WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Diplomat Pejuang Kemerdekaan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Diplomat Pejuang Kemerdekaan
Agus Salim | TokohIndonesia.com | Kemsos

Kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa didukung keinginan kuat untuk belajar, mengantarkan Haji Agus Salim menjadi seorang tokoh diplomat unggul yang telah banyak membantu bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Lihat Curriculum Vitae (CV) Agus Salim

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Agus Salim

QR Code Halaman Biografi Agus Salim
Bio Lain
Click to view full article
Joko Widodo
Click to view full article
Bambang Susantono
Click to view full article
Tarmizi Taher
Click to view full article
Mardiyanto
Click to view full article
Audy
Click to view full article
Akil Mochtar
Click to view full article
Buya Hamka
BERITA TERBARU

Haji Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Agus Salim
yang sebelumnya dikenal bernama Masyhudul Haq, lahir di Koto Gedang, Sumatera Barat (dekat Bukittinggi), pada tanggal 8 Oktober 1884. Di pendidikan formal, dia hanya menginjakkan kaki sampai HBS (Hogere Burgerschool, - Setingkat Sekolah Menengah Umum). Sesudah menamatkan HBS tahun 1903, ia belajar sendiri (otodidak). Ditopang oleh kemampuannya menguasai tidak kurang dari sembilan bahasa asing, antara lain bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Arab, Turki, dan Jepang, memungkinkannya membaca bermacam-macam buku ilmu pengetahuan.

Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Agus Salim
yang awalnya bekerja sebagai penerjemah dan sebagai notaris, sempat dianggap sebagai koperator, yakni orang yang koperatif (mendukung atau tidak bermusuhan) dengan kolonial Belanda. Pada masa mudanya, dia memang pernah bekerja pada pemeritah kolonial Belanda. Pada tahun 1906 sampai 1911, misalnya, dia bekerja pada Konsulat Belanda di Jeddah, Saudi Arabia. Sepintas lalu, sikap dan pendirian Salim itu sukar dimengerti. Tapi, pengalaman akhirnya menyadarkan dirinya untuk menjadi seorang yang nonkoperator.

Dia akhirnya menyadari, bagaimana pedihnya menjadi budak di rumah sendiri dan betapa enaknya menjadi bangsa yang merdeka yang sekalipun miskin tapi menjadi tuan rumah di rumah sendiri. Di sini Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Agus Salim
mulai menemukan identitas pribadinya. Dia lebih senang hidup berdikari walaupun miskin, tapi dihargai orang daripada hidup mewah sebagai pegawai/ambtenaar di bawah telapak kaki Belanda.

Terlepas dari itu, Agus Salim yang tinggal selama kira-kira lima tahun di Jeddah, dimanfaatkannya untuk memperdalam pengetahuannya tentang agama Islam yang dianutnya, sambil mempelajari seluk beluk diplomasi. Pengalaman yang pernah diterimanya itu ternyata kelak sangat bermanfaat baginya dalam menjalankan misi diplomatik yang dipercayakan negara kepadanya sesudah bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan.

Didukung oleh kepandaian dan kecakapan bersilat lidah, pengetahuan yang luas, juga flexibilitas, kapabilitas serta kapasitas yang tinggi, membuat Agus Salim sangat diunggulkan dalam urusan diplomasi. Setiap serangan dari lawan dapat ditangkisnya dengan penuh argumentasi yang meyakinkan. Kemampuan serta kecakapannya sebagai seorang diplomat itu tampak sewaktu dia menjadi Ketua Misi delegasi Republik Indonesia ke Timur Tengah yang telah menghasilkan pengakuan de jure atas Republik Indonesia dari negara -negara Arab, seperti dari Mesir (10 Juni 1947); Libanon (28 Juni 1947); Syria (2 Juli 1947); Irak (16 Juli 1947); Afghanistan (23 September 1947) dan Saudi Arabia (24 Nopember 1947).

Dia akhirnya menyadari, bagaimana pedihnya menjadi budak di rumah sendiri dan betapa enaknya menjadi bangsa yang merdeka yang sekalipun miskin tapi menjadi tuan rumah di rumah sendiri. Di sini Agus Salim mulai menemukan identitas pribadinya. Dia lebih senang hidup berdikari walaupun miskin, tapi dihargai orang daripada hidup mewah sebagai pegawai/ambtenaar di bawah telapak kaki Belanda.

Bukti lain dari kecakapan Salim sebagai diplomat terlihat sewaktu ia menyertai Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Sutan Syahrir
pada sidang Dewan Keamanan PBB bulan Agustus 1947, ketika Dewan Keamanan sedang memperdebatkan soal penyerbuan Belanda atas wilayah Republik Indonesia. Menurut kesaksian Sjahrir, pada waktu itu sikap dunia internasional umumnya maupun Amerika Serikat khususnya, tampak sangat "dingin" terhadap Indonesia. Namun, berkat ketangkasan diplomasi Agus Salim, sikap itu mampu diubah menjadi simpati, sehingga rela membantu perjuangan Rakyat Indonesia. "Perubahan sikap dunia ini adalah hasil diplomasi Haji Agus Salim," demikian pengakuan Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Sutan Syahrir
kepada Solichin Salam, penulis Buku "Wajah-wajah Nasional", tahun 1961 lalu.

Persyaratan untuk menjadi seorang diplomat, seperti pengetahuan umum yang luas, pengetahuan sejarah, kebudayaan serta peradaban bangsa-bangsa, hukum internasional, pengetahuan serta penguasaan bahasa asing, pribadi yang berwatak, sikap yang luwes, ramah tamah tanpa mengorbankan prinsip, segalanya dimiliki oleh Haji Agus Salim. Demikian juga dengan wajah senyum dan simpatik. Tenang, tapi bila perlu setiap saat siap menghadapi tangkisan pihak lawan. Atau dengan kata lain, ramah tapi selalu waspada.

Sehubungan dengan pengalaman Agus Salim sebagai diplomat, menurut Solichin Salam dalam bukunya, ada sebuah "diplomatik joke" yang menarik sewaktu Salim menghadiri penobatan Ratu Elisabeth II, mewakili Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
. Ketika itu, dia terlibat percakapan dengan Pangeran Duke of Edinburgh, suami sang Ratu.

Memperhatikan Sang Pangeran sedang mencari-cari bau rokok kretek yang tidak enak di tengah-tengah pesta penobatan Ratu Elisabeth II, maka secara spontan Salim langsung menangkis sikap Tuan Rumah ini dengan suatu sindiran yang mengenai sasarannya. "Your Highness it is the smell of my kretek cigarette made of tubacco and cloves. You may not like the smell now, Your Highnees. But it was this smell which attrac tedt the European People to go to my Country (Paduka Yang Mulia, ini adalah bau sigaret kretek saya, rokok ini terbuat daripada tembakau dan cengkeh. Paduka boleh tidak menyukai bau ini sekarang Yang Mulia. Akan tetapi justeru bau inilah dahulu yang menarik Bangsa Eropa pergi ke negeri saya)," kata Agus Salim ketika itu. Mendengar kata-kata itu, Sang Pangeran hanya senyum-senyum saja. Demikian antara lain kecakapan dan ketangkasan Salim sebagai seorang diplomat.

Haji Agus Salim adalah seorang diplomat yang berwatak. Seorang diplomat senior yang cakap dan penuh dedikasi yang tinggi kepada perjuangan bangsa dan negara Republik Indonesia. Dengan bermodalkan kecakapan dan senyuman diplomatnya, ia sanggup 'memaksa' lawannya untuk membantu perjuangan dan kepentingan bangsanya. Dia dapat mengalahkan lawan tanpa pihak lawan merasa dikalahkan.

Di bidang politik, Agus Salim memulainya dengan memasuki Ketua Sarekat Islam (SI)
Ketua Sarekat Islam (SI)
Sarekat Islam
(SI). Karena keaktifan dan kepandaiannya, ia diangkat sebagai anggota pengurus pusat. Waktu sebagian anggota SI dipengaruhi oleh paham komunis, Agus Salim meminta supaya diadakan pembersihan organisasi dari ideologi komunisme yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Konsekuensi dari kebijakan itu adalah pengeluaran orang-orang komunis. Pada tahun 1929, SI berubah menjadi Partai Ketua Sarekat Islam (SI)
Ketua Sarekat Islam (SI)
Sarekat Islam
Indonesia (PSII). Dan, setelah Cokroaminoto meninggal dunia tahun 1934, Haji Agus Salim pun diangkat menjadi ketua PSII.

Pada tahun yang sama, Agus Salim diangkat sebagai penasehat teknis delegasi Serikat Buruh Negeri Belanda dalam Konferensi Buruh Internasional di Jenewa, Swiss. Dalam konferensi itu, ia mendapat kesempatan untuk berpidato dalam bahasa Perancis yang fasih. Banyak anggota delegasi yang kagum karena kemampuannya berbahasa dan berpidato sehingga sangat menaikkan nama bangsa dalam forum internasional. Walaupun dicemooh oleh orang- orang Belanda, dalam beberapa kali sidang Volksraad, ia juga sering berpidato dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Sebagai sarana untuk mencurahkan aspirasi politiknya, selain aktif di bidang politik, ia juga aktif di bidang keLihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
an dan memimpin beberapa surat kabar.

Menjelang kemerdekaaan Indonesia tahun 1945, yakni pada masa pendudukan Jepang, Agus Salim duduk sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam kedudukannya sebagai anggota PPKI ini, ia terlibat aktif dalam Panitia Kecil Perancang UUD bersama dengan antara lain: Prof Dr. Supomo, Wongsonegoro, Ahmad Subardjo, dan A.A. Maramis.

Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, ia kemudian diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Selanjutnya, karena memiliki pengetahuan yang luas di bidang diplomasi, pemerintah kemudian mengangkatnya menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I (14Nov 1945 -12 Maret 1946) dan Kabinet Syahrir II (12 Maret 1946 – 2 Oktober 1946).

Ketika Belanda melakukan Agresi II dalam merebut Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
pada tanggal 19 Desember 1948, Agus Salim ditangkap bersama pemimpin-pemimpin negara seperti Presiden Soakarno dan Wakil Presiden Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
Mohammad Hatta
. Kemudian setelah dibebaskan, dan pengakuan kedaulatan sudah diraih Indonesia, Agus Salim memangku jabatan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Luar Negeri dalam Kabinet Hatta (20 Deember 1949 - 6 September 1950).

Setelah itu, dalam pemerintahan selanjutnya Agus Salim tidak duduk lagi dalam pemerintahan. Namun, negara masih memerlukan buah pikirannya, karena itu pemerintah menunjuknya menjadi penasihat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Luar Negeri.

Pada usia 70 tahun, persisnya pada tanggal 4 Nopember 1954, Agus Salim meninggal dunia di Jakarta. Mengingat jasa-jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan, dia kemudian dimakamkan di Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kalibata, Jakarta. Selanjutnya melalui SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No.657 Tahun 1961, tanggal 27 Desember 1961, atas nama negara Presiden resmi menganugerahkan penghargaan kepada Haji Agus Salim gelar sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kemerdekaan Nasional. MS | Bio TokohIndonesia.com

Sumber:
- Buku: 'Album Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Bangsa' cetakan ke 18. Penerbit PT Mutiara Sumber Widya
- Buku: 'Wajah-Wajah Nasional' cetakan pertama. Disusun oleh: Solichin Salam.
- Buku: 'Jejak-Jejak Pahlawan' edisi revisi II 2007. Disusun oleh J.B. Soedarmanta

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh marjuka  -  Dibuat 22 Jun 2011  -  Pembaharuan terakhir 16 Mar 2013
Dicemooh Kala Nyatakan Ada Teroris Jaminan Produk

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Lewat buku ini, pembaca bisa lebih mengerti perihal silsilah yang berada di dalam kitab Kejadian.

Catatan Tuhor.com: Peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa petinggi Kristen terkemuka dan pimpinan gereja-gereja yang ikut merekomendasikan buku ini. Penulisnya, Pdt. Abraham Park mengaku sudah membaca Alkitab sebanyak 1800 kali.

 

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: