WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pembebas Kata dari Belenggu

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pembebas Kata dari Belenggu
Sutardji Calzoum Bachri | TokohIndonesia.com | rpr-bgs

Lewat sajak-sajaknya seperti O, Amuk, dan Kapak, peraih Penghargaan Sastra Chairil Anwar ini menerobos makna kata, jenis kata, bentuk kata, dan tata bahasa sehingga lahir karya otentik yang bebas dari belenggu. Pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern juga ia tunjukkan di atas panggung dengan gayanya yang "unik". Kadang kala ia jumpalitan di atas panggung bahkan sambil tiduran dan tengkurap.

Penyair
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sutardji Calzoum Bachri

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sutardji Calzoum Bachri

QR Code Halaman Biografi Sutardji Calzoum Bachri
Bio Lain
Click to view full article
Rijanto Joesoef
Click to view full article
Tan Shot Yen
Click to view full article
John Rahail
Click to view full article
Purwoto S Gandasubrata
Click to view full article
Anita Puspa Moran
Click to view full article
Abu Bakar Baasyir
Click to view full article
Mangapul Sagala

Sutardji Calzoum Bachri lahir di Rengat, Riau, pada 24 Juni 1941. Setamat SMA, putra pasangan Mohammad Bachri dan May Calzoum ini melanjutkan studinya sampai tingkat doktoral, Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Sosial Universitas Padjadjaran, Bandung. Saat masih menjadi mahasiswa di kota berjuluk Kota Kembang itulah, anak kelima dari sebelas bersaudara ini merintis karirnya di dunia sastra diawali dengan menulis di berbagai media massa. Ia mengirimkan sajak-sajak dan esai karangannya ke berbagai media massa di Jakarta, seperti Sinar Harapan, Kompas, Berita Buana, majalah Horison, dan Budaya Jaya. Ia juga mengirimkan sajak-sajaknya ke surat kabar lokal, seperti Pikiran Rakyat di Bandung dan Haluan di Padang. Sejak itulah, nama Sutardji Calzoum Bachri mulai diperhitungkan sebagai seorang Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
.

Gelar 'Presiden Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
Indonesia' bahkan disematkan padanya. Menurut para seniman di Riau, kemampuan Soetardji laksana rajawali di langit, paus di laut yang bergelombang, kucing yang mencabik-cabik dalam dunia Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
sastra Indonesia
yang sempat membeku dan membisu setelah kepergian pujangga besar Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
Chairil Anwar
.

Menurut Bung Tardji, demikian sapaan akrabnya, menulis baginya adalah panggilan alam. Ia mengakui bahwa di saat menulis ia bisa merasakan kebebasan. Pria yang karyanya sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa ini juga berkomentar mengenai perkembangan sastra di Indonesia. "Memang telah terjadi perkembangan yang cukup besar dalam ruang sastra di Indonesia, khususnya dari para sastrawangi," kata Bung Tardji dengan suara serak. "Kaum Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
sekarang sudah lebih berani tampil dan dalam seksualitas. Mereka banyak melakukan perlawanan terhadap maskulinitas," ucapnya menambahkan.

Menulis baginya adalah panggilan alam. Ia mengakui bahwa di saat menulis ia bisa merasakan kebebasan.

Dalam kredo puisinya yang terkenal (30 Maret 1973), Sutardji memaparkan lebih dalam tentang pemahamannya akan kata-kata, "Dalam puisi saya, saya bebaskan kata-kata dari tradisi lapuk yang membelenggunya seperti kamus dan penjajahan lain seperti moral kata yang dibebankan masyarakat pada kata tertentu dengan dianggap kotor (obscene) serta penjajahan gramatika. Bila kata dibebaskan, kreativitaspun dimungkinkan. Karena kata-kata bisa menciptakan dirinya sendiri, bermain dengan dirinya sendiri, dan menentukan kemauan dirinya sendiri. Pendadakan yang kreatif bisa timbul, karena kata yang biasanya dianggap berfungsi sebagai penyalur pengertian, tiba-tiba, karena kebebasannya bisa menyungsang terhadap fungsinya. Maka timbullah hal-hal yang tak terduga sebelumnya, yang kreatif."

"Dalam (penciptaan) puisi saya, kata-kata saya biarkan bebas dalam gairahnya karena telah menemukan kebebasan, kata-kata meloncat-loncat dan menari di atas kertas, mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, mundar-mandir dan berkali-kali menunjukkan muka dan belakangnya yang mungkin sama atau tak sama, membelah dirinya dengan bebas, menyatukan dirinya sendiri dengan yang lain untuk memperkuat dirinya, membalik atau menyungsangkan sendiri dirinya dengan bebas, saling bertentangan sendiri satu sama lainnya karena mereka bebas berbuat semaunya atau bila perlu membunuh dirinya sendiri untuk menunjukkan dirinya bisa menolak dan berontak terhadap pengertian yang ingin dibebankan kepadanya."

Untuk mempertajam kemampuan menulisnya, pada musim panas 1974, ia mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Terhitung sejak Oktober 1974 hingga April 1975, Sutardji mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat, bersama Kiai Haji Mustofa Bisri dan Ketua Lembaga Pendidikan dan Kesenian Jakarta (1973-1977)
Ketua Lembaga Pendidikan dan Kesenian Jakarta (1973-1977)
Taufiq Ismail
. Empat tahun kemudian di tahun 1979, Sutardji Calzoum Bachri diangkat menjadi redaktur majalah sastra Horison. Setelah bertahun-tahun bekerja, Sutardji akhirnya memutuskan untuk keluar dari Horison. Pada tahun 2000 hingga 2002, ia menjadi penjaga ruangan seni "Bentara", terutama menangani puisi pada harian Kompas.

Karyanya yang pertama dibuat pada tahun 1973 dengan judul O. Tiga tahun setelah dipublikasikan, sajak tersebut mendapat Hadiah Puisi DKJ. Karya Sutadji lainnya adalah Amuk (1977), Kapak (1979), kemudian pada tahun 1981, ketiga buku kumpulan pusinya itu digabungkan dengan judul O, Amuk, Kapak yang diterbitkan oleh Sinar Harapan. Ada pula kumpulan esai berjudul Isyarat, dan kumpulan cerpen berjudul Hujan Menulis Ayam. Sementara itu, esainya berjudul Gerak Esai dan Ombak Sajak Anno 2001 dan Hujan Kelon dan Puisi 2002 mengantar kumpulan puisi "Bentara".

Selain itu, sejumlah puisinya telah diterjemahkan Harry Aveling dan dimuat dalam antologi berbahasa Inggris: Arjuna in Meditation (Calcutta), 1976 ; Writing from the World (Amerika Serikat) ; Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters (1979

Di dunia persajakan, ia dikenal dengan ciri khas gayanya yang "edan" saat membacakan puisi yang berbeda dari Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
kebanyakan. Kadang kala ia jumpalitan di atas panggung, bahkan sambil tiduran dan tengkurap. ''Setiap orang harus membikin sidik jarinya sendiri, karakternya sendiri. Biar tak tenggelam dan bisa memberi warna,'' kata pujangga nyentrik ini.

Lewat karya-karyanya, suami Mariham Linda ini banyak meraup penghargaan. Pada tahun 1979, ia dianugerahi hadiah South East Asia Writer Awards di Bangkok, Thailand atas prestasinya dalam dunia sastra. Kemudian di tahun 1988, ia mendapat penghargaan tertinggi dalam bidang kesusastraan di Indonesia yakni Penghargaan Sastra Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
Chairil Anwar
yang sebelumnya diraih Mochtar Lubis.

Ayah satu putri bernama Mila Seraiwangi ini juga kerap mendapat undangan dari berbagai negara. Ia pernah menghadiri Pertemuan International Para Pelajar di Bagdad, Irak ; membaca puisi di Departemen Keuangan Malaysia atas undangan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
keuangan Malaysia, Dato Anwar Ibrahim ; mengikuti berbagai pertemuan Sastrawan ASEAN ; Pertemuan Sastrawan Nusantara di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam ; serta membaca puisi di Festival Puisi International Medellin, Columbia, pada tahun 1997. eti | muli, mlp

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 20 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 06 Mar 2012
Pelatih Kekuatan Esq Dokter Pendiri Indische Partij

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dinosaurus!: Utahraptor dan Dinosaurus Serta Reptil lainnya Dari Cretaceous Awal

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: