gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Jaksa 'Pemburu Koruptor'

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Jaksa 'Pemburu Koruptor'
Basrief Arief | TokohIndonesia.com | repro Tribunnews
Pekerjaan Utama:
Jaksa Agung RI (2010-2014)
Lihat CV
Nama:
Basrief Arief, SH, MH
Lahir:
Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 23 Januari 1947
Agama:
Islam
Jabatan:
Jaksa Agung RI, 2010-2014
Isteri:
Asminar Basrief Arief
Anak:
  • Abrahaman Arief
  • Brama Arief
  • Elvira Arief
Pendidikan:
  • Sarjana Hukum Perdata, Universitas Andalas (S-1), 1975
  • Magister Hukum Universitas Padjadjaran (S-2), 2000
Pendidikan Kedinasan:
  • Perjanjian RI-Perancis di Perancis, lulus tahun 2003
  • Lemhanas, lulus tahun 1991
  • Sespanas, lulus tahun 1995
  • Penyelundupan, lulus tahun 1992
  • Spadya, lulus tahun 1990
  • Trampil Jaksa Pidum, lulus tahun 1988
  • Susdas Wira Intel, lulus tahun 1987
Karir:
  • Jaksa Agung, 2010-2014
  • Wakil Jaksa Agung, 2005-pensiun 20 Maret 2007
  • Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) 2001
  • Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 2000
  • Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung, 2000
  • Staf Ahli Kejaksaan Agung, 1998
  • Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta, 1997
  • Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Tipe A) di DKI Jakarta, 1996
  • Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong (Tipe A) di Jawa Barat, 1995
  • Kepala Bagian Humas Biro Umum, 1994
  • Kepala Kejaksaan Negeri Belawan di Sumatera Utara, 1991
  • Kasi Penyidikan II, Direktorat Penyidikan, 1991
  • Kasipidum Surabaya (Tipe A) di Jawa Timur, 1989
  • Kasipidum Bandar Lampung (Tipe A) di Lampung, 1985
  • Kasub Tipid Umum Lain Jakarta Pusat (Tipe A) di DKI Jakarta, 1981
  • Kasubsi Tindak Pidana Subversi Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1978
  • Kasubsi Sosial dan Politik Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1976
  • Jaksa Fungsional Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1971
  • Calon Pegawai Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1967
Alamat Rumah (Pribadi):
Jalan Tanjung Duren III Nomor 164, Jakarta Barat
Alamat Rumah (Dinas):
Jalan Denpasar Raya No. 12A, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
Alamat Kantor:
Kejaksaan Agung
Jl. Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp. +62 21 722 1269
Web Site:
www.kejaksaan.go.id
E-mail:
humas_puspenkum@yahoo.co.uk
Jakarta, 26 Mei 2011
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Terbitnya matahari tak bisa dibendung. Demikianlah karir Basrief Arief, SH, MH, Sang Tim Pemburu Koruptor. Matahari karirnya sudah terbenam sejak dia pensiun pada 20 Maret 2007 dengan jabatan Wakil Jaksa Agung. Dia pensiun setelah mengabdi selama 36 tahun pada korps Adhyaksa (jaksa). Tetapi tanpa terduga dan tak bisa dibendung, matahari karirnya terbit lagi, bahkan mencapai puncak menjabat Jaksa Agung RI, 2010-2014.

Sebelum menjabat Wakil Jaksa Agung, 2005-2007, yang merupakan pejabat eselon satu dengan pangkat pembina utama/jaksa utama dan bergolongan IV/e, dia menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) 2001-2005. Saat menjabat Jamintel Kejaksaan Agung, itu Basrief dipercaya menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor.

Sehingga saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono mempercayainya menjabat Jaksa Agung, dilantik Jumat 26 November 2010 di Istana Negara, publik berharap dia akan benar-benar menjadi Jaksa Agung Pemburu Koruptor. Pengalamannya selama 36 tahun pada korps Adhyaksa terhitung sejak tahun 1971 hingga ia pensiun pada 20 Maret 2007, khususnya saat menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor, membuat publik penuh harap kepada pria kelahiran Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 23 Januari 1947.

Pengalamannya selama 36 tahun pada korps Adhyaksa terhitung sejak tahun 1971 hingga ia pensiun pada 20 Maret 2007, khususnya saat menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor, membuat publik penuh harap kepada pria kelahiran Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 23 Januari 1947.Saat itu Tim Pemburu Koruptor di era kepemimpinan Basrief, berhasil menangkap bekas Direktur Bank Sertivia David Nusa Wijaya yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Kemudian, dia digantikan oleh Arifin Mochtar pada 2007 karena telah memasuki masa pensiun.

Basrief mendapatkan gelar sarjana hukum perdata dari Fakultas Hukum Universitas Andalas (1975) serta master hukum dari Universitas Padjadjaran (2000). Selain pendidikan formal, dia juga mengikuti beberapa tahapan pendidikan kedinasan. Mulai dari Susdas Wira Intel, lulus tahun 1987; Trampil Jaksa Pidum, lulus tahun 1988; Spadya, lulus tahun 1990; Penyelundupan, lulus tahun 1992; Sespanas, lulus tahun 1995; Lemhanas, lulus tahun 1991; dan Perjanjian RI-Perancis di Perancis, lulus tahun 2003.

Basrief mengawali karir sebagai Calon Pegawai Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1967. Kemudian dia resmi masuk korps Adhyaksa (jaksa) dengan jabatan Jaksa Fungsional Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1971. Lalu menjabat Kasubsi Sosial dan Politik Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1976 dan Kasubsi Tindak Pidana Subversi Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, 1978. Kemudian dia dimutasi untuk menjabat Kasub Tipid Umum Lain Jakarta Pusat (Tipe A) di DKI Jakarta, 1981.

Empat tahun kemudian dipromosi menjabat Kasipidum Bandar Lampung (Tipe A) di Lampung, 1985 dan Kasipidum Surabaya (Tipe A) di Jawa Timur, 1989. Lalu menjabat Kasi Penyidikan II, Direktorat Penyidikan, 1991. Kemudian, dipercaya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Belawan di Sumatera Utara, 1991. Setelah itu menjabat Kepala Bagian Humas Biro Umum, 1994. Dipercaya lagi menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong (Tipe A) di Jawa Barat, 1995 dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Tipe A) di DKI Jakarta, 1996.

Tahun berikutnya, 1997, menjabat Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta, selama satu tahun. Kemudian, sempat menjabat Staf Ahli Kejaksaan Agung, 1998, sebelum diangkat menjabat Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung, 2000. Tak sampai setahun, dia diangkat menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 2000. Karirnya pun menanjak dengan dipercaya menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) 2001.Dalam jabatan Jamintel itu, dia pun menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor.

Kemudian, ketika Jaksa Agung dijabat Abdurahman Saleh, Basrief dipercaya menjabat Wakil Jaksa Agung pada tahun 2005 hingga pensiun Februari 2007. Setelah pensiun, dia sempat disebut-sebut pantas menjadi salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia pun diminta mengikuti pendaftaran calon pimpinan KPK (2007), tetapi Basrief menolak untuk mendaftarkan diri. "Masih ada yang lebih baik dari saya, lebih fresh. Saya kan sudah sepuh," ujarnya menolak.

Sejak pensiun itu, nama Basrief pun tak lagi terdengar. Karirnya sudah dianggap selesai. Namun tahun 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya dengan Keppres No 6/2010 masuk dalam Panitia Seleksi Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) yang diketuai oleh Menkum HAM Patrialis Akbar. Tak lama kemudian, publik pun tersentak dan tersadar, tak menduga sebelumnya, tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih Basrief Arief Jaksa Agung RI (2010-2014) Basrief Arief menjadi Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji. Ch. Robin Simanullang Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia Ch. Robin Simanullang | Bio TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 26 Mei 2011  -  Pembaharuan terakhir 14 Mar 2012
Intermezzo
Selain orang Toraja dan Dayak, orang Bali punya kuburan unik di Desa Trunyan. Disini mayat ditaruh begitu saja di sebuah areal hutan, tidak dibakar seperti budaya Bali pada umumnya. Jangan bayangkan bau busuk yang menyengat di sini karena ada sebuah pohon yang menetralisir bau tersebut. Pohon itu disebut Taru Menyan. Sesuai namanya (Taru=Pohon, Menyan=Harum), pohon tersebut mengeluarkan bau yang harum.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Dr. Bambang Kesowo, SH, LLM lahir di Sragen, Jawa Tengah, 27 Maret 1945. Menteri Sekretaris Negara Kabinet Gotong Royong (2001-2004), ini seorang ahli hukum bidang hak milik

Click to view full article

Hidup bersahaja dan mengalir laksana air. Baginya pedoman hidup adalah nurani dan amal. Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Kabinet Gotong-Royong, Sekjen DPP Nasional Demokrat

Click to view full article

Chaerul Saleh lahir di Sawah Lunto, Sumatera Barat, 13 September 1916. Dia salah seorang tokoh perumus naskah proklamasi. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara

Click to view full article

Laksamana TNI (Purn) Sudomo Pangkopkamtib, Menkopolkam dan Ketua DPA Sudomo seorang pemimpin kontroversial. Dia Pangkopkamtib paling tegas dan berwibawa. Dia tidak ragu mengambil tindakan keras, namun dia secara pribadi juga


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh