WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Bakso Pikul Jadi Resto Franchise

Bakso Pikul Jadi Resto Franchise
Widyanto Suryo Buwono | TokohIndonesia.com | Novrita Savitri

OBITUARI | Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono, lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, 15 Juni 1949. Lulusan STM 1 Solo ini pemilik usaha waralaba (franchise) bakso Lapangan Tembak. Dia merintis usahanya dari dari pedagang bakso pikulan hingga menjadi pengusaha franchise dengan 140 restoran di seluruh Indonesia. Dia meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Sabtu 9 Juli 2011, dalam usia 62 tahun.

 

Pemilik Bakso Lapangan Tembak
Lihat Curriculum Vitae (CV) Widyanto Suryo Buwono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Widyanto Suryo Buwono

Widyanto telah memulai usaha sejak kelas 2 SMP tahun 1966 di Solo, menjajakan bakso dengan pikulan berkeliling kota. Setelah tamat STM 1 di Solo, dia pun hijrah ke Jakarta tahun 1971 dengan bekal uang Rp.1.200. Di Jakarta dia langsung dagang bakso keliling. Setiap hari keluar masuk gang memikul angkring bakso. Beberapa tahun kemudian, dia mengganti angkring dengan gerobak dorong. Di siang hari, dia berkeliling dari gang ke gang di kawasan Petamburan, Slipi, Pejompongan dan Gelora Senayan. Lalu pada malam hari, dia mangkal di kawasan Lapangan Tembak Senayan (kini telah berubah menjadi Hotel Mulia).

Masih ingat, kala itu warung bakso Widyanto itu selalu dipenuhi pelanggan sehingga area parkir itu selalu penuh mobil. Bahkan para pelanggan rela makan sambil berdiri atau di dalam mobil masing-masing karena tidak mendapatkan tempat duduk. Para pelanggannya bukan hanya para atlet pelatnas tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat bahkan para pejabat dan tokoh masyarakat berbaur mencicipi baksonya. Bahkan pada tahun 1980-an, Sri Sultan Hamengkuwono IX mengapresiasinya dengan memberi nama Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono.

Kemudian, di Lapangan Tembak itu, Widyanto mendapat pelanggan yang ketagihan dengan baksonya. Maka, sejak 1982 Widyanto akhirnya memutuskan mangkal tiap hari di luar pagar kompleks Lapangan Tembak Senayan. Pelanggannya pun semakin banyak, di antaranya para atlet pelatnas atletik, bulutangkis, renang, dan menembak. Hingga akhirnya, tahun 1983, dia dipersilahkan mendorong gerobak baksonya ke dalam kompleks. Bahkan akhirnya diizinkan membuka warung kecil di lokasi parkir. Sejak itulah bakso ala Jowo itu dikenal masyarakat pelanggan dengan sebutan Bakso Lapangan Tembak Senayan.

Masih ingat, kala itu warung bakso Widyanto itu selalu dipenuhi pelanggan sehingga area parkir itu selalu penuh mobil. Bahkan para pelanggan rela makan sambil berdiri atau di dalam mobil masing-masing karena tidak mendapatkan tempat duduk. Para pelanggannya bukan hanya para atlet pelatnas tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat bahkan para pejabat dan tokoh masyarakat berbaur mencicipi baksonya. Bahkan pada tahun 1980-an, Sri Sultan Hamengkuwono IX mengapresiasinya dengan memberi nama Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono.

Kemudian, Widyanto dimudahkan membuka beberapa gerai di lingkungan Senayan. Selain di halaman Gedung Bulutangkis, dia diizinkan menyewa lahan untuk buka warung bakso di Kelurahan Lapangan Tembak Senayan yang ditempatinya hingga sekarang. Sampai akhirnya, dia pun mengembangkan usaha bakso menjadi waralaba (franchise) Bakso Lapangan Tembak. Sampai akhir hayatnya, Sabtu 9 Juli 2011, usaha baksonya telah mempunyai 140 restoran (franchise) di seluruh Indonesia. Penulis: Tian Son Lang | Bio TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 10 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku contekan superkomplit yang membahas detail-detail sastra. Mencakup pembahasan sejarah sastra, prosa, puisi, drama, majas, peribahasa, kamus, roman sastra, dan profil sastrawan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: