WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pembawa Lentera Kenegaraan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pembawa Lentera Kenegaraan
Soegeng Sarjadi | TokohIndonesia.com | DokPri

Soegeng Sarjadi seorang pengusaha sukses yang kemudian mengabdikan diri tanpa pamrih pada kegiatan nirlaba. Pendiri beberapa perusahaan, kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 5 Juni 1942, ini mendirikan Yayasan Soegeng Sarjadi (YSS) yang memfokuskan kegiatan pada kajian, penelitian dan edukasi kenegaraan dan kewarganegaraan untuk pemimpin ataupun yang dipimpin. Dia, seorang pembawa lentera kenegaraan.

 

Pendiri Kodel & Soegeng Sarjadi Syndicate
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soegeng Sarjadi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soegeng Sarjadi

QR Code Halaman Biografi Soegeng Sarjadi
Bio Lain
Click to view full article
Sudharmono
Click to view full article
Iis Dahlia
Click to view full article
Elisa Lumban Toruan
Click to view full article
Kuntoro Mangkusubroto
Click to view full article
Oppie Andaresta
Click to view full article
Astrid Susanto
Click to view full article
Achmad Diran
BERITA TERBARU

Setelah bergelut dalam hiruk-pikuk dunia Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
selama hampir 30 tahun, Soegeng Sarjadi berhasil mendirikan dan membesarkan imperium Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
yang membuatnya kaya raya. Suami dari Sri Soesilastoeti (dokter lulusan Unpad), ini adalah salah seorang pendiri Kongsi Delapan (Kodel) dan pendiri beberapa perusahaan, di antaranya: PT Parama Bina Tani, PT Airess Mega Utama, PT Grahamas Intitirta, PT Airess Sukses Makmur, PT Tri Saga Sarana, dan PT Lumbung Emas Lestari. Dia mengembangkan semua perusahaan itu hingga mapan.

Lalu, pada saat usianya baru mencapai 55 tahun, dia pun surut dari 'pertarungan' dunia Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
. Dia menyerahkan pengelolaan semua perusahaannya kepada anak-anaknya dan para profesional. Kemudian, dia memilih lebih mendedikasikan waktunya untuk kegiatan nirlaba dengan mendirikan Yayasan Soegeng Sarjadi (YSS) pada 1997. Yayasan ini memfokuskan diri pada kajian, penelitian serta edukasi kenegaraan dan kewarganegaraan untuk pemimpin dan ataupun yang dipimpin.

YSS banyak melakukan pendidikan kenegaraan, di antaranya melalui beberapa penelitian.Hasil penelitian itu kemudian dibukukan. Salah satu contoh, YSS melakukan penelitian tentang peta ekonomi Tanah Air. Penelitian dilakukan di seluruh pemda di Indonesia. Hasilnya, dibukukan dengan judul 'Membangun Daerah, Membangun Republik: Sebuah Peta Ekonomi' terdiri empat jilid.

Namun, dia sangat prihatin. Sebab belum ada Pemda yang memesan buku tersebut, meskipun dibagikan secara gratis. Baginya, hal ini mengindikasikan rendahnya kualitas pemimpin Indonesia, bahkan mungkin sama sekali tidak ada pemimpin yang berkualitas. Kondisi ini bukan membuatnya surut, melainkan makin terpanggil untuk meningkatkan kegiatan penelitian serta edukasi kenegaraan dan kewarganegaraan tersebut.

Maka, untuk keperluan itu, YSS mendirikan Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) pada 2 Januari 2001. Pendirian lembaga ini digagas oleh Soegeng Sarjadi bersama Sukardi Rinakit, sebagai respon atas proses demokratisasi yang sedang membuncah di republik ini. Sebagaimana ditulis dalam blog SSS (www.cps-sss.org), perhatian utama SSS adalah memastikan agar proses demokratisasi tersebut berjalan pada rel yang benar.

Lalu, pada saat usianya baru mencapai 55 tahun, dia pun surut dari 'pertarungan' dunia bisnis. Dia menyerahkan pengelolaan semua perusahaannya kepada anak-anaknya dan para profesional. Kemudian, dia memilih lebih mendedikasikan waktunya untuk kegiatan nirlaba dengan mendirikan Yayasan Soegeng Sarjadi (YSS) pada 1997. Yayasan ini memfokuskan diri pada kajian, penelitian serta edukasi kenegaraan dan kewarganegaraan untuk pemimpin dan ataupun yang dipimpin.

Untuk mendukung misinya, SSS berperan sebagai medium intelektual untuk menelurkan gagasan-gagasan bernas dalam upaya membangun kesadaran mewujudkan demokrasi yang lebih baik di Indonesia. Aktivitas utama lembaga adalah melakukan analisis terhadap kebijakan-kebijakan publik (politik, ekonomi, sosial) melalui kegiatan riset dan survei untuk disampaikan kepada siapa pun yang membutuhkan.

Beberapa fokus kajian yang menjadi perhatian SSS antara lain: Politik Militer, Birokrasi, Kekerasan Politik dan Terorisme, Partai Politik, Sistem Pemilihan Umum, Islam Politik, Ekonomi Politik, Demokratisasi dan HAM, Desentralisasi, Otonomi Daerah dan Politik Lokal. Selain itu, Soegeng Sarjadi Syndicate secara khusus juga berkonsentrasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung dengan menawarkan survei Pilkada dan jasa konsultasi politik pemenangan Pilkada bagi kandidat yang maju dalam Pilkada di daerah.

Kemudian, pada 9 Maret 2010, dia melengkapi pengabdiannya dengan mendirikan dan meresmikan Soegeng Sarjadi School of Government, sekolah pemerintahan swasta pertama di Indonesia. Sekolah ini bertujuan membentuk kepemimpinan publik demokratis. Pembinaan sekolah dipercayakan kepada M. Fadjroel Rahman bersama para pengajar lainnya, anatara lain, Sukardi Rinakit, Ryaas Rasyid, Jimly Asshidiqie, Komaruddin Hidayat, Effendi Gazali, Sandiaga Uno dan Arswendo Atmowiloto.

Sugeng dengan ikhlas menggerakkan seluruh kegiatan YSS, dengan menyisihkan 20% dari penghasilannya. Selain itu, YSS juga mendapat donasi tambahan dari Indofood dan lain-lain. Dia mengaku sudah tidak lagi menikmati kekayaan. "Tidak lagi berpikir menumpuk kekayaan. Sebab uang tidak akan dibawa mati. Dia juga tidak berniat membuat yayasan untuk sekadar buat balas budi atau mencari popularitas.[1] Dia hanya memikirkan kiranya kekayaannya berguna untuk kemaslahatan orang banyak. Maka kepada anak-anaknya, Sugeng sudah menegaskan tidak ada warisan.


Berbisnis Sejak Kecil
Sugeng sudah berbisnis sejak kecil. Sebagai anak sulung dari sepuluh bersaudara, sejak kecil dia sudah menyertai ayahnya, Sarjadi Mardaan, berdagang tekstil di Pekalongan, Jawa Tengah. Sambil membantu ayahnya berdagang, dia menamatkan sekolah dari SR Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
, Pekajangan (1954), SMP Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
, Pekajangan (1957) dan SMA Negeri, Pekalongan (1961). Kemudian, dia sempat berkarir sebagai guru di Sekolah Menengah Mualimin Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
, Pekajangan, Pekalongan (1961-1962).

Dia pun ingin mewujudkan cita-cita menjadi ahli hukum, untuk bisa membela orang lemah.[2] Tapi, dia tidak masuk fakultas hukum melainkan kuliah di Fakultas Publisistik Universitas Padjadjaran, Bandung.
Sambil kuliah, dia tetap berdagang Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik. Dia pun aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Bahkan menjabat Ketua Senat Fakultas Publisistik dan Ketua Dema Unpad serta Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bandung. Selain itu juga aktif dalam Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI).

Keasyikan berorganisasi dan berdagang, dia tidak meneyelesaikan kuliahnya, hanya sampai tingkat lima. Selain itu, dia juga sempat menggeluti dunia jurnalistik sebagai Redaktur Mingguan Mimbar Demokrasi, Bandung (1966-1968). Sempat juga menjadi Anggota DPR/MPR RI (1967-1968), namun dia kemudian di-recall. Dunia politik yang dinilainya kurang sehat, memang tidak cocok baginya.

Lalu, dia menapaki pergulatan bisnis secara profesional dengan menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
PT Kwarta Daya Pratama, Jakarta (1970). Kemudian menjabat Manajer Komersial PT Krama Yudha Divisi Welding (1972) sampai menjabat Komisaris PT Kramat Yudha Mojopahit Motor (1976). Tiga tahun kemudian, 1979, dia mendirikan dan menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
PT Kodel (singkatan Kongsi Delapan), bersama Fahmi Idris, Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Aburizal Bakrie
, dan Ponco Sutowo.

Selanjutnya, penggemar film kung fu dan musik Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
serta piawai memetik gitar, ini mengembangkan imperium bisnisnya dengan mendirikan dan memimpin sejumlah perusahaan. Dimulai dari PT Parama Bina Tani (1980), perusahaan yang bergerak di bidang kimia pertanian. Perusahaan ini memiliki pabrik pestisida, bekerja sama dengan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
Amerika. Juga sebuah pabrik metanol dibangunnya di Pulau Bunyu, Kalimantan, berpatungan dengan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
Jerman Barat. Kesempatan ini digunakan untuk alih teknologi metanol, dengan mengirim 18 insinyur belajar di Jerman Barat.

Setelah bisnisnya berkembang, dia pun mengalihkan kegiatan pada kegiatan nirlaba dan memberikan kekayaannya demi kemaslahatan orang banyak, dengan fokus pada edukasi kenegaraan dan kewarganegaraan serta kepemimpinan publik. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Bio TokohIndonesia.com

Footnote:
[1] SWA: http://swa.co.id/2011/04/memaknai-sukses-dengan-kepedulian/
[2] PDAT: http://www.pdat.co.id/ads/html/S/ads,20030626-50,S.html

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 23 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 14 Jan 2013
Rektor Reformasi Damai Pendokumentasian Budaya Nusantara

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menjelaskan mengenai seluk-beluk pemotretan olahraga. Dasar teori sampai dengan proses pemotretan di lapangan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: