WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Politisi Negarawan, Plural & Relijius

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Politisi Negarawan, Plural & Relijius
Hatta Rajasa | TokohIndonesia.com - Ist

Ir M Hatta Rajasa, seorang pengusaha dan CEO sukses yang kemudian berkonsentrasi jadi politisi. Sebagai politisi, dia gemilang! Sejumlah jabatan penting di partai, legislatif dan eksekutif diembannya. Di partai, dia mencapai puncak sebagai Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (2010-2015). Dia pun telah menjabat empat jabatan menteri (Menristek, Menhub, Mensesneg dan Menko Perekonomian). Pria relijius penganut pluralisme dalam politik ini memang berobsesi menjadi politisi negarawan yang mendahulukan kepentingan bangsa. Diprediksi, dia akan tampil sebagai Capres atau Cawapres 2014.

Menko Perekonomian (2009-2014)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Hatta Rajasa

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Hatta Rajasa

QR Code Halaman Biografi Hatta Rajasa
Bio Lain
Click to view full article
Zaenal Maarif
Click to view full article
Pandji Wisaksana
Click to view full article
Han Awal
Click to view full article
Runi Palar
Click to view full article
Slahuddin Wahid
Click to view full article
Munir Darwis
Click to view full article
Karel Satsuit Tubun
BERITA TERBARU

Sebagai orang partai politik (Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
) yang duduk dalam kabinet, pria berambut perak kelahiran Palembang, 18 Desember 1953 ini, berupaya menjalankan peran secara optimal, tanpa terjadinya kemungkinan loyalitas ganda dan abuse of power, baik dalam posisinya secara bersamaan sebagai petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) dan pejabat tinggi negara (Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
). Dia pernah menjabat Sekjen, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan dan Ketua Umum DPP PAN, sekaligus pernah menjabat sebagai pejabat tinggi negara, mulai dari Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia Kabinet Gotong-Royong, Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu
I dan Menteri Koordinator Perekonomian Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu
II.

Bagi Hatta, "power is not our ultimate goal." "Tujuan utama kita adalah mewujudkan Indonesia baru yang demokratis, berkeadilan, terbuka, dalam masyarakat majemuk yang saling menghormati," kata Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com, Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
, Rabu 4 Desember 2002. Pernyataan ini sekaligus bermakna penegasan posisinya yang menjamin tidak akan terjadinya kemungkinan loyalitas ganda dan abuse of power, kendati dia tetap memegang jabatan partai saat bersamaan menjabat menteri. Dia menegaskan bukan karena keinginan diri pribadinya berkuasa, tetapi sebagai kader PAN ingin menganbdikan diri kepada bangsa.

Menurut Hatta, untuk dapat mencapai tujuan itu perlu dibangun dua sasaran utama. Pertama, empowering public, memberikan pemberdayaan kepada masyarakat di segala aspek, apakah itu hukum, sosial, ekonomi dan yang lain. Dan untuk dapat membangun itu, harus dimulai dengan adanya keberpihakan yang jelas akan kebijakan yang mendukung publik. Kedua. Good Government and Clean Government yang hanya dapat terbangun jika ada anggota-anggota parlemen yang selalu mengkritisi pemerintahan, tetapi sekali lagi, bukan untuk maksud menjatuhkan.

Jika diamati, ia tidak pernah bicara politik atau partai ketika berperan sebagai menteri. Ia selalu menempatkan posisinya pada konteks dan waktu yang tepat. Saat ia bekerja sebagai menteri, ia bicara mengenai bidang tugasnya sebagai menteri. Dan jika ia ke daerah, terutama Sabtu-Minggu - waktu yang benar-benar disediakannya untuk partai - ia bicara sebagai fungsionaris partai.

Prinsip ini dibenarkan oleh para pegawai di Kementerian Ristek, Perhubungan, Sekretariat Negara dan Menko Perekonomian. Bahwa sebagai menteri, ia tidak pernah bicara soal partai kepada mereka. Apalagi untuk mempengaruhi dan mengajak-ajak agar ikut mendukung partainya. "Apa yang saya kerjakan ini, orang menilai, oh begitu orang PAN kalau sudah menteri," ujar mantan Ketua Senat Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ini.

Dia memang tidak mau setengah hati terjun dalam dunia politik. Dia benar-benar konsentrasi di satu bidang. "Karena itu sifat saya. Kalau saya berusaha (Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
), saya tidak mau bercampur dengan kegiatan lain. Begitu juga ketika masuk partai politik, saya konsentrasi dan juga tidak mau mencampur-baurkannya dengan usaha yang lain," kata mantan Sekjen DPP PAN ini dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com, Rabu 4 Desember 2002. Memang, semua perusahaannya dijual setelah masuk partai dan menjadi Anggota DPR (1999-2000)..

Profesional dan konsentrasi penuh membuat kinerjanya menonjol. Ketika itu, walau masih sebagai pendatang baru di Senayan, dia langsung menonjol dalam loby politik. Sejak kecil, dia memang sudah terlatih bekerja keras, jujur, mandiri dan bekerjasama tanpa pandang bulu.Dia memerankan posisinya sebagai Ketua Fraksi Reformasi DPR (PAN dan Partai Keadilan) dengan amat baik. Sejak kecil, dia memang sudah terlatih bekerja keras, jujur, mandiri dan bekerjasama tanpa pandang bulu. Dia terbiasa bergaul dengan banyak orang yang berbeda latarbelakang. Maka, ketika terjadi persaingan dalam mengisi jabatan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (DPP-PAN) yang dilepas Faisal Basri, Hatta mendapat dukungan dari berbagai 'aliran' dalam internal PAN. Dia terpilih menjabat Sekjen DPP PAN (2000-2005).

Perannya yang menonjol sebagai Ketua Fraksi Amanat Reformasi (1999-2000), selain berperan mengantarkannya jadi Sekjen PAN, bahkan juga mengantarnya menjabat Menteri Riset dan Teknologi Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Kabinet Gotong Royong
, pada pemerintahan Presiden Megawati (2001-2004). Kemudian, tatkala pucuk pimpinan pemerintahan beralih kepada duet Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
dan Wakil Presiden Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
, dia pun dipercaya Menteri Perhubungan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu
I.

Banyak orang tak menduga dia menjadi Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu. Sama seperti saat dia dipercaya menjabat Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kabinet Gotong-Royong. Maklum, lulusan perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, diprediksi banyak orang lebih pas menjabat Menteri Enerji dan Sumber Daya Mineral. Namun, dengan kemampuan manajerial yang dimilikinya, jabatan apa pun dapat diemban dengan baik. Terbukti, semasih menjabat Menristek, ia antara lain berhasil mengangkat nama bangsa, manakala terpilih menjadi Presiden Ke-46 Konfrensi IAEA (The International Atomic Energy Agency).

Kemudian ketika terjadi perombakan KIB, Hatta makin dipercaya memegang kendali tata kelola organisasi pada pusat kekuasaan sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menggantikan Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
Yusril Ihza Mahendra
. Dia pun dengan cepat mampu memegang kendali Sekretariat Negara dengan amat baik. Berbeda partai dengan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
, tidak menjadi halangan dalam kedekatan hubungan. Bahkan, secara mengejutkan dalam Pemilu Presiden 2009, dia dipercaya oleh SBY menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Capres SBY - Cawapres Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Boediono
.

Dia terlihat amat diandalkan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
dalam melakukan loby tingkat tinggi. Dimana ada jalan susah dan buntu secara politik, Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
sanggup dengan elegan mencairkannya. Antara lain, di tengah suasana politi yang memanas menjelang Pemilu presiden 8 Juni 2009, Hatta mampu menghidupkan komunikasi politik yang lama buntu antara Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
(Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
) dengan SBY (Partai Demokrat). Kendati kedua tokoh dan partai ini tetap bersaing dalam Pilpres, tetapi sudah terjadi kelenturan komunikasi politik.

Setelah Pilpres 2009, usai, yang dimenangkan SBY-Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Boediono
, Hatta yang lulusan insinyur perminyakan ITB, pun dipercaya menjadi Menteri Koordinator Perekonomian (2009-2014). Dia pun mengemban amanat ini dengan baik. Ketika terjadi benturan antara DPR dengan Menteri Keuangan Direktur Pelaksana Bank Dunia
Direktur Pelaksana Bank Dunia
Sri Mulyani
yang oleh DPR diduga terlibat dalam kasus Bank Century, sehingga Direktur Pelaksana Bank Dunia
Direktur Pelaksana Bank Dunia
Sri Mulyani
ditolak kehadirannya di DPR, Hatta mampu mencairkannya tanpa ada yang merasa dipermalukan.

Dalam posisinya sebagai Menko Perekonomian, Hatta justru dipercaya partainya melalui Kongres III di Batam menjadi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (2010-2015). Dalam posisi Ketua Umum PAN merangkap Menko Perekonomian, dengan kepiawian politiknya, diprediksi Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
akan menjadi Calon Presiden, setidaknya Calon Wakil Presiden, pada Pemilu Presiden 2014 nanti. Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 20 Apr 2008  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: