WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ketua MA Antikorupsi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ketua MA Antikorupsi
Ali Said | Ensikonesia.com | Kejaksaan

Letnan Jenderal TNI Ali Said, SH, Ketua Mahkamah Agung RI periode 1984-1992. Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 12 Juni 1927 yang juga pernah menjabat Jaksa Agung periode 1973-1981 tersebut meninggal di Jakarta, 5 Juli 1996 pada umur 69 tahun. Di tengah merajalelanya korupsi, dia seorang tokoh yang antikorupsi.

Ketua Mahkamah Agung (1984-1992)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ali Said

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ali Said

QR Code Halaman Biografi Ali Said
Bio Lain
Click to view full article
Abi Sofyan
Click to view full article
Saifullah Yusuf
Click to view full article
Otto Iskandardinata
Click to view full article
Rusli Zainal
Click to view full article
Usman Jafar
Click to view full article
Andi Mattalata
Click to view full article
Slahuddin Wahid
BERITA TERBARU

Tokoh militer yang berkecimpung dalam dunia peradilan ini merupakan Ketua Mahkamah Agung Ke-7 dan Jaksa Agung ke-10. Sebagai Ketua MA, pria bertubuh tinggi dan kurus sehingga dipanggil dengan sebutan Pak Jangkung tersebut terkenal sebagai tokoh antikorupsi yang tegas dan konsisten. Dia menggantikan Mudjono (18 Februari 1981 - 24 April 1984) dan digantikan oleh Purwoto Gandasubrata (1992-1994).

Sebagai Jaksa Agung ke-10, dia menggantikan kepemimpinan Letnan Jenderal TNI Sugih Arto dan digantikan oleh Ismail Saleh (1981-1984). Dia terbilang sukses memimpin Kejaksaan Agung dengan melakukan banyak penyempurnaan, antara lain: Penambahan satu direktorat di bidang inteleijen, yakni Direktorat Administrasi Intelijen; Direktorat reserse berganti nama menjadi Direktorat Penyidikan; Kepala Pusat Pendidikan Kejaksaan Agung bertanggungjawab langsung kepada Jaksa Agung; Dibentuk Pusat Pendidikan dan Pengembangan; Staf ahli dibatasi menjadi enam orang dan dipimpin seorang koordinator; Direktorat Keuangan Materil menjadi dua direktorat, yakni Direktorat Keuangan dan Direktorat Materil; dan Diadakan Biro Perencanaan; serta dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Jaksa Agung dibantu oleh dua orang asisten, yaitu Asisten Umum, Asisten Khusus dan Sekretaris.[1]

Saat menjabat Ketua Mahkamah Agung, ada hal 'aneh' ketika dia juga diangkat menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1987-1992). Sehingga muncul 'bisik-bisk' sebab selaku Ketua Mahkamah Agung dia yang harus (berkewajiban) melantik Anggota MPR.

Selain itu, pada era Ali Said tercipta dua atribut tambahan untuk melengkapi yang telah ada, yakni panji korps dan doktrin korps, yang ditetapkan dalam SK Jaksa Agung Nomor: KEP -074/JA/7/1978 Tanggal 17 Juli 1978 dan Nomor : KEP -052/JA/8/1979 Tanggal 17 Juli 1979.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada era kepemimpinan Jaksa Agung Ali Said adalah penyatuan Timor Timur ke dalam Republik Indonesia. Sehubungan dnengan itu, Ali Said dengan segera membentuk Kejaksaan Tinggi Timor Timur dengan Masdulhak Simatupang sebagai Kepala Kejati yang pertama.

Keberhasilannya memimpin Kejaksaan Agung mengantarnya kemudian dipercaya menjabat Ketua Mahkamah Agung. Saat menjabat Ketua Mahkamah Agung, ada hal 'aneh' ketika dia juga diangkat menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1987-1992). Sehingga muncul 'bisik-bisk' sebab selaku Ketua Mahkamah Agung dia yang harus (berkewajiban) melantik Anggota MPR.[2]

Ali Said sendiri merasa tidak dapat melantik diri sendiri jadi Anggota MPR. Maka dia pun menghadap Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
di Bina Graha. Setelah itu, lalu diputuskan  ketika melaksanakan tugas sebagai Ketua MA, ia tidak hadir sebagai anggota MPR. Setelah itu, dia sendiri dilantik sebagai anggota oleh Ketua MPR yang pada 1 Oktober 1987 telah dia lantik. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

Footnote:
[1] Letjen Ali Said, http://www.kejaksaan.go.id/tentang_kejaksaan.php?id=12&ids=18
[2] Ali di Antara Dua Jabatan, http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1987/10/10/NAS/mbm.19871010.NAS32438.id.html#

 

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 23 Mar 2012  -  Pembaharuan terakhir 26 Mar 2012
Taipan Tangguh Yang Dihormati Wartawati Senior Yang Kritis

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: