WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kisah Yatim-Piatu dari Narumonda

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kisah Yatim-Piatu dari Narumonda
Laurence Manullang | TokohIndonesia.com - Ist

Kisah hidup si yatim-piatu dari Desa Narumonda, Porsea, Sumatera Utara, yang terkenal sebagai pemimpi (dreamer), cerdas dan sosok pekerja keras, ini laksana gudang pengalaman atau sumber mata air yang tak kunjung kering bagi siapa pun yang memandang pengalaman adalah guru yang terbaik. Dia rendah hati, jujur, tekun dan cerdas. Dia menapaki kehidupan langkah demi langkah, melintasi berbagai tantangan dan meraih berbagai keberhasilan. Sehingga menjadi seorang ekonom ternama dan top eksekutif keuangan berskala dunia.

Pendiri dan Rektor Universitas Timbul Nusantara - IBEK
Lihat Curriculum Vitae (CV) Laurence Manullang

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Laurence Manullang

QR Code Halaman Biografi Laurence Manullang
Bio Lain
Click to view full article
Martinus D Situmorang
Click to view full article
Titi Sjuman
Click to view full article
Hendardi
Click to view full article
Benny Rachmadi
Click to view full article
Andi M Ghalib
Click to view full article
Herris B Simandjuntak
Click to view full article
Ussy Sulistiawati

Profesor doktor ini lahir 12 September 1941 di Desa Dairibagasan, Negeri Narumonda, Kecamatan Porsea, Tapanuli Utara (sekarang Toba Nauli), sekitar 223 kilometer arah selatan Kota Medan, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
. Walau lahir di sebuah desa atau kecamatan yang tak akan pernah diketemukan dalam peta karena keterpencilan dan kalah populer dari dua kota yang mengapitnya Balige dan Parapat, namun, kepiawaian dan popularitasnya di kalangan para profesional top eksekutif keuangan dunia pernah menjadi pembicaraan hangat yang sangat fenomenal.

Menurut ceritera neneknya, pada saat dia lahir, kedua orangtuanya (ayah Manail Darius Manullang dan ibu Manonga Renia boru Marpaung) sempat bingung, sebab disangka dia lahir tanpa nafas. Sang Bayi lahir dalam keadaan terbungkus oleh plasenta, nampak seperti berada dalam karung plastik. Dalam bahasa Batak disebut Baluton, yang dipercaya sebagai pertanda si bayi memiliki suatu keistimewaan.

Untung dukun beranak yang menolong ibunya cepat-cepat menyobek plasenta tersebut. Kemudian memotong ari-arinya dan menepuk-nepuk, sehingga kemudian si bayi menangis. Kedua orang tuanya merasa lega, karena si bayi yang kemudian diberi nama Timbul rupanya masih ada nafas. Berselang beberapa waktu, Timbul kecil diberi nama baptis Laurencius Adolf.

Dia cepat bertumbuh. Namun tatkala berumur jalan enam tahun bertepatan kelahiran adik satu-satunya, ayahnya Manail Darius Manullang meninggal dunia pada usia 27 tahun pada tahun 1947. Setahun berikutnya (1948), Timbul memasuki pendidikan Sekolah Rakyat VI Pardamean. Dia dan ibunya sudah mulai melampaui masa-masa paling sedih dan sulit sepeninggal ayahandanya.

Namun, tiba-tiba tampaknya malang tak dapat ditolak, dia ditimpa musibah yang lebih pahit lagi. Dua tahun sepeninggal Sang Ayah, Ibunda tercinta juga meninggal pada saat usia 27 tahun pada tahun 1949. Dunia terasa gelap. Dia yang masih di bawah usia delapan tahun dan adiknya yang baru berusia tiga tahun telah menjadi yatim-piatu.
Untunglah dia masih punya nenek, Martalena boru Marpaung yang telah menjanda 31 tahun. Dia dan adiknya dirawat, diasuh, dibimbing dan dibesarkan oleh nenek tercinta sejak tahun 1949.

Sejak itu, Timbul menjadi pemurung dan pemimpi (dreamer). Syukur, musibah yang berat itu tidak sampai menghalanginya menimba ilmu, ternyata selama SR, Timbul tidak pernah tinggal kelas dan dapat menyelesaikan SR tersebut pada tahun 1954.

Semangat hidupnya bangkit terutama berkat pengasuhan neneknya yang penuh kasih sayang. Hidup dalam pengasuhan nenek dirasakan Laurence dan adiknya justru sangat nikmat dan membahagiakan. Terlebih dalam lingkungan kultur suku Batak yang menggariskan posisi kakek/nenek (ompung) dengan cucu adalah setara dan sejajar. Cucu adalah personifikasi ompung. Jika seorang ayah seringkali mendidik anak supaya taat dengan cara keras, mencubit hingga memukul dengan sapu lidi, maka seorang ompung tak akan pernah tega dan mau melakukannya satu kali pun.

Selain ompung, tulang (paman) atau keluarga laki-laki dari ibu dan nenek yaitu Marpaung turut pula membesarkan Laurence dan adiknya dengan telaten. Itu sebabnya Laurence sangat menunjukkan rasa hormat dan respek kepada setiap marga tulang-nya Marpaung. * tsl (Telah diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 13)

 

Page 1 of 7 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 19 Apr 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Nyanyi Adalah Jiwaku Cendekia Multi Juang

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb
Warisan yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah lahirnya seorang bayi. Selamat berjuang untuk cepat hamil.
KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: