WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bapak KB Nasional

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bapak KB Nasional
Haryono Suyono | TokohIndonesia.com - Ricky

Kiprahnya di BKKB (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) selama lebih 26 tahun, dengan berbagai inovasi dan gerakan, telah menempatkannya sebagai personifikasi gerakan keluarga berencana di Indonesia. Dia pantas digelari Bapak Keluarga Berencana Nasional (Indonesia).

Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Haryono Suyono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Haryono Suyono

QR Code Halaman Biografi Haryono Suyono
Bio Lain
Click to view full article
Harry Roesli
Click to view full article
Muladi
Click to view full article
I Dewa Gede Palguna
Click to view full article
Joko Widodo
Click to view full article
Revo Arka Giri Soekatno
Click to view full article
Samaun Samadikun
Click to view full article
Denny Indrayana
BERITA TERBARU
Skip TOC

Article Index

  1. Bapak KB Nasional current position
  2. 02 | Butuh 65 Ribu Bidan

Tokoh berlatar belakang pendidikan statistik dan ahli komunikasi massa, sosiolog dan demograf, ini mengangkat BKKBN menjadi pusat data kependudukan Indonesia. Bahkan pendataannya tentang keluarga prasejahtera (miskin) masih diandalkan sampai saat ini.

Dia sukses menggalang Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Keluarga Berencana
di Indonesia dengan semboyan sederhana: Dua Anak Cukup. Bahkan dia mengembangkan dan menggerakkan visi bersama cita-cita keluarga Indonesia, yakni membudayakan Norma Keluarga Kecil yang Bahagia Sejahtera (NKKBS).

Visi ini menempatkan setiap keluarga Indonesia sebagai agen atau pelaku pembangunan dalam delapan fungsi utama yakni fungsi keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi pemeliharaan lingkungan.

Haryono memiliki keyakinan, jika setiap keluarga yang hanya punya anak rata-rata dua, dengan sendirinya keluarga itu akan punya kemampuan lebih besar untuk memberdayakan anak-anaknya dan dan akan mampu secara aktif memainkan peran sebagai pelaku pembangunan.

Sungguh, ketika diminta memilih berkiprah di BPS atau BKKBN, Haryono memilih BKKBN, suatu pilihan yang kemudian dibuktikannya sangat tepat. Suatu pilihan yang dilandasi keyakinan dan keinginan bisa melayani masyarakat lebih dekat dengan berbagai dinamikanya.

Dia memilih BKKBN dilandasi keyakinan bahwa BKKBN secara profesional bisa mengantar manusia agar mampu melakukan proses perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat modern dan profesional.

Haryono mengabdikan diri dalam pilihannya. Dan ternyata di badan yang baru itu (BKKBN) karirnya menanjak. Dia diangkat menjadi Kepala BKKBN, lantas dipromosi menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara Kependudukan merangkap Kepala BKKBN, bahkan mencapai puncak sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin).

Haryono tidak hanya mendapat promosi jabatan, tetapi kiprahnya di bidang Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Keluarga Berencana
dan kependudukan membuatnya menjadi tokoh yang diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keputusannya memilih BKKBN, merupakan keputusan profesional. Biarpun dia bukan seorang dokter tetapi sosiolog, Haryono punya keyakinan bahwa dia bisa berkembang di situ. BKKBN berkembang pesat, karena Haryono mempunyai beberapa amunisi kreatif dan inovatif.

Di tangannya program Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Keluarga Berencana
(KB) bergema sebagai jembatan untuk pemberdayaan keluarga dan manusia sejahtera. Dia makin mencintai pekerjaan itu lantaran dia orang desa, anak seorang ibu yang buta huruf dan ayahnya seorang guru, yang sangat mengenal kehidupan rakyat kecil, sehingga cita-citanya menyatu dengan pekerjaannya.

"Seakan-akan saya hanya seperti memainkan hobi saya. Saya tidak memikirkan naik pangkat atau tidak," kata Haryono dalam wawancara dengan tim Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indonesia.

Haryono masuk ke BKKBN tahun 1973-an. Meskipun memperoleh tantangan dari berbagai pihak, perkembangan BKKBN selalu menuju ke arah yang menggembirakan. Di mana-mana terbentuk kelompok akseptor. Sudah ada 400 sampai 500.000 kelompok yang menjadi wahana untuk saling tukar informasi dan saling mengeluh.

Dan pada saat itu, sudah mulai dirumuskan konsep untuk melakukan intervensi pada keluarga, tidak lagi sebatas individu akseptor. Sudah mulai ada tagihan. Setelah mereka sudah ikut KB 10 tahun, sehingga norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS) sudah mulai ditanya. "Anak saya hanya satu, dua atau tiga. Kita sudah sepuluh tahun pakai spiral, kok tidak sejahtera?"

Selaku seorang sosiolog, Haryono tahu bahwa keluarga di Indonesia, ternyata keluarga yang lemah, tidak bisa dibiarkan begitu saja melakukan perberdayaan sendiri. Juga tidak bisa dibiarkan begitu saja menerima kucuran dana. Karena, ternyata pada tahun 1990-an, kucuran dana mulai lamban dampaknya pada penurunan angka kemiskinan.

Ketika kemiskinan sudah sampai pada angka 16, 15, 14 juta tidak turun-turun lagi, di situ saja. Lalu menjelang Konferensi Kependudukan di PBB, tahun 1994, Indonesia mulai dipertanyakan tentang kontribusinya. Apakah hanya mandek di KB, dalam arti hanya menurunkan angka kelahiran atau ada hal lain. Untunglah saat itu, Indonesia sudah memiliki konsep NKKBS. crs-sh (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 26)

 

Halaman 1 dari 2 All Pages

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 21 Apr 2010  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Poling

Lintas Berita Tokoh

    Belum ada berita.

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: