WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Tekun Perkenalkan Jazz

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Tekun Perkenalkan Jazz
e-ti | rollingstone.co.id

Di kala musik jazz masih sangat asing bagi masyarakat Indonesia, dia tetap tekun menggeluti dan memperkenalkan dunia jazz. Dedikasinya yang tinggi itu membuat namanya sering dikonotasikan menjadi Jazz Lesmana. Nama-nama besar di dunia jazz yang menjadi sahabatnya antara lain Bubi Chen, Mus Mualim, dan Bill Saragih.

Musisi jazz
Lihat Curriculum Vitae (CV) Jack Lesmana

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Jack Lesmana

QR Code Halaman Biografi Jack Lesmana
Bio Lain
Click to view full article
Sinta Nuriyah Wahid
Click to view full article
Effendi Anas
Click to view full article
Naomi Susan
Click to view full article
Charles Himawan
Click to view full article
Muhammad Qodari
Click to view full article
Revo Arka Giri Soekatno
Click to view full article
Teten Masduki

Jack Lesmana lahir di Jember, Jawa Timur, 18 Oktober 1930 dengan nama Jack Lemmers. Ayah Jack berdarah Madura sedangkan ibunya blasteran Jawa dan Belanda. Ia menggunakan nama Lemmers, mengikuti nama ayahnya yang diadopsi oleh seorang Belanda.

Kedua orangtua Jack bergelut di dunia seni. Ayahnya adalah penggemar biola, sementara ibunya pernah menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
dan penari dalam kelompok opera Miss Riboet. Terlahir di lingkungan keluarga yang amat mencintai kesenian membuat Jack ikut terjun sebagai seniman. Di usia 10 tahun, ia sudah pandai bermain gitar. Perkenalannya dengan musik Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
terjadi dua tahun kemudian, kala itu Jack direkrut menjadi gitaris di kelompok musik Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
bernama Dixieland.

Pada tahun 1945, Jack remaja bergabung dengan grup musik Berger Quartet yang terdiri dari Berger (piano), Putirai (drum), dan Jumono (bass). Tak hanya pandai memetik gitar, Jack juga piawai membetot bass. Keahliannya itu ia tampilkan saat berkolaborasi dengan Boogie-Woogie Rhytmics yang terdiri dari Micki Wyt sebagai pemimpin dan pemain piano, Oei Boeng Leng (gitar), dan Benny Heynen (klarinet).

Setelah itu bersama Maryono (klarinet), Andy Sayifin (saksofon alto), Lody Item (gitar, ayah dari musisi Musisi (Gitaris) dan Arranger
Musisi (Gitaris) dan Arranger
Jopie Item
), Suwarto (piano), Tuharjo dan Kadam (trompet), Jack bergabung dalam band Irama Samudra. Kemudian di awal dasawarsa 50-an, ia mendirikan Jack Lemmers Quartet bersama Maryono dan Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bubi Chen
. Belakangan grup Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
tersebut berganti nama menjadi Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
Quintet. Nama itulah yang kemudian sering muncul mengasuh program musik jazz di RRI Surabaya.

Saat Jack berusia 21 tahun, ia diterima bekerja di Angkatan Laut Republik Indonesia. Tugas sehari-harinya adalah menyetrika seragam pegawai. Di sela-sela kesibukannya bekerja, Jack masih menekuni hobi bermusiknya dengan bergabung dalam kelompok musik pimpinan R. Iskak, ayah pemain film Indriati Iskak dan Alice Iskak. Di tahun 1959, Jack kembali bekerjasama dengan rekannya di Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
Quintet, Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bubi Chen
. Kali ini ia ikut dilibatkan dalam penggarapan album Bubi yang bertajuk Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bubi Chen
With Strings. Kabarnya, album yang dirilis PT Lokananta ini pernah dibahas oleh Willis Connover, seorang pengamat jazz asal Amerika Serikat.

Setelah itu, Jack hijrah ke Jakarta atas ajakan Wim Gontha, ayah Peter F. Gontha di tahun 1960. Sesampainya di ibukota, Jack bekerja sebagai teknisi rekaman di Irama Record milik Suyoso Karsono alias Mas Yos, seorang pensiunan Angkatan Udara RI. PH Irama merupakan perusahaan piringan hitam pertama di Indonesia. Di pertengahan era 60-an, Jack membentuk kelompok jazz Indonesian All Stars bersama Bubi Chen (piano), Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Mustapha
van Diest (drum), Maryono (flute, saxophone), dan Jopie Chen (bass). Masa depan kelompok musik ini sangat menjanjikan karena didukung nama-nama besar di dunia musik jazz. Buktinya, mereka pernah mendapat undangan bermain jazz di Australia, Amerika Serikat, dan Jerman.

Melihat sepak terjang Indonesian All Stars di blantika musik jazz, Tony Scott seorang peniup clarinet jazz Amerika Serikat yang kebetulan tengah berada di Jakarta tertarik untuk berkolaborasi dalam pertunjukan maupun rekaman. Hasil kerjasama Indonesian All Stars dan Tony Scott terekam dalam album berjudul Djanger Bali. Album tersebut direkam di MPS Studio Villingen-Schwenningen, Black Forest Jerman selama dua hari berturut-turut, 27-28 Oktober 1967.

Album tersebut terdiri dari empat tembang tradisional Indonesia yaitu, Ilir Ilir, Burung Kakatua, Gambang Suling, dan Djanger Bali. Selebihnya adalah Mahlke karya gitaris Attila Zoller dan Summertime karya George dan Ira Gershwin dari Porgy & Bess. Kesuksesan album ini juga berkat dukungan penuh dari perusahaan penerbangan Belanda, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM), yang memungkinkan Jack dan kawan-kawan melanglang buana.

Masih di era tahun 60-an, Jack Lemmers mengubah nama belakangnya menjadi Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
. Perubahan nama itu sesuai dengan anjuran Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
saat itu, Soekarno, tentang Indonesianisasi nama. Tak hanya itu, hubungan antara Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
dan Jack bahkan cukup dekat. Apalagi pada saat itu, Sang Proklamator itu tengah gencar-gencarnya mengganyang musik-musik Barat. Gerakan budaya yang digencarkan Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
adalah menggiatkan musik yang dianggap mewakili budaya Timur yaitu irama lenso.

Karier Jack di Jakarta semakin bersinar seiring dengan ramainya musik jazz yang memeriahkan tempat-tempat hiburan seperti kafe atau bar. Pergaulannya dengan kalangan pecinta jazz pun semakin luas. Nama-nama besar di dunia jazz yang menjadi sahabat Jack antara lain Mus Mualim dan dedengkot The Jazz Rider, Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bill Saragih
.

Untuk menafsirkan dan memainkan irama lenso itu, Jack membentuk kelompok musik bernama Orkes Irama. Kelompok yang juga didukung bos PH Irama, Mas Yos ini, lalu merilis album Mari Bersuka Ria dengan Irama Lenso untuk mengimbangi derasnya budaya Barat yang diwakili musik rock and roll itu. Di album itu, Orkes Irama mengiringi banyak Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
top saat itu, seperti Musisi, Pelawak, Aktor
Musisi, Pelawak, Aktor
Bing Slamet
, Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
, Lilis Suryani, serta Nien Lesmana, adik kandung Mas Yos yang juga istri Jack Lesmana.

Karier Jack di Jakarta semakin bersinar seiring dengan ramainya musik jazz yang memeriahkan tempat-tempat hiburan seperti kafe atau bar. Pergaulannya dengan kalangan pecinta jazz pun semakin luas. Nama-nama besar di dunia jazz yang menjadi sahabat Jack antara lain Mus Mualim dan dedengkot The Jazz Rider, Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bill Saragih
.

Selain terampil bermain jazz, Jack Lesmana juga bisa memainkan banyak jenis musik termasuk musik pop. Dalam album yang dirilis Irama Record, ia memamerkan kebolehannya memainkan berbagai instrumen mulai dari gitar, bass, piano, hingga trombone. Saat itu ia tampil sebagai band pengiring pertunjukkan sederet Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
pop mulai dari Oslan Husein, Nien Lesmana, Ivo Nilakrishna, dan Musisi, Pelawak, Aktor
Musisi, Pelawak, Aktor
Bing Slamet
.

Bersama Orkes Gita Karana, Jack juga pernah mengiringi penyanyi kanak-kanak seperti Endi dan Adi. Bersama Orkes Gema Irama, Jack bahkan tampil memainkan musik berirama Latin. Jack juga mengiringi lagu-lagu bernuansa Sunda bersama Orkes Nada Kencana.

Pengalamannya yang luas di dunia musik membuka kesempatan bagi Jack untuk berkarya di jalur lain. Sejak awal tahun 1960-an, ia mulai membuat music score untuk sejumlah judul film yakni Menantang Maut, Anak Perawan di Sarang Penjamun, Hadiah 2 Juta, Seribu Langkah, Djantung Hati, dan Malam tak Berembun.

Setelah puas menjelajahi berbagai aliran musik, di dekade 70-an Jack Lesmana kembali ke jalur jazz. Jack terus berupaya memasyarakatkan musik jazz agar diterima di Tanah Air. Ia menghimpun pemusik-pemusik jazz dalam sebuah komunitas yang dibentuknya. Jack juga menggagas pertunjukan jazz di lahan seni budaya prestisius yaitu Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
. Secara bersamaan dalam kurun waktu tahun 1969 hingga 1979, Jack mengelola acara jazz bulanan di TVRI bertajuk Nada dan Improvisasi. Acara tersebut menampilkan banyak musisi jazz baik dari kalangan yang sudah profesional maupun yang masih amatir.

Jack bahkan menyulap kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Timur, menjadi semacam padepokan untuk mengasah para pemusik jazz. Di tempat itu, mereka tak hanya memainkan irama-irama jazz tapi juga kerap berdiskusi, beberapa diantaranya adalah Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Likumahuwa
, Oele Pattiselanno, Perry Pattiselanno, Abadi Soesman, Candra Darusman, Jeffrey Tahalele dan masih banyak lagi.

Kemauan belajar yang tinggi juga membuatnya tidak segan mengundang musisi jazz dari luar negeri untuk singgah di rumahnya berdiskusi tentang jazz. Ia tidak komersial dan menjadi "ayah" semua orang yang pernah belajar padanya. Ia juga dikenal sebagai guru yang punya prinsip dalam bermusik, keras mendidik murid-muridnya, dan menjunjung tinggi disiplin. Di mata para sahabat terutama juniornya, Jack dikenal sebagai sosok guru yang gigih. Karena pengabdiannya pada awal 1970-an, Jack pernah diangkat menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pendidikan pada Yasmi Music School.

Pada tahun 1978, bersama putranya, Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
Indra Lesmana
, Jack pergi ke Australia untuk tampil dalam pekan budaya ASEAN Trade Fair. Ketika tampil di Australia itulah, Indra mencoba untuk mengikuti ujian masuk di New South Wales Conservatory School of Music di Sydney dan akhirnya diterima. Indra, anak keduanya itu sejak kecil memang sudah terlihat mewarisi darah seni Jack.

Atas bantuan pihak Kedutaan Australia, Indra mendapatkan beasiswa penuh untuk sekolah di konservatorium tersebut. Tak hanya itu, KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Luar Negeri Australia juga memberikan izin menetap bagi Jack, Indra dan keluarganya. Pada tahun 1979, Jack bersama keluarganya pindah dan bermukim di Australia selama lima tahun. Selama tinggal di Negeri Kangguru itu, Jack mengajar di konservatorium, sementara Indra menimba ilmu pada Don Burrows, Roger Frampton dan Paul Mc Namara di sekolah tersebut.

Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 1984, Jack Lesmana sempat mendirikan sekolah musik bernama Forum Musik Indra & Jack Lesmana. Beberapa pemusik sempat mengajar di sekolah tersebut, antara lain Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Likumahuwa
, Fariz RM, Musisi, drummer
Musisi, drummer
Gilang Ramadhan
, Tito Sumarsono, Donny Suhendra, Pra Budi Dharma, Riza Arshad dan lain-lain. Jack juga sempat menulis buku yang isinya seputar teori musik yang berjudul Impro 1 dan Impro 2.

Setelah bekerja keras lebih dari setengah abad, Jack Lesmana dipanggil Sang Pencipta pada 17 Juli 1988 di rumah sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Jack wafat di usia 57 tahun setelah menderita penyakit Cryoglobulinemia, semacam penyakit yang menyerang peredaran darah manusia. Selain itu, Jack sudah lama divonis menderita penyakit diabetes. Ia meninggalkan seorang istri, Nien Lesmana, dan empat orang anak, di antaranya adalah Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
Indra Lesmana
, yang melanjutkan karier ayahnya sebagai pemusik jazz dan Produser dan sutradara film
Produser dan sutradara film
Mira Lesmana
yang menjadi produser Sutradara
Sutradara
film Indonesia
. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 20 May 2011  -  Pembaharuan terakhir 14 Mar 2012
Pahlawan Berwawasan Luas Terpanggil Melayani Di Perkantas

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Genghis Khan adalah salah satu pejuang yang namanya kesohor di penjuru dunia, meski mengalami masa kecil yang berat akibat kematian tragis kepala suku yang juga adalah ayahnya.

Note: Bacaan ringan tapi bermakna.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: