WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Orientasi Prestasi Sang Inovator

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Orientasi Prestasi Sang Inovator
Alinafiah | TokohIndonesia.com | Atur

Selalu melakukan inovasi dalam setiap jabatan yang diembannya. CEO Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ini meniti karir dari bawah hingga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia. Ia 'karyawan pemerintah' yang berorientasi prestasi dan tidak gagap jabatan. Ia memiliki integritas dan keberanian moral melakukan inovasi yang tentu tak sekadar patuh pada atasan dan tata kerja rutin birokrasi.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (1999-2004)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Alinafiah

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Alinafiah

QR Code Halaman Biografi Alinafiah
Bio Lain
Click to view full article
Suryadharma Ali
JB Sumarlin
Click to view full article
Once
Click to view full article
Ian Antono
Click to view full article
Husni Kamil
Click to view full article
Akbar Tandjung
Click to view full article
Azwir Daini Tara

Sejak kecil ia telah terlatih mandiri dan punya kepekaan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
. Kini ia melakukan transformasi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
untuk menjemput masa depan PT Pos Indonesia memasuki era total logistik service, yang tak lagi sekadar mengantar paket. Ia memang seorang inovator pemberani.

Inovasi telah menjadi kata kunci dan sakti yang selalu muncul dalam perjalanan karir peraih The Best CEO BUMN Award 2002 Bidang Inovasi Manajemen dari Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
ini. Pria kelahiran Medan, 13 November 1953, ini sejak masa kecilnya telah diwarnai berbagai inovasi dan kemandirian. Ia berasal dari keluarga besar, sebagai anak ketiga dari 12 bersaudara.

Dalam proses pembentukan kepribadian, ia sangat terkesan dengan pesan orang tuanya untuk hidup mandiri. Dimulai dari sejak kecil. Ia tidak pernah diantar ke sekolah oleh ayahnya. Waktu pendaftaran SD saja, pamannya yang mendaftarkan. Ia dibonceng naik sepeda, duduk di palang depan bukan di boncengan. Saat masuk SMP ia mendaftar sendiri. Dalam proses belajar juga mandiri. Orangtua hanya memberikan dukungan, tetapi tidak mendikte.

Namun bukan berarti perhatian dan kasih sayang orang tuanya tidak sepenuhnya dia rasakan. Bahkan ada sesuatu yang sampai kini sangat berkesan dalam ingatannya perihal pengasuhan ayah-ibunya. Ketika ia masih bayi, mungkin pada usia di bawah dua tahun. Tapi ia masih ingat sampai saat ini. Luar biasa. Yakni, saat-saat ia dimandikan ibunya di ember yang bulat bukan plastik. Ketika selesai, dibalut dengan handuk. Kasih sayang orangtuanya, terutama ibunya, ini sampai saat ini terkesan sekali dalam ingatannya.

Ia tidak ingat pada umur berapa, tetapi sebagai bayi dimandikan di ember, ia ingat sekali. Maka, jika anak-anak sekarang dimandikan dalam ember plastik, ia selalu terkesan. Dan setiap pulang ke Medan, melihat ibunya, yang paling ia ingat bukan jabatan atau yang lain. Ia bersyukur pada usia yang sekarang sudah lanjut, ibu yang melahirkan dan memandikannya masih hidup. Kesan itu juga yang sekarang ia rasakan ketika sudah memiliki seorang cucu. Kebetulan pada hari itu, cucunya tepat satu tahun, 30 April 2003. Maka, khusus hari itu ia pulang lebih awal sebelum magrib, biasanya setelah magrib baru pulang.

Saat ini, manakala cucunya dimandikan oleh ibunya, kebetulan masih satu rumah, terbayang dibenaknya ketika dulu dimandikan orangtuanya. Ketika selesai dimandikan, seperti ia diperlakukan oleh ayahnya. Begitu juga ia perlakukan cucunya. Sehingga sekarang ia sangat dekat dengan cucunya itu. Kalau bapanya pergi cucunya tidak menangis. Tetapi kalau ia mau pergi cucunya menangis. Diangkat ibunya, tidak mau jadi ngamuk. Hanya mau digendong kakeknya. Begitu dekatnya, ini barangkali karena penghayatannya kepada cucu. Ia ingat ketika seumur seperti cucunya. Insting anak-anak peka akan penghayatan itu. Itu sebuah sentuhan kasih dan kemanusiaan yang sangat terkesan dalam benaknya.

Namun dalam penerapan kasih sayang itu, orang tuanya mendorongnya untuk mandiri. Maka etika masuk SMA, ia sudah memiliki penghasilan sendiri. Ia membuka kelas les privat di rumah, di ruangan tamu yang tidak terlalu besar. Sehingga bisa beli baju sendiri dan keperluan sendiri. Setiap malam lepas magrib kawan sekelas dan adik-adik kelas bahkan dari sekolah lain datang ke rumahnya untuk belajar.

Walau ilmunya masih terbatas, hanya mengandalkan pelajaran yang diperolehnya di sekolah, ia berani membuka les privat. "Kalau saya dapat pelajaran kimia di SMA, ya saya ajarkan kepada adik-adik kelas. Kadang-kadang juga kuatir bisa salah sendiri. Tetapi teman-teman bayar bukan diskusi, karena saya membuka les privat," ujarnya mengenang dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indoensia DotCom di ruang tamu kantornya di Bandung. Semua pelajaran kurikulum SMA dan SMP ia pegang. Waktu itu ia benar-benar mulai mandiri, berjuang dan berani.

Selain itu, ia juga ikut bertani bersama orangtua. Pada saat SMA, orangtuanya seorang pegawai negeri juga bertani. Sehingga hampir sepanjang tahun mereka tidak pernah membeli beras. Mereka mengonsumsi beras hasil pertanian sendiri. Maka tidak heran jika sampai saat ini ia sangat memperhatikan masalah pertanian. crs, mlp (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
03 - Juli 2003)

 

Page 1 of 7 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 19 May 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Presdir Pt Astra International Tbk Kiprah Si Bibir Seksi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: