WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pembuka Jalan Megawati

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pembuka Jalan Megawati
Soerjadi | TokohIndonesia.com | DR

Soerjadi lahir di Selur, Ngrayun, Ponorogo, Jawa Timur, 13 April 1939. Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) 1986-1993 ini membuka jalan bagi putra-putri Bung Karno untuk berkiprah dalam politik praktis yang kala itu (era Orde Baru) ditabukan pemerintah.

Wakil Ketua DPR/MPR-RI (1987-1997)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soerjadi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soerjadi

QR Code Halaman Biografi Soerjadi
Bio Lain
Click to view full article
Bondan Winarno
Click to view full article
Ali Akbar Navis
Click to view full article
Hermawan Sulistyo
Click to view full article
Iravati M Sudiarso
Click to view full article
Tamrin A Tomagola
Click to view full article
Nila Sari
Click to view full article
Maria Gisela Borowka
BERITA TERBARU

Mantan Wakil Ketua DPR/MPR-RI, (1987-1997), ini mengajak Guruh Sukarno Putra dan Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
menjadi pengurus partai dan ikut dicalonkan menjadi anggota DPR/MPR. Hasilnya, Mega dan Guruh terpilih menjadi anggota DPR/MPR dan perolehan kursi PDI di DPR pun naik dari 24 kursi (1981) menjadi 40 kursi pada Pemilu 1987, dan menjadi 56 kursi tahun 1992. Sehingga, jika langkah Soerjadi ini dibiarkan, pemerintah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
mengkuatirkan tak mustahil PDI bisa mengancam mayoritas tunggal Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
.

Apa lagi kala itu, Soerjadi dengan lantang menyerukan selain menuntut penyelenggaraan Pemilu (Pemilihan Umum) yang Luber (Langsung Umum Bebas dan Rahasia), juga harus Jurdil (jujur dan adil).

Maka, Soerjadi digoyang dan dijatuhkan dari kursi Ketua Umum DPP PDI. Padahal sebenarnya dalam Kongres IV PDI di Medan 1993, Soerjadi sudah dipastikan akan terpilih kembali untuk memimpin PDI periode 1993-1998, mengalahkan Budi Hardjono yang didukung pemerintah. Namun Kongres dibuat macet, sehingga dibentuk DPP PDI Caretaker dipimpin oleh Latief Pudjosakti yang bertugas segera menyelenggarakan Kongres Luar Biasa

Maka, Soerjadi digoyang dan dijatuhkan dari kursi Ketua Umum DPP PDI. Padahal sebenarnya dalam Kongres IV PDI di Medan 1993, Soerjadi sudah dipastikan akan terpilih kembali untuk memimpin PDI periode 1993-1998, mengalahkan Budi Hardjono yang didukung pemerintah. Namun Kongres dibuat macet, sehingga dibentuk DPP PDI Caretaker dipimpin oleh Latief Pudjosakti yang bertugas segera menyelenggarakan Kongres Luar Biasa.

Kongres Luar Biasa pun diselenggarakan di Surabaya (1993). Pemerintah tetap menjagokan Budi Hardjono. Namun, mayoritas peserta kongres dalam penyampaian pandangan umum sudah menyatakan dukungan kepada Megawati. Akhirnya, Kongres dibuat ricuh hingga tenggat waktu izin habis. Namun, dua jam sebelum izin kongres berakhir, Megawati menyampaikan pernyataan pers bahwa secara de facto dia telah terpilih menjadi Ketua Umum PDI. Kemudian, dalam munas PDI di Jakarta (1994), Megawati dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDI.

Sekali lagi, walau kali ini secara tidak sengaja, Soerjadi membuka kesempatan bagi Megawati menjadi Ketua Umum PDI. Akibat pemerintah tidak lagi menyukai Soerjadi, dia digusur, tapi ironis bagi penguasa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, justru 'singa betina' Megawati, penerus dinasti Soekarno, yang naik ke puncak mengalahkan jagoan pemerintah Budi Hardjono.

Lalu, penguasa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
'membujuk' kembali Soerjadi untuk bersedia kembali memimpin PDI dengan memfasilitasi Kongres di Medan (1996). Dalam kongres di Medan itu, Soerjadi terpilih secara aklamasi. Namun, Megawati cs tidak mengakui Kongres Medan itu, sehingga jadilah dua kepemimpinan PDI yakni PDI Soerjadi yang secara de jure diakui pemerintah dan PDI Megawati yang mendapat dukungan secara de facto.

Puncak pertikaian kedua kubu ini terjadi pada penyerbuan dan pengambil-alihan kantor PDI di Jalan Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
58, Menteng, Jakarta Pusat oleh PDI Soerjadi dari pendudukan PDI Megawati. Peristiwa 27 Juli 1996, itu secara tidak sengaja telah menjadi kesempatan ketiga yang dibuka Soerjadi kepada Megawati menjadi semakin mendapat dukungan besar dari berbagai kalangan. Megawai telah menjadi simbol perlawanan terhadap penguasa Orde Baru. Sehingga terjadilah reformasi yang menghantar Megawati menjadi Wakil Presiden bahkan menjadi Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
2001-2004. (bersambung) Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

 

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 26 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pariwisata Di Tangan Birokrat Wirausaha Empu Seni Tari Klasik Yogyakarta

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Cameragenic atau Auragenic? Temukan jawabannya dalam Camera Branding!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: