Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Beri Komentar

    Perumus Ikrar Sumpah Pemuda

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Perumus Ikrar Sumpah Pemuda
    Muhammad Yamin | Tokohindonesia.com | depsos
    Sastrawan, pejuang, politikus
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Dari sekian banyak bentuk perjuangannya, yang paling melekat dengan sosok Pahlawan Nasional ini adalah perannya sebagai perumus ikrar Sumpah Pemuda yang lahir dari Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Ia juga aktif sebagai sastrawan dan politisi serta pernah memangku sejumlah jabatan penting dalam pemerintahan, antara lain Menteri Kehakiman (1951), Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan (1953-1955), Ketua Dewan Perancang Nasional (1962), dan Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961-1962).

     

    QR Code Halaman Biografi Muhammad Yamin
    • biografi tokoh indonesia muhammad yamin
    • tokoh perumus teks sumpah pemuda
    • riwayat hidup m.yamin
    • pelopor sumpah pemuda
    • tokoh yang merumuskan hasil konggres pemuda ii
    • tokoh sumpah pemuda gambar muhamad yamin dan amir syarifudin
    • mr.muhammad yamin pada saat kongres pemuda 2 ia menyampaikan pidato yang berjudul
    • kenapa muhammad yamin bergelar sh?
    • http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/3673-perumus-ikrar-sumpah-pemuda
    • siapa nama tokoh sumpah pemuda yang merumuskan naskah sumpah pemuda
    • tokoh penyusun dasar negara dan hasilnya
    • biografi tokoh m yamin
    • berteologi dari isi sumpah pemuda
    • muhammad ikrar yamin
    • yang menyusun sumpah pemuda
    • tokoh yang merumuskan hasil kongres pemuda 2 adalah
    • gambar tokoh - tokoh yg didalam sumpah pemuda
    • perumus sumpah pemuda
    • judul pidato mohamad yamin pada kongres pemuda 2
    • siapa perumus teks sumpah pemuda
    • tokoh perumus sumpah pemuda
    • penyusun rumusan sumpah pemuda
    • biografi pahlawan muhammad yamin
    • berteologi agama dengan konsep sumpa pemuda
    • riwayat muhammad yamin
    • persamaan muhammad yamin dengn tokoh nasional lainnya

    Muhammad Yamin dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 23 Agustus 1903. Yamin merupakan putra pasangan Usman yang bergelar Bagindo Khatib dengan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    asal Padang Panjang bernama Siti Sa'adah. Yamin yang berdarah Minang kemudian menikah dengan seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    Jawa bernama Raden Ajeng Sundari Merto Amodjo pada 1934. Dari hasil pernikahan beda suku tersebut, pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Dang Rahadian Sinajangsih Yamin.

    Meski lahir di zaman kolonial, Yamin termasuk salah satu dari segelintir orang yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga tingkat tinggi. Boleh jadi ini disebabkan oleh kedudukan sang ayah sebagai mantri kopi, jabatan yang pada masa penjajahan Belanda tergolong cukup terpandang.

    Yamin menempuh pendidikan dasarnya di Hollands Inlands School (HIS) di Palembang, kemudian ia tercatat sebagai peserta kursus pada Lembaga Pendidikan Peternakan dan Pertanian di Cisarua, Bogor, selama lima tahun. Setelah itu dilanjutkan ke sekolah Belanda setingkat SMA yang dulu dikenal dengan sebutan Algemene Middelbare School (AMS) di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    . Di sekolah tersebut, ia mempelajari bahasa Yunani, bahasa Latin, bahasa Kaei, dan sejarah purbakala.

    Yamin yang tergolong siswa cerdas berhasil menguasai empat mata pelajaran tersebut hanya dalam tempo tiga tahun saja. Dalam mempelajari bahasa Yunani, Yamin banyak menimba ilmu dari pastor-pastor di Seminari Yogya, sedangkan untuk bahasa Latin, ia banyak dibantu Prof. H. Kraemer dan Ds. Backer. Studi di AMS merupakan persiapan Yamin untuk mempelajari kesusastraan Timur di Leiden, Belanda.

    Setelah tamat AMS, Yamin pun bersiap-siap berangkat ke Leiden. Akan tetapi, sebelum sempat berangkat, sebuah telegram dari Sawahlunto mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dunia. Karena itu, kandaslah cita-cita Yamin untuk belajar di Eropa sebab uang peninggalan ayahnya hanya cukup untuk belajar lima tahun di sana. Padahal, belajar kesusastraan Timur membutuhkan waktu tujuh tahun.

    Setelah gagal sekolah ke luar negeri, Yamin melanjutkan studi ke Recht Hogeschool (RHS) di Jakarta dan berhasil mendapatkan gelar Meester in de Rechten (Sarjana Hukum) pada tahun 1932. Dengan gelar tersebut, Yamin menjalani profesinya sebagai seorang advokat di Jakarta hingga tahun 1942.

    Pelopor Soneta

    Pendidikan dasar hingga tingkat tinggi yang dilaluinya di sekolah Belanda, membuat Yamin banyak menyerap kesusastraan asing. Akan tetapi sebagai seorang intelektual, ia tidak begitu saja menelan segala hal yang didapatnya, melainkan memadukan konsep sastra Barat dengan gagasan budaya Indonesia yang nasionalis.

    Mungkin hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya, mengingat kedua orangtua Yamin adalah keturunan kepala adat di Minangkabau. Oleh karena itu, tak heran bila sejak kecil hingga beranjak remaja, Yamin dibekali pendidikan adat dan agama. Sehingga ia tidak hanyut begitu saja oleh hal-hal yang pernah diterimanya, baik itu berupa karya-karya sastra maupun sistem pendidikan Barat yang dipelajarinya. Prinsip itulah yang terus dipertahankannya termasuk saat menjalani perannya sebagai seorang sastrawan.

    Yamin juga dikenal sebagai Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    penyair
    yang pertama kali menggunakan bentuk soneta di tahun 1921 sekaligus pelopor Angkatan Wakil Pemerintah RI untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai (1945-1946)
    Wakil Pemerintah RI untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai (1945-1946)
    Pujangga Baru
    yang secara resmi berdiri tahun 1933. Kerinduan terhadap tanah kelahirannya sewaktu ia merantau ke Jawa, kecintaannya pada tanah kelahirannya dan masa lampau, menjadikan karyanya berciri romantis dan sentimentil, penuh kata-kata indah yang sebagian diantaranya diambil dari bahasa daerahnya, Minangkabau.

    Di dunia sastra, nasionalisme seorang Muhammad Yamin dibuktikan dengan menghindari pemakaian kata-kata Barat-Belanda. Sikapnya ini telah dipegang sejak ia memimpin majalah Jong Sumatra. Meski pada kenyataaannya, dalam majalah itu terdapat dua kubu yang berbeda pendapat soal bahasa pengantar yang akan digunakan. Di satu sisi, kubu pimpinan Dr. M. Amir menghendaki Bahasa Belanda. Sementara kubu Yamin ingin memakai bahasa Melayu. Jejak Yamin menggunakan bahasa Melayu kemudian diikuti oleh Sastrawan, Redaktur Balai Pustaka (1941)
    Sastrawan, Redaktur Balai Pustaka (1941)
    Sanusi Pane
    dan M. Hatta yang menulis soneta bertajuk Beranta Indera dalam majalah Jong Sumatra edisi November 1921.

    Ayah satu anak ini pertama kali muncul sebagai Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    penyair
    di tahun 1922 dengan puisi berjudul Tanah Air, terdiri dari 30 bait dan tiap bait terdiri 9 baris. Yang dimaksud "Tanah Air" di sini ialah Sumatera. "Tanah Air" yang kini tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    HB Jassin
    ini merupakan kumpulan puisi modern Melayu pertama yang pernah diterbitkan.

    Sebagai Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    penyair
    , gaya puisi Yamin masih terikat pada pola pantun dan syair yang masih menekankan persamaan bunyi, sehingga kadang memasang kata-kata yang tidak perlu hanya sekadar memenuhi syarat bilangan kata dan sajak akhir saja. Namun demikian, Yamin dengan ciri khasnya tersebut berhasil memperbaharui puisi lama. Pembaharuannya terletak pada variasi sajak akhir dan jumlah baris.

    Yamin juga dikenal sebagai penyair yang pertama kali menggunakan bentuk soneta di tahun 1921 sekaligus pelopor Angkatan Wakil Pemerintah RI untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai (1945-1946)
    Wakil Pemerintah RI untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai (1945-1946)
    Pujangga Baru
    yang secara resmi berdiri tahun 1933. Kerinduan terhadap tanah kelahirannya sewaktu ia merantau ke Jawa, kecintaannya pada tanah kelahirannya dan masa lampau, menjadikan karyanya berciri romantis dan sentimentil, penuh kata-kata indah yang sebagian diantaranya diambil dari bahasa daerahnya, Minangkabau.

    Kumpulan puisi karya Yamin berikutnya berjudul Tumpah Darahku yang terdiri dari 88 bait dan tiap bait terdiri dari 7 baris. Puisi tersebut ditampilkan pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan peristiwa bersejarah yakni Kongres Sumpah Pemuda. Karya ini menjadi amat penting karena pada momen itu, Yamin dan beberapa orang pejuang memutuskan untuk bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, Indonesia.

    Dalam Tumpah Darahku, Yamin tak lagi menyanyikan Pulau Perca atau Sumatera saja, melainkan menyanyikan kebesaran dan keagungan sejarah berbagai kerajaan dan suku bangsa di Nusantara seperti kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dan Pasai. Semua itu terlukis dalam sajak-sajaknya. Dalam salah satu baitnya, Yamin mengatakan: "….. kita sedarah sebangsa/Bertanah air di Indonesia". Di tahun yang sama, Yamin meluncurkan sebuah drama yang berdasarkan sejarah Jawa dengan judul Ken Arok dan Ken Dedes.

    Yamin juga menaruh minat pada sejarah, terutama sejarah nasional. Karena baginya sejarah adalah salah satu cara mewujudkan cita-cita Komponis, Wartawan, Guru
    Komponis,
    Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    , GuruIndonesia Raya. Dua karya Yamin yang mengangkat tema sejarah adalah Gadjah Mada (1946) dan Pangeran Pemimpin Perang Diponegoro
    Pemimpin Perang Diponegoro
    Diponegoro
    (1950). Selain puisi, drama, dan novel sejarah, Yamin juga banyak menerbitkan esai, serta menerjemahkan karya-karya pujangga dunia seperti drama Julius Caesar karya William Shakespeare, serta dua karya milik sastrawan India Rabindranath Tagore yang masing-masing berjudul Menantikan Surat dari Raja dan Di Dalam dan di Luar Lingkungan Rumah Tangga.

    Kiprah Sebagai Politikus

    Semangat nasionalisme Muhammad Yamin sudah mulai berkobar sejak duduk di bangku kuliah dengan aktif berjuang melawan penjajah lewat sejumlah organisasi yang akhirnya membawanya ke panggung politik. Tahun 1926-1928, Yamin ditunjuk menjadi ketua Jong Sumatera Bond. Ketertarikannya terhadap pergerakan kepemudaan berawal saat salah seorang anggota Jong Soematraen Bond bernama Nazir Dt. Pamuntjak datang ke Padang.

    Nazir yang ketika itu hendak berangkat ke Belanda untuk bersekolah, pelayarannya terhambat karena Perang Dunia I (1914-1918). Ia kemudian menunda keberangkatannya dan pulang ke Padang. Saat itulah Nazir memberikan penjelasan tentang rencana pendirian cabang Jong Soematraen Bond di Padang dan Bukittinggi. Dibantu Mohammad Taher Marah Sutan, Nazir menyelenggarakan rapat dengan para pemuda pelajar di gedung Syarikat Usaha di Padang. Dalam rapat tersebut, Nazir berpidato menggunakan bahasa Belanda. Sebab, saat itu bahasa Indonesia belum lazim dipergunakan.

    Dalam pidatonya, ia memberikan semangat kepada para pemuda pelajar Sumatera untuk segera bangkit. Kebangkitan tersebut ditandai dengan mendirikan perkumpulan atau organisasi kepemudaan. Pidato Nazir saat itu berhasil menggugah semangat berjuang para pemuda yang ditandai dengan berdirinya cabang Jong Soematraen Bond di Padang dan Bukittinggi.

    Di perkumpulan pemuda se-Sumatera itulah, Yamin mulai meniti karirnya di bidang organisasi bersama dengan Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
    Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
    Mohammad Hatta
    yang kelak menjadi wakil Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
    Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
    Presiden RI
    yang pertama. Jong Soematraen Bond kemudian berubah nama menjadi Pemuda Sumatera.

    Dari sekian banyak bentuk perjuangannya, yang paling melekat dengan sosok Muhammad Yamin adalah perannya sebagai perumus ikrar Sumpah Pemuda yang lahir dari Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Kongres tersebut dihelat setelah pemuda-pemudi dari berbagai daerah berkumpul dan menyatakan keinginannya untuk bersatu. Selain itu, semangat persatuan bangsa juga digaungkan Perhimpunan Indonesia di Belanda. Yamin berpandangan bahwa masa depan Indonesia akan direkatkan oleh satu bahasa, yakni bahasa Indonesia.

    Kemudian dalam pidatonya, Yamin menyampaikan pesan untuk generasi muda, yakni ada hak bagi para pemuda Indonesia untuk mendekatkan diri dengan tanah airnya, dengan bangsanya yang telah melahirkannya. Pemuda merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk menanam segala cita-cita dan tujuan, di dalam dada pemuda tersimpan kemauan zaman baru, zaman yang akan datang; dan kemauan pemuda adalah banjir yang tak boleh dihambat. Yamin sangat yakin akan cita-citanya untuk mewujudkan Komponis, Wartawan, Guru
    Komponis,
    Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    , GuruIndonesia Raya bukanlah suatu hal yang mustahil, melainkan suatu bangunan dengan tiang yang kokoh.

    Terinspirasi oleh Sumpah Palapa Gajah Mada, Muhammad Yamin membuat konsep ikrar Sumpah Pemuda untuk dibacakan sebagai hasil Kongres Pemuda II. Konsep tersebut kemudian disetujui oleh Soegondo sebagai ketua dan Amir Syarifuddin sebagai bendahara. Kemudian, konsep tersebut dibacakan di depan kongres dan disetujui oleh seluruh peserta. Rumusan hasil Kongres Pemuda II 1928 yang dibuat Muhammad Yamin tersebut sekarang dikenal dengan ikrar Sumpah Pemuda yang sangat menjiwai semangat pemuda Indonesia selanjutnya.

    Di kemudian hari, 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Peringatan tersebut selalu dimeriahkan pula dengan kegiatan Bulan Bahasa dan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    sastra Indonesia
    sebagai bentuk kebanggaan dan kecintaan rakyat terhadap bahasa Indonesia. Sebab, dalam kongres itulah, bahasa Indonesia mulai diakui secara de facto sebagai bahasa persatuan.

    Setelah turut terlibat menyatukan para pemuda lewat Kongres Pemuda II, Yamin melebarkan perjuangannya ke ranah politik. Pada tahun 1931, ia tercatat sebagai anggota Partai Indonesia, meski belakangan partai tersebut dibubarkan. Setelah itu bersama Wakil Presiden Republik Indonesia (1978-1983)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1978-1983)
    Adam Malik
    , Wilopo, dan Amir Syarifuddin, Yamin mendirikan Partai Gerakan Rakyat Indonesia. Yamin secara resmi masuk ke dalam pemerintahan setelah diangkat sebagai anggota Volksraad (Dewan Perwakilan Rakyat) hingga tahun 1942.

    Semasa pendudukan Jepang antara tahun 1942 dan 1945, Yamin bertugas di Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), sebuah organisasi nasionalis yang disokong oleh pemerintah Jepang. Pada tahun 1945, Yamin mendirikan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dibantu Ir. Soekarno. Yamin, bersama anggota panitia 9 BPUPKI kemudian berhasil merumuskan Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Sektetaris Negara RI (2004-2007)Piagam Jakarta dan menjadi dasar terbentuknya UUD 1945 serta Pancasila.

    Figur yang amat mencintai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ini juga pernah ditunjuk sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Setelah proklamasi kemerdekaan, ia memangku sejumlah jabatan penting dalam pemerintahan, antara lain sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Kehakiman (1951), Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan (1953-1955), Ketua Dewan Perancang Nasional (1962), dan Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961-1962).

    Jabatan terakhirnya sebagai pembantu presiden adalah Menteri Penerangan. Saat masih mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai menteri itulah, sastrawan dan negarawan yang banyak berjasa pada negara ini tutup usia di Jakarta, pada 17 Oktober 1962, di usia 59 tahun. Jasadnya kemudian dikebumikan di Talawi, sebuah kota kecamatan yang terletak 20 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat. Atas dedikasi dan kontribusinya, pemerintah RI menganugerahkan gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    pahlawan
    Nasional kepada Muhammad Yamin berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
    Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
    Presiden RI
    No.088/TK/1973. eti | muli, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Manusia dapat hidup 40 hari tanpa makan, sekitar 3 hari tanpa air, sekitar 8 menit tanpa udara. Tapi hanya 1 detik jika tanpa harapan." ~ Hal Lindsey

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us