WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Jenderal Kavaleri Pimpin BIN

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Jenderal Kavaleri Pimpin BIN
Marciano Norman | Tokohindonesia.com | poskota.co.id

Letnan Jenderal TNI Marciano Norman dipercaya sebagai Kepala BIN mengantikan Jenderal Polisi (purn) Sutanto. Berbagai jabatan strategis pernah dijabatnya selama berkarir di militer, diantaranya sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden, Pangdam Jaya dan terakhir sebagai Komandan Kodiklat Bandung.

Kepala BIN
Lihat Curriculum Vitae (CV) Marciano Norman

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Marciano Norman

QR Code Halaman Biografi Marciano Norman
Bio Lain
Click to view full article
Abdillah Toha
Click to view full article
Mangapul Sagala
Click to view full article
Yenny Wahid
Click to view full article
Alex Noerdin
Click to view full article
Mochamad Noor
Click to view full article
Soenarno
Click to view full article
Arifin C Noer
BERITA TERBARU

Badan Intelijen Negara (BIN) dihadapkan pada tugas berat untuk menangkal dan menanggulangi maraknya aksi kekerasan, terorisme, bom bunuh diri dan gerakan radikal lainnya. Untuk menghadapi situasi tersebut, BIN sebagai induk intelijen negara harus kuat. Konsolidasi antar lembaga intelijen negara lainnya diperlukan kebersamaannya untuk mencegah pemicu instabilitas keamanan nasional. Seperti membongkar jaringan terorisme yang masih terus-menerus menebar keresahan di tengah masyarakat.

Meski kewenangan BIN akan diperkuat, BIN diharapkan tetap pada jalur professionalitasnya, tidak kembali ke sosok militeristik dalam menjalankan tugasnya, agar masyarakat tidak menjadi resah. UU Intelijen ini sungguh-sungguh dijalankan untuk melindungi masyarakat

Tugas baru tersebut kini berada di pundak Letjen TNI Marciano Norman. Ia dikenal memiliki karakter yang tegas, sehingga dipandang sebagai sosok yang tepat untuk memimpin BIN. Mantan Pandam Jaya ini ditunjuk Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
sebagai Kepala BIN di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, (17/10/2011) untuk mengantikan Jenderal Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Sutanto yang telah menjabat sebagai kepala BIN sejak 2009. Pergantian ini diharapkan sebagai babak baru di tubuh BIN dalam membenahi lembaga tersebut di dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sementara itu, dunia intelijen bukan hal yang baru bagi lulusan Akamdemi Militer 1978 ini. Pria kelahiran Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
, Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Kalimantan Selatan
28 Oktober 1958 ini, sebelumnya juga pernah menempuh pendidikan khusus di bidang intelijen. Selain itu, beberapa jabatan strategis yang pernah dijabatnya mulai dari Komandan Paspampres dan Pangdam Jaya, membuatnya harus besinggungan dengan dunia intelijen. Baik dalam pengamanan khusus terhadap presiden dan juga tamu-tamu kepresidenan dari negara-negara sahabat. Maupun sebagai Pangdam Jaya yang bertugas menjaga keamanan Ibu Kota Jakarta sebagai barometer keamanan nasional.

Sebelumnya Jenderal bintang tiga dari kesatuan kavaleri ini, dalam berkarir di dunia militer tergolong cemerlang. Ia mengawali karirnya sebagai komandan Peleton Yonkav 7 Kodam Jaya, Komandan Kompi Serbu 73 Yonkav 7 Kodam, Kasi Ops Yonkav 7 Kodam Jaya hingga menjadi Komandan Kavaleri Batalyon 7 Kodam Jaya.

Kemudian setelah itu, putra mantan Pangdam Jaya Mayjen TNI (Pur.) Norman Sasono ini, dipercaya sebagai Komandan Kodim 1633/Nainaro, Wakil Assisten Operasi Kaskargatap I/Jakarta, Waasops Kasdam Jaya, Asops Kasgartap I/Jakarta, Asops Kasdam Jaya, Danrem 121/ABW Kodam Tanjungpura dan menjabat sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Analisa Lingkungan Strategis DItjen Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan. Setelah itu, menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden, 2008, Panglima Daerah Militer Jaya, 2010 hingga terakhir sebagai Komandan Kodiklat, Bandung, Jawa Barat, 2011 dengan pangkat Letnan Jenderal.

Sementara itu, BIN yang selama ini yang terkesan hanya bertugas sebagai pemberi informasi akan semakin diperkuat dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undang Intelijen oleh DPR pada 11 Oktober 2011. Meski kewenangan BIN diperkuat, BIN diharapkan tetap pada jalur professionalitasnya, tidak kembali ke sosok militeristik dalam menjalankan tugasnya, agar masyarakat tidak menjadi resah. UU Intelijen ini sungguh-sungguh dijalankan untuk melindungi masyarakat. San, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Oct 2011  -  Pembaharuan terakhir 22 Feb 2012
Berjuang Simpan Rahasia Negara Ruang Ruang Cak Tarno

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Rendi Suhandinata, kepala biro di sebuah instansi pemerintah, mati terbunuh secara misterius. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan hanyalah jejak berdarah sepatu wanita yang menjurus ke sebuah lemari.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: