WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Sosok Pekerja Keras

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Sosok Pekerja Keras
Haryono Suyono | TokohIndonesia.com - Ricky

Bekerja keras dengan tulus, kreatif dan inovatif. Itulah salah satu yang patut diteladani dari mantan Menteri Negara Kependudukan ini. Dia seperti tidak kenal lelah, sepanjang hari bekerja keras dengan kreatif bahkan sampai melebihi panggilan tugasnya. Dia juga seorang tokoh yang terbuka, bersahaja dan teguh pada prinsip. Dia pejabat Orde Baru yang karya pengabdiannya belum tertandingi hingga saat ini, di bidang kependudukan dan keluarga sejahtera.

Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Haryono Suyono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Haryono Suyono

QR Code Halaman Biografi Haryono Suyono
Bio Lain
Click to view full article
Liem Swie King
Click to view full article
Siti Fadilah Supari
Click to view full article
Antasari Azhar
Click to view full article
Setya Novanto
Click to view full article
YB Mangunwijaya
Click to view full article
Sisca Soewitomo
Click to view full article
Abdurrahman Wahid
BERITA TERBARU

Bagi ahli komunikasi massa ini, bekerja keras denga tulus, kreatif dan inovatif, mengalir laksana alunan musik symphoni dalam kehidupannya sehari-hari. Dinikmati sedemikian indah untuk mewujudkan impian menjadi rahmat bagi orang lain dan alam semesta.

Kerja keras sudah menjadi filosofi hidup Guru Besar Universitas Airlangga, Surabaya yang meraih gelar master dan doktor dari University of Chicago, Amerika Serikat ini. Dia percaya bahwa dengan kerja keras, apa yang dicita-citakan, suatu ketika, akan menghasilkan buah. "Sejak kecil saya biasa bekerja keras," kata Haryono dalam wawancara khusus dengan tim Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indonesia, di ruang kerjanya, Gedung Granadi Lantai 4.

Haryono lahir di Desa Pucang Sewu, Pacitan, Jawa Timur, tanggal 6 Mei 1938, dari pasangan Alimoeso dan Padmirah. Menuruni sifat ibunya, Padmirah, mantan Menko Kesra dan Taskin ini adalah pria yang ulet dan pekerja keras. "Saya percaya bahwa dengan kerja keras suatu ketika cita-cita kita akan menghasilkan buah," kata Haryono.

Sewaktu kecil, Haryono selalu mendampingi ibunya, karena ayahnya, seorang guru Sekolah Rakyat (Sekolah Dasar), sering pindah tempat mengajar dari satu desa ke desa pegunungan lainnya di kabupaten Pacitan. Haryono sangat menghormati dan membanggakan perjuangan ibunya yang membuat dirinya terbiasa bekerja keras dan kemudian menjadi orang penting di negeri ini.

Sebagai anak kampung, dia biasa melakukan pekerjaan kasar. Rumah orang tuanya di desa Pucang Sewu, Pacitan, terletak antara desa pegunungan dan pinggiran kota. Ibunya memanfaatkan posisi ini dengan membuka warung kecil, menampung barang-barang dari desa untuk keperluan orang-orang kota, seperti daun jati dan kayu bakar. Daun jati digunakan sebagai pembungkus. Orang-orang desa menjual barang-barang itu kepada ibunya untuk ditukar dengan beras, garam dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Pengalaman di masa kecil itu mendarah daging pada dirinya. Dia mengerjakan apa saja yang disuruh ibunya. Ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tidak pernah duduk di bangku sekolah. Tetapi mendidik anak-anaknya dengan penuh disiplin dan taat pada agama dan orang tua.

Ibunya jeli memanfaatkan peluang dengan banyaknya orang-orang desa yang datang ke kota untuk memasok barang-barang kebutuhan orang kota. "Ibu saya yang menampungnya. Di antara orang-orang desa itu ada yang tidak langsung datang ke pasar. Mereka yang ingin cepat kembali, tetapi butuh beras atau garam, ibu saya yang menukarnya (barter) dengan barang-barang bawaan mereka dari desa. Soalnya orang-orang desa tidak mau pusing, kadang-kadang pasrah saja, asalkan keperluan mereka terpenuhi," tutur Haryono.

Ibu Padmirah juga cukup bijaksana. Tak jarang penduduk desa satu atau dua hari membantunya bekerja di dapur atau membersihkan halaman. Setelah itu, mereka selalu diberi beras atau barang kebutuhan lainnya. Sang Ibu sering menyuruh Haryono untuk menyiapkan dua atau tiga liter beras sebagai upah.

Begitu juga kalau langganan tidak datang dua atau tiga hari, Ibu Padmirah sering menanyakan, kenapa tidak datang, khawatir dia sakit. Kalau sudah begitu, Ibu Padmirah menyuruh Haryono menunggu warung, agar bisa pergi ke desa menengok para langganannya.

Ke sana Ibu Padmirah membawa beras dan keperluan lainnya. Jadi ibunya tidak hanya mengambil keuntungan dari orang-orang desa, melainkan lebih bijaksana lagi dengan tetap menjalin hubungan persaudaraan dengan mereka. Itulah kesan yang mendalam di dalam hati Haryono, sehingga sampai sekarang dia punya perhatian yang sangat besar terhadap masalah orang-orang kecil.

Selain itu, ibunya menanamkan jiwa dagang dalam dirinya. Jadi, dalam melakukan sesuatu, Haryono tahu untung ruginya. Selain itu, dia juga diajari untuk hidup mandiri. Haryono sering mendapat upah dari ibunya karena berbelanja barang-barang kebutuhan orang-orang desa di pasar. Dari situlah dia mulai menanamkan kemandirian dan rasa percaya diri. crs-sh-am (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 26)

 

 

Page 1 of 4 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 01 Dec 2005  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Ingin Memberdayakan Kaumnya Si Abang Advokat Lokomotif Demokrasi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Sebagai seorang manajer, Anda bertanggung jawab untuk meraih hasil terbaik dari upaya-upaya mental, emosi, dan fisik yang telah diberikan karyawan Anda. Bukan hanya meraih keuntungan investasi... melainkan keuntungan energi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: