WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pencinta Lingkungan Nakhoda Ristek

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pencinta Lingkungan Nakhoda Ristek
Gusti Muhammad Hatta | TICOM IMAGES | TGW

Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS dikenal sebagai seorang akademisi tulen yang cinta lingkungan. Baru dua tahun menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, peraih Magister Sains Pascasarjana UGM ini kemudian ditunjuk menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Sebagai Menristek, ia ingin memperkuat Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA).

Menteri Riset dan Teknologi RI (2011-2014)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Gusti Muhammad Hatta

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Gusti Muhammad Hatta

QR Code Halaman Biografi Gusti Muhammad Hatta
Bio Lain
Click to view full article
Pramono Edhie Wibowo
Click to view full article
Charles Saerang
Click to view full article
TB Hasanuddin
Click to view full article
Mohamad Laica Marzuki
Click to view full article
Bakir Hasan
Click to view full article
Teungku Cik Di Tiro
Click to view full article
Wirjono Prodjodikoro
BERITA TERBARU

Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Riset dan Teknologi (Menristek) periode 2011-2014 dinakhodai oleh Prof Dr Gusti Muhammad Hatta. Penunjukan dirinya sebagai orang nomor satu di Kemenristek oleh Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) tidak lepas dari profesinya sebagai akademisi tulen yang gemar melakukan riset. Itu terlihat dari beberapa penelitian dan karya ilmiah yang dilakukan pria kelahiran Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
, Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Kalimantan Selatan
, 1 September 1952 ini.

Gusti, panggilan akrab mantan Ketua Lembaga Penelitian UNLAM, 2003-2005 ini, diharapkan bisa menjadi motor perubahan sebagaimana misi Kemenristek 2025 untuk mewujudkan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) yang tangguh guna meningkatkan daya saing bangsa di era global. Sebab tidak bisa dipungkiri, inovasi hanya timbul lewat gagasan dan ide-ide yang kemudian dituangkan menjadi wujud nyata.

Gusti, anak ke 6 dari 7 bersaudara, tumbuh di tengah keluarga yang sederhana. Di masa kecil, Gusti lebih banyak menghabiskan waktu berpetualang, bermain bersama teman masuk keluar hutan Kalimantan. Berawal dari pengalaman itulah, Gusti mulai mencintai hutan dan lingkungan. Kecintaannya terhadap lingkungan tersebut membuat ayah dua anak ini memilih jurusan paspal (pasti alam) sewaktu SMA.

Selepas SMA, Gusti kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
dan lulus mengantongi gelar Insinyur Silvikultur tahun 1979. Kemudian dia melanjutkan S2 di Universitas Gajah Mada (UGM) Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
dan tahun 1999 berhasil merampungkan gelar S3 / Doktor di Universitas Wageningen, Belanda.

Sebelum terjun ke birokrasi pemerintahan, Gusti mengawali karir sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM). Selama mengabdi di almamaternya, Gusti kerap dipercaya menduduki berbagai jabatan akademis diantaranya, menjadi Ketua Program Studi Silvikultur (1981-1982), Pembantu Dekan I Fakultas Kehutanan (1983-1985), Wakil Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup (1993-1995) dan Ketua Pengelola Pascasarjana Program Studi Ilmu Kehutanan (2001-2003). Ia juga pernah menjadi Ketua Lembaga Penelitian UNLAM (2003-2005), Pembantu Rektor I Bidang Akademik, 2006-2009 dan pernah ikut sebagai salah satu kandidat Rektor Unlam.

Sebagai seorang akademisi tulen yang menjadi pejabat negara, Gusti tetap tidak lupa siapa dirinya. Prinsip hidup sederhana dan petuah bijak dari sang ibu yang berpesan, "jangan menyusahkan orang lain, dimanapun kamu berada agar bisa bermanfaat bagi orang banyak," selalu dipegangnya teguh.

Saat gagal menempati kursi Rektor Unlam, Gusti malah dipercaya menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Lingkungan Hidup periode 2009-2011. Namun, belum habis masa jabatan, Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
memintanya untuk memimpin KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Riset dan Teknologi hingga tahun 2014. Sebagai seorang akademisi tulen yang menjadi pejabat negara, Gusti tetap tidak lupa siapa dirinya. Prinsip hidup sederhana dan petuah bijak dari sang ibu yang berpesan, "jangan menyusahkan orang lain, dimanapun kamu berada agar bisa bermanfaat bagi orang banyak," selalu dipegangnya teguh. "Petuah itu saya pegang terus dalam menjalani hidup ini, dimana pun saya berada," ujarnya.

Sebagai Menristek, Gusti dihadapkan pada persoalan masih rendahnya penguasaan teknologi dan daya saing SDM Indonesia di kawasan ASEAN. Untuk mengejar ketertinggalan itu, inovasi dirasa menjadi sebuah keharusan dan perlu ditingkatkan. Implementasinya adalah dengan mendorong penelitian yang disinergikan dengan industri, atau sebaliknya. Harapannya, penguasaan IPTEK dapat meningkatkan produktivitas dalam negeri. Sehingga potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa dapat diberdayakan untuk kemandirian bangsa. Indonesia tidak hanya sebatas pasar, tapi menjadi tuan di negeri sendiri.

Oleh karena itu, waktu 2 tahun yang tersisa selama menjabat Menristek ini menurut Gusti masih cukup untuk menyusun program kerja bersama timnya. Ia juga tetap meneruskan apa yang sudah dijalankan menteri sebelumnya dan menambah apa yang dirasakan masih kurang dan perlu penyelesaian. "Saya kira sisa waktu 2 tahun menjabat Menristek ini cukup panjang untuk menyusun program," ujarnya saat diwawancarai TokohIndonesia.com, 7 Desember 2011.

Adapun program Menristek sendiri, menurut Gusti adalah memperkuat Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA). Ini menjadi suatu keharusan mengingat perekonomian Indonesia bisa dikatakan hanya berbasis pada keunggulan komparatif dari Sumber Daya Alam (SDA). Sedangkan di negara-negara maju, umumnya keunggulannya itu berbasis kompetitif. Selain itu peran dan sentuhan IPTEK disertai inovasi juga merupakan hal yang terpenting. Karena dengan sentuhan IPTEK dan inovasi, suatu produk dapat memiliki value (nilai) lebih tinggi yang akhirnya bisa meningkatkan pendapatan. "Makanya kalau kita tidak beralih ke situ, kita akan ketinggalan," tegasnya.

Kemudian, suatu produksi juga bisa dilakukan lebih cepat, pendek waktunya dengan hasil yang bagus. Itu berkat sentuhan IPTEK dan inovasi. Sebagai contoh, umur tanam padi yang tadinya bisa memakan waktu 4-5 bulan dengan bantuan tenaga nuklir bisa dipersingkat menjadi 3 bulan saja. Hal ini tentu membawa peningkatan produksi dan pendapatan tanpa mengurangi kualitas.

Gusti menekankan, program SINAS adalah satu sistem atau pilar, dimana sistem ini terdiri dari elemen-elemen yang tidak bisa berdiri sendiri. Ada 3 elemen pilar besar dalam SINAS yaitu, ada kelembagaannya, sumber daya Ipteknya sendiri (manusia dan teknologinya) dan ada jaringannya. Diharapkan semuanya dapat tersinergi dengan baik.

Oleh karena itu, untuk memenangkan persaingan global, penguasaan IPTEK menurut Gusti menjadi sebuah keharusan. Di berbagai negara, penguasaan IPTEK menjadi salah satu prioritas karena iptek dianggap bisa mengatasi berbagai permasalahan yang sedang dihadapi sebuah negara. Selain itu, bangsa-bangsa di dunia menjadikan penguasaan IPTEK sebagai identitas dirinya di panggung internasional. guh, basan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Des 2011  -  Pembaharuan terakhir 01 Mar 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: