WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Empu Pianis Indonesia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Empu Pianis Indonesia
Iravati M Sudiarso | TokohIndonesia.com | repro

Lebih dari setengah abad, ia mendedikasikan hidupnya di dunia musik. Dalam kurun waktu tersebut, pianis Asia pertama yang tampil bersama New York Philharmonic Orchestra ini menyabet banyak penghargaan dari dalam maupun luar negeri. MURI (Museum Rekor Indonesia) bahkan menggelari Direktur Utama Yayasan Pendidikan Musik ini sebagai Empu Pianis Indonesia

Pianis
Lihat Curriculum Vitae (CV) Iravati M Sudiarso

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Iravati M Sudiarso

QR Code Halaman Biografi Iravati M Sudiarso
Bio Lain
Click to view full article
Abdul Radjak
Click to view full article
Michael Bambang Hartono
Click to view full article
Sultan Syarif Kasim II
Click to view full article
Maulana Ibrahim
Click to view full article
Ken Soetanto
Click to view full article
Mochtar Lubis
Click to view full article
Dedi Mulyadi

Iravati merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Ir. Darmawan Mangunkusumo dan Hestia. Ira yang lahir di Surabaya, 28 September 1937 ini tumbuh di lingkungan keluarga terpandang, ayahnya pernah menjabat sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kemakmuran Kabinet Sjahrir selama dua periode (1945 dan 1946) dan merupakan adik dari dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, salah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di usia lima tahun, Iravati mengenal seni musik dari ibu kandungnya, Ny. Hestia yang juga merupakan guru piano pertamanya. Iravati kemudian melanjutkan studi pianonya ke Madlener dan Henk de Strake.

Pada tahun 1949, Iravati diboyong orangtuanya untuk tinggal di Belanda mengikuti tugas sang ayah. Di Negeri Kincir Angin itu, Iravati kian giat mengasah bakat bermusiknya dengan berguru pada Ny. Richard Mayer, seorang guru musik profesional dan Leon Orthel, seorang pianis komponis. Setelah menamatkan pendidikan setingkat SMA di Lyceum, Den Haag, Iravati mengambil diploma piano di Koninklijke Muziek Conservatorium di kota yang sama. Pada 1958, Iravati menyelesaikan kuliahnya dengan penghargaan khas untuk kreativitas.

Setahun kemudian, ia sempat kembali ke Jakarta dan mendirikan Sekolah Musik Panti Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
Trisula. Pada tahun 1962, Iravati mendapat beasiswa Fullbright untuk melanjutkan kuliah di Peabody Conservatory of Music, Baltimore, Maryland dari Pemerintah Amerika Serikat. Di sekolah itu, Iravati menimba ilmu pada Walter Hautzig dan Mieczyslaw Munz. Setahun kemudian, Iravati lulus dan menyandang gelar Bachelor of Music dengan penghargaan The Florence Salomon Memorial Award yang merupakan penghargaan tertinggi untuk prestasi dalam permainan piano.

Pengalamannya sebagai pianis senior dengan segudang prestasi membuat Iravati sering diminta menjadi juri dalam berbagai festival, seperti festival lagu pop tingkat nasional, festival gitar Asia Tenggara dan Festival Sutradara
Sutradara
film Indonesia
. Beragam penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri pun berhasil diraihnya, diantaranya Cultural Award dari pemerintah Australia, Cultural Award dari KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Luar Negeri Jepang dan Japan Foundation, serta diangkat sebagai Anggota Kehormatan pada International Cultural Society of Korea.

Masih di tahun 1963, Ira kembali menorehkan prestasi yang tak kalah membanggakan. Ia menjadi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
Indonesia pertama yang terpilih untuk tampil sebagai pianis solis (pemain tunggal) bersama New York Philharmonic Orchestra dalam acara peresmian Lincoln Center for the Performing Arts di New York, AS selama 5 minggu berturut-turut.

Setelah itu, karirnya sebagai pianis kian melesat. Ia kebanjiran tawaran untuk mengisi acara musik, seperti di TV-WBAL di Baltimore, AS. Selain Amerika Serikat, Iravati juga menjelajahi negara lain untuk memamerkan kebolehannya bermain piano antara lain ke Australia, Jepang, Taiwan, dan tentunya Indonesia.

Setelah sekian lama berkiprah di negeri orang, Iravati memutuskan untuk kembali ke Tanah Air. Begitu kembali dari perantauan, Iravati kemudian aktif sebagai pemain piano tunggal maupun ansambel. Pada tahun 1968, Iravati terpilih menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta. Lima tahun kemudian, ia dipercaya untuk memimpin lembaga tersebut. Ia juga mengabdikan dirinya sebagai pengajar piano di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik sejak tahun 1959, kemudian Akademi Musik pada 1975 dan Akademi Cinematografi LPKJ pada 1977. Penyanyi Seriosa, pianis
Penyanyi Seriosa, pianis
Aning Katamsi
, Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Penyanyi Seriosa
Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Seriosaseriosa ternama Tanah Air merupakan salah satu anak didik Iravati.

Iravati juga sudah sangat berpengalaman tampil dengan berbagai orkestra dari bermacam-macam negara. Ia pernah tampil dengan Koninklijk Conservatorium Den Haag Symphony Orchestra pimpinan baton Louis Stotijn, Tasmanian Symphony Orchestra pimpinan baton Dobbs Franck, The Australian Chamber Orchestra pimpinan baton Richard Tognetti. Sementara untuk grup orkestra dalam negeri, Iravati pernah berkolaborasi dengan Ensambel Jakarta dengan Suka Hardjana sebagai dirigen, Orkes Simfoni Jakarta dengan Adidharma dan F.X. Sutopo sebagai dirigen, Orkes Radio Republik Indonesia dengan Lim Kek Tjiang dan Lim Kek Tin sebagai dirigen, Twilite Orchestra dengan Konduktor, komposer, dan produser
Konduktor, komposer, dan produser
Addie MS
sebagai dirigen, dan Nusantara Chamber Orchestra dengan DR. Yazeed Djamin sebagai dirigen.

Pengalamannya sebagai pianis senior dengan segudang prestasi membuat Iravati sering diminta menjadi juri dalam berbagai festival, seperti festival lagu pop tingkat nasional, festival gitar Asia Tenggara dan Festival Sutradara
Sutradara
film Indonesia
. Beragam penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri pun berhasil diraihnya, diantaranya Cultural Award dari pemerintah Australia, Cultural Award dari KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Luar Negeri Jepang dan Japan Foundation, serta diangkat sebagai Anggota Kehormatan pada International Cultural Society of Korea.

Pemerintah Hongaria dan Franz Liszt Society pada tahun 1986 menganugerahkannya Medali Franz Liszt. Setahun berikutnya, Iravati mendapat undangan dari pemerintah Rusia untuk berpartisipasi dalam The Third International Music Festival di Leningrad, Rusia. Direktorat Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia juga pernah mengutus Ira untuk memimpin ASEAN Youth Music Workshop di Indonesia pada 1983 dan 1990, Filipina (1984), Singapura (1985), Thailand (1986), dan Malaysia (1988).

Pada tahun 1990, Iravati mendapat undangan untuk tampil dalam ajang International Chopin Piano Competition XII di Warsawa, Polandia. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Negara Pemberdayaan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Republik Indonesia, Dr. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, KIB (1999-2004)
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, KIB (1999-2004)
Meutia Hatta
pada tahun 2008 menobatkan Iravati M Sudiarso sebagai "Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Pianis Berprestasi dan Pendidik di Bidang Seni Musik". Di tahun yang sama, MURI (Museum Rekor Indonesia) tak mau ketinggalan mengapresiasi dedikasi Iravati selama puluhan tahun di dunia musik. "Empu Pianis Indonesia", demikian penghargaan yang dipersembahkan MURI untuk Iravati. Tahun berikutnya, tepatnya 2009, Iravati kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Indonesia kali ini melalui Departemen Pendidikan Nasional.

Pianis yang hobi membaca buku tentang senirupa dan Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
ini amat mensyukuri pencapaiannya yang luar biasa itu. Ia juga merasa beruntung karena karirnya mendapat dukungan keluarga. Misalnya saat ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke Amerika Serikat, Iravati awalnya enggan menerima tawaran tersebut lantaran ketika itu dua putrinya, Anandita dan Aisha masih kecil-kecil. Namun setelah mendapat dorongan dari sang suami, Sudiarso, seorang sarjana ekonomi yang dikenalnya di Belanda, Iravati akhirnya berangkat untuk mengejar cita-citanya menjadi pianis handal.

Setelah gelar master berhasil diraihnya, Iravati pun kembali ke Tanah Air. Namun ternyata pilihannya itu bukan tanpa konsekuensi. Sebagai ibu ia merasa sangat sedih karena begitu ia kembali, kedua putrinya tidak mengenalinya lagi. Sambil terus menggali potensinya sebagai pianis, Iravati terus berusaha mendekatkan dirinya kembali dengan dua buah hatinya. Menurutnya, setidaknya diperlukan waktu selama 10 tahun untuk kembali akrab dengan anak-anaknya. Usaha Iravati pun tak sia-sia dan yang lebih menggembirakan lagi, kedua putrinya belakangan mulai mengikuti jejak ibunya di bidang musik.

Bahkan pada 1993 bersama si bungsu, yang bernama lengkap Aisha Ariadna Pletscher, Iravati mendirikan grup bernama Sudiarso Duo. Tak hanya tampil di Indonesia, pasangan ibu dan anak ini juga pernah tampil di Amerika Serikat. Sudiarso Duo pun terus mengembangkan diri dan telah melahirkan sejumlah pementasan diantaranya Pertiwi Menangis, Pagelaran Dua Zaman Jakarta International Performance Art, Schouwburg Festival di Gedung Kesenian Jakarta, juga sebagai solis bersama The Jakarta Symphony Orchestra.

Sudiarso Duo juga tercatat beberapa kali bekerja sama dengan sejumlah institusi seni. Misalnya Balet Sumber Cipta pada pementasan Peter and the Wolf karya Sergei Prokofiev dengan Farida Oetoyo sebagai koreografer, serta didukung pula oleh Jajang C. Noer dan Ratna Riantiarno yang kemudian juga tampil bersama Sudiarso Duo pada pementasan The Carnaval of the Animals karya Camille Saint-Saëns ; Namarina Youth Dance Company dalam pementasan Pointe of No Return dengan Maya Tamara sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Artistik. Tahun 2008, Sudiarso Duo menjadi duta dalam misi kebudayaan Indonesia di Eropa Timur, dimana mereka tampil di Praha, Republik Ceko, Gödöll?, Hongaria, dan Bratislava, Slowakia.

Di usianya yang sudah memasuki kepala tujuh, Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik ini masih terus berkarya. Pada 22 Januari 2011 misalnya, Iravati menyelenggarakan resital piano di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dengan mempersembahkan sejumlah karya musik klasik. Dalam penampilannya kali itu, Iravati memainkan sejumlah karya antara lain Variationen in F - minor (Joseph Haydn), Sonata no.3 op.46 (Dmitri Kabalevsky), Indyhiang dan Sriwijaya - thema & variations (Amir Pasaribu), Grande Valse Brillante op.34 no.2, Nocturne op.27 no.1 dan Ballade no.4 op. 52 (Frederic Chopin). muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Nov 2011  -  Pembaharuan terakhir 22 Feb 2012
Sang Legenda Dunia Lawak Berkiprah Di Panggung Politik

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: