Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Pendiri Parfi

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pendiri Parfi
    Suryo Sumanto | TokohIndonesia.com | klatenonline.com
    Wartawan, seniman, sastrawan
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Wartawan, seniman, dan sastrawan ini sukses membidani dan mengasuh PARFI, sebuah organisasi profesi keartisan yang masih tetap eksis hingga saat ini. Bersama dua rekannya, Djamaluddin Malik dan Usmar Ismail, nama Suryo Sumanto termasuk dalam daftar tokoh penting yang meletakkan pondasi perfilman nasional.

    QR Code Halaman Biografi Suryo Sumanto
    • biografi tokoh indonesia suryo sumanto
    • youtube film KLASIK MELAYU SUMANTO
    • youtube film KALASIK MALAYU SUMANTO
    • suryo tokoh proklamasi

    Suryo Sumanto lahir di Klaten, Jawa Tengah, 15 September 1918. Meski hidup di zaman kolonial Belanda, putra Raden Ngabehi Mangunsuromo ini mendapat kesempatan bekerja sebagai guru Neutraalschool Delanggu, Verslaggeyex in die Bode di kota kelahirannya. Selain mengajar, Suryo juga berkecimpung di dunia jurnalistik sebagai Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    lepas dengan menggunakan nama samaran Sumantri. Seorang kakak Suryo bernama SK Trimurti juga dikenal sebagai tokoh pers nasional dan tokoh politik.

    Di sela waktunya yang tersita karena memburu berita, Suryo juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua cabang Klaten serta menjadi ketua Perda. Selain itu, sejak muda ia giat dalam sejumlah perkumpulan seni, antara lain menjadi anggota Menteng 31 dan rombongan seniman Merdeka yang turut aktif berpropaganda untuk mencapai kemerdekaan.

    Di bawah PARFI, rasa kebersamaan antar seniman film pun kian kuat karena perasaan senasib sepenanggungan di antara mereka. Meski demikian, di awal berdirinya, masih banyak tujuan PARFI yang belum bisa diwujudkan, salah satunya adalah membersihkan organisasi tersebut dari kegiatan berpolitik.

    Di tahun 40-an, setelah kekuasaan atas Indonesia berpindah ke tangan Jepang, Suryo ditunjuk sebagai pemimpin pertunjukan keliling untuk Pusat Kebudayaan yang menyajikan film, sandiwara, dan seni tari. Kemampuan menulisnya mengantarkan Suryo ditempatkan di bagian pers dan propaganda pada organisasi bentukan pemerintah Jepang, Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). Suryo juga bertugas di Jawa Hokokai sebagai pembantu umum latihan kebudayaan Sendenbu.

    Pasca proklamasi kemerdekaan, ia kian giat berkiprah di berbagai lembaga dan organisasi terlebih yang bergerak di bidang jurnalistisk dan kesenian. Selain pernah tercatat sebagai anggota pimpinan Pers dan Propaganda Jawatan V serta anggota berani dengan pangkat Kapten pada KeLihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    an Pertahanan, ia juga pernah memangku jabatan sebagai Ketua Umum Badan Permusyawaratan Sandiwara Indonesia (Bapersi), anggota redaksi majalah tentara, Harian Patriot di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    , anggota redaksi majalah kebudayaan Arena, pemimpin perkumpulan sandiwara amatir Sekar Hati, anggota sandiwara Ganesha, anggota direksi Lembaga Kebudayaan, dan wakil ketua seksi film dan sandiwara.

    Pada tahun 1950, Suryo bersama salah satu rekannya, Sutradara
    Sutradara
    Usmar Ismail
    mendirikan Perfini (Persatuan Film Nasional Indonesia). Enam tahun berselang, tepatnya 10 Maret 1956, berdirilah PARFI (Persatuan Artis Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    ) yang didasari dengan semangat untuk memberikan kontribusi bagi bangsa guna mewujudkan cita-cita memajukan Negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Organisasi tersebut pertama kali diproklamirkan di Gedung SBKA Manggarai, Jakarta dengan sekretariat di Jalan, Kramat V, Jakarta Pusat.

    Lahirnya PARFI berawal dari vakumnya kegiatan SARI (Sarikat Artis Indonesia) sejak pemerintah Jepang berkuasa di Indonesia. Kongres pertama organisasi tempat para artis film bernaung itu akhirnya memilih Suryo Sumanto sebagai Ketua Umum. Selanjutnya untuk melanjutkan roda organisasi, Suryo dibantu para anggota yang terdiri dari Rendra Karno, Kotot Sukardi, Basuki Effendi, Wildan Dja'far, Sofia Waldy, Deliana Surawidjaja, Idrus Nawawi (Palembang), Eddy Saputra (Medan), Basuki Zailani (Bandung), Ismail Saleh (Semarang), Abdul Gafur (Surabaya), dan Subekto (Yogya).

    Di masa itu, organisasi profesi keartisan yang diresmikan Ibu Negara Hj. Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
    Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
    Fatmawati
    Soekarno itu merupakan satu-satunya organisasi yang menjadi pilihan bagi insan perfilman Indonesia untuk memperjuangkan cita-cita seperti yang pernah disampaikan H. Sutradara
    Sutradara
    Usmar Ismail
    , "Dengan film kita bisa memberikan sumbangan pada revolusi Indonesia. Sebagai organisasi, PARFI juga diharapkan dapat menjadi wadah, alat penghimpun dan pemersatu, dan penyaluran daya kreasi serta amal perjuangan Artis Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara, khususnya mempertinggi derajat dan martabat kesenian melalui film nasional." Keberadaan PARFI dikukuhkan oleh pemerintah sebagai Organisasi Profesi dengan kekuatan Rekomendasi.

    Di bawah PARFI, rasa kebersamaan antar seniman film pun kian kuat karena perasaan senasib sepenanggungan di antara mereka. Meski demikian, di awal berdirinya, masih banyak tujuan PARFI yang belum bisa diwujudkan, salah satunya adalah membersihkan organisasi tersebut dari kegiatan berpolitik. Seperti yang terjadi di tahun 1964 saat Kongres III PARFI digelar. Sejumlah anggota cenderung mengikuti aksi PAFFIAS yaitu gerakan anti film Amerika. Saat itu, secara demonstratif mereka meninggalkan persidangan. Sehingga, Suryo Sumanto menjadi tumpuan harapan dari sekitar 300 anggota PARFI. Usai kongres tersebut, Suryo Sumanto dibantu dua wakilnya yakni Djoko Lelono dan Chaidir Dja'far, berhasil membebaskan PARFI dari cengkeraman kekuatan politik saat itu.

    Selama menjabat sebagai Ketua Umum PARFI hingga periode ke III, Suryo kerap menjadi penasehat pada saat film-Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    dilanda krisis. Di bawah kepemimpinannya, Parfi bersih dari campur tangan PKI dan antek-anteknya. PARFI bersama PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) juga pernah menggelar demontrasi di depan Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
    Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
    Presiden Soekarno
    untuk mengatasi serbuan film asing yang kala itu tengah merebak dan merugikan industri perfilman Tanah Air. Masa kepemimpinan Suryo Sumanto menjadi tonggak bagi PARFI untuk memperjuangkan serta mempertinggi derajat dan martabat kesenian melalui film produksi anak negeri.

    Di mata para koleganya, sosok Suryo Sumanto yang semasa hidupnya dikenal senang berkelakar ini tak sungkan menolong siapa pun yang tengah dilanda kesulitan terutama mereka yang bergelut di dunia perfilman. Suryo wafat pada 13 Juli 1971 di usia 53 tahun akibat serangan jantung. Dengan iringan rekan-rekannya, tokoh yang juga dikenal sebagai Bapak Artis Film Indonesia ini diantarkan ke peristirahatannya yang terakhir di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. muli, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Nov 2011  -  Pembaharuan terakhir 22 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Menara Kuala Lumpur merupakan hasil rancangan putra Indonesia, Ir. Achmad Murdijat, alumni ITB.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us