WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Sang Teladan dan Simbol Moral

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Sang Teladan dan Simbol Moral
Mahar Mardjono | TICOM | pdpersi.co.id

Prof Dr Mahar Mardjono (79), meninggal dunia di RSCM, Jakarta, Kamis 19/09/02 sekitar pukul 16.38 WIB. Mantan Rektor UI (1974-1982) dan mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 1982-1985, yang sangat dikenal dengan kejujuran, integritas, dan keteguhan itu tutup usia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah lima hari dirawat karena menderita sakit komplikasi jantung dan ginjal.Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jl Senayan No.16 Blok S, Jakarta Selatan dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan usai shalat Jumat pukul 13.00 WIB.

Rektor Universitas Indonesia (1973-1982)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Mahar Mardjono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Mahar Mardjono

QR Code Halaman Biografi Mahar Mardjono
Bio Lain
Click to view full article
Mahyuddin NS
Click to view full article
Lusy Rachmawati
Click to view full article
Martha Tilaar
Click to view full article
Kuntoro Mangkusubroto
Click to view full article
Urip Santoso
Click to view full article
Akil Mochtar
Click to view full article
Revalina S Temat

Almarhum yang lahir di Semarang 8 Januari 1923 itu meninggalkan seorang isteri, tiga putra dan lima cucu. Hingga akhir hayat masih aktif sebagai dosen di beberapa universitas, penaehat Majalah Ilmiah IDI dan berpraktek sebagai dokter ahli neurologi dan syaraf di beberapa rumah sakit di DKI.

Ia meninggalkan Sridjati Kangeaningsih Drajat, sang istri yang mendampinginya sejak 1956, dan tiga anak (Drs Ari Indroyono MA, Ir Ira Indrayanti MSc, dan Ir Adi Indrayanto MSc), yang semuanya memilih jadi dosen. Bagi keluarga dan para kerabat, ia adalah simbol moral dan "Bapak" para pejuang. Suri teladannya diharapkan bisa terus mewarnai perjuangan melawan ketidakadilan yang masih berlangsung di negeri ini.

Ia adalah Rektor Universitas Indonesia (1973-1982) yang menjadi saksi dua peristiwa penting dalam sejarah pergerakan mahasiswa masa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, yakni Malari (Malapetaka 15 Januari, 1974) dan aksi mahasiswa memprotes NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan, 1978).

Saat menjadi ketua, PB IDI menghadapi masalah 45 dokter yang dituduh menerima suap dari pabrik obat. Tga dokter mendapat peringatan keras dan seorang dokter dicabut izin praktiknya. Namun, Mahar juga tak luput dari ujian. Ketika menjadi dokter dari Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
, ia kemudian menyadari bahwa obat-obat yang diresepkannya ternyata dihambat diberikan kepada Soekarno.

Pendidikan almarhum dimulai dari ELS (Europesche Lagere School) di Pare, Kediri (1930-1936), HBS (Hogere Burger School) di Malang (1936-1941) Geneeskundige Hogeshool/Ika Daigaku, Jakarta (1942-1945) dan lulus Fakultas Kedokteran UI (1952).

Kemudian melanjutkan spesialisasi Neurologi, Universitas California, San Francisco (1955) dan sejak 1955 hingga 1993 sebagi dosen dan guru besar FKUI serta pernah mengikuti Pendidikan Militer Peta, dan menjadi anggota hingga Ketua Tim Dokter Ahli Kepresidenan RI pada masa Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
dan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
(1966-1976).

Ketegasan dan kegigihan Mahar, bisa diperoleh dari darah ayahnya, yang juga seorang pejuang. Lima tahun sebelum Mahar Mardjono lahir, sekitar tahun 1918, ayahnya Mardjono Martosoedirdjo dan ibunya Srijati dibuang dari rumah sakit Semarang ke Manokwari di Nieuw Guinea.

Mahar Mardjono yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara (dua laki-laki dan dua Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
) itu masa kecilnya di Semarang hanya dijalani dalam beberapa tahun saja. Selebihnya di Probolinggo, Jawa Timur. Selesai menjabat Rektor UI (1974-1982), Mahar dipercaya menjadi Ketua Umum (IDI) (1982-1985).

Selepas itu, ia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan IDI, yang tugasnya mengurursi masalah kode etik kedokteran. Pada 1982-1985, Mahar Mardjono diminta oleh Dirjen Dikti Dep P dan K, menjadi Ketua Konsorium Ilmu-ilmu kesehatan.

Selepas dari jabatan Rektor UI selama dua periode, Mahar masih sempat aktif sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pusat Kajian Otak Indonesia, anggota Tim Dokter Kepresidenan, Ketua Komisi Kedokteran Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan anggota Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional.

Semangat dan rasa humornya yang besar membuat ia terus bertahan ketika hari-harinya dihabiskan dengan keluar masuk rumah sakit karena serangan stroke dan gagal ginjal. Menurut menantunya, Titie Indroyono, selama tiga tahun terakhir Mahar harus cuci darah 2-3 kali seminggu.

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 20 Sep 2002  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Politisi Penurut Yang Teguh Prinsip Guru Besar Para Pakar Politik

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Serial komik sains tentang coelacanth ikan purba.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: