerah, 1951
  • Tjerita Dari Blora, 1952
  • Gulat di Djakarta, 1953
  • Midah Si Manis Bergigi Emas, 1954
  • Korupsi, 1954
  • Tjerita Tjalon Arang, 1957
  • Suatu Peristiwa di Banten Selatan, 1958
  • Tjerita Dari Djakarta, 1957
  • Bumi Manusia - HM, 1980
  • Anak Semua Bangsa - HM,1980
  • Tempo Doeloe, (ed.) - HM, 1982
  • Jejak Langkah - HM, 1985
  • Gadis Pantai - HM,1987
  • Hikayat Siti Mariah, (ed.) - HM,1987
  • Rumah Kaca - HM, 1988
  • Arus Balik - HM, 1995
  • Arok Dedes - HM, 1999
  • Mangir - KPG, 1999
  • Larasati: Sebuah Roman Revolusi - HM, 2000
  • Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer - KPG, 2001
  • Cerita Dari Digul - KPG, 2001
Non-Fiksi:
  • Hoakiau di Indonesia, 1960
  • Panggil Aku Kartini Saja I & II, 1962
  • Sang Pemula – HM, 1985, biografi Tirto Adhi Soerjo
  • Memoar Oei Tjoe Tat, (ed.) - HM, 1995
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I, Lentera, 1995
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II, Lentera, 1997
  • Kronik Revolusi Indonesia, Bag 1,2,3. 1 & 2: KPG, 1999 - 3: KPG, 2001
Karya Terjemahan ke Bahasa Indonesia:
  • Lode Zielens, Bunda, Mengapa Kami Hidup? (Moeder, waarom leven wij?), 1947
  • Frits van Raalte, 1946
  • J.Veth, 1943
  • John Steinbeck, Tikus dan Manusia (Of Mice and Men), 1950
  • Leo Tolstoi, Kembali pada Tjinta dan Kasihmu (Return to Your Love and Affection), 1951
  • Leo Tolstoi, Perdjalanan Ziarah jang Aneh (Strange Pilgrimage), 1954
  • Mikhail Sholokhov, Kisah Seorang Pradjurit Sovjet (The Fate of a Man), 1956
  • Maxim Gorki, Ibunda (Mother), 1958
  • Ho Ching-chih & Ting Yi, Dewi Uban (The White-haired Girl), 1958
  • Alexander Kuprin, Asmara dari Russia (Love from Russia), 1959
  • Boris Polewoi, Kisah Manusia Sejati (A Story about a Real Man)
  • Blaise Pascal, Buah Renungan (Pensees)
  • Kristoferus
  • Albert Schweitzer
Cerita Pendek:
  • Karena korek api. Minggoe Merdeka, 6.1, (1947): 6.
  • Kemana?? Pantja Raja, 5.2, (47): 141-2.
  • Si Pandir. Pantja Raja, 11-12.2, (47): 405-7.
  • Kawanku sesel. Mimbar Indonesia, 40.3, (49): 17-19.
  • Kemelut. Mimbar Indonesia, 14.3, (49): 17-8, 22.
  • Lemari antik. Mimbar Indonesia, 43-44.3, (49): 18-9.
  • Masa. Mimbar Indonesia, 39.3, (49): 17-20.
  • Anak haram. Daya, 5-6.2, (50): 98-101.
  • Antara laut dan keringat. Siasat, 164, 165.4, (50): 8; 6.
  • Blora. Indonesia, 1.2, (50): 53-64.
  • Bukan pasar malam. Indonesia, 6.1, (50): 23-55.
  • Cahaya telah padam. Siasat, 179-180.4, (50): 18-9.
  • Demam. Mimbar Indonesia, 32.4, (50): 26-29.
  • Dia yang menyerah. Poedjangga Baroe, 11-12.11, (50): 245-286.
  • Fajar merah. Gema Suasana, 1.3, (50): 81-96.
  • Hadiah kawin. Spektra, 42.1; 1.2, 3.2, (50): 27-31; 27-30; 27-30.
  • Hidup yang tak diharapkan. Siasat, 188 sd 193.4, (50): passim.
  • Inem. Mimbar Indonesia, 15.4, (50): 19-20.
  • Jongos + babu. Mimbar Indonesia, 2, 3.4, (50): 17-8; 17-8.
  • Keluarga yang ajaib. Gema Suasana, 5.3, (50): 440-8.
  • Kenang-kenangan pada kawan. Mimbar Indonesia, 9.4, (50): 20-1.
  • Lemari buku. Mimbar Indonesia, 48.4, (50): 20-1.
  • Mencari anak hilang. Daya, 2.2, (50): 42-4, 48.
  • Pelarian yang tak dicari. Mutiara, 16.2, (50): 10-1, 14-9.
  • Sebuah surat. Spektra, 14.2, (50): 25-30.
  • Berita dari Kebayoran. Mimbar Indonesia, 11.5, (51): 20-1, 26.
  • Idulfitri mendapat ilham. Indonesia, 6.2, (51): 17-29.
  • Kemudian lahirlah dia. Mimbar Indonesia, 8, 9.5, (51): 20-2; 20-2.
  • Yang sudah hilang. Zenith, 2.1, (51): 112-128.
  • Kampungku. Mimbar Indonesia, 30.6, (52): 20-1, 24, 26.
  • Sepku. Waktu, 5.6, (52): 7-8.
  • Kapal gersang. Zenith, 9.3, (53): 550-6.
  • Keguguran calon dramawan. Zenith, 11.3, (53): 659-71.
  • Tentang emansipasi buaya. Zenith, 12.3, (53): 722-30.
  • Kalil, si opas kantor. Kisah, 3.2, (54): 85-90.
  • Korupsi. Indonesia, 4.5, (54): 165-245.
  • Perjalanan. Mimbar Indonesia, 13.8, (54): 20-3.
  • Suatu pojok di suatu dunia. Prosa, 1.1, (55): 5-7.
  • Arya Damar. Star Weekly, 551.11, (56): 18-9.
  • Biangkeladi. Roman, 6.3, (56): 16-8.
  • Darah Pajajaran. Star Weekly, 546.11, (56): 26-7.
  • Djaka Tarub. Star Weekly, 562.11, (56): 15-6.
  • Gambir. Aneka, 3,4,5.7, (56): 12-3; 12-3, 20; 12-3, 19.
  • Jalan yang amat panjang. Kisah, 7-8.4, (56): 13-5.
  • Kecapi. Kisah, 2.4, (56): 4-5.
  • Kesempatan yang kesekian. Zaman baru, 5, (56): 13-8.
  • Ki Ageng Pengging. Star Weekly, 570.11, (56): 26-7.
  • Lembaga. Roman, 5.3, (56): 7-8.
  • Makhluk di belakang rumah. Kontjo, 5.2, (56): 20-1, 33.
  • Mbah Ronggo dan setan-setannya. Star Weekly, 541.11, (56): 26-8.
  • Nyonya dokter hewan Suharko. Roman, 9.3, (56): 4-6.
  • Pelukis Purbangkara. Star Weekly, 549.11, (56): 26-7.
  • Raden Patah dan Raden Husen. Star Weekly, 555, 556.11, (56): 38-41; 25-7.
  • Sekali di bulan purnama. Roman, 7.3, (56): 12-4.
  • Suatu kerajaan yang runtuh karena rajukan permaisuri. Star Weekly, 544.11, (56): 26-7, 35.
  • Sunyi-senyap di siang hidup. Indonesia, 6.7, (56): 255-268.
  • Tanpa kemudian. Roman, 3.3, (56): 6-7, 11.
  • "Djakarta," Almanak Seni 1957, Djakarta: Badan Musjawarat Kebudajaan Nasional, 1956.
  • Kasimun yang seorang. Roman, 8.4, (57): 8-10.
  • Keluarga Mbah Lono Jangkung. Roman, 12.4, (57): 22-6, 42.
  • Shamrock Hotel 315. Roman, 10.4, (57): 5-6.
  • Yang cantik dan yang sakit. Pantjawarna, 120.9, (57): 16-7.
  • Dia yang tidak muncul. Star Weekly, 659.13, (58): 7-9.
  • Yang pesta dan yang tewas. Zaman Baru, 21-22, (58): 6.
  • Paman Martil. Jang Tak Terpadamkan (kumpulan tjerita pendek) menjambut ulang tahun ke-45 PKI. Pg. 5-27
  • Puisi:
    • Antara kita. Siasat, 103.2, (49): 9.
    • Anak tumpah darah. Indonesia, 12.2, (51): 20.
    • Kutukan diri. Indonesia, 12.2, (51): 19-20
    Alamat Rumah Keluarga:
    • Jalan Multi Karya II Nomor 26, Utan Kayu, Jakarta Timur
    • Bojonggede, Bogor
    Pusat Data Tokoh Indonesia
    Tutup CV

    Dia bagaikan potret seorang nabi, yang dihargai oleh bangsa lain tetapi dibenci (dipenjara) di negerinya sendiri. Pramoedya Ananta Toer, kelahiran Blora 6 Februari 1925 yang dipanggil Pram dan terkenal dengan karya Tetralogi Bumi Manusia, itu Sang Pujangga yang pantas menjadi calon pemenang Nobel bidang sastra. Dia wafat dalam usia 81 tahun, Minggu 30 April 2006 di Jakarta.

    Article Index
    Dihargai Dunia Dipenjara Negeri Sendiri
    02 | Belajar Sambil Bekerja
    03 | Lembaga Kebudayaan Rakyat
    04 | Dipenjara Lagi 15 Tahun
    05 | Novel Pengungkap Sejarah
    06 | Sang Pujangga Berpulang
    All Pages

    Pram telah menghasilkan belasan buku baik kumpulan cerpen maupun novel.Kenyang dengan berbagai pengalaman berupa perampasan hak dan kebebasan. Ia banyak menghabiskan hidupnya di balik terali penjara, baik pada zaman revolusi kemerdekaan, zaman pemerintahan Soekarno, maupun era pemerintahan Soeharto.

    Di zaman revolusi kemerdekaan ia dipenjara di Bukit Duri Jakarta (1947-1949), dijebloskan lagi ke penjara di zaman pemerintahan Soekarno Proklamator, Presiden RI Pertama (1945-1966) Soekarno karena buku Hoakiau di Indonesia, yang menentang peraturan yang mendiskriminasi keturunan Tionghoa.

    Siksaan dan kekerasan adalah bagian hari-harinya di tahanan dan terpaksa kehilangan sebagian pendengarannya, karena kepalanya dihajar popor bedil.Setelah pecah G30S-PKI, Pramoedya yang anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat - onderbouw Partai Komunis Indonesia - ditangkap dan dibuang ke Pulau Buru sampai tahun 1979. Siksaan dan kekerasan adalah bagian hari-harinya di tahanan dan terpaksa kehilangan sebagian pendengarannya, karena kepalanya dihajar popor bedil.

    Setelah bebas pun, Pramoedya dijadikan tahanan rumah dan masih menjalani wajib lapor setiap minggu di instansi militer. Meskipun ia sudah ā€˜bebas’, hak-hak sipilnya terus dibrangus, dan buku-bukunya banyak yang dilarang beredar terutama di era Soeharto. Pemerintah telah mengambil tahun-tahun terbaik dalam hidupnya, pendengarannya, papernya, rumahnya dan tulisan-tulisannya.

    Ia dilahirkan di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 oleh seorang ibu yang memberikan pengaruh kuat dalam pertumbuhannya sebagai individu. Pramoedya mengatakan bahwa semua yang tertulis dalam bukunya teinspirasi oleh ibunya. Karakter kuat seorang perempuan dalam karangan fiksinya didasarkan pada ibunya, "seorang pribadi yang tak ternilai, api yang menyala begitu terang tanpa meninggalkan abu sedikitpun’.

    Ketika Pramoedya melihat kembali ke masa lalu, ia melihat "revolusi Indonesia diwujudkan dalam bentuk tubuh perempuan – ibunya. Meskipun karakter ibunya kuat, fisik ibunya menjadi lemah karena TBC dan meninggal pada umur 34 tahun, waktu itu Pramoedya masih berumur 17 tahun. Bersambung Mangatur Lorielcide Paniroy, dari berbagai sumber. (Sebagian pernah diterbitkan di Majalah Tokoh Indonesia 04)



    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 24 Apr 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
    Intermezzo
    Clara Sumarwati tercatat sebagai pendaki pertama dari Indonesia sekaligus Asia Tenggara yang menginjak puncak Everest pada ketinggian 8.848 meter pada 26 September 1996. Nama dan tanggal pencapaiannya tercatat antara lain di buku-buku Everest karya Walt Unsworth (1999), Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner (1999) dan website EverestHistory.com, sebuah referensi andal akan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendakian gunung di dunia.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Muhammad Nazar dibesarkan dalam keluarga agamais yang mementingkan pendidikan.Ā  Kegemarannya membaca dan berorganisasi membuat dia tampil sebagai sosok yang cerdas, kritis dan

    Click to view full article

    Pasangan Muhammad Nazar Wagub NAD (2006-2012) dan Pendiri Partai SIRA Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah yang mendapat nomor urut 4 dalam pilkada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (9 April 2012), siap bersaing dengan pasangan lain. Mereka

    Click to view full article

    Muhammad Nazar ingin mengawal perdamaian di Aceh dengan pembangunan bersemangat kearifan agama dan budaya yang dibingkai dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan

    Click to view full article

    Muhammad Nazar termasuk dalam jajaran pemimpin yang ikut mengukir sejarah berakhirnya konflik berkepanjangan di Aceh. Keteguhannya dalam memperjuangkan penegakan HAM dan


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Like and Support Us

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar
    • Irwan Hidayat

      m.nailul anwar noer
      Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
       
    • Galaila Karen Agustiawan

      soedono adi triwanto
      Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

    Aktivitas Terbaru di Facebook

    Poling Tokoh