WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bapak Roman Modern Indonesia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bapak Roman Modern Indonesia
Marah Rusli | Tokohindonesia.com | rpr-wp

Roman baru dikenal di tahun 1920 setelah Marah Rusli hadir dengan karya fenomenalnya, Siti Nurbaya. Berkat karyanya itu, ia dianggap sebagai pengarang roman pertama dalam sejarah sastra Indonesia sekaligus pembaharu dalam penulisan prosa yang ketika itu lebih banyak berbentuk hikayat. Sehingga tak berlebihan bila HB Jassin kemudian memberinya gelar sebagai Bapak Roman Modern Indonesia.

 

Sastrawan, dokter hewan
Lihat Curriculum Vitae (CV) Marah Rusli

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Marah Rusli

QR Code Halaman Biografi Marah Rusli
Bio Lain
Click to view full article
Trie utami
Click to view full article
Neno Warisman
Click to view full article
Iwan Hasan
Click to view full article
Susi Susanti
Click to view full article
Lim
Click to view full article
Boyke, dr
Click to view full article
Didik Nini Thowok

Pria bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar ini sudah tertarik pada dunia sastra sedari kecil. Hal itu ditandai dengan kegemaran Marah Rusli mendengar kisah-kisah dari buku roman Barat yang kerap dibawakan tukang kabba, sebutan untuk pendongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya.

Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran yang bekerja sebagai demang. Sementara ibunya seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
biasa. Gelar "Marah" di depan namanya, diberikan oleh keluarga ayahnya sebab ibunda Marah Rusli tidak memiliki gelar Puti yang biasa disandang putri bangsawan.

Marah bersekolah di Rofdenschool, Bukittinggi dan menamatkan pendidikannya di sekolah yang kerap disebut sebagai 'sekolah raja' itu di tahun 1910. Semasa bersekolah, pria kelahiran Padang 7 Agustus 1889 ini dikenal sebagai siswa yang cerdas dan berprestasi. Sehingga ketika lulus, salah satu gurunya yang bernama Hoornsma menganjurkan Marah untuk belajar ke negeri Belanda. Namun, orang tuanya tidak mengizinkan karena Marah merupakan anak semata wayang.

Marah Rusli kemudian hijrah dari Padang ke kota Bogor untuk melanjutkan studinya di sekolah dokter hewan. Setelah merampungkan kuliahnya, ia kembali ke kampung halamannya. Namun tanpa sepengetahuannya, ayahnya telah menjodohkannya dengan gadis sekampungnya. Marah pun berontak, berbagai alasan ia lontarkan untuk membatalkan perjodohan tersebut. Namun, tak ada satu pun yang berhasil mencairkan kekerasan hati ayahnya. Akhirnya, dengan terpaksa, ia menerima pernikahan itu, dengan syarat, setelah menikah ia akan langsung menceraikan istrinya. Tentu saja, syarat tersebut ditolak mentah-mentah. Marah yang merasa semakin terpojok akhirnya secara diam-diam meninggalkan Padang, dan kembali ke Bogor.

Ketika bermukim di Kota Hujan itulah, roman Siti Nurbaya lahir. Roman yang pengerjaannya mulai dirintis tahun 1918 itu ditulis berdasarkan pengalaman di sekitar adat dan tradisi di kampung halamannya sekaligus pengalaman pribadinya yang dipaksa menikah dengan gadis pilihan orangtuanya.

Ketika naskah roman tersebut terbit di tahun 1920, ayahnya sempat mengirim sepucuk surat. Dalam surat tersebut, sang ayah menyayangkan tindakan putra tunggalnya itu karena dianggap menabrak adat istiadat yang berlaku. Meski begitu, nyatanya Siti Nurbaya mendapat sambutan yang baik terutama dari kalangan pemuda dan memicu mereka untuk berbuat hal yang serupa, yakni mendobrak aturan adat yang kuno.

Selain dunia sastra dan kesehatan hewan, Marah juga cukup aktif dalam organisasi olahraga. Pada tahun 1950, ia pernah menjabat sebagai kepala perekonomian dan pendiri Voetbalbond (perkumpulan sepak bola) di Semarang. Masih di kota yang sama, Marah Rusli juga sempat duduk sebagai komisaris PSSI. Kemudian di tahun 1952, Marah pensiun sebagai dokter hewan dengan pangkat terakhir sebagai Dokter Hewan Kepala.

Tak dapat dipungkiri, berkat Siti Nurbaya, Marah Rusli dianggap sebagai pengarang roman pertama dalam sejarah Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
sastra Indonesia
. Ia dianggap sebagai pembaharu dalam penulisan prosa yang ketika itu lebih banyak berbentuk hikayat. Maka tak berlebihan jika Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
HB Jassin
kemudian memberinya gelar sebagai Bapak Roman Modern Indonesia.

Bukan cuma itu saja. Siti Nurbaya juga dianggap sebagai roman terpenting pada masanya, karena dalam karya sastra tersebut, ia mulai meletakkan landasan pemikiran-pemikiran yang mengarah kepada emansipasi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
dan mendobrak adat yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Ia ingin melepaskan masyarakat dari belenggu adat yang tidak memberi kesempatan bagi para pemuda untuk menyatakan pendapat atau keinginannya.

Di tahun 1911, saat usianya baru menginjak 22 tahun, Marah menemukan cinta sejatinya, seorang gadis berdarah Sunda kelahiran Bogor. Mereka pun mengucap janji sehidup semati sebagai pasangan suami istri, meski pernikahan itu tanpa sepengetahuan dan seizin orang tuanya. Kebahagiaan kian bertambah lengkap, setelah pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, dua putra dan satu putri.

Untuk menghidupi keluarganya, Marah bekerja sebagai ajunct dokter hewan di Sumbawa Besar. Meski lebih dikenal sebagai sastrawan, Marah Rusli memang tetap menjalani karirnya sebagai dokter hewan. Berbeda dengan Ketua Lembaga Pendidikan dan Kesenian Jakarta (1973-1977)
Ketua Lembaga Pendidikan dan Kesenian Jakarta (1973-1977)
Taufiq Ismail
dan Seniman Pelopor Angkatan 45
Seniman Pelopor Angkatan 45
Asrul Sani
yang memang benar-benar meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan karena memilih menjadi Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
.

Marah pernah menjabat sebagai Kepala Perhewanan di Bima di tahun 1916. Setelah itu ia diangkat menjadi kepala peternakan hewan kecil di Bandung, lalu mengepalai daerah perhewanan di Blitar pada tahun 1918. Tahun 1920, Marah ditunjuk sebagai asisten dokter di almamaternya. Setahun kemudian, ia hijrah ke Jakarta. Tahun 1925, ia ditugaskan ke Balige, Tapanuli, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
.

Meski disibukkan dengan kegiatannya sebagai dokter, ia tetap menjalankan hobi menulisnya. Pada tahun 1924, ia melahirkan roman terbarunya yang berjudul La Hami. Novel yang mengisahkan kehidupan masyarakat Sumbawa itu didedikasikan sebagai tanda terima kasihnya kepada penduduk yang telah banyak membantu selama ia bertugas di pulau itu.

Selama masa revolusi, Marah Rusli menetap di Solo. Pada tahun 1946, ia masuk ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) yang mengurus pengangkutan angkatan darat, pertanian, perhewanan, dan perikanan, serta makanan untuk keperluan ALRI Tegal. Tak hanya itu, ia juga disibukkan dengan kegiatannya melatih pegawai-pegawai kehewanan. Dua tahun setelah bergabung dengan ALRI, ayah tiga anak ini dipercaya menjadi dosen Sekolah Dokter Hewan di Klaten.

Selain dunia sastra dan kesehatan hewan, Marah juga cukup aktif dalam organisasi olahraga. Pada tahun 1950, ia pernah menjabat sebagai kepala perekonomian dan pendiri Voetbalbond (perkumpulan sepak bola) di Semarang. Masih di kota yang sama, Marah Rusli juga sempat duduk sebagai komisaris PSSI. Kemudian di tahun 1952, Marah pensiun sebagai dokter hewan dengan pangkat terakhir sebagai Dokter Hewan Kepala.

Sastrawan yang melahirkan tokoh fiksi Siti Nurbaya, Saiful Bahri, dan Datuk Maringgih ini meninggal dunia di Bandung, 17 Januari 1968 pada usia 78 tahun. Jenazah kakek musisi Harry Roesli itu dikebumikan di Bogor, Jawa Barat. Setahun setelah kepergiannya, Pemerintah Republik Indonesia memberi hadiah tahunan dalam bidang sastra untuk romannya yang legendaris, Siti Nurbaya. Roman Siti Nurbaya memang fenomenal, hingga tahun 1996 tercatat telah 22 kali dicetak ulang, diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia, serta pernah diangkat dalam sinetron di tahun 90-an.

Selain Siti Nurbaya, Marah juga meninggalkan berbagai karya sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya, antara lain Tambang Intan Nabi Sulaiman, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Belanda dan diterbitkan di Jakarta ; Anak dan Kemenakan ; dua naskah roman yang masing-masing berjudul Memang Jodoh dan Tesna Zahera ; serta Gadis yang Malang, sebuah karya terjemahan dari novel Charles Dickens. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pesepakbola Indonesia Legendaris Calon Panglima Tni 2013 Dan Capres 2014

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: