Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Bapak KB Nasional

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Bapak KB Nasional
    Haryono Suyono | TokohIndonesia.com - Ricky
    Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Kiprahnya di BKKB (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) selama lebih 26 tahun, dengan berbagai inovasi dan gerakan, telah menempatkannya sebagai personifikasi gerakan keluarga berencana di Indonesia. Dia pantas digelari Bapak Keluarga Berencana Nasional (Indonesia).

    QR Code Halaman Biografi Haryono Suyono
    • biografi tokoh indonesia haryono suyono
    • data akseptor kb dunia
    • DATA DINKES INDONESIA TENTANG KB DAN PUS
    • email haryono suyono
    • sudarsono suyono,1993
    • propil dinkes sul-sel akseptor kb 2012
    • data bkkbn tentang aseptor KB di indonesia
    • keluarga haryono suyono
    • kabatan haryono suyono april 2013
    • GERAKAN kB NASIONAL
    • data indonesia tentang kb 2013
    • data dinas kesehatan indonesia semua akseptor kb
    • data peserta KB aktif BKKBN wilayah kabupaten pasuruan jawa timur 2012
    • data kb indonesia
    • data dinas kesehatan provinsi sulsel tentang pengguna akseptor KB 2012
    • biografi tokoh ayah
    • haryono suyono kepala keluarga indonesia 2013
    • bapak kb indonesia
    • data bkkbn 2013 pengguna akseptor kb sulsel
    • uud gerakan kb nasional di indonesia
    • biografi tokoh nasional indonesia
    • biografi tokoh nasional
    Article Index
    Bapak KB Nasional
    02 | Butuh 65 Ribu Bidan
    All Pages

    Tokoh berlatar belakang pendidikan statistik dan ahli komunikasi massa, sosiolog dan demograf, ini mengangkat BKKBN menjadi pusat data kependudukan Indonesia. Bahkan pendataannya tentang keluarga prasejahtera (miskin) masih diandalkan sampai saat ini.

    Dia sukses menggalang Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Keluarga Berencana
    di Indonesia dengan semboyan sederhana: Dua Anak Cukup. Bahkan dia mengembangkan dan menggerakkan visi bersama cita-cita keluarga Indonesia, yakni membudayakan Norma Keluarga Kecil yang Bahagia Sejahtera (NKKBS).

    Visi ini menempatkan setiap keluarga Indonesia sebagai agen atau pelaku pembangunan dalam delapan fungsi utama yakni fungsi keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi pemeliharaan lingkungan.

    Haryono memiliki keyakinan, jika setiap keluarga yang hanya punya anak rata-rata dua, dengan sendirinya keluarga itu akan punya kemampuan lebih besar untuk memberdayakan anak-anaknya dan dan akan mampu secara aktif memainkan peran sebagai pelaku pembangunan.

    Sungguh, ketika diminta memilih berkiprah di BPS atau BKKBN, Haryono memilih BKKBN, suatu pilihan yang kemudian dibuktikannya sangat tepat. Suatu pilihan yang dilandasi keyakinan dan keinginan bisa melayani masyarakat lebih dekat dengan berbagai dinamikanya.

    Dia memilih BKKBN dilandasi keyakinan bahwa BKKBN secara profesional bisa mengantar manusia agar mampu melakukan proses perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat modern dan profesional.

    Haryono mengabdikan diri dalam pilihannya. Dan ternyata di badan yang baru itu (BKKBN) karirnya menanjak. Dia diangkat menjadi Kepala BKKBN, lantas dipromosi menjadi Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Negara Kependudukan merangkap Kepala BKKBN, bahkan mencapai puncak sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Kordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin).

    Haryono tidak hanya mendapat promosi jabatan, tetapi kiprahnya di bidang Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Keluarga Berencana
    dan kependudukan membuatnya menjadi tokoh yang diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Keputusannya memilih BKKBN, merupakan keputusan profesional. Biarpun dia bukan seorang dokter tetapi sosiolog, Haryono punya keyakinan bahwa dia bisa berkembang di situ. BKKBN berkembang pesat, karena Haryono mempunyai beberapa amunisi kreatif dan inovatif.

    Di tangannya program Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
    Keluarga Berencana
    (KB) bergema sebagai jembatan untuk pemberdayaan keluarga dan manusia sejahtera. Dia makin mencintai pekerjaan itu lantaran dia orang desa, anak seorang ibu yang buta huruf dan ayahnya seorang guru, yang sangat mengenal kehidupan rakyat kecil, sehingga cita-citanya menyatu dengan pekerjaannya.

    "Seakan-akan saya hanya seperti memainkan hobi saya. Saya tidak memikirkan naik pangkat atau tidak," kata Haryono dalam wawancara dengan tim Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    Tokoh Indonesia.

    Haryono masuk ke BKKBN tahun 1973-an. Meskipun memperoleh tantangan dari berbagai pihak, perkembangan BKKBN selalu menuju ke arah yang menggembirakan. Di mana-mana terbentuk kelompok akseptor. Sudah ada 400 sampai 500.000 kelompok yang menjadi wahana untuk saling tukar informasi dan saling mengeluh.

    Dan pada saat itu, sudah mulai dirumuskan konsep untuk melakukan intervensi pada keluarga, tidak lagi sebatas individu akseptor. Sudah mulai ada tagihan. Setelah mereka sudah ikut KB 10 tahun, sehingga norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS) sudah mulai ditanya. "Anak saya hanya satu, dua atau tiga. Kita sudah sepuluh tahun pakai spiral, kok tidak sejahtera?"

    Selaku seorang sosiolog, Haryono tahu bahwa keluarga di Indonesia, ternyata keluarga yang lemah, tidak bisa dibiarkan begitu saja melakukan perberdayaan sendiri. Juga tidak bisa dibiarkan begitu saja menerima kucuran dana. Karena, ternyata pada tahun 1990-an, kucuran dana mulai lamban dampaknya pada penurunan angka kemiskinan.

    Ketika kemiskinan sudah sampai pada angka 16, 15, 14 juta tidak turun-turun lagi, di situ saja. Lalu menjelang Konferensi Kependudukan di PBB, tahun 1994, Indonesia mulai dipertanyakan tentang kontribusinya. Apakah hanya mandek di KB, dalam arti hanya menurunkan angka kelahiran atau ada hal lain. Untunglah saat itu, Indonesia sudah memiliki konsep NKKBS. crs-sh (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
    Majalah Digital Tokoh Indonesia
    Majalah Tokoh Indonesia
    Edisi 26)



    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 20 Apr 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi kerja keras dan kerja cerdas tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua kesuksesan membutuhkan pekerja keras." ~ Anonim

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Bogor 24/01/03: Dr. Th. Sumartana yang dikenal sebagai cendekiawan Kristiani dan Dosen Universitas Satya Wacana Salatiga, meninggal dunia secara mendadak saat santai baca koran di

    Click to view full article

    Jenderal TNI AD Sumitro saat menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974), sebuah jabatan yang sangat berkuasa pada era itu, didaulat para Lihat Daftar Aktivis
    Lihat Daftar Aktivis
    Aktivis
    mahasiswa untuk berkenan menjadi

    Click to view full article

    Sarwono Kusumaatmadja potret seorang pribadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
    Lihat Daftar Tokoh Politisi
    politisi
    bersahaja, bersih dan cerdas. Lulusan Teknik Sipil ITB kelahiran Jakarta, 24 Juli 1943 ini adalah mantan Ketua Umum Dewan

    Click to view full article

    Hakim Konstitusi Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015. Pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat, 18 Oktober 1960, itu menggantikan


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us