WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pejuang Independensi MA

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pejuang Independensi MA
Soerjadi | Ensikonesia.com | MA

Soerjadi, SH adalah pejuang independensi Mahkamah Agung. Ketua Mahkamah Agung RI Ketiga periode Juni 1966 sampai Agustus 1968 itu sangat teguh pada prinsip independensi MA. Dia menabukan hakim agung berasal dari TNI (ABRI) dan nonhakim serta melarang hakim berpolitik. Ketika prinsip ini didobrak kekuasaan, dia pun memilih mundur. Dia yang menggantikan Wirjono Prodjodikoro (1952-1966) kemudian digantikan Prof. R. Soebekti (1968-1974).

Ketua Mahkamah Agung (1966-1968)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soerjadi, SH

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soerjadi, SH

QR Code Halaman Biografi Soerjadi, SH
Bio Lain
Click to view full article
Soeparno Prawiroadiredjo
Click to view full article
Alfred Simanjuntak
Click to view full article
Erwin Sudjono
Click to view full article
Budi Harsono
Click to view full article
Yusach NH
Click to view full article
Untung Surapati
Click to view full article
Mochamad Noor

Soerjadi yang juga pernah menjabat Ketua Mahkamah Tentara Agung ke-III, Ketua PN Semarang dan Hakim Agung pada MA (Wakil PNI) dikenal sebagai seorang hakim yang hidup bersahaja, jujur, berani, profesional serta loyal dan berdedikasi tinggi dalam pengabdiannya kepada negara untukmenegakkan keadilan.

Kendati Soerjadi, SH menjadi Hakim Agung pada MA merupakan Wakil PNI dan Anggota Majelis Permusyaratan Rakyat Sementara (MPRS), dia tidak setuju bila hakim berkiprah dalam politik. Sebagai bukti kuat sikapnya menolak hakim berpolitik, dia mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 2 Tahun 1967 tentang Hakim yang akan duduk dalam Dewan Pemerintahan baik di Pusat maupun Daerah.

Dalam SEMA tersebut, Soerjadi, SH memberi pilihan kepada hakim-hakim untuk memilih salah satu: tetap menjadi hakim atau berkiprah dalam politik (Istilah yang digunakan dalam SEMA itu adalah menerima pengangkatan 'menjalankan kewajiban negara'). Bila hakim tersebut memilih opsi menjalankan kewajiban negara' (jalur politik), maka harus atas persetujuan Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Tinggi dan MA, lalu mengajukan permohonan kepada Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kehakiman untuk diberhentikan sementara dari pekerjaannya (hakim) selama 'menjalankan kewajiban negara' tersebut.

Soerjadi, SH, seorang Ketua MA yang teguh pada prinsip (independensi MA). Maka ketika prinsip itu didobrak kekuasaan, di antaranya tentang prinsip hakim agung harus hakim karir dan tidak dimasuki golongan lain (militer)

Selain itu, Soerjadi juga diperhadapkan pada fakta kedudukan para hakim atau Ketua Pengadilan yang menjadi penasihat hukum Panca Tunggal, tim penasihat Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
. Maka, dalam SEMA yang dikeluarkannya, dia menyatakan hakim-hakim itu tak perlu mundur dari jabatannya sebagai hakim. Mereka hanya diinstruksikan tidak surut serta memecahkan masalah dalam Panca Tunggal dan/atau memberikan nasihat hukum mengenai sesuatu masalah yang dapat diperkirakan akan menjadi perkara di muka pengadilan. [1]

Soerjadi juga mengharuskan hakim menggunakan toga dalam persidangan. Hal ini merupakan aspirasi dari para hakim yang merasa toga merupakan salah satu alat yang bisa menambah suasana khidmat dalam sidang-sidang pengadilan. Sementara, di luar sidang, hakim juga harus mengenakan pakaian seragam yang kala itu ditetapkan oleh Panitia Perencanaan Pemakaian Seragam yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kehakiman.

Soerjadi,SH seorang Ketua MA yang teguh pada prinsip (independensi MA). Maka ketika prinsip itu didobrak kekuasaan, di antaranya tentang prinsip hakim agung harus hakim karir dan tidak dimasuki golongan lain (militer)[2], dia pun tak segan memilih mengundurkan diri. Pengunduran dirinya direspon dengan Keputusan Presiden Nomor 66 Tahun 1968 tentang Memberhentikan dengan hormat Sdr. Soerjadi, SH sebagai Ketua Mahkamah Agung dan mengangkat Sdr. Soebekti; dan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1968 tentang Istirahat besar 9 (sembilan) bulan Sdr. Soerjadi, SH ex Ketua Mahkamah Agung. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

Footnote:

[1] Soerjadi http://id.wikipedia.org/wiki/Soerjadi
[2] Sebastiaan Pompe, The Indonesian Supreme Court : A Study of Institusional Collapse

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 26 Mar 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Apr 2012
Melawan Penjajah Jepang Raja Muda Bisnis Multimedia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Buku ini dirancang khusus sebagai panduan perjalanan praktis bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Singapura.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: