WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pakar Bahasa Bidang Sosiolinguistik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pakar Bahasa Bidang Sosiolinguistik
Yayah BM Lumintaintang | TokohIndonesia.com | pusatbahasa.kemdiknas.go.id

Doktor Ilmu-Ilmu Sastra bidang Sosiolinguistik dari Universitas Indonesia ini turut berjasa dalam menjaga bahasa Indonesia agar digunakan dengan baik dan benar. Selain menjadi Peneliti Ahli Pusat Bahasa, peraih penghargaan Satyalancana Karya Satya 2004 ini juga bekerja di sejumlah media, menjadi juri di berbagai kompetisi, menjadi pengajar bahasa di sejumlah perusahaan besar, bahkan menjadi saksi ahli (bahasa) untuk beberapa kasus di pengadilan. Ratusan karya tulisnya sudah disajikan dalam berbagai pertemuan ilmiah seperti seminar, konferensi, dan lokakarya.

Pakar bahasa bidang Sosiolinguistik
Lihat Curriculum Vitae (CV) Yayah BM Lumintaintang

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Yayah BM Lumintaintang

QR Code Halaman Biografi Yayah BM Lumintaintang
Bio Lain
Click to view full article
Ludovikus Simanullang
Click to view full article
Teras Narang
Click to view full article
Theresia Esi Samkakai
Click to view full article
Akil Mochtar
Click to view full article
Popong Otje
Click to view full article
Subrata
Click to view full article
Adjie Pangestu

Bahasa tak sekadar alat berkomunikasi tapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial masyarakat. Ilmu yang lebih dikenal dengan istilah sosiolingustik itulah yang ditekuni Yayah Bachria Mugnisjah Lumintaintang atau yang lebih dikenal dengan nama Yayah BM Lumintaintang ini.

Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Cikampek, 9 Maret 1944 dari pasangan H. Abdul Mugnie dan Hj. Siti Aisjah ini menempuh pendidikan menengahnya di SGA Negeri Purwakarta. Empat tahun setelah tamat dari SGA Negeri Purwakarta, tepatnya di tahun 1966, Yayah hijrah ke Bandung guna meneruskan pendidikannya di Universitas Padjajaran, Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
sastra Indonesia
.

Di kampus itulah, ia mulai serius mendalami ilmu tentang bahasa dan sastra. Di sela-sela waktunya, Yayah bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di SMP dan SMA Ampera, Bandung. Selain dikenal sebagai staf pengajar, Yayah juga termasuk salah seorang pendiri yayasan sekolah tersebut. Meski kuliah sambil bekerja, Yayah cukup pandai membagi waktu sehingga kuliahnya tak terbengkalai. Hingga akhirnya pada 1970, ia berhasil merampungkan studinya sekaligus menyabet gelar doktoranda. Judul skripsinya pada saat itu adalah "Tinjauan Morfologis atas Kata-Kata Indonesia yang Dipengaruhi Bahasa Belanda".

Begitu lulus kuliah, Yayah langsung mengaplikasikan ilmu bahasanya di Lembaga Bahasa Nasional/LBN, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan/PDK. Lembaga tersebut kemudian berganti nama menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, dan kini dikenal dengan nama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Awalnya, istri dari M. Rudy Lumintaintang ini bekerja sebagai staf biasa di Bidang Bahasa Indonesia dan Daerah. Kemudian baru di tahun 1985, ia diangkat menjadi Kepala Kelompok Kerja Pembinaan dan Pengembangan Bahasa di Bidang Pengembangan Bahasa Indonesia dan Daerah. Selanjutnya pada tahun 1992, ia dipercaya memangku jabatan sebagai Kepala Bidang (Penelitian) Bahasa Indonesia dan Daerah. Terakhir, ia tercatat sebagai tenaga fungsional peneliti di Pusat Bahasa dengan pangkat Ahli Peneliti Utama (A.P.U.)

Untuk menambah wawasannya, Yayah mendalami ilmu lain meski masih berkaitan dengan bahasa. Misalnya pada Mei 1977, ia pernah mengikuti kursus intensif Bahasa Belanda di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, serta sederet kursus lain diantaranya, kursus Dialektologi dari Prof. Dr. Bern Nothofer, Qualitative Method dari Prof. Dr. Sidney, kursus Statistik dari Drs. Sjamsuddin R. Endah, M.A., dan tak ketinggalan kursus Bahasa Inggris dari Prof. Dr. Bryan Smith.

Keahliannya di bidang bahasa membuat Yayah juga diberi kepercayaan untuk menulis serta menyunting buku Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Kepresidenan Bogor berikut Pesanggrahan Tenjoresmi, Istana Kepresidenan Cipanas, Istana Kepresidenan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, dan Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali di bidang seni dan budaya, Istana Negara Republik Indonesia (2003) serta menyunting naskah "Koleksi Benda Seni Istana Kepresidenan Republik Indonesia" (2004)

Pada 1978, Yayah dinyatakan berhak mengikuti Post Graduate Training Programme for General Austronesian Linguistics di Universitas Leiden, Belanda setelah melewati proses penataran bertahap tingkat nasional di bidang sosiolinguistik yang diadakan selama lima tahun. Nama Yayah bahkan masuk dalam daftar "Lima Peserta Terbaik". Setelah melalui tahapan tersebut, akhirnya ia berhasil meraih gelar doktor Ilmu-Ilmu Sastra (bidang Sosiolinguistik) dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Disertasinya berjudul "Pola Pemakaian Bahasa dalam Perkawinan Campuran Jawa-Sunda di DKI Jakarta: Kasus Karyawan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia".

Ilmu-ilmu tadi memuluskan kiprahnya di berbagai instansi lain selain Pusat Bahasa. Selama 25 tahun, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang sudah bergelar hajjah ini pernah menjadi pengasuh, penyaji, penulis, dan pembimbing penulisan naskah Siaran Pembinaan Bahasa Indonesia di TVRI dan RRI. Ia juga berkiprah di surat kabar Republika sebagai pengasuh dan penulis rubrik "Bahasa Kita". Sekitar tahun 2003 hingga 2004, Yayah bekerja sebagai penatar pada penyegaran bahasa tutur untuk reporter, presenter, editor, produser, pemimpin redaksi untuk tayangan Liputan 6 dan Buser SCTV.

Peraih penghargaan Certificate Career Woman Award 2002 dan Satyalancana Karya Satya 2004 ini juga beberapa kali ditunjuk sebagai dewan juri pada berbagai kompetisi, diantaranya "Sepuluh Tembang Tercantik" Radio Prambors Rassisonia, Lomba Pariwara Tingkat Nasional, serta Lomba Pidato/Surat Dinas untuk organisasi Kowani, Perwari, HWK, dan Dharma Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
.

Sejumlah perusahaan besar juga memanfaatkan jasanya sebagai penceramah, pembicara, sekaligus pelatih Bahasa Indonesia dalam Technical Report Writing Course untuk diklat PT Jasa Marga, Pertamina, PT Muladaya Adipratama, PT Kalimanis, PT Humanindo, PT Pilar, PT Ashahi Mas, serta PT Jenilu. Yayah juga pernah diminta menjadi saksi ahli (bahasa) untuk beberapa kasus di pengadilan.

Keahliannya di bidang bahasa membuat Yayah juga diberi kepercayaan untuk menulis serta menyunting buku Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Kepresidenan Bogor berikut Pesanggrahan Tenjoresmi, Istana Kepresidenan Cipanas, Istana Kepresidenan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, dan Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali di bidang seni dan budaya, Istana Negara Republik Indonesia (2003) serta menyunting naskah "Koleksi Benda Seni Istana Kepresidenan Republik Indonesia" (2004); di samping masih tetap menjadi penyuluh "Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Keprotokolan" di Departemen Dalam Negeri sejak tahun 1990.

Sepanjang karirnya, Yayah telah menghasilkan ratusan karya tulis berupa hasil penelitian, penyusunan, dan makalah yang disajikan pada berbagai pertemuan ilmiah, seperti seminar, konferensi, lokakarya, kongres, dan siaran radio/televisi. Sedikit dari ratusan karya-karya Yayah BM Lumintaintang adalah Kualitas Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah, Fenomena Alih Kode dalam Wacana Peradilan DKI Jakarta, Kendala Situasional dalam Pemakaian Bentuk Sangkal Bahasa Indonesia di Ranah Peradilan, Majas dalam Wacana Politik: Kasus Pemakaian Bahasa dalam Kampanye Pemilu 1997, dan masih banyak lagi.

Sebagai pakar di bidang sosiolinguistik, Yayah kerap menyoroti sejumlah masalah sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Seperti pada saat ia menjadi pembicara di depan peserta lokakarya kode etik jurnalistik (KEJ) Dewan Pers dan Lembaga Pers Dr. Soetomo di Makassar. Acara yang digelar pada Agustus 2009 itu mengangkat tema Kalimat Ofensif Dalam Berita Pemicu Konflik.

Dalam lokakarya yang dihadiri setidaknya 30 orang jurnalis itu, Yayah menyampaikan pandangannya, "Media kita masih dominan menggunakan kalimat-kalimat ofensif, bias dan konotatif dalam pemberitaannya. Padahal itu sangatlah berbahaya," kata Yayah seperti dikutip dari situs berita antara.com.

Kalimat-kalimat ofensif atau yang bersifat menyerang dalam pemberitaan menurut Yayah sangat berpotensi memicu konflik. Untuk itu, ia berharap media massa di Indonesia hendaknya mempertimbangkan untuk memilih kalimat yang lebih bijak. Yayah menambahkan, untuk situasi kebahasaan di Indonesia yang warga negaranya sangat majemuk baik dari segi etnik, bahasa, budaya dan agama, seharusnya penulisan berita dengan menggunakan istilah atau variasi kalimat yang mengandung makna ofensif, bias dan konotatif tidak dilakukan. Sebab, interpretasi kata-kata seperti itu belum tentu bisa diterima pada etnik, bahasa, budaya dan agama yang satu dengan yang lainnya.

Demikian pula penggunaan variasi kalimat yang berasal dari bahasa daerah, sebaiknya dihindarkan kecuali disertakan dengan padanannya dalam Bahasa Indonesia. Menurutnya, Pusat Bahasa Depdiknas menemukan banyak sekali kalimat-kalimat pemberitaan di media massa yang dinilai melanggar Pasal 1, Pasal 3 dan Pasal 4 KEJ.

Pasal-pasal tersebut antara lain menyebutkan, Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Indonesia menempuh cara profesional dalam tugas jurnalistik, memberitakan secara berimbang dan tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Indonesia tidak membuat berita bohong, sadis dan cabul. Oleh karena itu, Yayah berpendapat Lembaga Pers perlu melakukan kajian lintas etnik, bahasa dan budaya terhadap penggunaan unsur-unsur kebahasaan, seperti diksi bahasa pers, baik media cetak maupun elektronik. "Dengan begitu, dapat dilihat sejauh mana faktor interpretasi berkolerasi dengan potensi konflik," ujar pakar bahasa bidang sosiolinguistik itu. muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Oct 2011  -  Pembaharuan terakhir 15 Jun 2012
Politisi Perempuan Untuk Keadilan Ensiklopedia Folklor Indonesia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dinosaurus!: Utahraptor dan Dinosaurus Serta Reptil lainnya Dari Cretaceous Awal

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: